Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Sukses dengan “Lomba Rock Fishing Nasional Piala Bupati Gunungkidul 2018“ pada bulan Mei lalu, Komunitas Mancing Handayani Rock Fishing (HRF) kembali menggelar lomba memancing berskala Nasional, dengan tajuk GUNUNGKIDUL  JUKUNG FISHING TOURNAMENT 2018.  selaku penyelenggara, HRF berupaya untuk turut serta memperkenalkan besarnya potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata bahari yang terbentang sepanjang garis pantai Kabupaten Gunungkidul.

Handayani Rock Fishing (HRF)
Handayani Rock Fishing (HRF)

“Gunung kidul memiliki potensi perikanan kelautan dan pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi wisata bahari dan wisata minat khusus, memancing di tebing dan juga dengan perahu jukung.” Ungkap Om Ian Abdul, salah satu punggawa HRF. Ia menambahkan,” Helatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir pada sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini selaras dengan visi misi pemerintah kabupaten Gunung Kidul.”

po901, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Turnamen yang berlangsung pada tanggal 10-11 November ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Diikuti oleh 46 tim dari bebagai daerah nusantara seperti Lombok, Bali, Sumatera dan lampung. Acara berjalan dengan lancar dan meriah.”Semua berkat kerjasama panitia dan gotong royong anggota,” Ujar Om Ian.

Pergelaran dilaksanakan di 6  titik pelabuhan nelayan. Dari hasil lomba membuktikan bahwa potensi perikanan di kabupaten Gunungkidul layak diupayakan untuk dapat meningkatkan produktifitas ikan hasil tangkapan nelayan. “Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan cara tangkap ikan dengan alat pancing modern kepada nelayan, saat hasil tangkap dengan jaring tidak maksimal pada musim paceklik mereka dapat menyewakan perahunya untuk para pemancing luar daerah sekaligus sebagai pemandu wisata minat khusus memancing”, kata Amrih Santoso, S.Pd selaku panitia perlombaan.

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018 merupakan even yang didukung Oleh Dinas Pariwisata Prov DI Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul, juga DPD HNSI DAN BMKG DIY. Selain lomba memancing acara juga dimeriahkan dengan penampilan 3 kesenian tradisional Wong Ireng, Gejog Lesung dan Reyog dari masyarakat pesisir.

Para Penampil Kesenian Tradisional
Para Penampil Kesenian Tradisional

Total hadiah yang diperebutkan sebesar 58.1 Juta rupiah. Juara pertama diraih oleh team Tengik 2 dari Cilacap dengan hasil ikan Giant Travelly (GT) seberat 14.04Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar dua puluh Juta rupiah. Diikuti oleh team Hantu Laut B dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.65Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar sepuluh  juta rupiah, dan untuk juara tiga diraih PMMK 4 dari Kudus dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.45Kg dan juga hadiah sebesar tujuh juta rupiah. Berikut daftar lengkap juara Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018:

1. JUARA KATEGORI IKAN TERBERAT

NO

PELABUHAN

TEAM

JENIS IKAN

BERAT

HADIAH

1

SIUNGTENGIK 2 CILACAPGIANT TRAVELLY (GT)14.04KGRp20.000.000

2

SIUNGHANTU LAUT BTENGIRI7.65KGRp10.000.000

3

SIUNGPMMK 4KAMPUR7.45KGRp7.000.000

4

BARONSENTET TEAM KUDUSTENGIRI6.7KGRp5.000.000

5

BARONHANTU LAUT CTENGIRI5.77KGRp3.000.000

6

SIUNGWELERI ABARACUDA4.91KGRp1.750.000

7

SIUNGKMMP CGIANT TRAVELLY (GT)4.87KGRp1.750.000

8

SADENGLOMBOK FISHING ADVENTURE 2KERAPU3.7KGRp1.750.000

 

2. JUARA KATEGORI SPESIES IKAN TERBERAT

NO

TEAM

JENIS IKAN

HADIAH

1

100% NYOBOK SOLOTALANG-TALANGRp1.000.000

2

LOMBOK FISHING ADVKERAPURp1.000.000

3

PETITENGET BALIPOGOTRp1.000.000

4

KMMP A KUDUSKAMPURRp1.000.000
3. JUARA TEKONG TERBAIK

NO

NAMA

PELABUHAN

1

WAHYUSIUNG

2

SUPRIYOSIUNG

3

SUTIPANSIUNG

Puncak acara, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S,Sos berkenan hadir menyerahkan piala kepada para pemenang, didampingi oleh Komandan Kodim 0730 Letkol Inf M Taufik Hanif Y, S.Sos, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Gunungkidul, drh. Khrisna Berlian, dan ketua komunitas memancing se DIY.

Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul
Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul

 

Dalam sambutannya Bupati Gunungkidul merespon positif kegiatan ini, “ Saya harap turnamen ini dapat membawa dampak yang baik dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata bahari sekaligus meningkatkan perekonomian dan penghasilan nelayan khususnya masyarakat pesisir Gunungkidul. Hal ini selaras dengan visi misi pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera”, katanya.  Selain itu beliau juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya lomba dan mendukung kegiatan menjadi even rutin di tahun-tahun berikutnya. (ian_abdul)

Om Londo Edan, perwakilan dari tim Tengik 2 sebagai pemenang kategori utama mengaku tak menyangka bisa memenangkan turnamen.” Kita tidak terlalu berambisi jadi juara, yang penting bisa menang dari tim Tengik 1 karena dari awal pergi sudah saling olok. Intinya mempertahankan harga diri lah. Hehe,” katanya kocak. “Tim kami ini bisa dibilang kacaubalau,  dua orang mabuk laut, satunya numpang jalan-jalan dan sisa satu orang yang benar-benar mancing. Dari jam 06.00 sampai pukul 08.00 belum dapat ikan satupun. Ditunggu dan akhirnya dapat ikan jam 09.00. Untungnya bisa landed GT seberat 14 Kg, itupun satu-satunya ikan yang tim Tengik 2 dapatkan. Saya Menggunakan teknik jigging dengan reel size 5000, joran PE 2-3, line PE 3, leader 50lbs dengan umpan seberat 80 gram. Saking pedenya, setelah landed jam 09.30 kita langsung bersandar ke pelabuhan dan yakin jadi pemenang, padahal itu masih tergolong ikan kecil kalau di sini, Hahahaha.” Cerita Om Londo lucu.

Om Londo Edan dan GT Tangkapannya
Om Londo Edan dan GT Tangkapannya

Atas keberhasilan mereka, tim asal Jogja ini berhak mendapatkan hadiah utama sebesar dua puluh  juta rupiah.”Sesuai janji dan tantangan yang kita berikan kepada Kapten dan ABK, jika kita menang mereka kami beri lima juta rupiah. Kebetulan juga, ABK kita jadi juara Tekong terbaik.” Ungkap pria yang bernama asli Laurensius Herlambang. “Senang bisa kumpul guyub dengan teman-teman angler baik lokal maupun luar daerah, membaur jadi satu seperti saudara sendiri.” Kesan Om Londo terhadap even ini.

Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini

Kekayaan alam wisata khususnya wisata mancing di indonesia memang tidak ada habis-habisnya untuk dieksplor. Sayang jika harus terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan daerah. Even-even bersakala nasional seperti yang diadakan Handayani Rock Fishing ini merupakan salah satu contoh nyata akan besarnya potensi kekayaan alam pesisir bumi pertiwi. Semoga semakin banyak terlahir  turnamen-turnamen serta lomba berskala nasional bahkan internasional di seluruh  kepulauan Indonesia. Jayalah dunia mancing Nusantara!

All From Castinger for Castinger – HUT Ke-7 Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G)

All From Castinger for Castinger – HUT Ke-7 Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G)

Tak terasa sudah tujuh tahun komunitas Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G) berdiri. Dihari jadinya yang ketujuh itu, mereka menggelar helatan akbar dengan dihadiri 800 orang peserta. Disampaikan langsung oleh Komandan SH2G Om Sudargo Hartono, bahwa HUT SH2G kali ini dihadiri oleh 45 komunitas dengan total peserta 800 orang.

Partsisipan yang hadir terdiri dari 650 castinger/angler dan 150 orang undangan, sponsor, aparat dan tokoh masyarakat. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Palembang, Jambi, Lampung, Bandung, Jabar dan Sekitarnya, Banjar Patroman, Pangandaran, dan pastinya castinger Jabodetabek. ”

Turut hadir pula pembina utama, Om Achmadi NA, dan ketua Forcasi Om Wiwim Kusworo. Tak lupa tamu kehormatan lain seperti aparat terkait, pejabat setempat serta warga sekitar yang turut meramaikan acara.

