Arsip Tag: teknik casting

Lingkar Timur, Destinasi Ajib spot casting gabus sidoarjo

spot casting gabus sidoarjo

Ketagihan strike gabus? Jika jawabannya benar, dan anda pun tinggal atau kerap mengunjungi provinsi Jawa timur, maka siapkan tackle andalan. Yuup, predator ini tumbuh subur di kawasan Lingkar Timur, salah satu spot casting gabus Sidoarjo liar nan menantang.

Angler yang mancing disini pun bebas memilih spot yang diinginkan, karena banyak sekali  rawa-rawa yang bisa di eksplor. Selain itu, ikan gabus yang hidup di spot inipun rata-rata memiliki ukuran gemuk dan segar. Hal ini dibenarkan oleh Ukki Gembelzs, seorang castinger sekaligus pecinta mancing di fresh water. Ia pun mengatakan, banyak castinger yang gemar dan sering mengunjungi Lingkar Timur Sidoarjo, karena selain luas, gabusnya pun tumbuh subur. “Terutama kita bisa puas main top water lure, karena banyak tanaman air dan memang potensi ikan gabus nya sebagai target utama sangat melimpah,” terangnya. Saking pahamnya dengan spot ini, ia pun sempat beberapa kali strike gabus. “Rekor pribadi sih, pernah merasakan ngangkat gabus hampir tiga kilogram,” sebutnya.

Spot Lingkar Timur Sidoarjo Jawa Timur(dok.pribadi Ukki)

Kondisi dan suasana di spot Lingkar Timur Sidoarjo pun tak kalah menariknya, bak ladang yang di selimuti oleh limpahan air dan gumpalan lumpur. “Bukan cuma itu saja, angler pun akan melewati jalan setapak dan menembus rerumputan yang tinggi dan disuguhi oleh pohon-pohon besar dan rindang,” ujar pria ini. “kan kalau mancing itu, harus didukung juga dengan spot nya yang nikmat,” ucapnya sambil tertawa.

Selain menjadi sarang gabus, spot Lingkar Timur Sidoarjo ini banyak pula ikan lainnya yang berkembang secara normal dan sangat potensial untuk disambar kail pancing angler. “Walaupun gabus menjadi pilihan utama angler yang datang kesini, bukan berarti ikan yang lainnya tak layak ditancang. “Di spot ini, angler lain banyak juga yang mancing tawes, mujair, betok, sepat, hingga wader,” jelasnya. Sementara itu, untuk mancing salah satu predator air tawar ini, waktu terbaik umumnya dilakukan pada saat awal musim penghujan atau awal kemarau. Pada periode-periode inilah ukuran gabus banyak yang gemuk-gemuk.

Teknik casting menjadi pilihan angler asal Surabaya tersebut, alasannya karena cocok dengan kondisi rawa-rawanya yang cukup dalam. Angler tinggal menyiapkan set tackle nya di tepian rawa, dan langsung mencari titik-titik potensial predator gabus berkeliaran. “Kalau set tackle nya mendukung, kita bisa strike gabus yang berukuran besar om,” katanya. Joran  6-12 lbs, reel kelas 2000, pe 1.5, serta leader 20 lbs ia siapkan, agar iwak kutuk ini berhasil ia daratkan.

Baca artikel: Teknik Njegog dan Ndudur, Cara tradisional dan unik mancing ikan gabus

“Jangan ketinggalan umpannya. Untuk di spot ini, pakai beberapa jenis lure sebenarnya juga bisa. Cuma menurut saya pakai froggie, sudah efektif” sarannya. Ukki pun sempat mengatakan, jika mancing gabus di spot terbuka seperti Lingkar Timur Sidoarjo ini, angler bisa juga mencoba umpan yang lain, seperti softlure, spinner hingga spoon. “Angler tinggal pilih umpan yang terbaik, toh mancing ikan pun harus menggunakan feeling juga,hahaha..” tuturnya.

spot casting gabus sidoarjo

Iwak berkumis yang banyak berkeliaran di spot ini (dok.pribadi Ukki)

