Teknik Njegog dan Ndudur, Cara tradisional dan unik mancing ikan gabus

Teknik Njegog dan Ndudur, Cara tradisional dan unik mancing ikan gabus

Kemajuan teknologi dan komunikasi pastinya memberikan banyak manfaat kemudahan dalam kehidupan manusia. Tak terkecuali pada masyarakat mancing. Cara berburu iwak gabus pun mengalami perkembangan pesat. Mulai dari penggunaan umpan artificial dengan segala model mutakhir, hingga tackle khusus casting pun beredar luas di tengah masyarakat. Semuanya tentu menjanjikan kemudahan menciptakan strike pada para penggila ikan yang punya tarikan dahsyat ini.

Namun jangan sekalipun meremehkan cara tradisional dalam metode memancing. Nenek moyang kita juga punya cara jitu untuk mendaratkan ikan berjulukan si kepala ular ini.

baca artikel: Ikan gabus, buruan para castinger

popper, stickbait, top water lure,spotmancing lure

Spotmancing.com kali ini akan membahas beberapa teknik dalam mendapatkan ikan gabus di alam liar dengan metode unik dan tradisional serta berbagai jenis umpan yang biasanya di gunakan oleh para pemancing. Di Pulau Jawa sendiri ada beberapa teknik yang familiar dikalangan pemancing dalam mendapatkan ikan ini antara lain , Njegog, Ndudul dan Mbenang.

Baca juga artikel: Cara mancing ikan gabus

Teknik Njegog
Teknik ini sangat familiar dikalangan pemancing di tanah air. Ada juga yang menyebut metode ini dengan teknik njejer. Merupakan cara memancing ikan gabus dengan menggunakan sebuah bambu yang memiliki panjang berkisar antara 2-3 meter yang diikat dengan sebuah senar nylon dan memiliki panjang berkisar 1/4 -1/2 dari panjang bambu. Lalu di ujung senar diikatkan sebuah mata kail yang cukup besar dan tajam. Umpan yang digunakan biasanya menggunakan hewan hidup seperti Katak, ikan wader, Ulat daun pisang, jangkrik , Belalang dan cacing.

Tekhnik Njegog dimana bambu dengan panjang 2-3 meter yang diikat dengan senar nylon dan diujungnya diikatkan mata kail.menggunakan umpan hewan hidup seperti kodok,ikan wader belalang dan cacing
Tekhnik Njegog dimana bambu dengan panjang 2-3 meter yang diikat dengan senar nylon dan diujungnya diikatkan mata kail.menggunakan umpan hewan hidup seperti kodok,ikan wader belalang dan cacing

Cara memainkan teknik ini adalah dengan cara menancapkan pangkal bambu ke permukaan tanah di pinggir tempat memancing. Sementara posisi umpan menggantung berada tepat diatas permukaan air, sehingga umpan hidup yang kita gunakan bermain-main dipermukan air dan menciptakan getaran serta percikan air yang mengundang ikan gabus. Setelah itu bambu di tinggal beberapa saat hingga ikan memakan umpan yang kita pasang.

Pemancing dengan teknik ini biasanya memasang lebih dari beberapa rangkaian joran dalam sekali pasang. Bahkan di daerah Lamongan dan Gresik setiap kali pasang Jegog bisa mencapai hingga 100 buah Jegog.

Baca artikel: Gendon dan lundi, membuat strike gabus, lele, dan baung bertubi-tubi

Teknik Ndudur
Teknik ndudur merupakan teknik mancing ikan gabus yang hampir sama dengan teknik Njegog dimana umpan di kaitkan pada ujung mata kail dan dimainkan di permukaan air. Namun yang membedakan teknik ini dengan teknik Njegog adalah dimana Teknik ini tidak menancapkan Tegek /Joran yang digunakan pada pinggiran tempat memancing melainkan memainkan umpan secara terus menerus dengan cara menaik turunkan umpan pada lokasi yang dianggap ada ikan gabusnya hingga ikan gabus menyambar umpan. Umpan yang digunakan juga menggunakan umpan hidup seperti pada teknik Njegog.