Ada yang unik dari temanya, From Castinger to Castinger. ”Secara umum acara ini kita para castinger SH2G adakan memang diperuntukkan bagi seluruh castinger yang ada di indonesia tanpa mencari keuntungan apapun, sehingga sesuai dengan motto kami “Lets Join and Have Fun With Us!’. Ungkap Om Dargo makna dibalik tema acara.

ketua SH2G, Om Dargo dan Pak Achmadi NA
ketua SH2G, Om Dargo dan Pak Achmadi NA
Om Wiwin Kusworo mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng
Om Wiwin Kusworo mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng

Meskipun peserta yang datang membludak, panitia telah mempersiapkan tempat dengan matang. Sebanyak 14 tenda besar, 2 wisma AC, 30 kamar mandi dan pendukung lainnya sehingga acara bisa berjalan lancar. “Tidak ada kendala yang berarti. Alhamdulillah semua dapat kami atasi, mulai dari perizinan, warga setempat dapat kami kondisikan mengingat Situ Gintung merupakan area umum yang perlu pengawasan agar peserta dan masyarakat yang ingin beraktifitas di wilayah tersebut sama-sama nyaman.” Jelas pak Komandan.

Suasana perkampungan tenda
Suasana perkampungan tenda

Situ gintung sendiri dipilih sebagai tempat perayaan HUT SH2G karena areanya memadai.”Kami open peserta tanpa batas karena area memadai,nyaman serta terkondisi dengan baik. Hasil lomba juga cukup menjanjikan dengan volume strike lumayan tinggi.” Ungkap Pak Komandan. Volume strike yang tinggi tersebut melahirkan juara-juara dengan tangkapan berukuran di atas rata-rata. Mereka adalah:

Juara 1
Nama : Ucup
Tim : Gamakichi (Bandung)
Size : 53 cm
Species : Gabus (channa striata)

Juara 2 
Nama : Yogi
Tim : MLI(Banjar)
Size : 49 cm
Species : Gabus (channa striata)

Juara 3
Nama : Buluk
Tim : 4Kompag (Tangsel)
Size : 42 cm
Species : Gabus (channa striata)

Untuk para juara ini, panitia menyiapkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp. 6000.000 untuk juara pertama, Rp 3.750.000 untuk pemenang kedua, dan Rp. 2.500.000 untuk posisi ketiga.

Even berlangsung selama dua hari, selain lomba mancing banyak sekali agenda menarik lainnya yang dipersiapkan  panitia agar peserta tetap semangat. Fun game, lomba ketangkasan, ngopi bareng, doorprise adalah sedikit dari sekian banyak agenda menarik lainnya.

Keseruan game dalam even
Keseruan game dalam even

Para pemenang lomba
Para pemenang lomba

Diadakan pula sesi pelepasan benih ikan konsumsi sebagai bentuk kepedulian sosial SH2G terhadap lingkungan sekitar. Sebelum acara ditutup, Pembina –pembina SH2G berpesan,” Tetap jaga kebersamaan dan silaturahmi tanpa batas dengan siapapun.’” Tak ketinggalan Pak Komandan Sudargo juga menyampaikan,” No Dongo No Planga Plongo, berpikirlah bahwa dunia castinger hanya sebuah dunia hiburan, sarana refreshing yang tidak perlu dikaitkan dengan hal lain yang menimbulkan gesekan sehobi, jaga solidaritas dan kebersamaan, tetap tertawadan masuk sorga. Lets joint & have fun with SH2G. Untuk SH2G saya berharap makin kental adat kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraannya. Tetap satu Jargon yaitu mancing sebagai hiburan, sama rata sama rasa, kompak solid dalam segala hal positif baik interen maupun eksteren.”

Tebar benih ikan konsumsi-
Tebar benih ikan konsumsi-

Gamakichi, tim asal Bandung yang meraih juara 1 melalui salah satu pentolannya Om Agus Gunawan mengungkapkan,”Alhamdulillah, berkat even SH2G kawan-kawan bisa kenal sama castinger lain dan tambah pengalaman serta jamuan dari SH2G sangat memuaskan”.

Grup mancing dengan nama terbilang unik ini sebenarnya belum lama dibentuk, dan ini merupakan even pertama yang mereka ikuti.”Tadinya anak-anak suka ngumpul , suka nonton anime juga, ada yang jago bikin lure. Nah, saat ngumpul itu kita jadi kepikiran punya ide untuk bikin grup dengan nama gamakichi, kebetulan kita punya spot mancing gabus di daerah Cikijing jadi kita satuin aja idenya jadi (Gabungan Mancing Cikijing)/ Gamakichi. Grup baru dibentuk, anggota sudah 30 orang. Pas ada even ini anak-anak ngotot pengen ikutan, kita daftarin dengan perwakilan 11 orang, dan Alhamdulillah Juara.” Jelas Om Agus.