Lokasi Lingkar Timur Sidoarjo, berada di Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.  Angler yang ingin mancing kesini, bisa menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor, namun bagi angler yang berasal dari luar kota, disarankan menggunakan kendaraan roda empat, karena jaraknya yang jauh dan memakan waktu yang lama, sekira 15 jam lebih –jika start dari Jakarta–. “Bisa juga pakai bis antar kota yang menuju Surabaya om, nanti disambung pakai ojek online,” ucapnya. Selain itu, ada transportasi lain yang dapat dipilih angler, seperti kereta api. Pilihannya, ada kelas Eksekutif, Campuran (Eksekutif – Bisnis), hingga kelas Ekonomi AC.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Angler pun disarankan untuk membawa perbekalan semacam makanan dan minuman, karena jarak dari pusat kota menuju spot nya cukup jauh dan memakan waktu. “Bawa perbekalan seperlunya karena jarak dari spot ke tempat makan terdekat, kurang lebih 1 kilometer,” sebutnya. Sementara jika angin mencari penginapan, angler bisa memperolehnya di pusat kotanya. Ada beberapa penginapan yang bisa angler pilih dengan harga yang terjangkau.

Castinger Community (dok.Komunitas)

spot casting gabus sidoarjo

Baca juga artikel: Juosss,…! Coba nih, umpan lundi dan gendon ala Bang Ireng Mendono. Strike gabus, lele, dan baung bertubi-tubi!

Patut angler ketahui, jika spot rawa-rawa di Lingkar Timur Sidoarjo ini,sangat terbentang luas dan menajdi salah satu spot mancing yang terkenal di wilayah Jawa Timur. Pantas saja, jika hewan-hewan liar, terkadang bisa angler lihat secara kasat mata. “Binatang seperti Musang, Biawak,hingga ular suka ada di spot ini. Tapi angler jangan khawatir, yang penting kalau mancing disini kita tetap waspada saja,” saran angler yang aktif di Castinger Community (C2) ini.

Wuiihh..mancing di spot liar memang selalu menciptakan adrenalin tersendiri. Angler siap menerima tantangan di spot Lingkar Timur Sidoarjo? Untuk informasi lebih detail, silahkan hubungi rekan kita Ukki Gembelzs via akun Facebook nya atau ke nomor 0812 3233 2072.

spot casting gabus sidoarjo

Sungai Katingan, Destinasi favorit Mancing Ikan Mahseer Gold

Mancing Ikan Mahseer

Tak banyak angler yang pernah merasakan tarikan ikan mahseer gold. Pasalnya, selain karena habitatnya yang sulit ditemukan, di beberapa daerah ikan ini juga dilindungi. Namun, jika angler ingin merasakan tarikan iwak yang dirindukan keberingasan tarikannya ini bisa mencoba menyambangi Sungai Katingan di kalimantan Selatan. Di habitat ini, mahseer gold membiak subur karena terjaganya lingkungan alami.

Khusnul Chotimah Frida Asyati adalah ladies angler yang berani datang jauh-jauh dari kota Surabaya untuk mencoba peruntungannya memperoleh ikan yang cukup disegani di kalangan pecinta fresh water tersebut. Tak hanya satu ekor saja yang bisa ia daratkan. Dibarengi dengan ketekunan serta kejeliannya dalam memainkan set tackle, beberapa Mahseer Gold pun, berhasil ditaklukan. “Tantangannya adalah kita harus jalan menyusuri sungai yang berarus deras, berbatu, kadang dalam. Meskipun hanya semata kaki, tapi batunya licin dan arusnya seperti menarik-narik tubuh saya. Apalagi ikan jenis mahseer gold ini sangat sensi dengan keramaian,” ujarnya.

Sungai Katingan di Kalimantan Tengah (borneonews.co.id)

Ikan air tawar ini bisa disebut salah satu ikan predator yang sangat kuat dan tarikannya mengharuskan angler ini, untuk bertarung sejak menit awal. “Makin deket malah semakin ngelawan, walaupun kail sudah nyangkut di mulutnya,” terang Khusnul. Pantaslah, jika wanita berkaca mata ini terus-menerus berjuang agar iwak bersisik besar ini tak lepas dari bidikannya. “Saya akui, ikan yang satu ini layak disebut King of the River. Gerakannya benar-benar cerdik,” lanjutnya lagi.

