Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Cast N Coffee (CNC), acara tahunan komunitas mancing Caster Brotherhood yang ke 4 ini terasa berbeda dari sebelumnya. Dengan konsep friendly tournament bertemakan Smashing (Smart fishing), bisa dibilang ini adalah sebuah konsep baru dalam even mancing.

“ Even kali ini kita kemas dalam bentuk friendly tournament dengan tema smashing ( Smart Fishing). Paperless, semua by online. Dari pendaftaran, registrasi ulang, pencatatan ikan hasil lomba dan lainnya.” Jelas Om Ronald ketua Caster Brotherhood. Sesuai tema, para peserta yang telah mendaftar secara online dikirimi surel berupa barcode yang nantinya di scan sebagai tiket masuk saat registrasi ulang. Unik bukan?

Caster Brotherhood
Caster Brotherhood

Ada dua kategori lomba, yaitu spesies terbanyak dan ikan dengan bobot terberat. Diperbolehkan menggunakan teknik casting maupun fly fishing. Namun disarankan menggunakan piranti UL. Om Ronald menuturkan,” Kita menggunakan kolam UL, rata-rata spesies ikan yang ada memiliki bobot maksimal kisaran 5 kiloan. Agar terasa sensasinya, kami sarankan menggunakan tackle kelas Ultra Light.”

Om Ronald
Om Ronald

Sebanyak 145 peserta antusias mengikuti jalannya acara.” Peserta yang hadir adalah angler dari berbagai komunitas di Jawa Timur. Bahkan, ada yang jauh-jauh datang dari Madura. Saking ramainya peserta, panitia cukup kewalahan kesana kemari karena strike rate yang tinggi.” Jelas pria yang bernama lengkap Ronald Saputra ini.

Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Peserta antusias mengikuti lomba
Peserta antusias mengikuti lomba

Monstero Fishing Park dipilih sebagai tempat berlangsunya even.”Untuk saat ini di Jawa Timur, kolam pemancingan yang paling mewakili untuk teknik casting dengan spesies terbanyak adalah Di Monstero. Selain itu tempatnya juga nyaman.” Ungkap Om Ronald alasan dibalik pemilihan lokasi.

Salah satu kolam Monstero Fishing Park
Salah satu kolam Monstero Fishing Park

Adapun para pemenang lomba mancing adalah:

  1. Kategori utama, spesies terbanyak

Juara 1 atas nama Wen Wen

Juara 2 atas nama Rudi Jr.

Juara 3 atas nama Opeck Switch

 

  1. Kategori Ikan Terberat

Juara 1 M. Khuluqil dengan berat ikan 5,19 Kg

Juara 2 Dwi Maru dengan berat ikan 5,03 Kg

Juara 3 Cak Djon dengan berat ikan 4,91 Kg

Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat
Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa kelengkapan alat pancing dan t-shirt yang berasal dari sponsor serta Caster Brotherhood.

Om Wen Wen, angler asal surabaya yang mendapatkan juara 1 kategori spesies terbanyak tidak menyangka dirinya bisa menang. ”Saya baru pertamakali ikut turnamen seperti ini. Main casting juga baru kok, lebaran 2018 yang lalu pertamakali mencoba teknik casting.” Ungkap pria yang bernama asli  Andreas Juan.

Ia menambahkan,” persiapan biasa saja, Seperti cek alat pancing, PE dicek masih bagus apa tidak, hook apakah masih tajam atau sudah tumpul. Saya gunakan set tackle UL denga PE 6 lb dan leader 10 lb ditambah lure 3,8 cm tipe suspend.”

Adapun strategi yang dilakukan adalah mempelajari sifat spesies yang diincar seperti habitatnya dan lain-lain sehingga bisa tahu ke titik mana harus melempar.

Om Wen Wen aka Andreas Juan
Om Wen Wen aka Andreas Juan

Hal yang paling berkesan menurut Om Andreas adalah saat lomba mancing.” Berkesan sekali saat dapat koleksi spesies baru, ditambah ramainya peserta sampai-sampai kolam rasanya penuh.” Jelasnya. Beliau juga merasa even berjalan sangat fun dan berharap semoga ke depan CB bisa mengadakan helatan yang lebih besar serta lebih seru.

