Nahas! Pemancing Tenggelam saat Hendak Menolong Bocah, 2 Orang Tewas di Waduk Brebes

Nahas! Pemancing Tenggelam saat Hendak Menolong Bocah, 2 Orang Tewas di Waduk Brebes

Niat tulus ingin menolong, namun apa daya garis takdir tak bisa ditolak. Wiryo (58) pemancing asal RT 002 RW 004 Limbangan Wetan tewas Sabtu (7/7/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, saat hendak menolong Arya Andika Alfansyah (8) bocah kelas 2 SD Limbangan Wetan, Brebes.

Sumber: Tribunnews.com

Keduanya menghembuskan nafas terakhir akibat tenggelam di Waduk Limbangan Wetan, Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

Kejadian bermula ketika korban Arya memancing di waduk tersebut. Bocah tersebut pergi dari rumah untuk memancing sekitar pukul 07.30 WIB

“Saat memancing, korban Arya terpeleset dan tercebur ke dalam waduk dan tidak bisa berenang sehingga tenggelam,” beber Kapolsek Brebes, AKP Harti, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Sumber: Tribunnews.com

Tenggelamnya Arya diketahui Wiryo yang juga tengah memancing di waduk itu.

Niat hati hendak menolong Arya, Wiryo malah justru tenggelam. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia mengapung di waduk itu.

Warga sekitar yang melihat dua tubuh korban mengapung langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Keduanya pun dievakuasi ke pinggir waduk. Ketika hendak dibawa ke RSUD Brebes, pihak keluarga yang ada di lokasi kejadian menolak untuk diperiksa atau dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga korban menolak kedua jenazah dilakukan autopsi,” jelas Harti.

Karena itu, kepolisian meminta keluarga korban untuk membuat surat pernyataan bahwa keluarga mengikhlaskan dan menerima atas kematian korban dan tidak merasa curiga ke pihak lain.

Sementara, menurut keterangan Widi Nur Wicaksono dokter yang sempat memeriksa kedua korban di lokasi kejadian yang juga warga di sekitar lokasi kejadian bahwa tidak ditemui luka-luka pada tubuh kedua korban.

“Di tubuh kedua korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kedua korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen dikarenakan tenggelam,” jelasnya. (*)

Tim SAR hentikan pencarian pemancing yang hilang di Wediombo – Gunung Kidul

Tim SAR hentikan pencarian pemancing yang hilang di Wediombo – Gunung Kidul

Untung tak dapat di raih, malang tak bisa ditolak. Begitu peribahasa yang menggambarkan takdir manusia. Sedang tidur, ketika tertawa, atau waktu beribadah pun bisa saja kematian menjemput. Tak terkecuali saat memancing ikan.

Warsono Yudarta dan Kardi – angler asal  Keparakan Kidul, Mergangsan, Kota Yogyakarta dikabarkan hilang sejak Sabtu (22/4), saat mancing di perairan Wediombo, Gunungkidul.

Pencarian pun dilakukan oleh Tim Sar Korwil I Gunungkidul. Namun hingga Jumat (28/4), tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

Pencarian pemancing hilang di Wediombo dihentikan
Pencarian pemancing hilang di Wediombo dihentikan

Koordinator Tim SAR Korwil I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara menjelaskan bahwa Warsono pada hari Senin (24/4) pagi sempat menghubungi keluarganya. Tetapi saat dihubungi kembali petang harinya, nomor telepon genggam Warsono sudah tak aktif.

“Kami melakukan pencarian sejak Selasa (25/4) hingga Jumat (28/4) dengan jumlah personel 25 orang dibantu pula dari Basarnas dan Kepolisian. Kami mengerahkan satu kapal besar dan perahu untuk mencari kedua orang pemancing. Bahkan penyisiran tebing-tebing yang biasa digunakan untuk memancing pun juga kami lakukan namun tak menemukan jejak keduanya,” ujar Sunu – seperti disunting dari merdeka.com, Jumat (28/4) malam.

Sunu mengungkapkan bahwa terakhir kali ada nelayan yang melihat keduanya di sebuah tebing di sisi timur Pantai Wediombo. Pada Senin, (24/4) lanjut Sunu, ombak memang tinggi. Ombak bahkan mencapai tebing tempat kedua pemancing itu mencari ikan.

spot mancing Wediombo (foto dok. erwinmul.wordpress.co)
spot mancing Wediombo (foto dok. erwinmul.wordpress.co)

“Karena tidak ditemukan maka pada Jumat (28/4) sore, pencarian resmi kami hentikan. Meski dihentikan, saat patroli kami akan tetap melakukan pengamatan. Dan jika ditemukan kami siap melakukan evakuasi,” tutur Sunu.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Girisubo, AKP Mustaqim pihaknya mengakui kesulitan saat mencari kedua pemancing yang hilang tersebut. Sebab, minim saksi dan petunjuk keberadaan terakhir keduanya.

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

“Saksi yang melihat kedua pemancing minim. Satu-satunya petunjuk hanya wadah pakan ikan yang diduga milik keduanya yang ditemukan Senin (24/4) lalu oleh nelayan di sekitar perairan Wediombo,” pungkas Mustaqim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, laporan hilangnya dua pemancing yaitu Warsono dan Kardi bermula dari warga di Pantai Wediombo menemukan motor Honda Vario dengan nomor polisi AB 6815 TF yang telah diparkir selama tiga hari. Selasa (25/4) petang mereka melaporkan ke pihak kepolisian. Saat dilakukan penelusuran diketahui motor itu atas nama Warsono. Pihak keluarga membenarkan jika korban pamit mancing ke Wediombo sejak Sabtu.

Semoga takdir ini memberi kita hikmah mendalam…Amin…!