Selain ingin menaklukan mahseer gold, yang membuat wanita ini memiliki tekad yang tinggi untuk mancing di Katingan, adalah keindahan. Ya, keindahan spot mancing yang masih di wilayah ibukota Palangkaraya ini mampu menyihir Khusnul untuk mencoba peruntungannya.  Alam yang sangat menawan, serta dipenuhi oleh pepohonan nan menjulang menjadi gambaran yang tak terpisahkan dari spot ini. “Adem, untuk refreshing sangat cocok. Apalagi, gemericik air di bebatuan menambah suasana menjadi menyenangkan dan menentramkan jiwa hehehe..,” paparnya.

Bukan hanya mahseer gold saja, di sungai inipun banyak dipenuhi oleh ikan berjenis lainnya. Sambil terus mencari target si ikan dewa –nama lainnya–, angler bisa nancang ikan hampala double dot atau single dot,  hingga emperor snakehead atau peyang. “Tapi pastinya, buruan saya tetap tertuju pada makluk air bernama masheer emas ini. Istilahnya, saya harus bisa jackpot ikan sehebat ini,” jelasnya.

Julukannya King of the River (dok.pribadi Khusnul)

Ia pun kembali menjelaskan, untuk bertarung melawan mahseer gold, angler harus mencari informasi seputar cuaca di kota bagian tengah pulau Kalimantan tersebut. Kemarau menjadi musim yang ideal untuk memperoleh mahseer gold, karena air di sungai tak keruh. “Selain itu jalan menuju spot sebagian besar masih berupa tanah, kalau lagi hujan, licin,“ katanya. Tak hanya itu, ikan yang menjadi buruan kita, dijamin akan susah dicari. “Kalau lagi keruh ikan buruan saya belum tentu mau keluar dari sarangnya.Idealnya saat kondisi airnya jernih, mereka pada keluar tuh, sambil nyari makan ikan-ikan kecil,” terangnya lagi.

Menggunakan piranti mancing yang terbaik, menjadi pilihan khusnul untuk membawa pulang iwak ini. Joran yang memiliki size sekitar 10-20 lbs, pe 2-3, leader 60 lb Fluorocarbon, treble hook yang kuat dan ukurannya sesuai lure yang digunakan. “Reel baitcasting ratio tinggi atau 8-9 lebih diutamakan karena arus sungai ini deras,” sarannya. Sementara itu, teknik mancing Casting menjadi pilihannya saat berjuang mengandaskan ikan ini ke tepian sungai.”Terakhir strike ikan itu beratnya bervariasi, dari yang hanya setengah kilo hingga empat kiloan,” sebutnya.

Sensasi strike mahseer gold tak ada duanya (dok.pribadi Khusnul)

Lebih spesial lagi, karena saat berhasil strike mahseer gold, ia baru pertama kali mancing di sungai Katingan ini. Beruntung, ia pun memiliki rekan mancing yang kenal akan situasi spot nya, sehingga memudahkannya untuk mencapai lokasi. “Saya berangkat bersama teman mancing juga dari komunitas Air Hitam, Kalimantan Barat namanya Aan Fitry. Sekaligus jadi guide saya hehe.., apalagi saya baru kali ini mancing ke sungai ini,” ucapnya. Ia pun mengingatkan, jika berhasrat untuk strike iwak ini,  bawa pula umpan yang terbaik seperti Spoon, serta minnow yang berjenis floating dan deep. Umpan-umpan semacam itu, sangat cocok untuk ikan yang berkembang di spot Katingan.

Sungai Katingan berada di Kabupaten Katingan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Untuk mencapai spot ini, Khusnul memulai perjalanan dari kota Palangkaraya, dengan menggunakan mobil sewaan. Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 jam perjalanan untuk mencapai perkampungannya.  Kemudian dilanjutkan dengan naik perahu ke hulu, dengan waktu tempuh sekitar 5 hingga 6 jam. “Menyebrang sungai jam nya tertentu juga. Jadi kita harus tanya-tanya dulu masyarakat sekitar, karena alat transportasi disini pemiliknya bukan pemerintah setempat,” terangnya.

Surabaya Fishing Club (dok.komunitas)

Mancing Ikan Mahseer

Perbekalan hingga peralatan untuk menginap pun menjadi barang yang wajib angler bawa, karena tak ada penginapan, apalagi tempat makan. “Kita nanti akan berkemah di tepi sungai, yang ada di dalam hutan dan harus ada logistik sesuai kebutuhan berapa orang dan berapa hari. Sambil camping istilahnya,” ujar Khusnul yang aktif di komunitas Surabaya Fishing Club ini.