Tekhnik Ndudur adalah tekhnik memainkan umpan hewan hidup seperti katak secara terus menerus (naik turun) pada sebuah titik spot
Tekhnik Ndudur adalah tekhnik memainkan umpan hewan hidup seperti katak secara terus menerus (naik turun) pada sebuah titik spot

Nah, ternyata banyak juga cara tradisional yang juga tak kalah jitu dibanding cara mancing modern. Tertarik mencoba cara Njegog dan Ndudur? Yuk ah, selain murah meriah, juga mengasyikan !

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Japan Style Technique ; Cara Cerdas Berburu Snake Head Dari Jepang

Japan Style Technique ; Cara Cerdas Berburu Snake Head Dari Jepang

Salah satu lokasi favorit snake head untuk bersarang adalah perairan yang tertutup tanaman air. Selain teduh dan tersembunyi, spot semacam ini kaya dengan sumber makanan kesukaan snakehead, yaitu katak.

Namun bukan perkara mudah bagi angler untuk memancing pada karakter dengan habitat semacam ini. Rintangan berupa tanaman air pastinya membuat sulit pergerakan umpan. Angler yang tak mampu memainkan teknik pasti akan frustasi karena tak satupun toman atau gabus yang bisa dibawa pulang.

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel

Lalu bagaimana kiat agar sukses memancing di sarang gabus dan toman tersebut. Tenang, spotmancing.com baru saja berbincang dengan Tunggul Prakoso, atau populer dengan nama Tan Po Liang, yang piawai berburu snake head di perairan yang penuh rintang semacam ini. Cara memancingnya lazim disebut Japan style technique.

Pada umumnya teknik Japan Style digunakan untuk memancing ikan yang hidup di spot yang memiliki karakter berganggang, serta dipenuhi oleh rumput-rumput kecil yang sangat rapat. metode menancang ikan ini, pertama kali dipopulerkan oleh Kozo Okubo, pemancing kawakan asal Jepang.

Area rawa-rawa salah satu spot yang berganggang (dok.Tan Po Liang)
Area rawa-rawa salah satu spot yang berganggang (dok.Tan Po Liang)

Lewat gaya ini skill serta kesabaran memang diuji, terutama saat retrieve. “Kita harus sabar dan konsentrasi saat memainkan joran serta reel, sehingga ikan yang kita sasar pun bisa diraih,” sebut Tan Po Liang.  “Hampir mirip stop and go, dimana kita secara perlahan menggulunng reel, lalu berhenti, gulung lagi perlahan, lalu berhenti,” sebutnya lagi. Saat menggunakan pola retrieve ini, angler harus mampu mengamati titik-titik pergerakan ikan.

Namun tak hanya reel yang dimainkan. ujung joran serta PE juga aktif berperan dalam gaya ini, khususnya saat lure melewati rintangan. Dengan menyentak-nyentak joran secara perlahan, atau menarik-narik PE dengan ujung jari, kerap dilakukan demi membuat gerakan lure sealami mungkin. “Seolah-olah kodok karet atau umpan mainan tersebut seperti kodok hidup,” ujar angler asal Madiun ini.

Selain itu, yang perlu diperhatikan oleh para angler, umpan yang disiapkan pun harus sesuai. Pemakaian lure, dianjurkan  berjenis Soft Frog. Umpan yang menyerupai kodok berbahan karet tersebut, tujuannya agar tak mudah tersangkut tumbuhan di area rawa-rawa atau tambak air tawar yang banyak dihuni kedua jenis ikan itu.

Soft frog. Umpan efektif teknik japan style (dok.Tan Po Liang)
Soft frog. Umpan efektif teknik japan style (dok.Tan Po Liang)

Ia pun menyarankan, dalam menggunakan teknik Japan Style ini, angler harus lebih jeli melihat pergerakan ikan yang berada dibawah ganggang-ganggang tersebut. Angler diupayakan mencari titik-titik lemparan yang tertuju pada beberapa celah setiap ganggang, karena biasanya ikan Gabus atau Toman mengambil udara saat bergerak. “Lakukan lemparan pada titik tersebut secara berulang-ulang atau berirama, sehingga bisa menggoda ikan Gabus atau Toman untuk menyambar umpan kita,” sarannya lagi.

