Serunya Sensasi Freshwater Jigging

Serunya Sensasi Freshwater Jigging

Teknik yang menggunakan umpan-umpan jig ini biasanya digunakan di air asin atau di laut dengan target ikan-ikan dalam. Lantas bagaimana jika diadaptasikan di air tawar, apakah bisa?. Di Negeri Paman Sam,  freshwater jigging adalah hal yang lumrah, mereka biasanya menargetkan  spesies – spesies seperti trout, salmon dan walleye. Musim dingin adalah waktu terbaik menggunakan teknik ini karena ikan-ikan tersebut berada di kedalaman sungai atau danau.

Di Indonesia sendiri jarang sekali angler-angler menggunakan teknik jigging di air tawar.Mereka lebih memilih dasaran atau casting. Selain karena tidak terbiasa, spot freshwater yang memungkinakan untuk teknik satu ini pun tergolong sedikit. Meski demikian, ada beberapa pemancing yang telah mengadaptasikan teknik ini di area freshwater – khususnya danau.

Satu dari beberapa penggemar teknik freshwater jigging ini adalah Om Viven.  Angler asal Payakumbuh Sumatera Barat ini mengaku tanpa sengaja menggunakan teknik jigging di danau. “Awalnya saya sering dapat hampala dengan cara casting. Suatu hari – saat lagi dasaran, senar yang diulur tidak sampai menyentuh dasar danau.  Kebetulan bawa set casting yang sudah terpasang lure spoon. kemudian saya gunakan  untuk mengukur kedalaman spot tersebut. Setelah terukur saya gulung,  tiba-tiba ditarik yang ternyata saat dinaikkan adalah ikan hampala. Iseng-iseng coba lagi dan dapat sambaran lagi. Akhirnya sampai sekarang hampir tiap turun mancing  saya gunakan teknik jigging.” Jelas Om Viven. Akibat eksperimen tak sengaja ini,  membuatnya lebih mempercayakan  spoon sebagai lure andalan ketimbang metal jig.

Om Viven
Om Viven

Pria yangr bernama lengkap Musral Efendi ini mengungkapkan kelemahan teknik ini dibanding lainnya adalah hanya bisa untuk target ikan hampala. “Sejak awal sampai sekarang belum pernah mendapatkan spesies lain. Untuk target ikan-ikan snakehead seperti gabus dan toman saya masih mengandalkan teknik casting,” Imbuhnya.

Danau PLTA Koto Panjang menjadi spot andalan Om Viven. Danau buatan yang memiliki pemandangan indah ini memang sudah lama terkenal sebagai penghasil ikan dan menjadi sandaran perekonomian warga sekitar. Di kalangan pemancing sendiri, daerah ini terkenal akan spesies-spesies ikan predator seperti toman, gabus dan hampala. Tak heran jika dijumpai banyak angler lokal dan luar daerah yang memancing di sini. Dengan kedalaman yang berkisar diantara 30-50 meter manjadikan danau ini tempat yang cocok untuk teknik jigging.

Agar strike rate tinggi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.” Usahakan cari spot yang memiliki kedalaman di atas 25 meter dekat keramba. Jangan mengulur umpan terlalu dalam agar tidak tersangkut kayu-kayu atau akar mati di  dasar danau,” terang Om Viven.

“Saya biasanya di kedalaman maksimal 20-25 meter, dengan menggunakan lure spoon yang agak berat biar cepat tenggelamnya,” tambahnya. Untuk masalah waktu, Ia menyarankan agar memancing jiging saat cuaca terik. Pasalnya, adalah karena hampala lebih mudah melihat spoon yang berwarna mengkilap.

‘Untuk air jernih gunakan spoon kuningan, jika keruh gunakan yang berwarna perak atau chroom,” saran Om Viven. “Lakukan juga fast retrieve karena hampala termasuk ikan perenang cepat.” Ungkap Om Viven tentang tips-tips jigging di danau. Ia menambahkan,” Tidak semua spot di danau ada hampala di kedalamannya. Predator ompong ini kebanyakan berkeliling dan berburu di bawah keramba-keramba yang berisi ikan berukuran kecil  atau masih bibit.  Terutama yang berisi benih ikan mas karena  ikan ternak satu ini adalah mangsa favoritnya.  Kalau yang isinya ikan besar sangat tipis harapan ada hampalanya.” Menurutnya tips-tips ini juga bisa diterapkan di daerah lain yang memilki karakteristik danau dan spesies yang sama.