Sungguh, trip mancing kali ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi lady angler tersebut. Pejalanan jauh pun terbayarkan, ketika ia sukses strike ikan mahseer gold. Untuk informasi lebih detail mengenai spot ini, langsung saja hubungi rekan kita Khusnul Quinn via akun Facebook nya.

Mancing Ikan Mahseer

Wooow,…Mancing Cumi di Laut Manado, Banyak Monsternya!

Mancing cumi di laut Manado menjadi aktifitas yang sangat digemari oleh sebagian besar angler di kota ini. Hal ini menggambarkan, jika memancing itu tak melulu harus ikan yang dijadikan targetnya. Apalagi, spesies cumi yang hidup di perairan bagian utara pulau Sulawesi ini memiliki size yang menggiurkan.

Marlon Eduardo, seorang angler yang menetap di Manado, sangat paham saat nancang cumi di lautan Manado, yang terkenal pula dengan kedahsyatan ombaknya. Ia mengatakan, jika pesisir lautan manado hampir seluruhnya hasil reklamasi, jadi spot nya memiliki dasar yang lebih dalam, sehingga banyak cumi yang berkembang biak. “Mancing cumi di laut itu, sama geregetnya dengan mancing ikan. Saya harus ngimbangi tenaga juga saat mengangkatnya,” terang Marlon.

Lansekap Perairan Manado (pinterest.com)

Apalagi, spot cumi yang ada di wilayah ini banyak dipenuhi oleh batu-batu besar yang menjadikan tatantangan tersendiri saat mematikan gerak hewan yang satu ini. Kalau tak sabar, tenaga yang kita keluarkan pun akan sia-sia, karena bisa berakibat senar tersangkut atau tentakel cumi bisa putus. Ketelitian angler pun diuji saat memainkan set tackle nya. “Mainkan joran serta tarik ulur saja reel nya, supaya cumi yang nyangkut di kail saya bisa aman. Jangan sampai tentakelnya buntung,” ujarnya.

Wajar saja, jika angler berperawakan tambun ini sangat telaten saat nancang cumi, apalagi hewan semacam ini tak mudah ditaklukan. “Cumi itu cerdik juga om. Kalau sudah merasa terancam, binatang ini akan masuk ke sela-sela karang,” ucapnya. Mancing cumi di laut inipun tak sesederhana yang kita bayangkan. Angler harus menghindari memancing cumi di spot yang memiliki arus sangat deras, karena cumi tak senang bermain di lokasi seperti ini. “Sebelum mancing, saya harus amati juga arus di laut Manado ini. Kalau lagi deras, susah untuk strike cumi,” jelasnya.

Namun, menurutnya yang paling ideal untuk mancing cumi pada akhir April hingga September, karena banyak cumi yang bertelur. Saat itu, cuaca di Manado umumnya panas dan kondisi langit pun cerah. “Waah, kalau kondisi cuaca lagi bagus, enak banget mancing di atas perahu atau karang-karang yang ada di pinggir laut,” jelasnya.

Beragam jenis cumi yang berkembang biak di perairan Manado ini, bahkan hewan yang memiliki tubuh berbentuk pipa ini, terkadang muncul hingga ke pesisir laut. Menurut pengalaman Marlon, cumi bertipe Bigfin Reef Squid (Cumi Bunga) dan Cuttle Fish (Cumi Batu), menjadi spesies yang sering ia peroleh. “Kedua jenis cumi itu, memang banyak yang hidup di laut Manado. Mungkin disesuaikan juga dengan kondisi cuaca di Indonesia yang beriklim tropis,” kata pria yang hobi mancing sejak remaja ini.

Asiknya mancing cumi (dok.Pribadi Marlon)

Agar mancing cumi menghasilkan strike yang memuaskan, ia pun tak segan-segan menggunakan peralatan mancing yang terbaik dan efisien. Rod panjang 8,6 feet, reel 2500/3000s Shimano atau Daiwa 2506/2508 h, PE 0,6-0,8 menjadi senjata ampuh memangsa cumi di spot salt water ini.”Makin efektif lagi, kalau saya pakai leader max 12 lb,” sebutnya. Sementara, teknik mancing casting, menjadi pilihan Marlon saat mancing cumi ini. “Kalau istilah saya, kalau mau strike banyak teknik mancingnya pun saya jerk beberapa kali,” jelasnya lagi.