Juara 2 spesies terbanyak jatuh kepada Om Rudi Jr. Angler asal Lamongan ini datang bersama 3 orang kawan satu timnya. Piranti yang ia gunakan tergolong dalam kelas ekstrim UL.  Dengan Joran kelas 1-4 lb dan reel ukuran 1000 ia berhasil landed berbagai spesies ikan.

“Persiapan sih gak seberapa, karena udah sering juga mancing di situ. Cuma sedikit tips dari saya, kalau dikolam UL cukup gunakan soft lure dan mainnya di pinggir. Soalnya, ikan banyak bersembunyi di bebatuan pinggir kolam. Senang banget bisa juara kemarin. Semoga tahun depan acara lebih meriah lagi.”Ungkap pria yang bernama lengkap Rudi Ono ini dengan semangat.

Om Rudi Jr menerima hadiah juara 2
Om Rudi Ono menerima hadiah juara 2

Sementara Om Opeck Switch mengaku baru pertamakali mancing di Monstero. ”Karena belum pernah ke situ, jadi untuk persiapannya lebih banyak tanya-tanya teman yang udah biasa mancing di Monstero.” Jelasnya.

Menggunakan set  UL dengan joran 2-6 lb, PE 0,6 dan leader 20 lb ia berhasil menyabet juara ke 3 kategori utama.”Gak nyangka bisa menang, soalnya saya hampir tidak pernah mancing kolaman, selama ini cuma casting gabus dan payus. Kadang ngoncer liaran, mungkin berkat doa anak juga.” Tambahnya.

Om Opeck menerima hadiah juara 3
Om Opeck menerima hadiah juara 3

“Mengetahui karakter ikan target, cara memainkan lure dan selebihnya faktor keberuntungan.” Ungkap pria yang bernama asli Arofik ini, saat ditanya tips singkat mancing casting kolaman. Ia berpesan,” Semoga even seperti ini terus berlanjut, saya antusias sekali mengikutinya dan sangat bahagia sekali meskipun tidak juara 1, hehehe.”

Selain lomba mancing, friendly tournament CB ini juga menyediakan stand bazzar bagi tackle shop dan kawan-kawan dari Lure Maker Indonesia.

Di akhir sesi wawancara – Sebagai Ketua, Om Ronald berharap agar Caster Brotherhood semakin maju dan inovatif. Bisa membawa hal-hal baru di dunia mancing khususnya teknik casting dan luring serta bisa menjadi wadah yang tepat bagi angler tanah air.

”Untuk panitia saya benar-benar memberikan apresiasi atas usaha dan kerja kerasnya – khususnya totalitas yang sudah diberikan dari awal hingga akhir acara. Untuk peserta saya berharap tetap kompak dan selalu menjaga erat persaudaraan serta tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini.” Pesan Om Ronald.

Sukses selalu buat Caster Brotherhood, semoga semakin banyak inovasi-inovasi dalam dunia mancing yang bisa ditularkan kepada angler tanah air. Bravo angler Indonesia!

Galeri Foto

Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat

 

Hut Rucah Mania yang ke-3; Trip Akbar Korowelang 2017  (oleh: Om Hus)

Hut Rucah Mania yang ke-3; Trip Akbar Korowelang 2017 (oleh: Om Hus)

Rucah Mania-Salah satu komunitas Mancing dari Kota Semarang, baru saja ini menggelar acara Trip Akbar bagi para anggotanya. Dalam rangka HUT – nya yang ketiga, sejumlah kurang lebih 60 angler – anggota dari Komunitas Rucah Mania Semarang, antusias mengikuti kegiatan ini.

Sesuai konfirmasi dari Ketua Rucah Mania – Andy Susilo (ayah Dimas), bahwa tujuan diadakannya hajatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara pengurus harian Rucah Mania Semarang, dengan anggotanya. Maklumlah,  selama ini hanya bertegur sapa di dunia maya melalui media sosial Facebook.