Tim Gamakichi asal Garut-Jabar
Tim Gamakichi asal Garut-Jabar

Om Agus mengaku tidak ada firasat sama sekali Gamakichi bakalan naik podium.”Kita berangkat ga ada persiapan sama sekali, bikin SF sama Spinner aja di perkemahan. Lucunya pas mau berangkat kita janji kumpul di satu tempat , ada yang muter-muter karena gak tau jalan di Bandung namun tetap ngotot ngumpul di satu tempat, hehehe. Jauh dari harapan buat juara soalnya kita tim paling sedikit ikut even. Kita niat ikut even buat cari pengalaman dan silaturahmi sesama angler yang datang dari jauh.” Ungkap Om Agus.

Bagi Om Agus sesi foto bersama adalah yang paling berkesan. Namun ada sesi lain dengan kejadian lucu yang selalu teringat olehnya. “Kejadian unik dan lucu pas pembagian doorprise. Teman baru tidur, trus yang bagiin ngumumin nomornya dapat hadiah. Dianya langsung bangun dengan kondisi setengah sadar gak tau mau jalan kemana, hahaha,” Ungkapnya lucu. Beliau juga mewakili Tim Gamakichi menyampaikan,” Terimakasih banyak buat kawan-kawan SH2G yang udah ngadain acara ini. Terimakasih buat para castinger yang hadir yang telah mau berbagi pengalaman, selalu solid dan kompak buat semua castinger senusantara!”

Sesi foto bersama
Sesi foto bersama

Selamat ulang tahun SH2G yang ke-7, semoga seruan “From Castinger to Castinger” maknanya bisa menggema ke seluruh komunitas mancing yang ada di Indonesia. Lets joint & have fun with SH2G!

Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Komunitas mancing yang satu ini berdiri sejak 2014 atau 4 tahun yang lalu. Bermarkas di Cileungsi, Bogor dan dibentuk langsung oleh angler-angler asal Cileungsi dengan nama awal Extreme Castinger Cileungsi (ECC). Dibubuhi kata extreme karena anggota ECC ini merupakan angler-angler yang suka blusukan ke spot-spot ekstrim.

Atas keputusan bersama dan banyaknya anggota yang berasal dari luar cileungsi maka ECC bermetamorfosis menjadi Ekstreme Castinger Community dengan anggota sekarang yang telah mencapai ribuan castinger dari berbagai daerah dan komunitas.

Di hari jadinya yang ke-4, tanggal 10 Mei 2018 yang lalu ECC mengadakan Castbar dengan tema “ECC Saling Berbagi”. Menurut Ketua ECC, Om Uun Syahru Suryawan, tema saling berbagi bermaksud agar hobi mancing ini jangan sampai hanya sekedar mancing, tapi dibalik itu kita semua harus ditunjukkan bahwa castinger juga peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Baik dari segi lingkungan dan segi kemanusiaan.

Dalam even tersebut ECC mengadakan kegiatan amal berupa menyantuni anak yatim di sekitaran even serta sumbangan pada masjid terdekat. Castbar ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar anggota ECC menjelang bulan suci Ramadhan.

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Acara yang dihadiri 120 orang peserta dari berbagai grup dan komunitas ini berlangsung sukses dan meriah.”Karena minimnya persiapan jadi peserta kami batasin 50 orang  tadinya per grup/komunitas maksimal 5 orang.  Tapi melihat antusiasme dan usulan kawan jadi saya tambahin kuotanya jadi 10 orang per grup/komunitas jadi 100 peserta.
Tp alhamdulillah yg hadir total jadi 120 orang peserta.” Jelas Om Uun.

Acara dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Selain acara amal diadakan juga lomba mancing dengan target ikan spesies barramundi, payus, barracuda, dan tarpoon. Teknik yang diperbolehkan hanya teknik casting menggunakan umpan tiruan dan harus memancing di tempat yang disediakan panitia. Ketat juga ya peraturannya, gak bakalan ada yang curang deh, hehe.

 

Meskipun peraturan lomba lumayan ketat, ternyata panitia tidak sembarangan membuat peraturan. Hal ini dikarenakan spot yang dipilih sebagai tempat berlangsungnya even memang menyimpan banyak spesies-spesies tersebut di atas. Spot liar tambak bandeng dan rumput laut di Buni Baru, Sembilangan, Babelan Bekasi dipilih sebagai tempat berlangsungnya even. “Spot ikan air tawar seperti ikan gabus di Jakarta minim, dan sekarang lagi ngetrend Ultralight Fishing atau UL dengan target ikan air asin meskipun peraturannya tackle bebas. Tambak di Buni Baru cocok dengan keinginan kita.” Ungkap Om Uun alasan dipilihnya spot tersebut.