Lebih menyenangkan lagi, jika cumi yang hidup di spot ini sangatlah baik perkembangannnya. Ditambah lagi, ekosistem perairan Manado yang masih terjaga hingga saat ini. “Bisa dibilang di spot ini banyak bertelur, jadi cumi nya pun memiliki ukuran yang besar dan sangat agresif,” ucapnya. Namun, jika hendak mancing cumi di laut Manado angler harus pula membawa umpan yang jitu, agar cumi bisa dikendalikan dan kecantol kail. “Paling cocok namanya squid jig. Pakai yang ukurannya 2.5 dan 3.0, dijamin paten,” sarannya. Dengan umpan sekelas ini, tak salah jika Marlon pun bisa strike cumi beberapa ekor. “Kebanyakan beratnya lebih dari setengah kiloan. Ya, lumayan sudah cukup besar untuk ukuran cumi yang saya tancang,” sebutnya.

Cumi nya besar-besar (dok.pribadi Marlon)

Lokasi tepatnya spot mancing ini, sebenarnya tak jauh dari kota Manado. Spot nya berada di kawasan Mega Mas, kota Manado. Sehingga, angler pun tak kesulitan untuk mencapai spot tersebut. “Spot nya dekat dengan pusat keramaian yang berada di pinggiran laut. Bahkan,  angler yang berasal dari luar kota pun akan mudah mencapainya,” terang lelaki yang aktif di komunitas mancing Squid Addict ini. Angler tinggal pesan saja taksi online dan langsung menuju ke wilayah Boulevard.

Bersama komunitas Squid Addict (dok.komunitas)

Di seputar spot ini, banyak penginapan dan tempat makan yang bisa dipilih. “Kalau mau cari penginapan banyak om, apalagi tempat makan. Ada yang buka selama 24 jam,” jelasnya lagi.

Woow, sepertinya mancing cumi di laut Manado patut angler coba. Apalagi jika kita ingin memperoleh sensasi yang berbeda. Untuk informasi lebih lanjut tentang spot cumi ini, langsung saja hubunngi rekan kita Marlon Eduardo via akun Facebook nya atau ke nomor 0813 5500 7778.

Spot mancing keren hampala Wonogiri – Kali Gedong!

hampala Wonogiri

Spot yang bersih dari sampah organik dan non organik membuat aktifitas memancing lebih nyaman dan betah berlama-lama untuk memainkan set tackle. Selain itu dengan ekosistem yang terjaga, populasi ikan pun menjadi sangat baik. Inilah salah satu keunggulan spot mancing hampala Wonogiri di kali Gedong.

Didukung oleh view yang cukup menarik, kondisi sungainya pun tak tercemar oleh limbah-limbah dari pemukiman warga. Hal ini diakui oleh Arif Bintang, seorang castinger yang memiliki pengalaman mancing Hampala di sungai tersebut. Suasana khas pedesaan serta diselimuti oleh pepohonan rindang, menjadi alasan utama angler ini senang casting di kali Gedong. “Diluar itu, ikan-ikan di sungai ini melimpah, apalagi hampala nya cukup gemuk-gemuk mas,” terangnya.

Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)
Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)

Titik spot hampala Wonogiri antara satu dengan yang lainnya pun cukup berdekatan, sehingga lebih nyaman untuk casting landbase. Wajar jika kali Gedong ini, rajin disambangi oleh dirinya. “Aliran airnya bersih, terus ada batu-batu yang berjejer di sepanjang sungai, makin membuat saya bergairah untuk mancing di spot yang oke ini hehehe..,” lanjutnya.

Banyak ikan yang berkembang biak di kali Gedong. Angler bisa leluasa nancang Tawes, Nila, Lele, Gabus,  hingga Baung. Tapi menurut Arif, jika angler dari luar kota tandang ke spot ini, harus pula merasakan tarikan hampala nya. “Salah satu ikan favorit saya nih. Kalau mancing di kali ini, saya usahakan bawa pulang hampala,” ujarnya.