Karakter umpan karet yang digunakan dalam teknik ini, biasanya tak memiliki skirt atau berumbai. Namun jika menggunakan umpan yang berumbai, umumnya angler memotong lebih pendek  terlebih dahulu. Langkah ini diambil, guna mengantisipasi ikan toman atau gabus yang menyambar umpan, namun hanya mengenai ujungnya saja.

Saat beraksi dengan teknik Japan Style, Tan Po Liang menyarankan agar menggunakan joran dengan tingkat kelenturan 17 Lbs, dan punya panjang 198 cm. “Kalau soal reel nya bisa pakai tipe bait casting ataupu spinning, dengan PE 1.8,” sahutnya.  “Banyak juga angler yang pakai ukuran joran berbeda, tapi menurut saya peralatan mancing yang baik, akan menghasilkan kinerja yang maksimal,” tegas pria yang menetap di Pasuruan ini.

Sasar ikan dengan teknik japan style (dok.Tan Po Liang)
Sasar ikan dengan teknik japan style (dok.Tan Po Liang)

 

Om tan po liang saat strike ikan gabus 2 kg (dok.Tan Po Liang)
Om tan po liang saat strike ikan gabus 2 kg (dok.Tan Po Liang)

Waktu terbaik untuk memancing dengan menggunakan teknik ini, disarankan saat kondisi cuaca yang masih diterangi matahari. “Biasa kita gunakan Japan Style saat masih pagi hingga menjelang sore hari, karena sebagian ikan selalu bersembunyi dibalik ganggang,” sebut Tan Po Liang.

Pria yang mengenal teknik ini sejak 3 tahun yang lalu itu melanjutkan, bahwa di awal musim penghujan, biasanya ikan toman dan gabus banyak yang bertelur. Sehingga, pada masa seperti ini, Japan Style efektif digunakan, agar menghasilkan strike yang memuaskan.

Nah, sudah siap mancing? Yuk ah, kita ber-Japan-style ria hehe….

lihat video Kozo Akubo di bawah ini:

6 rahasia bermain spinner, trik jitu mendaratkan snakehead (oleh: Rio Gibrani Merpati Putih)

6 rahasia bermain spinner, trik jitu mendaratkan snakehead (oleh: Rio Gibrani Merpati Putih)

Sejak dirancang pertama kali oleh Chuck Wood – angler asal Amerika Serikat pada tahun 1960-an, spinner menjadi umpan killer yang terbukti ampuh di perairan tawar. Blade sebagai komponen utama – dengan aksi yang berputar-putar dan berkilau, efektif membuat gusar pemangsa air hingga secepat kilat menyambarnya.

Namun rupanya klaim keampuhan spinner sebagai umpan jitu hanya berlaku buat castinger yang memahami rahasia memainkan umpan berbentuk unik ini. Bagi yang awam, spinner hanyalah jenis artificial bait yang lebih banyak tersimpan di dalam box lure ketimbang digunakan.

Jika castinger paham cara memainkan serta mengetahui trik-trik modifikasi spinner, maka umpan ini akan sangat efektif untuk mendaratkan predator. Lewat pemahaman yang didapat dari pengalaman langsung, akan saya coba uraikan 6 tips rahasia agar penggunaan spinner dapat membawa kesuksesan saat memancing – khususnya untuk target golongan ikan snakehead.

1. Siapkan minimal 2 buah spinner dengan 2 karakter warna berbeda.
Menyiapkan 2 buah spinner yang berbeda warna adalah hal penting saat memancing. Pasalnya jika saat retrieve spinner disambar tapi moncel / gagal hook up, kita dapat menggantinya dengan spinner kedua yang punya karakter warna berbeda.

Alasannya jelas, karena predator juga punya rasa trauma dan insting menyelamatkan diri. Memburu snakehead yang baru saja gagal menyambar umpan – dengan spinner yang semula digunakan, adalah hal yang sia-sia. Perlu waktu lama bagi predator untuk pulih dan membuatnya lupa pada spinner yang baru saja disambarnya.

Karena itu mengganti umpan dengan karakter warna berbeda adalah sebuah usaha yang tepat untuk mengalihkan trauma predator, dan kemungkinan pemangsa kembali menerkam jauh lebih besar.