Sembilangan yang terletak di Bekasi Utara memang terkenal akan desa penghasil bandeng. Dengan banyaknya tambak bandeng yang ada di sana, tempat ini menjadi salah satu surganya mancing di Bekasi. Ikan-ikan seperti barramundi, barracuda dan payus dianggap sebagai hama yang sering masuk ke tambak dan memangsa ikan-ikan bandeng. Masalah bagi pemilik tambak tapi anugerah bagi para pemancing.

ECC memang tidak salah pilih tempat, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang strike ikan target. Pemenang dipilih berdasarkan ikan terberat. Adapun pemenang-pemenangnya adalah sebagai berikut:

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Spesies : Barramundi
Berat : 1.445 gram

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)

Juara 2 : Tango (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 705 gram

Juara 2 : Tango (BAF)
Juara 2 : Tango (BAF)

Juara 3 : Asong Statham (KCB)
Spesies : Baracuda
Berat : 670 gram

Juara 3 : Asong Statham (KCB)

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)
Spesies : Barramundi
Berat : 670 gram

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)

Juara 5 : Angga (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 430 gram

Juara 5 : Angga (BAF)
Juara 5 : Angga (BAF)

Selain hadiah untuk para pemenang, even ini juga banjir doorprize. “Alhamdulillah hadiah sampai juara 5, doorprize 120 orang peserta kebagian semua. Kalau dibilang sih bukan sponsor tapi donatur. Soalnya even ini ga pakai proposal. Kebanyakan dari sumbangan perorangan.” Jelas Om Uun.

Melalui akun FB-nya Om Uun juga menyampaikan “Dibalik suksesnya acara CastBar ECC “Saling Berbagi” bukan semata-mata karena kami sendiri tetapi juga karena partisipasi dari panitia pelaksana, teman-teman ECC pada khususnya, teman-teman castinger baik dari perorangan, grup/komunitas dan juga bantuan dari RT serta warga setempat. Untuk itu saya pribadi selaku ketua pelaksana mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat teman-teman yang telah ikut hadir dan menyisihkan waktu dan rejekinya demi kelancaran dan suksesnya acara. Terimakasih juga buat teman-teman yang sudah support dari segi hadiah dan doorprize berupa barang maupun uang. Saya pribadi, panitia dan teman-teman ECC mohon maaf apabila ada salah baik dari segi perkataan, perbuatan dan dalam penyelenggaraan serta mohon maaf buat teman-teman yang tidak sempat kami undang. Terimakasih buat semuanya.”
Om Uun juga berpesan

“Pesan saya sih agar teman-teman castinger Indonesia peduli akan lingkungan atau warga sekitar. Jadi kita tidak Cuma sekedar menyalurkan hobi, tapi ada kenangan atau kesan baik yang kita tinggalkan dan berguna bagi lingkungan dan warga sekitar spot-spot yang kita gunakan. Jadi menghilangkan imej negatif teman-teman castinger Indonesia.”

Sungguh indahnya berbagi ala Extreme Castinger Community ini. Selamat ulang tahun ECC, Semoga bisa menjadi contoh bagi komunitas lain. Seperti kata om Uun “Mancing jangan hanya sekedar mancing, berilah dampak positif bagi lingkungan dan kemanusiaan!”

https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=am2oeOjLEws

10th Anniversary SeJaTI FC, Rasa Kekeluargaan yang Harmonis

10th Anniversary SeJaTI FC, Rasa Kekeluargaan yang Harmonis

Sahabat SeJaTI adalah dia yang selalu hadir saat suka dan duka, sahabat SeJaTI adalah mereka yang hadir saat yang lain menghilang. Mungkin inilah kata-kata Yang cocok untuk menggambarkan kekompakan grup mancing satu ini. Selatan Jakarta Tim IFT Fishing Club atau lebih dikenal dengan singkatan SeJaTI FC. Komunitas ini beberapa hari lalu merayakan hari jadinya yang ke 10 tahun.

Sajati FC
Sajati FC

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Tak terasa satu dasawarsa telah mereka lewati. Om Wahyu Utomo akrab disapa Om Tom, sebagai ketua dari SeJaTI FC menjelaskan,”SeJaTI FC tidak lepas dari IFT Forum, 10 tahun yang lalu IFT forum membentuk komunitas menjadi beberapa region. Kebetulan SeJaTI FC merupakan region selatan Jakarta. Sampai sekarang SeJaTI FC masih eksis. Awalnya anggota kita ada 50an orang. Namun yang sering jumpa kopdar sekitar 20 orang. Dulu kita mengadakan kopdar 2 bulan sekali, sekarang anggota aktif SeJaTI tinggal 10 orang.”