Baca juga artikel: Cara jitu mancing ikan hampala

Ucapannya pun ia buktikan, ketika berhasil strike hampala size besar. Didukung oleh leader 30 lbs, reel baitcasting 8-17 dengan line pe 1,5, ia pun berhasil strike ikan pemangsa di perairan tawar ini beberapa ekor. “Semakin kecil ukuran set tackle akan semakin terasa tarikan ikannya,” kata Arif.

Waktu terbaik mancing hampala di spot ini, umumnya saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, dimana debit air serta arus tidak terlalu kecil dengan tingkat visibilitas yang cukup. “Cuaca gini, bikin hampala jadi agresif karena lebih suka bermain di titik yang tidak terlalu dalam,” Jelasnya. “Biasanya di dekat batu-batu besar, sekitaran pinggiran sungai. Pengalaman saya, waktu itu strike di spot-spot seperti ini,” sambungnya.

Arif Bintang
Arif Bintang

Mancing hampala pada pagi hari serta sore pun, seringkali ia lakukan, dimana hampala banyak yang berkeliaran mencari makanan. “Cuaca yang cocok ketika suhu air di lokasi spot tidak terlalu dingin, sehingga hampala pun cenderung aktif,” ucapnya.

Casting inipun ia barengi dengan umpan yang tokcer, sehingga target mendaratkan hampala pun terealisasi. Ia pun tak sungkan-sungkan untuk mencoba beberapa jenis lure untuk santapan iwak ini. “Kalau untuk casting, hampir semua jenis lure disukai oleh hampala. “Tapi untuk mencari sensasi sambaran, saya lebih sering menggunakan top water lure,” ujarnya. Sementara itu, penggunaan minnow nya, ia  lebih memilih tipe fast sinking 7 sentimeter, untuk kedalaman 0.8-1,5 meter, sehingga bisa meminimalisir luka pada ikan.

IMCS - Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)
IMCS – Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)

Lelaki asal Karang Anyar inipun menambahkan, mancing hampala dengan menggunakan umpan spoon sesekali ia gunakan. Action spoon, menjadi pilihannya karena memiliki kemiripan dengan makanan kegemaran hampala yang ada di spot ini. “Salah satu trik memainkan spoon adalah dengan melemparkan ke suatu titik dimana ikan-ikan kecil senang berkumpul. Naah, di titik inilah hampala akan mendekat dan langsung mencaplok umpan yang saya lempar,” jelas anggota Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (IMCS) ini.

Namun, tak sedikit juga rintangan yang ia hadapi, ketika bertandang ke kali Gedong. “Umumnya kan sungai itu punya kontur yang tak beraturan. Tak jauh beda sama kali Gedong, suka sulit memprediksi gerakan hampala,” terangnya. Kondisi spot yang variatif seperti ini, akan menuntut angler untuk lebih jeli dan cerdas dalam menentukan titik lemparan umpannya. “Selain senang bersembunyi di sela-sela bebatuan, ikan ini gesit juga. Karakter-karakter seperti inilah, yang harus saya pahami,” terangnya. Alasan ini ia kemukakan, karena saat awal-awal mancing di kali Gedong, ia sempat kesulitan menjinakan hampala. “Setelah paham lokasi keberadaan hampala, jadi penasaran terus mancing di spot ini,” paparnya lagi.

Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)
Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)

hampala Wonogiri

Baca jugaartikel:  Logawa: Spot mancing hampala unggulan kawasan Purwokerto

Benar apa kata Arif. Iwak yang satu ini, sering bersembunyi di pojokan tebing, belakang bebatuan yang dilewati arus hingga di palung-palung sungai. Hampala pun, termasuk jenis ikan yang rakus akan makanan, karena hampir semua jenis lure dicomot. “Pernah saya alami, baru saja ngelempar lure, langsung disambar sama hampala. Padahal saya belum sempat nge retrive. Lapar umpan nih ikan,haha..” ungkapnya. Apalagi arus air di kali Gedong ini cukup deras, sehingga angler harus cekatan dalam memainkan tackle. “Kalau arus lagi kencang, yang lebih utama bagaimana membuat hampala terkejut dan merasa terganggu lalu nyaplok umpan di kail saya,” sambungnya.