2. Pilih blade berwarna gold
Di pasaran, umumnya blade dijual dalam dua pilihan warna; gold dan chrome. Namun pengalaman saya membuktikan bahwa warna gold (emas) lebih kuat efeknya untuk menghasilkan strike.

Analoginya sederhana saja. Lampu hallogen yang berwarna kekuningan sanggup menembus kabut ataupun hujan. Tapi tidak demikian dengan lampu standar berwarna putih. Cahayanya akan hilang ditelan bias kabut dan hujan.

Spinner warna gold lebi kuat kilaunya dalam segala kondisi air
Spinner warna gold lebi kuat kilaunya dalam segala kondisi air

Begitu juga dengan blade berwarna gold. Efek kilaunya akan bertahan dalam semua kondisi air. Kendati perairan di rawa sangat keruh, blade berwarna gold tetap mampu memancarkan kilaunya. Menurut pengalaman saya warna emas  tingkat strike nya lebih cepat ketimbang warna chrome

Namun terkadang blade berwarna gold sulit dijumpai di pasaran. Tak perlu khawatir, tempeli blade warna chrome yang ada, dengan stiker variasi berwarna gold. Potong sesuai bentuk blade, dan rapikan pinggirannya dengan korek api. Maka jadilah blade berwarna gold.

3. Potong skrit
Banyak kasus hook up gagal terjadi karena skrit / rumbai karet, panjangnya jauh melebihi kail. Penyebabnya saat menyambar, predator hanya menggigit ujung skrit hingga mata kail tidak termakan penuh. Maka terjadilah gagal hook up. Selain itu rumbai karet yang terlau panjang tampak kusut dan tidak mengembang di dalam air.

Untuk memodifikasi spinner agar ampuh dalam mendaratkan snakehead, maka langkah merapikan dan memotong skrit menjadi hal utama. Selain efektif untuk menciptakan hook up, juga terlihat indah saat aksi.

Berikut di bawah ini langkah-langkah memodifikasi skrit / rumbai karet.

Langkah 1. Skrit bawaan diikat di tengah
Langkah 1. Skrit/ rumbai karet bawaan diikat di tengah
Langkah 2. Skrit ditekuk ke depan
Langkah 2. Skrit ditekuk ke depan
Langkah 3. ikat bagian pangkal skrit dengan benang
Langkah 3. ikat bagian pangkal skrit dengan benang
Langkah 4. Lem ikatan benang agar kuat
Langkah 4. Lem ikatan benang agar kuat
Langkah 5. Potong skrit hingga sejajar dengan hook
Langkah 5. Potong skrit hingga sejajar dengan hook

4. Pilih skrit berwarna terang
pilih skrit warna warna cerah.. kalau saya pribadi lebih memilih warna hijau daun, orange, jablay/pink, hitam putih totol totol.

Pilih skrit berwarna terang
Pilih skrit berwarna terang

5. Cara retrieve dan memainkan aksi spinner
Setiap angler pastinya punya teknik retrieve masing masing yang diyakini sebagai cara terbaik. Tapi disini saya ingin berbagi teknik retrieve dalam memainkan aksi spiner yang manjur untuk mendaratkan pemangsa air tawar.

Caranya, lemparkan umpan sejauh mungkin- setelah spinner sampai di dasar, gulung line hingga spinner agak naik ke tengah. Biarkan lagi melayang turun barang sesaat, hingga tenggelam di dasar. Lakukan lagi retrieve untuk membuatnya naik agak ke tengah. Dengan kata lain buat aksi naik turun, naik turun secara berulang-ulang dan tidak beraturan kecepatannya.

Jika memang di sebuah spot terdapat ikan predatornya, maka cara retrieve semacam ini punya tingkat keberhasilan 75% lebih baik dibanding cara lainnya.

6. Fokuskan memancing di area pinggir perairan
Hasil pengamatan saya 80% snake head senang berkeliaran di pinggiran dengan kedalaman 30cm sampai 1, 5meter. Lokasi terbaik adalah berjarak 0, 5 – 1meter dari tepian air. Pilih area open water dan perairan yang bersih dari tanaman air, agar spinner tak sering nyangkut dan merepotkan.