Wahyu Utomo
Wahyu Utomo

Meskipun anggota aktif SeJaTI FC tak banyak, namun tak menyurutkan niat mereka untuk tetap berbagi kebahagiaan kepada sesama anggota di hari Jadinya yang kesepuluh. Even yang diselenggarakan cukup sederhana ini berjalan meriah. Terhitung ada 22 orang peserta yang hadir dengan membawa sanak keluarganya. Terasa benar rasa kekeluargaaan di klub mancing ini.

Acara sengaja diselenggarakan di pemancingan Rumah Kabeda, Depok, Jawa Barat. “Selain luas tempatnya, ada empang pemancingan dan SeJaTI FC memang sudah sering bikin acara di sana. Kali ini ada panggung organ tunggal juga, biar tambah meriah.” Jelas Om Tom.

Sejati FC

Diawali dengan kata sambutan dari ketua SeJaTI FC dan pemotongan tumpeng serta doa bersama sebagai tanda syukur. Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba mancing galatama yang terbagi menjadi dua sesi. Hadirnya hiburan organ tunggal semakin memeriahkan suasana even 10 tahun SeJaTI FC. Om Arief atau akrab disapa Om Ucok menuturkan,” Jumlah peserta yang hadir memang tidak seramai acara-acara sebelumnya, dikarenakan kesibukan rekan-rekan yang berhalangan hadir. Kedepan Insya Allah setelah lebaran kita akan mengadakan Halal Bil Halal serta family gathering SeJaTI FC.”

Om Ucok yang merupakan wakil ketua SeJaTI FC juga mengungkapkan ,”Even kemaren sebenarnya ada 2 acara yang berlangsung. Pertama SeJaTI Cup yang merupakan final round dari tiga rangkaian lomba internal SeJaTI FC yang telah dilaksanakan sebelumnya. Yang kedua adalah 10th Anniversary SeJaTI FC.”.

Sejati FC
Arief AKA Ucok

SeJaTI Cup merupakan acara rutin yang diadakan SeJaTI tiap tahun juga. Terdiri dari beberapa rangkain perlombaan yang dibuat melalui kesepakatan anggota seperti lomba mancing dan lainnya. Dari beberapa lomba tersebut para pemenang masing-masing akan mendapatkan poin. Nah, di SeJaTI Cup tahun ini ternyata ada 3 orang peserta yag memiliki point yang sama. “Khusus SeJaTI Cup ternyata ada 3 peserta yang memiliki point yang sama. Mereka adalah Saya sendiri,Om Dito, dan Om Onik. Atas ide unik dari Om Tom dan rekan-rekan yang lain, maka dilakukan penilaian final berdasarkan Lomba Joget dangdut yang diiringi dengan Organ Tunggal.” Jelas Om Ucok yang juga finalis SeJaTI Cup.

Sejati FC

Setelah dilakukan lomba joged – atas keputusan bersama dari rekan-rekan dewan juri maka pemenangnya adalah Om Arief AKA Ucok Aja sebagai juara 1, Om Dito sebagai Juara 2, dan Om Onik sebagai Juara 3.
Sedangkan untuk lomba mancing pelampungan ikan mas di even 10th Anniversary SeJaTI FC para pemenangnya adalah:

Juara 1 : Om Onik
Juara 2: Om Salmin
Juara 3: Om Tom

Lomba joged
Lomba joged

Even SeJaTI ini benar benar banjir hadiah dan door prize. Reel, joran, tackle box, tas dan lainnya didapat dari sponsor dan rekan-rekan SeJaTI. Tak lupa, spotmancing.com pun ikut serta menyumbangkan kaos-kaos andalannya sebagai door prize.