Konon, di kali Gedong ini masih ada hampala yang berukuran monster yang pernah terlihat oleh warga sekitar saat menyambar ikan. Walaupun, hingga saat ini belum ada pemancing yang berhasil mendaratkannya. “Saya dengar sih seperti itu kata warga disini. Tapi kalau memang benar, saya juga pengen strike predatornya hampala di kali ini, walaupun mungkin sulit, hahaha..” ungkapnya. Namun, yang jelas spot ini menjadi salah satu lokasi mancing favorit ia dan rekan-rekan di komunitasnya. “Tak hanya akhir minggu saja. Saat senggang, walaupun itu hari biasa, saya dan kawan-kawan menyempatkan mancing di kali ini,” lanjutnya.

Kali Gedong terletak di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngutoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi nya pun tak jauh dari jalan raya Wonogiri – Pacitan, sehingga mudah untuk mencapai spot itu. Angler yang berasal dari luar kota bisa menggunakan bis yang menuju ke Pacitan. “Nanti bilang saja, minta turun di jembatan Gedong Ngadirojo,” ujarnya. Banyak tempat makan yang bisa diperoleh angler, saat mancing disini. Sementara untuk penginapan hanya bisa angler temui 2 hingga 3 kilometer dari lokasi mancingnya.

Naah…jika angler kebetulan mampir ke kota ini, jangan lupa mencoba sensasi tarikan hampala di kali Gedong ya.. Informasi detail mengenai spot, langsung saja hubungi rekan kita Arif Bintang via akun Facebook nya, atau ke nomor 0857 4712 6206.

hampala Wonogiri

Kemarau tiba, saatnya macing barramundi Delta Mahakam

Menarik ketika kita membahas spot mancing yang berada di Indonesia bagian tengah, seperti di Pulau Kalimantan ini. Banyaknya wilayah yang dialiri oleh sungai-sungai yang terbentang panjang, berdampak positif pada pertumbuhan beragam jenis ikannya. Salah satunya yang berada di delta Mahakam, Kalimantan Timur.

Kawasan yang satu ini, seringkali dikunjungi oleh angler-angler yang haus akan kegiatan memancing di air tawar. Ryo Susilo, angler yang paham akan spot ini mengatakan, bahwa delta Mahakam menjadi sangat potensial, karena kaya akan jenis ikan. “Perairan Mahakam banyak sekali spesies ikannya. Kita bisa memperoleh Barramundi, Gabus, Tarpon, Bandeng, GT, hingga Mangrove Jack,” ujar Ryo.

Suasana di delta Mahakam memang sangat mendukung. Di setiap sisi sungainya ini, dipenuhi oleh  pohon-pohon nipah dan tanaman mangrove. Tak salah, jika banyak angler yang gemar mancing disini, dengan target utama barramundi alias kakap putih, karena kondisi alamnya yang bisa menenangkan hati. “Angler asal Balikpapan, Samarinda hingga Kutai Kartanegara, banyak yang mancing kesini, karena lokasinya sangat luas dan menarik sekali,” ujarnya lagi.

Delta Mahakam (indotimnet.wordpress.com)
Delta Mahakam (indotimnet.wordpress.com)

Musim terbaik untuk mancing Barramundi di spot ini, sebaiknya dilakukan pada saat kondisi cuaca panas dan cerah. “Pada musim kemarau lah, ikan Barramundi sangat tepat untuk dijadikan target, karena banyak yang berkembang biak dan cukup besar,” saran Ryo. Wajar saja, jika ia sangat bersemangat untuk menjambangi spot mancing delta Mahakam, karena saat memasuki pertengahan tahun musim penghujan pun mulai berakhir di wilayahnya.

Ketika hendak mancing ikan Barramundi, Ryo pun selalu menyiapkan peralatan yang sangat mendukung kegemarannya ini. Menurut Ryo, tackle yang sepadan akan menghasilkan kinerja yang tentunya memuaskan dirinya. “Joran yang panjangnya 180 hingga 210 sentimeter, ukuran 0,8 sampai dengan 25 lbs, Reel ukuran 2000 – 3000, Braid line PE 1,5 – 2,5 cocok sekali untuk mancing ikan sejenis Barramundi ini,” sebutnya.

Panorama spot mancing Mahakam (tourism.blogspot.co.id)
Panorama spot mancing Mahakam (tourism.blogspot.co.id)

Ia pun seringkali menggunakan teknik casting, yang memang cocok dengan kondisi spot di delta Mahakam. Menurutnya, dengan teknik ini, ia beberapa kali strike Barramundi. ”Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mendaratkan 1,5 kilogram Barramundi,” tutur pemuda ini. Namun, ada pula angler lain yang menggunakan teknik mancing berbeda, saat nancang ikan bersirip tersebut. “Selain pakai casting, ada juga yang suka menggunakan teknik konceran yang dipadukan dengan umpan udang atau ikan belanak hidup,” ucapnya lagi.