Foto bersama tim Rucah Mania Semarang sesaat sebelum lomba dimulai
Foto bersama tim Rucah Mania Semarang, sesaat sebelum lomba dimulai

Kegiatan yang sudah digagas sejak bulan Desember tahun lalu tersebut akhirnya rampung dan berjalan sesuai rencana. pengurus Rucah Mania sudah mepersiapkan jauh-jauh hari, agar segala persiapan dalam pelaksanaannya cukup matang.

Terpilihlah sdr Moh Husni Rohmanussobir (om Hus) menjadi ketua panitia kegiatan ini. Tak banyak buang waktu,  segera dilakukan konsolidasi ke internal Rucah Mania dengan menunjuk beberapa personil yang dianggap cakap dan mampu untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Didukung oleh beberapa sponshorsip dan Donatur seperti Toko Indoraya Pancing, Aneka Raya Pancing, Liong Terpal, B3P Army, Bandeng Bakar Juana, Spoon Markonyeh, Royan Spoon, Danang Bakul Lure. Dan tentunya Spotmancing Apparel tidak lupa juga ikut mensupport acara ini.

Trip ini berlangsung cukup seru – dan sesuai rundown panitia, peserta sudah wajib kumpul di parkiran Gereja Katherdal Semarang sejak jam 02:15 dini hari. Setelah melakukan daftar ulang dan mendapatkan tiket, peserta berkelompok sesuai regu perahu masing masing.

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Tepat jam 03:00 Wib, setelah mendapatkan Pengarahan dari bagian acara, rombongan – dengan menggunakan 2 armada truk dari Kodam IV Diponegoro dan 7 armada kecil, diberangkatkan menuju ke Korowelang Kendal. Sekitar jam 5:00 rombongan tiba di Dermaga. Kapten perahu masing-masing tim langsung bergerak, melakukan koordinasi dengan anggota untuk loading barang barang ke dalam perahu. Panitia pun menyiapkan umpan bandeng.

Tepat pukul 06:00 panitia memberi arahan agar pada pukul 1 siang, peserta  sudah harus kembali dari spot. Lewat woro-woro dari megaphone, panitia pun melepas para peserta lomba, dan rombongan mulai berangkat menuju ke spot yang diinginkan (kecuali Karang Sejahe, karena jaraknya terlalu jauh).

Terlihat 11 perahu beriringan keluar satu persatu dari muara sungai menuju ke laut. Tiga perahu terlihat menuju ke spot karang menoro, sisanya ke Karang Tandes. ternyata di Karang Tandes sudah ada puluhan perahu yang sudah stand bye disana. Akhirnya beberapa kapten perahu memutuskan memindahkan perahunya menuju ke spot Rome rome dan tonggak Perahu.

Penyerahan kue ulang tahun HUT Rucah Mania yang ke-3
Penyerahan kue ulang tahun HUT Rucah Mania yang ke-3

Saat lomba, beberapa tekhnik mancing di perlihatkan. Mulai dari dasaran, casting, cast spoon, ngoncer, kotrek, serta grandong, dikerahkan demi mendaratkan ikan terbesar. Perahu 10 dengan kapten tim sdr Tri Agusta terlihat sudah terlihat meladeni perlawanan dari seekor ikan tenggiri. Tidak berapa lama gantian anggota tim nya kembali merasakan sensasi tarikan ikan tenggiri Korowelang.

Disusul kemudian perahu Om Hus,  lewat teknik cast spoon-nya ikut pula merasakan tarikan tenggiri . Sementara pak Eko Gayo – salah satu anggota Rucah Mania dari Ungaran, yang juga berprofesi di polres ungaran, terlihat seru saat fight dengan tenggiri

Beralih ke Perahu 7 yang dipimpin oleh Hengky Liong, terlihat sibuk memainkan joran casting, hingga akhirnya triple strike terjadi,  ketika umpan spoon dari sdr Aniev, sdr Sasongko dan sang kapten disamber oleh Tenggiri Korowelang. Suara rell pun berderit bergantian hingga pertarungan bisa dimenangkan oleh para angler dari Rucah Mania ini.

