Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Sukses dengan “Lomba Rock Fishing Nasional Piala Bupati Gunungkidul 2018“ pada bulan Mei lalu, Komunitas Mancing Handayani Rock Fishing (HRF) kembali menggelar lomba memancing berskala Nasional, dengan tajuk GUNUNGKIDUL  JUKUNG FISHING TOURNAMENT 2018.  selaku penyelenggara, HRF berupaya untuk turut serta memperkenalkan besarnya potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata bahari yang terbentang sepanjang garis pantai Kabupaten Gunungkidul.

Handayani Rock Fishing (HRF)
Handayani Rock Fishing (HRF)

“Gunung kidul memiliki potensi perikanan kelautan dan pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi wisata bahari dan wisata minat khusus, memancing di tebing dan juga dengan perahu jukung.” Ungkap Om Ian Abdul, salah satu punggawa HRF. Ia menambahkan,” Helatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir pada sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini selaras dengan visi misi pemerintah kabupaten Gunung Kidul.”

po901, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Turnamen yang berlangsung pada tanggal 10-11 November ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Diikuti oleh 46 tim dari bebagai daerah nusantara seperti Lombok, Bali, Sumatera dan lampung. Acara berjalan dengan lancar dan meriah.”Semua berkat kerjasama panitia dan gotong royong anggota,” Ujar Om Ian.

Pergelaran dilaksanakan di 6  titik pelabuhan nelayan. Dari hasil lomba membuktikan bahwa potensi perikanan di kabupaten Gunungkidul layak diupayakan untuk dapat meningkatkan produktifitas ikan hasil tangkapan nelayan. “Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan cara tangkap ikan dengan alat pancing modern kepada nelayan, saat hasil tangkap dengan jaring tidak maksimal pada musim paceklik mereka dapat menyewakan perahunya untuk para pemancing luar daerah sekaligus sebagai pemandu wisata minat khusus memancing”, kata Amrih Santoso, S.Pd selaku panitia perlombaan.

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018 merupakan even yang didukung Oleh Dinas Pariwisata Prov DI Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul, juga DPD HNSI DAN BMKG DIY. Selain lomba memancing acara juga dimeriahkan dengan penampilan 3 kesenian tradisional Wong Ireng, Gejog Lesung dan Reyog dari masyarakat pesisir.

Para Penampil Kesenian Tradisional
Para Penampil Kesenian Tradisional

Total hadiah yang diperebutkan sebesar 58.1 Juta rupiah. Juara pertama diraih oleh team Tengik 2 dari Cilacap dengan hasil ikan Giant Travelly (GT) seberat 14.04Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar dua puluh Juta rupiah. Diikuti oleh team Hantu Laut B dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.65Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar sepuluh  juta rupiah, dan untuk juara tiga diraih PMMK 4 dari Kudus dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.45Kg dan juga hadiah sebesar tujuh juta rupiah. Berikut daftar lengkap juara Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018:

1. JUARA KATEGORI IKAN TERBERAT

NO

PELABUHAN

TEAM

JENIS IKAN

BERAT

HADIAH

1

SIUNGTENGIK 2 CILACAPGIANT TRAVELLY (GT)14.04KGRp20.000.000

2

SIUNGHANTU LAUT BTENGIRI7.65KGRp10.000.000

3

SIUNGPMMK 4KAMPUR7.45KGRp7.000.000

4

BARONSENTET TEAM KUDUSTENGIRI6.7KGRp5.000.000

5

BARONHANTU LAUT CTENGIRI5.77KGRp3.000.000

6

SIUNGWELERI ABARACUDA4.91KGRp1.750.000

7

SIUNGKMMP CGIANT TRAVELLY (GT)4.87KGRp1.750.000

8

SADENGLOMBOK FISHING ADVENTURE 2KERAPU3.7KGRp1.750.000

 

2. JUARA KATEGORI SPESIES IKAN TERBERAT

NO

TEAM

JENIS IKAN

HADIAH

1

100% NYOBOK SOLOTALANG-TALANGRp1.000.000

2

LOMBOK FISHING ADVKERAPURp1.000.000

3

PETITENGET BALIPOGOTRp1.000.000

4

KMMP A KUDUSKAMPURRp1.000.000
3. JUARA TEKONG TERBAIK

NO

NAMA

PELABUHAN

1

WAHYUSIUNG

2

SUPRIYOSIUNG

3

SUTIPANSIUNG

Puncak acara, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S,Sos berkenan hadir menyerahkan piala kepada para pemenang, didampingi oleh Komandan Kodim 0730 Letkol Inf M Taufik Hanif Y, S.Sos, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Gunungkidul, drh. Khrisna Berlian, dan ketua komunitas memancing se DIY.

Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul
Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul

 

Dalam sambutannya Bupati Gunungkidul merespon positif kegiatan ini, “ Saya harap turnamen ini dapat membawa dampak yang baik dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata bahari sekaligus meningkatkan perekonomian dan penghasilan nelayan khususnya masyarakat pesisir Gunungkidul. Hal ini selaras dengan visi misi pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera”, katanya.  Selain itu beliau juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya lomba dan mendukung kegiatan menjadi even rutin di tahun-tahun berikutnya. (ian_abdul)

Om Londo Edan, perwakilan dari tim Tengik 2 sebagai pemenang kategori utama mengaku tak menyangka bisa memenangkan turnamen.” Kita tidak terlalu berambisi jadi juara, yang penting bisa menang dari tim Tengik 1 karena dari awal pergi sudah saling olok. Intinya mempertahankan harga diri lah. Hehe,” katanya kocak. “Tim kami ini bisa dibilang kacaubalau,  dua orang mabuk laut, satunya numpang jalan-jalan dan sisa satu orang yang benar-benar mancing. Dari jam 06.00 sampai pukul 08.00 belum dapat ikan satupun. Ditunggu dan akhirnya dapat ikan jam 09.00. Untungnya bisa landed GT seberat 14 Kg, itupun satu-satunya ikan yang tim Tengik 2 dapatkan. Saya Menggunakan teknik jigging dengan reel size 5000, joran PE 2-3, line PE 3, leader 50lbs dengan umpan seberat 80 gram. Saking pedenya, setelah landed jam 09.30 kita langsung bersandar ke pelabuhan dan yakin jadi pemenang, padahal itu masih tergolong ikan kecil kalau di sini, Hahahaha.” Cerita Om Londo lucu.

Om Londo Edan dan GT Tangkapannya
Om Londo Edan dan GT Tangkapannya

Atas keberhasilan mereka, tim asal Jogja ini berhak mendapatkan hadiah utama sebesar dua puluh  juta rupiah.”Sesuai janji dan tantangan yang kita berikan kepada Kapten dan ABK, jika kita menang mereka kami beri lima juta rupiah. Kebetulan juga, ABK kita jadi juara Tekong terbaik.” Ungkap pria yang bernama asli Laurensius Herlambang. “Senang bisa kumpul guyub dengan teman-teman angler baik lokal maupun luar daerah, membaur jadi satu seperti saudara sendiri.” Kesan Om Londo terhadap even ini.

Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini

Kekayaan alam wisata khususnya wisata mancing di indonesia memang tidak ada habis-habisnya untuk dieksplor. Sayang jika harus terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan daerah. Even-even bersakala nasional seperti yang diadakan Handayani Rock Fishing ini merupakan salah satu contoh nyata akan besarnya potensi kekayaan alam pesisir bumi pertiwi. Semoga semakin banyak terlahir  turnamen-turnamen serta lomba berskala nasional bahkan internasional di seluruh  kepulauan Indonesia. Jayalah dunia mancing Nusantara!

Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Cast N Coffee (CNC), acara tahunan komunitas mancing Caster Brotherhood yang ke 4 ini terasa berbeda dari sebelumnya. Dengan konsep friendly tournament bertemakan Smashing (Smart fishing), bisa dibilang ini adalah sebuah konsep baru dalam even mancing.

“ Even kali ini kita kemas dalam bentuk friendly tournament dengan tema smashing ( Smart Fishing). Paperless, semua by online. Dari pendaftaran, registrasi ulang, pencatatan ikan hasil lomba dan lainnya.” Jelas Om Ronald ketua Caster Brotherhood. Sesuai tema, para peserta yang telah mendaftar secara online dikirimi surel berupa barcode yang nantinya di scan sebagai tiket masuk saat registrasi ulang. Unik bukan?

Caster Brotherhood
Caster Brotherhood

Ada dua kategori lomba, yaitu spesies terbanyak dan ikan dengan bobot terberat. Diperbolehkan menggunakan teknik casting maupun fly fishing. Namun disarankan menggunakan piranti UL. Om Ronald menuturkan,” Kita menggunakan kolam UL, rata-rata spesies ikan yang ada memiliki bobot maksimal kisaran 5 kiloan. Agar terasa sensasinya, kami sarankan menggunakan tackle kelas Ultra Light.”