Di akhir acara tibalah lomba yang ditunggu-tunggu oleh para peserta. Lomba yang bisa dibilang sangat  menyenangkan. Lomba ngubek atau menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam. Lomba yang berlangsung meriah dan seru ini dimenangkan oleh Om Berrox dengan total ikan tangkapan berjumlah 85 ekor. Wow! Jago memang Om Berrox ini nangkep ikan, Hehe. Satu unit reel spinning Utra Light berhasil dibawanya sebagai hadiah. Lucunya, setelah perhitungan ikan emas yang di dapat Om Berrox lepas lagi gegara beliau tercebur ke empang. Nasib-nasib, hahaha…

Lomba mengangkap ikan dengan tangan kosong
Lomba mengangkap ikan dengan tangan

Sederhana namun seru dan meriah, inilah kata yang dapat mewakili even 10th Anniversary SeJaTI FC. “Peserta puas, senang, dan yang terpenting bisa terus bersilaturahmi sesama anggota SeJaTI FC.” Ungkap Om Ucok. Beliau juga menambahkan,” Kesan saya pribadi selama 10 tahun bersama SeJaTI FC bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah klub mancing. Ada hal lain yang membuat kita tetap bertahan dan pastinya bukan hanya karena MANCING, tapi rasa kekeluargaan yang membuat kita tetap bersama.

Memang tidak dipungkiri tiap orang ada titik jenuh, dan itu memang terjadi dan bisa dimaklumi jika terjadi kevakuman sesaat. Namun karena vakum tersebut juga timbul rasa kangen untuk bisa tertawa bersama lagi, saling bercerita satu sama lain. Pesan saya semoga silaturahmi terus berlanjut hingga ke anak-anak kita kelak.” Amiin.

Spotmancing.com juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun SeJaTI FC. Semoga kian kokoh, kian harmonis, dan semakin tinggi rasa kekeluargaan antar anggota SeJaTI FC!

Selamat Hari Jadi ke-10 SFC, Kian Jaya di Masa Mendatang!

Selamat Hari Jadi ke-10 SFC, Kian Jaya di Masa Mendatang!

Surabaya Fishing Club, dengan anggotanya yang mencapai ribuan personel bisa dibilang klub mancing terbesar di jawa timur. Klub mancing yang terkenal dengan slogan “Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever” ini barusan merayakan ultahnya yang kesepuluh. Dengan tema fun fishing dan silaturahmi seantero angler, even ini berjalan lancar dan sukses.

Terhitung ada 160 angler yang bergabung memeriahkan even ke-10 tahun SFC ini. Sampai- sampai ada tim yang jauh-jauh datang dari Pulau Madura. Seperti temanya, Even ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antara para peserta -baik yang terdaftar sebagai member SFC, maupun partisipan diluar SFC, karena terbuka untuk umum.

HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta
HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta

Acara berlangsung pada hari minggu, 15 April 2018. Meskipun begitu, partisipan diharapkan hadir pada tanggal 14 untuk mempermudah kordinasi sekaligus registrasi. Besoknya pukul 05.30 lomba mancing dimulai, dengan teknik mancing bebas. Sementara juara dipilih berdasarkan ikan terberat dan tidak termasuk spesies dilindungi. Batas penimbangan ikan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Adapun daftar juara 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:

Juara 1

Team   : Pokok’e Narik Community (PNC)

Angler : Afryan

Spesies : Tenggiri

Berat   : 11,5 Kg

Pokok’e Narik Community (PNC)

Juara 2

Team   : Sabar Mancing Surabaya (SMS)

Angler : Iskak Mekoa

Spesies : Barakuda

Berat   : 9,435 Kg

Juara 3

Team   : Mbois

Angler : Ro Yan

Spesies : Bluefinn Trevally

Berat   : 6,055 Kg

Pemenang ke-3, Ro Yan

Afryan, akrab disapa ryan menuturkan kiatnya hingga berhasil meraih juara 1.”Tiap berangkat disemua event team PNC saya usahakan dalam kondisi siap, sebelum naik jukungpun kami semua harus punya keyakinan bisa naik podium,” Ujar angler dengan nama beken slowjigaja ini. “Kadang orang bilang itu kepedean, tapi memang begitulah kami.  sering cari motivasi dari diri sendiri biar semangat pas dilaut”. tambahnya

Angler Pokok’e Narik Community ini juga membeberkan rahasia lain yang ia gunakan saat lomba kemarin. “Saya menggunakan teknik slow pitch jigging. Kelebihan slow jigging dibanding jigging pada umumnya seperti teknik speedjig yang makan selalu ikan perenang cepat saja contoh tenggiri / GT ,kalau slowjig hampir semua jenis ikan bisa menjadi target bahkan ikan yang lambat sekalipun seperti kerapu. Kalau mau nyari ikan perenang cepati, tinggal ditambah sedikit speed – jadi jigging konvensional deh. Jangan lupa setel drag yang bener karena slow pitch jigging menggunakan piranti kelas light sehingga rawan saat fight ikan size besar,”Jelas Om Ryan.