Hasil strike para peserta lomba
Hasil strike para peserta lomba
Foto bareng
Foto bareng
Penimbangan ikan
Penimbangan ikan
Panitia sibuk membagi ikan hasil strike menjadi 60 bagian. Seluruh peserta bisa membawa ikan hasil tangkapan untuk di bawa pulang
Panitia sibuk membagi ikan hasil strike menjadi 60 bagian. Seluruh peserta bisa membawa ikan hasil tangkapan untuk di bawa pulang

Sementara di perahu 3 – dibawah pimpinan kapten Catur, keseruan juga terjadi. Tak kurang dari 20 menit ikan seberat 5kg, berhasil landed di atas perahunya.  Kapal 2 yang dipimpin Ayah Dimas terlihat sangat enjoy. Sambil mancing, mereka juga membakar sate sapi diatas perahu. Lalu di perahu nomor 9 yang di kapteni sdr Jojo juga
tidak mau kalah, strike ikan tenggiri terjadi berkali kali.

Dalam acara mancing ini ada peraturan bahwasannya setiap perahu wajib melaporkan hasil video saat ada peserta yang sedang meladeni perlawanan ikan. Dan jika tidak ada maka peserta tidak berhak mengikuti kompetisi mini yang ada.

Setelah melewati 6-7 jam di laut, satu persatu perahu mulai meninggalkan spot menuju ke darat. Dan tepat jam 14:00 seluruh peserta sudah tiba di darat dan seluruh ikan hasil tangkapan diserahkan kepada sie. lomba. Para peserta kemudian dipersilahkan menikmati santap siang yang sudah disiapkan oleh Ibu Unduh yang lezat.

Pemenang lomba kategori ikan terberat perorangan :

  1. Sdr Laksono (tim 10)
  2. Sdr Roy Johan Suherman (tim 2)
  3. Sdr Sasongko (tim 7)

Pemenang lomba total terberat per – perahu :

1. Perahu 7 dengan Kapten Hengky Liong
2. Perahu 4 dengan kapten Om Hus
3. Perahu 10 dengan kapten Tri Agusta

Pemenang kapten kapal terbaik :

Sdr Gelek – perahu no 10

Sesuai kesepakatan antar tekong, hadiah untuk para tekong akan digunakan untuk pembelian Sertu (pasir Batu) untuk memperbaiki sarana jalan akses menuju Korowelang yangrusak. Dan saat itu juga tergerak keinginan teman teman peserta untuk ikut serta menyerahkan sumbangan seikhlasnya untuk membantu pembelian Sirtu tersebut.

“KERJO TERUS, KAPAN MANCINGE..” demikian motto komunitas pemancing ini. Selamat Ulang Tahun yang ke 3 Rucah Mania Semarang, semoga semakin guyub dan kompak.

Tribute to Jones KMMS Session II 2017, suport untuk para jomblo

Tribute to Jones KMMS Session II 2017, suport untuk para jomblo

Unik! Sehubungan waktu yang berdekatan dengan hari valentine, turnamen casting yang digagas Komunitas Mancing Mania Sumatera Selatan (KMMS) ini, mengangkat tema “Jomblo”. Pengambilan tema ini ditujukan untuk menghibur para jomblo atau single yang hobi memancing. Atas ide tersebut, tak ayal semua ornamen lomba dihiasi dengan warna pink.

Karena terasa spesial, turnamen berburu predator yang diadakan pada hari Minggu, 12 Februari 2017 tersebut, mendapat sambutan antusias dari masyarakat mancing. Dalam peristiwa itu, hadir pecinta casting yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan, seperti Pedamaran OKI, Indralaya,dan Banyuasin.

Tribute to Jones KMMS Session II 2017, suport untuk para jomblo
Tribute to Jones KMMS Session II 2017, suport untuk para jomblo

 

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Tak kurang dari 51 orang castinger tumplek di Pond South Sumatera Casting Ground, Desa Rambutan, Jalan Lintas sp – Padang, Kayuagung, Ogan Komering. Berjarak 25 km dari pusat Kota Palembang, di perairan yang menganut aturan catch and release ini, pemancing mengadu peruntungan dengan jorannya masing-masing. Tak ketinggalan, pro angler asal kota Bandung Lilia Sinaga dan juga Dina Angler asal Karawan hadir sebagai tamu kehormatan memberi semangat pada peserta.