Om Ronald
Om Ronald

Sebanyak 145 peserta antusias mengikuti jalannya acara.” Peserta yang hadir adalah angler dari berbagai komunitas di Jawa Timur. Bahkan, ada yang jauh-jauh datang dari Madura. Saking ramainya peserta, panitia cukup kewalahan kesana kemari karena strike rate yang tinggi.” Jelas pria yang bernama lengkap Ronald Saputra ini.

Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Peserta antusias mengikuti lomba
Peserta antusias mengikuti lomba

Monstero Fishing Park dipilih sebagai tempat berlangsunya even.”Untuk saat ini di Jawa Timur, kolam pemancingan yang paling mewakili untuk teknik casting dengan spesies terbanyak adalah Di Monstero. Selain itu tempatnya juga nyaman.” Ungkap Om Ronald alasan dibalik pemilihan lokasi.

Salah satu kolam Monstero Fishing Park
Salah satu kolam Monstero Fishing Park

Adapun para pemenang lomba mancing adalah:

  1. Kategori utama, spesies terbanyak

Juara 1 atas nama Wen Wen

Juara 2 atas nama Rudi Jr.

Juara 3 atas nama Opeck Switch

 

  1. Kategori Ikan Terberat

Juara 1 M. Khuluqil dengan berat ikan 5,19 Kg

Juara 2 Dwi Maru dengan berat ikan 5,03 Kg

Juara 3 Cak Djon dengan berat ikan 4,91 Kg

Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat
Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa kelengkapan alat pancing dan t-shirt yang berasal dari sponsor serta Caster Brotherhood.

Om Wen Wen, angler asal surabaya yang mendapatkan juara 1 kategori spesies terbanyak tidak menyangka dirinya bisa menang. ”Saya baru pertamakali ikut turnamen seperti ini. Main casting juga baru kok, lebaran 2018 yang lalu pertamakali mencoba teknik casting.” Ungkap pria yang bernama asli  Andreas Juan.

Ia menambahkan,” persiapan biasa saja, Seperti cek alat pancing, PE dicek masih bagus apa tidak, hook apakah masih tajam atau sudah tumpul. Saya gunakan set tackle UL denga PE 6 lb dan leader 10 lb ditambah lure 3,8 cm tipe suspend.”

Adapun strategi yang dilakukan adalah mempelajari sifat spesies yang diincar seperti habitatnya dan lain-lain sehingga bisa tahu ke titik mana harus melempar.

Om Wen Wen aka Andreas Juan
Om Wen Wen aka Andreas Juan

Hal yang paling berkesan menurut Om Andreas adalah saat lomba mancing.” Berkesan sekali saat dapat koleksi spesies baru, ditambah ramainya peserta sampai-sampai kolam rasanya penuh.” Jelasnya. Beliau juga merasa even berjalan sangat fun dan berharap semoga ke depan CB bisa mengadakan helatan yang lebih besar serta lebih seru.

Juara 2 spesies terbanyak jatuh kepada Om Rudi Jr. Angler asal Lamongan ini datang bersama 3 orang kawan satu timnya. Piranti yang ia gunakan tergolong dalam kelas ekstrim UL.  Dengan Joran kelas 1-4 lb dan reel ukuran 1000 ia berhasil landed berbagai spesies ikan.

“Persiapan sih gak seberapa, karena udah sering juga mancing di situ. Cuma sedikit tips dari saya, kalau dikolam UL cukup gunakan soft lure dan mainnya di pinggir. Soalnya, ikan banyak bersembunyi di bebatuan pinggir kolam. Senang banget bisa juara kemarin. Semoga tahun depan acara lebih meriah lagi.”Ungkap pria yang bernama lengkap Rudi Ono ini dengan semangat.

Om Rudi Jr menerima hadiah juara 2
Om Rudi Ono menerima hadiah juara 2

Sementara Om Opeck Switch mengaku baru pertamakali mancing di Monstero. ”Karena belum pernah ke situ, jadi untuk persiapannya lebih banyak tanya-tanya teman yang udah biasa mancing di Monstero.” Jelasnya.

Menggunakan set  UL dengan joran 2-6 lb, PE 0,6 dan leader 20 lb ia berhasil menyabet juara ke 3 kategori utama.”Gak nyangka bisa menang, soalnya saya hampir tidak pernah mancing kolaman, selama ini cuma casting gabus dan payus. Kadang ngoncer liaran, mungkin berkat doa anak juga.” Tambahnya.