Nah, itulah keenam langkah jitu dalam memainkan spinner. Selamat mencoba, salam strike with confidence, and keep green !  (Rio Gibrani Merpati Putih)

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Berburu monster lautan dengan mancing trolling

Berburu monster lautan dengan mancing trolling

Trolling. Menarik sekali mancing dengan menggunakan teknik ini, karena prosesnya ditentukan oleh kerjasama tim dalam salah satu kapal. Disamping itu, perencanaan yang matang, serta dukungan perlengkapan mancing yang memadai, akan menghasilkan kesuksesan berburu ikan lewat cara mancing yang lazim juga disebut dengan tonda.

Pada dasarnya ada beberapa ketentuan umum yang lazim digunakan oleh para angler dalam menggunakan teknik yang satu ini. Peralatan mancing serta umpan yang sesuai, sasaran ikan yang akan ditambat, hingga menyiapkan kapal yang akan digunakan, menjadi tahapan yang harus dilakukan.

Berdasarkan rangkuman beberapa artikel tentang mancing tonda, spotmancing.com mencoba untuk membahasnya kembali lewat artikel yang lebih ringkas dan padat.

Peralatan Mancing Trolling

Pertama, angler wajib menyiapkan peralatan mancing trolling yang sesuai standar, seperti trolling rod, reel, dan kenur yang digunakan. Joran dan reel. Kedua alat ini, memiliki empat tingkatan yang berbeda, antara lain kelas 30, 50, 80 dan 130 lbs. Sebagai gambaran, piranti kelas 80 lbs mampu menaikan ikan yang beratnya bisa diatas 300 kilogram. Sebaliknya, jika trolling rod serta reel nya hanya berada di kelas 30 hingga 50 lbs, maka kemampuannya pun sebatas ikan yang lebih ringan. Sementara itu, kenur yang digunakan umumnya yang berbahan dasar nylon, yang ukurannya disesuaikan dengan kelasnya masing-masing.

Trolling reel sebaiknya juga mampu menampung gulungan senar sepanjang 800-1000 meter,  disesuaikan dengan kelas reel nya. Alasan mengapa dibutuhkan senar sepanjang itu, dikarenakan monster lautan punya tenaga besar hingga mampu menarik senar hingga ratusan meter.

Saat aktifitas mancing tonda ini dilakukan, biasanya angler memasang lima hingga tujuh joran secara bersamaan. Dalam kondisi seperti ini, angler harus bisa memastikan jika posisi kenur pada joran yang telah terpasang, tak saling beradu. Sehingga, ketika kapal melakukan manuver, kenur pun tak akan kusut.

Peralatan Mancing Trolling (nolimit-fishing.com)
Peralatan Mancing Trolling (nolimit-fishing.com)

Sementara itu, panjang kenur yang terpasang di batang joran memiliki ukuran yang bervariasi, dengan kata lain, tergantung kebutuhan setiap penggemar mancing tonda ini. Umumnya panjang benang mulai dari 7 meter sampai dengan 50 meter dan dipasang di bagian belakang kapal. Khusus untuk trolling Yellow Fin Tuna, benang yang digunakan bisa mencapai ratusan meter, dan diulur hingga mencapai jarak 100 meter.

Menyiapkan Umpan Jitu

Setelah itu siapkan umpan yang terbaik. Umpan jahit, konahead –umpan tiruan menyerupai cumi–, serta gabungan keduanya. Kedua umpan tersebut, digunakan untuk memangsa ikan-ikan berukuran besar. Adapun untuk ikan-ikan yang berukuran sedang, seperti Tenggiri, Wahoo atau GT sebaiknya angler menggunakan Minnow yang memiliki jenis Deep Sinking.

Terdapat dua jenis kepala yang dimiliki oleh umpan berjenis Konahead, yang pertama berbentuk peluru serta ada pula yang menyerupai chugger atau popper. Untuk kepala yang berjenis peluru, baik digunakan pada saat kondisi gelombang laut tinggi. Sebaliknya, ketika kondisi laut sedang tenang  kepala yang berjenis popper, bisa dimanfaatkan.