Benkbenk Abdoel memberi sambutan, didampingi ketua panita-Agus Blekatze, dan tamu kehormatan; Lilia Sinaga dan Dina Angler
Mohammad Erwin, selaku tokoh Forcasi memberi sambutan, didampingi tamu kehormatan; Lilia Sinaga dan Dina Angler

Seluruh partisipan yang mengikuti event ini hanya ditargetkan untuk memancing ikan Toman (Giant Snakehead) saja. Pemenangnya adalah angler yang sukses mendaratkan toman terpanjang.

Keluar sebagai juara pertama adalah Ade Iwan Kurniawan, Ia sukses strike toman dengan panjang mencapai 52 cm. Atas prestasinya, Ade berhak membawa pulang satu set Joran BC Xrossfield, dan Reel Abu Garcia. ”Ngga nyangka juga mas. Ikut acara ini, awalanya cuma ingin kumpul sama kawan-kawan, sambil menyalurkan hobi mancing aja,” sahut Ade. “Eeh, akhirnya menang juga,” tambahnya senang.

Sementara di tempat kedua ada Restu Aquila, yang memperoleh ikan toman dengan panjang 51 cm, dan posisi terakhir ditempati oleh Yusuf Bakri (panjang ikan 44 cm).  Sama dengan Ade, kedua juara ini juga dihadiahi sebuah Joran BC Xrossfield dan Reel Abu Garcia, dengan kelas berbeda.

Sebagai bentuk apresiasi tambahan – agar selaras dengan tema acaraTribute to Jones KMMS Session II 2017, maka masing-masing juara mendapat bingkisan sebuah boneka teddy bear warna pink.“Kan temanya Fun jomblo, jadi hiburan buat para angler yang belum punya pasangan,” Ujar Agus Wahyudi – selaku Panitia Pelaksana lomba.

Foto bersama para pemenang turnamen, mendapatkan bingkisan tambahan; Pinky teddy bear
Foto bersama para pemenang turnamen, mendapatkan bingkisan tambahan; Pinky teddy bear

Saat acara berlangsung, kondisi cuaca sempat tak menentu, tapi turnamen yang dilaksanakan berjalan cukup meriah dan mampu menghibur para penggemar mancing di Sumatera Selatan. “Cuaca sempat jadi kendala, karena tidak menentu. Siang hari cuaca panas, namun menjelang sore hujan gerimis, namun acara berjalan lancar hingga akhir lomba,” terang ketua panitia – yang tenar dengan panggilan Agus Blekatze itu.

Sebelumnya KMMS pernah menyelenggarakan turnamen serupa pada tahun yang lalu. Tahun ini menjadi helatan yang kedua kalinya. Pihak panitia sebenarnya memiliki kalender tetap untuk menyelenggarakan event ini setiap awal tahun, tepatnya di bulan Februari. Sebagai informasi, turnamen yang pertama diselenggarakan tahun 2016 lalu, yang mengambil lokasi di Lebak Gelora Indah, daerah Makrayu Palembang.

Demi ikut berkontribusi dalam memajukan dunia memancing,  tak ketinggalan Spotmancing Apparel ambil bagian sebagai sponsor. Buat angler beruntung, bisa membawa pulang dengan senang, Tshirt Spotmancing Apparel bergambar ikan toman – iwak kebanggan para wild castinger.

Dari Markas basar spotmancing.com, kami doakan yah, semoga angler jomblowan dan jomblowati, cepat mendapatkan pasangan setia sehidup semati….Suwit…Suwiiiiww…!!!

kaos komunitas mancing, seragam mancing, baju komunitas mancing, buat baju komunitas mancing, kaos tim mancing, jersey mancing, jersey komunitas mancing

Wuih,…Hebaaat! Baru 2 bulan mancing, Yunus rebut juara pertama Landbase Surf Fishing Tournament 2017

Wuih,…Hebaaat! Baru 2 bulan mancing, Yunus rebut juara pertama Landbase Surf Fishing Tournament 2017

Luar biasa! Baru pertama kali ikut lomba, Muhammad Yunus sabet juara pertama dalam even Landbase Surf Fishing Tournament 2017. Pria asal Bantul itu menyebutkan, bahwa ia tak menduga bisa memenangkan event ini.