Om Opeck menerima hadiah juara 3
Om Opeck menerima hadiah juara 3

“Mengetahui karakter ikan target, cara memainkan lure dan selebihnya faktor keberuntungan.” Ungkap pria yang bernama asli Arofik ini, saat ditanya tips singkat mancing casting kolaman. Ia berpesan,” Semoga even seperti ini terus berlanjut, saya antusias sekali mengikutinya dan sangat bahagia sekali meskipun tidak juara 1, hehehe.”

Selain lomba mancing, friendly tournament CB ini juga menyediakan stand bazzar bagi tackle shop dan kawan-kawan dari Lure Maker Indonesia.

Di akhir sesi wawancara – Sebagai Ketua, Om Ronald berharap agar Caster Brotherhood semakin maju dan inovatif. Bisa membawa hal-hal baru di dunia mancing khususnya teknik casting dan luring serta bisa menjadi wadah yang tepat bagi angler tanah air.

”Untuk panitia saya benar-benar memberikan apresiasi atas usaha dan kerja kerasnya – khususnya totalitas yang sudah diberikan dari awal hingga akhir acara. Untuk peserta saya berharap tetap kompak dan selalu menjaga erat persaudaraan serta tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini.” Pesan Om Ronald.

Sukses selalu buat Caster Brotherhood, semoga semakin banyak inovasi-inovasi dalam dunia mancing yang bisa ditularkan kepada angler tanah air. Bravo angler Indonesia!

Galeri Foto

Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat

 

Kepulauan Mentawai, Surga Mancing Kelas dunia

Kepulauan Mentawai, Surga Mancing Kelas dunia

Kepulauan Mentawai merupakan salah satu kabupaten yang berada di Sumatera Barat. Terdiri dari beberapa gugusan pulau serta dikelilingi oleh samudera hindia, yang menjadikannya salah satu destinasi wisata bahari yang sangat menarik. Keindahan pemandangan dan kekayaan alam bawah lautnya  menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.  Kepulauan ini pernah dinobatkan sebagai salah satu spot mancing saltwater terbaik di indonesia.

Kepulauan Mentawai
Kepulauan Mentawai

Di tahun 2015 Pemerintah wilayah pernah menggalakkan wisata mancing sebagai program andalan daerah, dengan memperkenalkan 43 spot andalannya. Hingga saat ini spot-spot tersebut masih menjadi primadona para pemancing yang datang ke sana.

Daya tarik lainnya seperti kearifan lokal, budaya, wisata alam flora dan fauna juga menambah nilai eksotis dari kepulauan yang dinamai berdasarkan nama suku aslinya ini. Sebagai informasi, kepulauan indah ini juga dinobatkan sebagai tempat berselancar terbaik ke 3 di dunia.

Suku Mentawai
Suku Mentawai (foto:takaitu.com)

Gugusan Kepulauan mentawai (foto pasbana.com)
Gugusan Kepulauan mentawai (foto pasbana.com)

Spotmancing.com berkesempatan mewawancarai Om Jeppy Saogo, angler asal Tuapejat kecamatan Sipora Utara – Mentawai. Ia mengungkapkan,” Laut mentawai merupakan perairan yang sangat potensial untuk memancing. Kapal-kapal nelayan dari sibolga, Tanah Tepi dan pulau lain, sering bolak-balik mencari ikan di sini. Segala macam alat penangkap ikan memenuhi perairan Mentawai.”

Di tempat yang jadi bagian wilayah Provinsi Sumatera Barat ini, kita bisa menargetkan beragam jenis spesies ikan air dengan kondisi berkelimpahan. pasalnya  spot-spot di kepulauan ini menyediakan beragam spesies yang memang sering menjadi incaran para pemancing.“Spesies ikan di sini variatif seperti yellow dan bluefin tuna, doggie, mackerel, GT, Green Job Fish, swordfish dan lain-lain tersebar di seluruh area.’ TambahOm Jeppy.

Jeppy Saogo
Pakaelat Fishing Club (PFC)
Pakaelat Fishing Club (PFC)

Musim memancing biasanya mengikuti jadwal yang kurang lebih sama dengan daerah lainnya di Indonesia. “ Saya biasanya belajar sama nelayan. Tergantung pasang-surut air laut, deras arus, dan juga fasa bulan. Pada saat bulan purnama nelayan mengeluhkan ikan malas makan umpan. Namun saya pernah coba main popper malam hari saat purnama justru ikan makin garang ngejar popper. Jadi teknik memancing juga kita sesuaikan.” Jelas Om Jeppy.