Perahu Bocor, Lima Pemancing Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Bocor, Lima Pemancing Tenggelam, Satu Tewas

Apa mau dikata, kendati persiapan trip mancing sudah dilakukan matang, namun takdir berkata lain. Lima pemancing tenggelam di perahu yang ditumpanginya di perairan Waduk Jatiluhur, Kab Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (26/2) malam. Satu orang tewas dan empat pemancing lainnya selamat.

Keterangan dihimpun, Senin (27/2) menyebutkan, sekira pukul 20.00 WIB lima warga Kecamatan Plered, Purwakarta, yakni Atep Permana, 31, Dina Sema, 14, Asep Kurniawan, 25, Sarip, 40 dan Tina Putri, 14, menaiki perahu mesin tempel berencana memancing ikan di perairan Waduk Jatiluhur.

Petugas Polair Kab Purwakarta mengevakuasi jenazah tenggelam (foto: poskotanews.com)
Petugas Polair Kab Purwakarta mengevakuasi jenazah tenggelam (foto: poskotanews.com)

Namun, tak dinyana, di tengah perjalanan di perairan Jatiluhur, tepatnya di Blok Kampung Tegal Laja, Desa Sindang Laya, Kecamatan Sukatani, perahu mengalami bocor. Perahu terendam mulai tergenang air lalu tenggelam.

Dalam peristiwa nahas itu – seperti dikutip dari poskotanews.com, empat orang berhasil diselamatkan setelah tim rescue Polair Polres Purwakarta dan warga menolongnya kemudian mengevakuasi ke tepian Waduk Jatiluhur.

Namun nahas bagi Sarip. Jasadnya tak ditemukan diduga hanyut. Tim SAR dari Polair Polres Purwakarta dibantu warga melakukan pencairan sejak Minggu malam hingga Senin pagi.

kaos komunitas mancing, seragam mancing, baju komunitas mancing, buat baju komunitas mancing, kaos tim mancing, jersey mancing, jersey komunitas mancing

Kasat Polair Polres Purwakarta AKP Febriyanto melalui Kanit Gakkum Bripka Suryadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, upaya pencairan membuahkan hasil. Sekira pukul 08.00 wib, Senin (27/2), jasad Sarip ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan disemayamkan. “Sedangkan empat korban lainnya saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Sukatani,” pungkasnya

Jika bicara takdir, maka masalah usai sampai disini. Namun sebagai manusia berakal, kitapun punya kewajiban mengambil hikmah dari kejadian yang terus berulang ini. Standar operational procedure (SOP) dari perahu-perahu sewaan memang perlu mendapat perhatian serius. Life jacket sebagai prasyarat kelengkapan perahu mancing sudah seharusnya tersedia dan “melekat” selalu.

Namun andaikata kita tak bisa berharap banyak pada pemilik perahu, setiap angler sudah seharusnya mempersiapkan sendiri life jacket jika hendak memancing ketengah perairan. Sebagai  sesama pemancing, kewajiban kita adalah saling mengingatkan jika ada angler lainnya yang belum menjalani SOP mancing, tentunya demi keselamatan bersama. Semoga kejadian nahas ini menjadi yang terakhir. Amin!

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Pulang mancing, puting beliung menerjang perahu hingga terbalik, seorang angler belum ditemukan

Pulang mancing, puting beliung menerjang perahu hingga terbalik, seorang angler belum ditemukan

Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Begitulah hakikat garis hidup manusia. Secermat apapun kita bertindak – jika Tuhan berkehendak, maka takdir yang menentukan. Ketentuan Ilahi itu kembali tergambar dari kejadian nahas yang menimpa 5 angler di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dilaporkan, satu orang hilang di Waduk Malahayu, Banjarharjo, Sabtu (21/1/2017) sore setelah sebuah perahu terbalik di tempat itu. Perahu terbalik saat ditiup angin kencang dan diterpa hujan deras dalam perjalanan pulang memancing.

Waduk Malahayu, Brebes
Waduk Malahayu, Brebes
Tim gabungan pencarian korban tenggelam beserta Kapolres Brebes, Jawa Tengah, AKBP Luthfi Sulistiawan dengan menggunakan perahu mengelilingi Waduk Malahay
Tim gabungan pencarian korban tenggelam beserta Kapolres Brebes, Jawa Tengah, AKBP Luthfi Sulistiawan dengan menggunakan perahu mengelilingi Waduk Malahayu

Saksi mata mengatakan, saat perahu terbalik ada lima orang di atas perahu. Namun empat  orang lainnya dapat diselamatkan.

“Saat itu angin bertiup sangat kencang dan hujan deras di sekitaran waduk yang mengakibatkan perahu mereka terbalik lalu tenggelam,” kata Komandan Tim Sar Brebes, Ade Dhani seperti dikutip dari kompas.com

Ade menjelaskan, seorang warga bernama Casrim (55), yang juga pemilik perahu wisata melihat dan mendengar suara orang minta tolong. Setelah didekati, Casrim berhasil mengangkat empat orang dengan selamat.

baju mancig, kaos mancing, kaos mancing mania, tshirt mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania terbaru

Namun Bambang Lesmana (32) warga Desa Malahayu hilang. Hingga Sabtu malam, pencarian terhadap Bambang terus dilakukan Tim Sar dibantu polisi dan TNI dengan menggunakan perahu di sekitaran obyek wisata Waduk Malahayu.

Kapolres Brebes AKBP Lutfhi Setiawan ikut bersama tim gabungan melakukan pencarian terhadap Bambang.

“Rencananya pencarian akan berlanjut pada Minggu (22/1/2017) pagi dengan ditambah perahu karet,” kata Ade.

Kita bantu doakan angler yang hilang, bisa segera ditemukan dalam kondisi baik. Amin!