“Saya baru pertama kali ikut kejuaraan memancing, dan nggak nyangka juga, bisa jadi juara pertama,” ujar angler yang baru menekuni hobi mancing sejak 2 bulan lalu tersebut.

Muhammad Yunus saat menerima hadiah utama
Muhammad Yunus saat menerima hadiah utama
Saat turnamen berlangsung
Saat turnamen berlangsung

Pun tak ada persiapan istimewa yang dilakukan Yunus sesaat sebelum lomba. Ia hanya beberapa kali saja mancing di muara sungai Opak – yang berada di kota Bantul, atau mengunjungi kali Progo yang berada di wilayah Kulon Progo. “Tergantung dimana yang lagi ada ikan belanaknya,” sebut Yunus.

“Kemenangan ini saya persembahkan buat rekan-rekan Komunitas Mancing Belanak Ngayogyokarto/Kumbokarto,” tambahnya. Atas prestasinya tersebut Yunus berhak membawa pulang piala Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam XI, 1 set joran Shimano Suflander, dan reel Relix kelas 8000.

Sementara di tempat kedua berhasil diduduki Wawan asal Piyungan – DIY, dan posisi terakhir ditempati oleh Roy Suhadi Barus asal Wates, Kulonprogo. Sama dengan Yunus, kedua juara ini juga dihadiahi piala Wakil Gubernur, reel Relix, dan juga satu set joran Shimano dengan kelas berbeda.

Suasana sesaat sebelum lomba
Suasana sesaat sebelum lomba
Sosialisasi illegal fishing dari pihak kepolisian air dan udara Kab.Bantul
Sosialisasi illegal fishing dari pihak kepolisian air dan udara Kab.Bantul

Turnamen mancing yang berlokasi di Pantai Kuwaru, Kabupaten Bantul ini dihelat oleh Komunitas Mancing Mania Yogyakarta. Dilangsungkan pada hari Minggu 29 Januari 2017, gelaran ini mendapat sambutan seru dari masyarakat mancing di Pulau Jawa.

Lebih dari 900 peserta yang berpartisipasi dalam event ini, yang datang dari berbagai kota di pulau Jawa, seperti Jogja, Kebumen hingga Gresik.

Cukup banyak agenda acara dalam lomba mancing tersebut. Selain agenda utama, ada pula sosialisasi tentang over fishing dan illegal fishing, dengan mengundang nara sumber dari institusi kepolisian air dan udara Kabupaten Bantul.

Sempat terjadi kekhawatiran para panitia, karena ditengah perjalanan lomba turun hujan dan diterjang angin badai. Namun peserta tetap bertahan hingga selesainya turnamen.“Tak disangka, partisipasi peserta lomba lebih dari target yang kita harapkan”,Ujar ER Wahyu Prihambada selaku panitia acara.

jual kaos mancing, jersey shimano, jersey kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania terbaru, kaos fishing, baju mancing, baju mancing lengan panjang, kaos spotmancing apparel, jersey mancing mania, baju mancing mania lengan panjang

Sekilas tentang even Landbase Surf Fishing Tournament  

Turnamen ini sebenarnya pernah diselenggarakan 2 tahun yang lalu oleh komunitas Mancing Mania Yogyakarta. Pihak panitia sebenarnya memiliki kalender tetap untuk menyelenggarakan event ini setiap akhir tahun, tepatnya di bulan Desember. Namun dikarenakan intensitas curah hujan yang begitu tinggi, maka panitia pun mengubah jadwal event ke bulan Januari. Lokasi acara pun selalu diadakan di pantai Kuwaru.