Syaqif Ari, admin grup PFM
Syaqif Ari, admin grup PFM

Untuk menuju spot-spot memancing yang tersebar diantara Pulau  Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan ini, Om Jeppy mengungkapkan bahwa paling lama 45 menit dengan boat bermesin 5 pk. Namun jika menggunakan mesin 40 pk bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih hanya 4-10 menit. Cukup dekat bukan.”Kami punya lokasi khusus untuk teknik Jigging dan Popping, biasanya dishare dengan komunitas, namun kami rahasiakan pada nelayan untuk menjaga spot agar tetap aman dari illegal fishing dan over fishing.” Terangnya.

Angler yang juga anggota Pakaleat Fishing Mentawai ini mengatakan,”Dulu kami masih menggunakan umpan hidup saat memancing, karena strikenya yang lamban akhirnya saya dan kawan kawan mulai giat menggunakan teknik-teknik moderen seperti jigging dan popping.” Uniknya, anggota komunitas ini membuat sendiri umpan-umpan tiruannya. “ Popper kami bikin sendiri termasuk metal jig juga. Lebih leluasa dalam modifikasi bentuk dan warna. Lure pabrikan selain mahal kadang hanya cocok di laut tenang, kurang sesuai untuk spot di sini.” Jelasnya.

Popper hasil kreasi angler mentawai
Popper hasil kreasi angler mentawai

Komunitas yang berdiri 2 tahun lalu ini berawal dari hanya 5 orang anggota. Namun kini anggotanya sudah di atas 20 orang. Selain potensi mancing menurut Om Jeppy Saogo kepulauan mentawai sangat cocok untuk bisnis peralatan pancing serta fishing charter. Mengingat masih sedikit jasa penyewaan kapal moderen untuk memancing di kepulauan yang berjuluk Bumi Sikerei ini. Akomodasi pun masih terbatas dan kurang memadai sehingga peluangnya masih sangat besar.

Dibalik besarnya potensi bisnis mancing di Mentawai, Om Jeppy menyayangkan masih ada beberapa oknum nelayan yang menggunakan cara-cara ilegal dalam menangkap ikan.” Meskipun ada beberapa nelayan yang sudah sadar dan memilih menggunakan cara-cara tradisional yang tidak dilarang, Sayangnya masih ada saja nelayan yang menggunakan potassium dan bom Ikan. Aksi mereka luput dari pantauan pihak berwajib.”Ungkapnya kesal. Illegal fishing seperti ini tentu saja akan merusak ekosistem alami dan jika tidak dihentikan lambat laun bisa saja hasil laut di kepulauan Mentawai semakin berkurang dan peluang usaha bahari hanya tinggal kenangan.

Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai

Angler kelahiran mentawai ini juga mengutarakan harapannya ke depan terhadap keberlangsungan potensi mancing di daerahnya. “ Saya harap masyarakat nelayan segera sadar bahwa laut adalah sumber penghidupan yang berkelanjutan. Bagian yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat kepulauan mentawai, semoga tidak ada lagi illegal fishing dan pemerintah setempat bisa tegas terhadap masalah ini agar keindahan kepulauan mentawai tetap terjaga.” Harapnya.

Semoga apa yang diharapkan Om Jeppy dapat tercapai. Cara penangkapan ikan oleh nelayan memang sangat mempengaruhi Keberlangsungan habitat dan ekosistem laut. Tidak hanya di Bumi Sikerei, hampir di seluruh perairan Indonesia illegal fishing masih saja menjadi momok yang begitu sulit untuk diberantas. Kesadaran semua pihak adalah hal yang terpenting. Indonesia negara agraria yang luas, mari kita jaga dan lestarikan agar tak hanya di Mentawai namun seluruh perairan indonesia bisa menjadi destinasi olahraga memancing yang menyenangkan.

Castinger Se- Kalimantan Barat, Salam Kompak Selalu!

Castinger Se- Kalimantan Barat, Salam Kompak Selalu!