Umpan Mancing Konahead (spotmancing.com)
Umpan Mancing Konahead (spotmancing.com)

Saat menggunakan umpan Konahead ini, sebaiknya laju kapal tak boleh kurang dari 9 knot. Biasanya, kecepatan maksimal yang dijalankan oleh kapten kapal berada di kisaran 11 hingga 15 knot. Sebaliknya, apabila teknik trolling ini menggunakan umpan jahit serta minnow, kecepatan maksimum kapal harus berada di angka 5 atau 6 knot. Sebagai saran, ketika kecepatan kapal yang digunakan tak berjalan stabil, maka angler harus menghindari penggunaan ketiga jenis umpan tersebut secara bersamaan.

Target Ikan Saat Trolling Berjalan

Dalam teknik trolling, fokus serta menentukan target ikan yang akan ditancang, menjadi hal yang paling utama. Beragam jenis ikan yang bisa didapatkan oleh angler saat teknik ini digunakan, seperti Marlin, Layaran, Tenggiri, GT, Baracuda, hingga Hiu.

Selain itu, angler pun harus menyiapkan jenis umpan yang pas. Umpan pada teknik ini harus disesuaikan dengan kondisi laut dan kecepatan kapalnya.

Menentukan Kapal

Kapten kapal sangat menentukan mancing trolling ini berjalan dengan sempurna. Pengetahuan serta skill yang dimiliki oleh seorang kapten, dalam mengendalikan alat transportasi ini menjadi hal yang mutlak. Ia harus memahami setiap kontur karang yang berada di bawah lautan, sehingga posisi kapal pun tinggal menentukan area yang memiliki potensi untuk strike.

Kapal Mancing Trolling (indonesianship.com)
Kapal Mancing Trolling (indonesianship.com)

Seorang kapten kapal tak hanya sendirian. Ia harus didukung oleh kru yang berpengalaman di bidang teknik mancing trolling tersebut. Manuver kapal harus memperhitungkan posisi setiap umpan yang ditarik dari belakang. Pada situasi ini, Anak Buah Kapal (ABK) harus sigap dalam memperhatikan seluruh kenur yang terpasang dari setiap joran, agar tak tersangkut satu sama lainnya.

waahh..mantab juga nih, jika tahapan-tahapan ini kita lakukan saat mancing trolling. Semoga saja bisa strike ikan monster sebanyak mungkin,hehehe…

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Unik, cara mancing ikan nila di lubang, strike tepat di sarangnya!

Unik, cara mancing ikan nila di lubang, strike tepat di sarangnya!

Banyak angler menamakan cara mancing ini dengan sebutan “mancing nila lubang”. Efektifitasnya tak usah ditanyakan, cukup manjur untuk mendaratkan nila babon yang ogah makan, di sungai, danau, ataupun kolam.

Diamati dari caranya, teknik berburu ikan ini agak mirip-mirip casting. Bagaimana tidak, sebentar-sebentar rangkaian kail dilempar, dan dilempar lagi untuk mencari sarang ikan buruan. Jika pelampung tenggelam, dan sesaat kemudian bergoyang kencang atau tertarik ke dalam air, maka itu tandanya strike!

Sesuai dengan julukannya, maka cara mancing yang dibeberapa daerah disebut gopak ini adalah sebuah upaya untuk mengail nila dewasa, tepat di sarangnya. Dari beberapa sumber yang diperoleh, ikan nila atau mujair punya kebiasaan mempersiapkan sarang tempat memijah atau bertelur di dasar perairan. Iwak ini akan membersihkan rumahnya dari kotoran berupa batu, daunan busuk, ataupun ranting, dengan cara menggoyang-goyangkan badannya agar kotoran tersingkir. Selain tubuh, mulut pun kerap dipakainya untuk menyingkirkan segala sesuatu yang dianggapnya sampah. Saking seringnya dibersihkan, lama kelamaan persembunyian tersebut membentuk lubang.

Yanto, angler asal komunitas pemancing nila – kompeni, mengungkapkan bahwa menancang nila menggunakan cara ini cukup efektif, menyenangkan, dan mendatangkan kepuasan tersendiri dibanding cara konvensional.