Untuk menciptakan strike secara sempurna, saat mancing Barramundi, angler disarankan mengenal karakter ikannya. “Barramundi terkenal sensitif dan memiliki waktu makan pada saat-saat tertentu saja, sehingga saya pun harus paham dengan kondisi semacam ini,” ucapnya.  Ia pun menyarankan, jika angler ingin nancang Barramundi di spot ini sebaiknya pelajari dan kenali dulu spot tersebut. ”Kita harus rajin-rajin melempar lure ke beberapa tempat yang potensial, seperti disamping pohon nipah atau pohon – pohon yang telah mati, hingga ke sela-sela lumut yang banyak terdapat di spot ini,” ujarnya.

Namun sangat disayangkan, angler pun terkadang sulit untuk memperoleh ikan Barramundi di spot ini. Hal tersebut dikarenakan prilaku negatif segelintir orang yang merusak ekosistem, tanpa memperdulikan ikan-ikan yang hidup di sekitarnya. Tragisnya, perbuatan itu seringkali dilakukan oleh oknum petani ketika musim panen udang telah tiba. “Saat itulah sebagian oknum petani menebar racun dan secara otomatis banyak ikannya yang mati, termasuk Barramundi,” keluhnya. Ia pun berharap, kondisi seperti itu tak akan terjadi lagi di kemudian hari, karena akan mengancam berbagai spesies ikan yang hidup di kawasan delta Mahakam.

Namun, Ryo pun bisa meyakinkan kepada seluruh angler, jika pada saat ini dan kedepannya kondisi spot di delta Mahakam makin membaik, seiring dengan kesadaran para masyarakat di sekitarnya yang mulai memperhatikan kebersihan perairannya. “Warga dan para pecinta mancing disini, berusaha untuk menjaga dan merawat ekosistem sungainya, karena inipun menjadi kebanggaan buat masyarakat di Kalimantan Timur,” ujar angler yang aktif di komunitas mancing HobbyQ Fishing Kal-tim ini.

Habitat Barramundi bisa ditemukan di sekitar muara (dok.nara sumber)
Habitat Barramundi bisa ditemukan di sekitar muara (dok.nara sumber)
Om Ryo saat strike Barramundi (dok.nara sumber)
Om Ryo saat strike Barramundi (dok.nara sumber)

Spot mancing ikan Barramundi, tepatnya berada di muara sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Untuk menuju ke lokasi tersebut, angler bisa menggunakan transportasi udara yang menuju bandar udara Sepinggan di kota Balikpapan. Setelah mendarat di kota ini, trip angler dilanjutkan menuju Samarinda dengan memakai transportasi darat, dimana perjalanannya memakan waktu sekira 3 jam.

“Sebaiknya, kawan-kawan sewa mobil saja semacam travel, agar di perjalanan tak jenuh,” saran Ryo.  Setelah menapakan kaki di kota Samarinda ini, angler melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum menuju spot di delta Mahakam yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. “ Pakai taksi juga bisa. Nanti setelah sampai di lokasi, angler pun bisa sewa kapal untuk mancing disini,” katanya. Jarak tempuh antara kedua kota ini sekitar 30 menit saja dan dipisahkan oleh Sungai Mahakam tersebut.

Sempat mendaratkan dengan berat 1,5 Kilogram (dok.nara sumber)
Sempat mendaratkan dengan berat 1,5 Kilogram (dok.nara sumber)

Angler yang berasal dari luar Kalimantan Timur, tak perlu khawatir akan akomodasi di lokasi tersebut, karena sudah banyak penginapan dan tempat makan yang tersedia.

Mahakam merupakan nama sebuah sungai terbesar di Provinsi Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Sungai dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir.

Waahh..sepertinya angler harus mencoba trip ke spot delta Mahakam ini, selain berwisata dan menikmati alamnya, kita pun bisa mancing Barramundi sepuasnya. Untuk informasi lebih lanjut, langsung saja hubungi rekan kita Ryo Susilo via akun Facebooknya.