Kebersamaan begitu melekat di acara buka puasa bersama bertajuk “Menjalin Silaturahmi dan Keakraban Castinger se-Kalimantan Barat”. Tua-muda, angler baru maupun senior – dari berbagai komunitas yang ada di Kalimantan Barat, membaur di helatan tahunan ini. Spotmancing.com mendapatkan kehormatan untuk langsung merasakan atmosfer kehangatan dan keakraban mereka.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun acara bukber terus berlanjut, Ini yang ke 4, awalnya kita agak pesimis karena tadi sempat hujan. Ungkap Om Hery Baron – admin di grup Mancing Komunitas Dunia Air (KONDA). “Namun semuanya semangat karena makin dekat waktu berbuka, semakin ramai yang datang,” tambah angler senior ini

Hery Baron
Hery Baron

Silaturahmi yang digagas oleh River Squad dan segenap angler yang ada di Pontianak ini, dihadiri hampir seluruh perwakilan komunitas dari kabupaten-kabupaten di luar kota Pontianak dan sekitarannnya, seperti Mintas Mabas Fishing Adventure (MMFA) Sintang, Adau Fishing Club (AFC) Sekadau, Melawi Angler, Ketapang Fishing Club, Kapuas Hulu Angler, Kelam Fishing Club, Sanggau Anglers Brotherhood, Kendawangan Wild Fishing Team (KAWTE), Angler Sambas Community, Angler Singkawang, A2FT, Happy Fishing, Castinger Pontianak, Predator Fishing, Funbornity dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Bang Apri Nyipa – salah satu panitia, mengungkapkan bahwa sebenarnya persiapan terhitung mendadak. Panitia hanya punya waktu 4 hari saja untuk bersiap. ” Namun kerja keras kawan-kawan dan berpatokan dari tahun sebelumnya even ini bisa terselenggara,” sahut Bang Apri.

Apri Nyipa (kanan) berfoto dengan tim Spotmancing Shop
Apri Nyipa (kanan) berfoto dengan tim Spotmancing Shop

Namun menutut Bang Apri penyelenggaraan tahun ini kita agak diubah sedikit konsepnya, dimana pada tahun ini angler diundang secara terbuka di media sosial tanpa dipungut biaya. Undangan terbuka ini rupanya membuat angler yang hadir lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Mudah – mudahan acara kumpul seperti ini tidak hanya setahun sekali. Nanti kita agendakan acara lain seperti bakti sosial atau kegiatan amal dan mancing bareng, kalau bisa 3 bulan sekali sehingga makin mempererat tali silaturahmi kita”. Jelas salah satu punggawa River Squad ini.

Takjil berderet telah disuguhkan panitia, Om Heri Kurniawan AKA Bang Ocos mulai mengangkat mic mencairkan suasana dengan guyonan-guyonan khasnya yang disambut tawa para peserta. Dilanjutkan dengan  berbuka dan sholat maghrib berjamaah bagi yang beragama Islam.

Pak Abas memimpin doa
Pak Haji Abas memimpin doa

Dalam keseruan malam itu, Pak Haji Abas, salah satu angler yang dituakan di Kalbar berpesan agar pemancing jangan mudah terpancing isu-isu negatif, apalagi menjelang pemilu. “Jangan sampai silaturahminya putus, mancing ya mancing. Jangan dicampuradukkan dengan politik.” Ungkap Pak Haji dengan disambut riuh tepuk tangan semua yang hadir. Beliau juga berharap  program catch and release bisa digalakkan kembali agar anak cucu kita kelak masih bisa merasakan sensasi strike ikan-ikan legendaris Kalbar.

Menyangkut hal tersebut, Bang Ocos juga ikut menambahkan,” Memang dulu kita banyak antar komunitas yang saling berselisih paham, sekarang saya lihat sudah semakin kompak, jangan sampai termakan isu-isu provokatif. Kalbar sampai saat ini masih jadi tolak ukur sportfishing freshwater di Indonesia. Banyak kawan-kawan kita di luar pulau berharap agar angler Kalbar mengadakan open trip – bahkan ada yang sampai sakau akut gara-gara melihat postingan anglerangler Borneo posting di grup – grup FB. Untuk itu, rencana kedepannya akan kita usahakan untuk membuat even-even yang jauh lebih besar, kami juga berharap kawan-kawan juga bisa turut andil menyumbangkan ide-idenya.” Ungkap salah satu pro angler asal Pontianak ini. Suasana kembali riuh dengan tepuk tangan.