Afryan, dengan tenggiri juara

“Saya terkesan melihat semua panitia membersihkan sampah dengan hadiah 100rb bagi pengambil sampah terbanyak. Salut buat panitia,”Om Ryan menyampaikan kesannya.

Secara umum acara fun fishing ini boleh dibilang sukses. Namun ada banyak likaliku hingga hajatan ini lancar tergelar. Salah satu Angler yang dituakan di SFC, om Irzam Achmad mengakui masalah perizinan yang alot membuat panitia harus kerja ekstra keras dan sabar. “Sampai 5 kali bolak-balik Surabaya-Tamban dalam waktu 2 bulan persiapan”.

Ditambah lagi kesalahpahaman antara panitia dan nelayan dalam pembayaran Jukung. Hal ini disebabkan pernah ada even lain sebelumnya, dimana para nelayan baru menerima pembayaran setelah 3 minggu kemudian. Demi nama baik SFC dan jalannya acara, kami turuti maunya nelayan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari”. Tutur Om Irzam.

Dimulai dari jam 5 pagi
Irzam Achmad

Cuaca yang cukup ekstrem dengan kecepatan angin 27 km/h pada malam hari sebelum even dimulai, juga cukup menciutkan nyali sebagian peserta. Untungnya saat pagi hari kondisi cuaca semakin membaik.

Satu dekade sudah SFC berdiri, om Irzam berharap klub memancing ini bisa menjadi barometer bagi banyaknya grup mancing yang ada di Jawa Timur. “Dalam sebuah grup atau komunitas perselisihan tidak dapat dihindari, saya selalu berpesan pada anggota SFC agar semua perselisihan baiknya diselesaikan dengan kepala dingin. Tetap bersatu, buang semua sifat egois yang ada, duduk bersama hingga dicapai suatu benang merah. Jadikan SFC contoh bagi grup lain!.

Ketua pelaksana, Om Rendy Said juga mengungkapkan bahwa even ini bisa dibilang kejar tayang. Dengan persiapan kurang dari 2 bulan, cukup mepet waktunya jika melihat besarnya even. Hal ini tidak akan bisa dicapai tanpa kerjasama yang solid dari anggota SFC.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dalam waktu yang kurang dari dua bulan untuk mempersiapkan segalanya. Saya selalu mengingatkan kepada seluruh pengurus SFC bahwa waktu, tenaga dan pikiran bukan buat saya bukan juga buat anda tetapi kembali untuk Surabaya Fishing Club”.

Kebersamaan, kerjasama yang baik, saling dukung dan bertanggungjawab serta menjaga silaturahmi ke sesama angler di Jawa Timur inilah yang membuat SFC tetap solid selama 10 tahun ini. SFC Hampir tidak pernah absen menghadiri dan mensupport even mancing yang ada di Jatim.

Pantai Tamban 

Pantai wisata tamban menjadi pilihan tempat berlansungnya even. Pantai tamban ini terletak di Desa Tembakrejo, Malang, Jawa Timur. Salah satu destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berjarak 65 km dari kota Malang, pantai Tamban dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Dengan pasir putih yang membentang sepanjang 1.500 Km, tebing-tebing dan pulau-pulau kecil disekitarnya memanjakan mata para penikmat keindahan alam

Pantai Tamban Malang (nginepdimana.com)

Bagi angler Nusantara khususnya Jawa Timur, pantai Tamban sendiri adalah surganya memancing. Tipikal air yang tenang dengan Fasilitas memancing speperti jukung dan penginapan yang tersedia semakin menambah daya tarik pantai Tamban.“Tamban itu indah, hasil kelautannya tidak bisa diragukan lagi. Pastinya spot yang sangat di idam-idamkan oleh teman-teman angler Jawa Timur. Ekosistemnya yang terjaga sehingga menjadi tempat bersarang ikan-ikan monster seperti tenggiri, amberjack, barakuda dan tuna”, Jelas Om Rendy.

Agar acara lebih fokus, di even ini tidak dilaksanakan kegitan lain di luar fun fishing. Meskipun begitu ternyata SFC telah menyiapkan acara rutin yang dilaksanakan tiap bulan Ramadhan. Om rendi menjelaskan, “Kami sedang planning acara dalam menyambut bulan suci Ramadhan untuk mengadakan pembagian takjil se gerbang kertasusila bagi seluruh angler yang ada di Jawa Timur.” Luar biasa, salut buat SFC.

Istimewaah! Satu kata yang terucap mewakili rasa bangga kepada semua panitia, pengurus, peserta, dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam acara HUT SFC ke-10 ini. Bravo SFC, Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever…

Foto Galeri