Mbah yanto dengan hasil strike nila dengan cara mancing di lubang
Mbah yanto dengan hasil strike nila lubang
Rangkaian pancing mancing nila lubang
Rangkaian pancing menancang nila lubang
Pelampung, timah, dan kail teknik mancing lubag
Pelampung, timah, dan kail teknik mancing lubang
Butiran styrofoam sebagai umpan
Butiran styrofoam sebagai umpan
Timah pemberat sebesar biji tasbih dipasangi stopper
Timah pemberat sebesar biji tasbih dipasangi stopper

“Mancing nila lubang gampang-gampang susah, terutama harus fokus dan sabar dalam mempelajari karakter lubang sarang nila. Tapi kalo udah dapet, duh, seneng banget!” kata angler yang biasa dipanggil Mbah ini.

Diceritakan oleh pemilik akun Mbah Yanto Senenge Mancing di jejaring facebook  ini, bahwa kiat mencari posisi lubang yang tepat, adalah dengan menggunakan bantuan batang pelampung (kumbul) sepanjang 25-30 cm. Kambangan yang dimaksud akan tenggelam, saat kail yang diberi timah pemberat masuk lubang. “Setahu saya pelampung seperti itu belum ada yang jual. Saya dan teman-teman biasa membuat sendiri,” kata Yanto, mengomentari soal pelampung yang terbuat dari sedotan itu.

Menurut Yanto, cara membuat kumbul langkahnya cukup sederhana. Pertama sediakan sedotan berwarna cerah dan berbahan cukup kuat. Siapkan juga pelampung kecil yang kira-kira ukuran diameternya sama dengan sedotan, dan potong jadi 2 bagian. Masing masing bagian pelampung tersebut kemudian direkatkan dengan menggunakan lem tahan air dikedua ujung sedotan. “Lemnya musti rapat, jangan sampai air masuk, kalau bocor nanti pelampung jadi berat,” ujarnya.

Pada rangkaian senar, pelampung yang telah terpasang hendaknya dibatasi pergerakannya oleh stopper pada bagian atas dan bawah. Pada pembatas bagian atas, menggunakan stopper yang bisa dipindah-pindah ketinggiannya. Tujuannya tak lain agar tinggi ambangan mudah disesuaikan dengan kedalaman air.

Selanjutnya rangkaian pancing diberi pemberat dengan timah model melinjo. “Ukurannya cukup sebesar biji tasbih,” tutur Yanto. “Jarak dari timah ke kail kira-kira 10 centimeter, kalau mau pakai swivel bisa juga lah,” tambahnya.

Menurut lelaki yang bermukim di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan itu, umpan sebaiknya menggunakan material yang berwarna terang. Ia sendiri biasa menggunakan butiran Styrofoam atau cotton bud. “Cotton bud dan butir Styrofoam warnanya terang, jadi akan dianggap sampah. Kalau pake lumut atau cacing, ribet, karena selain harus ganti-ganti, direcokin ikan-ikan kecil,” tutur Mbah.

Soal kailnya, Mbah Yanto menganjurkan untuk menggunakan hook ukuran besar. “Ya kalau nomer kail tiap merk beda-beda kan, saya sendiri biasa pakai nomer 4 merk Daichi. Tujuannya biar gampang strike, kalo pancing kecil seringkali lolos ikannya,” tutur Yanto.

Menurut Mbah Yanto, mancing nila lubang kita harus rajin angkat dan lempar kail. Karena itu tackle yang paling pas digunakan adalah joran dengan model reel. “Pakai reel paling cocok, enak buat lempar dan Tarik,” ujarnya.

Di akhir wawancara via aplikasi massanger, Mbah Yanto memberi tips soal mancing nila atau mujair di sarangnya. “Untuk mastiin itu lobang yang tepat atau bukan, Tarik pelampung 2 atau 3 kali. Kalau pelampung tenggelam dan ada rembesan, itu biasanya ada ikannya, dan gak lama pasti strike,” terang pemancing yang juga mendokumentasikan kegiatan mancing nila lubang dalam tayangan video ini.

Agar lebih jelas, simak videonya dalam tayangan yang didokumentasikan oleh mbah Yanto, di bawah ini, atau video ini