Bang Ocos
Bang Ocos

Tibalah acara pembagian doorprise yang paling ditunggu. Bang Fassa, sesepuh Funbornity mulai berkeliling meminta perwakilan peserta mengambil kertas untuk diundi. Sekeranjang hadiah berupa lure, kaos dan aksesoris mancing lainnya telah disiapkan. Benar-benar banjir hadiah, sampai dua kali putaran hingga semua peserta yang hadir kebagian semua. Hadiah-hadiah ini datang dari berbagai sponsor seperti D2 Adventure, X-Lure, Koh Ahui, Om Murjanto Tanjung, dan toko-toko online serta sumbangsih angler yang ada di Pontianak.

Sementara dari pihak sponsorship seperti Koh Ahui dan Koh Alex Riady mengungkapkan rasa bahagianya. Mereka terharu dengan antusiasme kawan-kawan yang hadir. “Terasa tidak ada perbedaan, semua membaur, dan semoga kedepan pesertanya bisa lebih ramai dan acaranyapun lebih besar lagi,” Ungkap Koh Ahui.

Pak wahyudi ( lemeja putih) bersama Dhoni Achil (Owner D2 Adventure)
Pak wahyudi ( lemeja putih) bersama Dhoni Achil (Owner D2 Adventure)

Di penghujung acara, Pak Wahyudi, member River Squad yang juga merupakan tuan rumah di acara ini juga memberikan testimoninya.”Alhamdulillah, benar-benar di luar dugaan. Buka puasa yang kita adakan di tahun-tahun sebelumnya peserta yang hadir biasanya sekitar 30-an. Sekarang yang hadir sampai seratus lebih. Semoga tahun depan makin banyak lagi. Harapan saya agar tidak ada lagi blok-blok antar komunitas, jadikan mancing ini sebagai hobi pemersatu, jangan ada kepentingan lain yang berdampak negatif terhadap masa depan dunia mancing di Kalimantan Barat.” Ungkap Pak Wahyudi dengan semangat.

Tuntasnya hajatan ini ditandai dengan foto bersama. Semua angler berkumpul ke dalam satu frame sebagai simbolis akan kompak dan solidnya mereka. Bahkan saat acara telah selesai masih banyak yang saling bercengkerama dan berdiskusi sambil berbagi pengalaman dan bertukar pikiran. Baik angler senior maupun pemula, yang kenal dan belum kenal Semua menyatu seolah-olah sobat lama yang baru bersua.

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan pada spotmancing.com. Sambutan dan keakraban yang hangat kami rasakan. Semoga keharmonisan Angler Bumi Khatulistiwa ini tersiar ke seluruh pelosok negeri dan menjadi contoh bagi daerah lainnya. Salam kompak selalu!

 

 

Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Komunitas mancing yang satu ini berdiri sejak 2014 atau 4 tahun yang lalu. Bermarkas di Cileungsi, Bogor dan dibentuk langsung oleh angler-angler asal Cileungsi dengan nama awal Extreme Castinger Cileungsi (ECC). Dibubuhi kata extreme karena anggota ECC ini merupakan angler-angler yang suka blusukan ke spot-spot ekstrim.

Atas keputusan bersama dan banyaknya anggota yang berasal dari luar cileungsi maka ECC bermetamorfosis menjadi Ekstreme Castinger Community dengan anggota sekarang yang telah mencapai ribuan castinger dari berbagai daerah dan komunitas.

Di hari jadinya yang ke-4, tanggal 10 Mei 2018 yang lalu ECC mengadakan Castbar dengan tema “ECC Saling Berbagi”. Menurut Ketua ECC, Om Uun Syahru Suryawan, tema saling berbagi bermaksud agar hobi mancing ini jangan sampai hanya sekedar mancing, tapi dibalik itu kita semua harus ditunjukkan bahwa castinger juga peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Baik dari segi lingkungan dan segi kemanusiaan.

Dalam even tersebut ECC mengadakan kegiatan amal berupa menyantuni anak yatim di sekitaran even serta sumbangan pada masjid terdekat. Castbar ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar anggota ECC menjelang bulan suci Ramadhan.

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Acara yang dihadiri 120 orang peserta dari berbagai grup dan komunitas ini berlangsung sukses dan meriah.”Karena minimnya persiapan jadi peserta kami batasin 50 orang  tadinya per grup/komunitas maksimal 5 orang.  Tapi melihat antusiasme dan usulan kawan jadi saya tambahin kuotanya jadi 10 orang per grup/komunitas jadi 100 peserta.
Tp alhamdulillah yg hadir total jadi 120 orang peserta.” Jelas Om Uun.