Kondisi pantai yang cukup luas untuk menampung jumlah peserta yang banyak, menjadi alasan dipilhnya Kuwaru sebagai ajang turnamen.”Kita berharap dengan selalu diadakannya event ini di pantai Kuwaru, berdampak positif juga terhadap wisata di Kabupaten Bantul’, ujar Wahyu

Pantai Kuwaru yang dulunya cukup populer karena tumbuh suburnya pohon cemara serta memiliki keindahan alamnya ini, lokasinya terletak di Kabupaten Bantul bagian timur. Secara administratif, pantai Kuwaru masih termasuk dalam wilayah Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan. Jaraknya sekitar 29 km dari kota Yogyakarta. Secara Geografis, posisi pantai in berada diantara muara Samas dan Pandansimo. (Faruq Idrus)

Ajiiib,…! Tim Arcom Semarang sabet juara 1 Mustad Fishing Tournament, Pulau Biawak

Ajiiib,…! Tim Arcom Semarang sabet juara 1 Mustad Fishing Tournament, Pulau Biawak

Begitu beruntungnya tim Arcom asal Semarang dalam Mustad Fishing Tournamen 2016 kemarin (2-4/12).  Karena kepiawaiannya, seekor tuna seberat 10,9 kg, berhasil didaratkan oleh pasukan beranggotakan 4 angler tersebut. Atas hasil ini, gelar juara umum pun diraih sempurna dalam ajang yang digelar dalam rangka hari armada TNI AL 2016 itu. Uang tunai Rp 20.000.000 serta piala Danlanal juga berhak dibawa pulang.

Perhelatan akbar yang dibuka oleh Danlanal Cirebon, Letkol Laut (P) Tarus Rostiyadi ini, digelar di Pulau Biawak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Menurut Jack Jaja – salah seorang panitia, turnamen ini diikuti oleh 30 tim dari berbagai daerah.”Seluruhnya yang berangkat 30 kapal, plus 1 kapal tugboat milik pertamina yang membawa serta 1 orang dokter dan 4 perawat,” tutur angler asal Cirebon ini.

Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu
Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu
Para pemenang Mustad Fishing Tournamen 2016
Para pemenang Mustad Fishing Tournamen 2016
Mustad Fishing Tournament 2016, Pulau Biawak
Mustad Fishing Tournament 2016, Pulau Biawak
Suasana penimbangan ikan
Suasana penimbangan ikan
Ikan pemenang, tuna 10,9 kg
Ikan pemenang, tuna 10,9 kg

Para peserta lomba serius berburu ikan predator, di sekitaran pulau seluas 120 hektar itu. Dengan waktu lomba kurang lebih 8 jam, para pemancing tak henti menyusuri perairan yang subur dengan terumbu karang yang terkenal asri. “Acaranya cukup lancar, tapi pada sore harinya ada badai. Untungnya semua peserta sudah kembali ke darat,” tambah Jaja.

Sementara posisi terhormat kedua diisi oleh tim Arcom Cirebon. Pasukan ini berjaya melabuhkan seekor queen fish dengan bobot 9,20 kg. Atas performa ini, regu angler asal kota udang ini dihadiahi uang tunai sejumlah Rp. 10.000.000 dan sebuah piala. Untuk tempat ketiga sukses diraih tim Indosat yang beruntung strike seekor tenggiri seberat 8,75 kg. Untuk itu, pasukan ini berhak atas uang tunai R. 7.500.000 dan sebuah piala. Demikian di bawah ini selengkapnya:

Juara umum 4

Tim : Tegal Bahari

Ikan : Barakuda

Berat : 6.9 kg

Berhak atas uang tunai Rp. 3.500.000+Piala dan Piagam

Juara umum 5

Tim : Angler From Heaven

Ikan : Kue

Berat : 4.45 kg

Berhak atas uang tunai Rp. 2.500.000+Piala dan Piagam

Kategori Ikan Spesies

Berhak atas uang tunai @ Rp. 1.000.000+Piagam

  1. Ikan barakuda, hasil strike Hengki Jack, dengan berat 2.55 kg
  2. Ikan kerapu, hasil strike Ugi TFC , dengan berat 1.1 kg
  3. Ikan GT, hasil strike Hengki Jack, dengan berat 1.75 kg
  4. Ikan queen fish, hasil strike Ary Ponco Arcom Cirebon, dengan berat 3.8 kg
  5. Ikan tenggiri, hasil strike Husni Yellow Fin, dengan berat 2.25 kg
  6. Ikan tuna, hasil strike Gito Cahaya Cel, denganl berat 2.15 kg
  7. Ikan cendro, hasil strike H. Andre Wariyal, dengan berat 1.05 kg