Acara dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Selain acara amal diadakan juga lomba mancing dengan target ikan spesies barramundi, payus, barracuda, dan tarpoon. Teknik yang diperbolehkan hanya teknik casting menggunakan umpan tiruan dan harus memancing di tempat yang disediakan panitia. Ketat juga ya peraturannya, gak bakalan ada yang curang deh, hehe.

 

Meskipun peraturan lomba lumayan ketat, ternyata panitia tidak sembarangan membuat peraturan. Hal ini dikarenakan spot yang dipilih sebagai tempat berlangsungnya even memang menyimpan banyak spesies-spesies tersebut di atas. Spot liar tambak bandeng dan rumput laut di Buni Baru, Sembilangan, Babelan Bekasi dipilih sebagai tempat berlangsungnya even. “Spot ikan air tawar seperti ikan gabus di Jakarta minim, dan sekarang lagi ngetrend Ultralight Fishing atau UL dengan target ikan air asin meskipun peraturannya tackle bebas. Tambak di Buni Baru cocok dengan keinginan kita.” Ungkap Om Uun alasan dipilihnya spot tersebut.

Sembilangan yang terletak di Bekasi Utara memang terkenal akan desa penghasil bandeng. Dengan banyaknya tambak bandeng yang ada di sana, tempat ini menjadi salah satu surganya mancing di Bekasi. Ikan-ikan seperti barramundi, barracuda dan payus dianggap sebagai hama yang sering masuk ke tambak dan memangsa ikan-ikan bandeng. Masalah bagi pemilik tambak tapi anugerah bagi para pemancing.

ECC memang tidak salah pilih tempat, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang strike ikan target. Pemenang dipilih berdasarkan ikan terberat. Adapun pemenang-pemenangnya adalah sebagai berikut:

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Spesies : Barramundi
Berat : 1.445 gram

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)

Juara 2 : Tango (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 705 gram

Juara 2 : Tango (BAF)
Juara 2 : Tango (BAF)

Juara 3 : Asong Statham (KCB)
Spesies : Baracuda
Berat : 670 gram

Juara 3 : Asong Statham (KCB)

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)
Spesies : Barramundi
Berat : 670 gram

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)

Juara 5 : Angga (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 430 gram

Juara 5 : Angga (BAF)
Juara 5 : Angga (BAF)

Selain hadiah untuk para pemenang, even ini juga banjir doorprize. “Alhamdulillah hadiah sampai juara 5, doorprize 120 orang peserta kebagian semua. Kalau dibilang sih bukan sponsor tapi donatur. Soalnya even ini ga pakai proposal. Kebanyakan dari sumbangan perorangan.” Jelas Om Uun.

Melalui akun FB-nya Om Uun juga menyampaikan “Dibalik suksesnya acara CastBar ECC “Saling Berbagi” bukan semata-mata karena kami sendiri tetapi juga karena partisipasi dari panitia pelaksana, teman-teman ECC pada khususnya, teman-teman castinger baik dari perorangan, grup/komunitas dan juga bantuan dari RT serta warga setempat. Untuk itu saya pribadi selaku ketua pelaksana mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat teman-teman yang telah ikut hadir dan menyisihkan waktu dan rejekinya demi kelancaran dan suksesnya acara. Terimakasih juga buat teman-teman yang sudah support dari segi hadiah dan doorprize berupa barang maupun uang. Saya pribadi, panitia dan teman-teman ECC mohon maaf apabila ada salah baik dari segi perkataan, perbuatan dan dalam penyelenggaraan serta mohon maaf buat teman-teman yang tidak sempat kami undang. Terimakasih buat semuanya.”
Om Uun juga berpesan

“Pesan saya sih agar teman-teman castinger Indonesia peduli akan lingkungan atau warga sekitar. Jadi kita tidak Cuma sekedar menyalurkan hobi, tapi ada kenangan atau kesan baik yang kita tinggalkan dan berguna bagi lingkungan dan warga sekitar spot-spot yang kita gunakan. Jadi menghilangkan imej negatif teman-teman castinger Indonesia.”

Sungguh indahnya berbagi ala Extreme Castinger Community ini. Selamat ulang tahun ECC, Semoga bisa menjadi contoh bagi komunitas lain. Seperti kata om Uun “Mancing jangan hanya sekedar mancing, berilah dampak positif bagi lingkungan dan kemanusiaan!”

https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=am2oeOjLEws