Strike rate tinggi jika caranya benar
Strike rate tinggi jika caranya benar

Set pancing yang digunakan angler satu ini terbilang kelas berat. Set casting dengan joran  line rate 25 lbs, senar PE nomor 5, leader 60 lbs dan lure spoon single hook 50 gram menjadi andalannya .” Saya menggunakan piranti BC karena saat menggunakan Spinning, umpan lama jatuhnya.  Mula-mula pakai joran 8-17 lbs, dua kali patah gara-gara full drag dan tenaga hampala di sini  bisa dibilang lebih kuat daripada tarikan toman. Reel baitcasting pun sudah dua yang hancur dihantam hampala 5 Kg up, hehe.” Ungkapnya. Sudah tak terhitung lagi jumlah ikan hampala yang ia dapatkan menggunakan set pancing tersebut. Saking asiknya teknik satu ini ada beberapa tamu Om Viven yang kecanduan.”Ada yang keracunan dosis tinggi, Hampir setiap hari ke sini sampai-sampai saya yang malu menerima uang rental perahunya.” Ceritanya.

Selain memancing, ternyata Om Viven juga menawarkan jasa penyewaan perahu dan fishing guide di Danau PLTA Koto Panjang. Dengan perahu yang mampu menampung maksimal 3 orang ia biasa berkeliling danau. “Mancing sih gak sering, tapi tiap hari.Hahaha!,” Kelakarnya.  Bagi yang ingin merasakan sensasi strike hampala dengan teknik jigging di danau dapat menghubungi Rental perahu Ahza milik Om Musral Efendi di nomor 081261176423. Tak hanya teknik jigging, beliau juga menerima request mancing teknik lain seperti casting, pelampungan dan dasaran dengan syarat penyewa membawa sendiri kelengkapan pancingnya. “Bisa menggunakan jasa tekong, bawa sendiri atau sistem antar jemput. Spotnya pun bisa pilih sendiri atau kami yang antar ke spot-spot potensial.” Promosi Om Viven.

Jasa penyewaan perahu milik Om Musral Efendi
Jasa penyewaan perahu milik Om Musral Efendi

Bagi angler – angler Nusantara yang di daerahnya ada sungai arus tenang atau danau dengan kedalaman yang cukup dan ada Hampala barb-nya boleh langsung dicoba nih. Tapi ingat ya, minimal kedalaman di atas 25 meter .Jangan pula danau 2 meter dijigging, yang terjadi adalah, 3 kali gulung  sudah naik umpannya , hehe. Good luck dan lestarikan mancing!

Spot mancing keren hampala Wonogiri – Kali Gedong!

Spot mancing keren hampala Wonogiri – Kali Gedong!

hampala Wonogiri

Spot yang bersih dari sampah organik dan non organik membuat aktifitas memancing lebih nyaman dan betah berlama-lama untuk memainkan set tackle. Selain itu dengan ekosistem yang terjaga, populasi ikan pun menjadi sangat baik. Inilah salah satu keunggulan spot mancing hampala Wonogiri di kali Gedong.

Didukung oleh view yang cukup menarik, kondisi sungainya pun tak tercemar oleh limbah-limbah dari pemukiman warga. Hal ini diakui oleh Arif Bintang, seorang castinger yang memiliki pengalaman mancing Hampala di sungai tersebut. Suasana khas pedesaan serta diselimuti oleh pepohonan rindang, menjadi alasan utama angler ini senang casting di kali Gedong. “Diluar itu, ikan-ikan di sungai ini melimpah, apalagi hampala nya cukup gemuk-gemuk mas,” terangnya.

Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)
Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)

Titik spot hampala Wonogiri antara satu dengan yang lainnya pun cukup berdekatan, sehingga lebih nyaman untuk casting landbase. Wajar jika kali Gedong ini, rajin disambangi oleh dirinya. “Aliran airnya bersih, terus ada batu-batu yang berjejer di sepanjang sungai, makin membuat saya bergairah untuk mancing di spot yang oke ini hehehe..,” lanjutnya.

Banyak ikan yang berkembang biak di kali Gedong. Angler bisa leluasa nancang Tawes, Nila, Lele, Gabus,  hingga Baung. Tapi menurut Arif, jika angler dari luar kota tandang ke spot ini, harus pula merasakan tarikan hampala nya. “Salah satu ikan favorit saya nih. Kalau mancing di kali ini, saya usahakan bawa pulang hampala,” ujarnya.

Baca juga artikel: Cara jitu mancing ikan hampala

Ucapannya pun ia buktikan, ketika berhasil strike hampala size besar. Didukung oleh leader 30 lbs, reel baitcasting 8-17 dengan line pe 1,5, ia pun berhasil strike ikan pemangsa di perairan tawar ini beberapa ekor. “Semakin kecil ukuran set tackle akan semakin terasa tarikan ikannya,” kata Arif.

Waktu terbaik mancing hampala di spot ini, umumnya saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, dimana debit air serta arus tidak terlalu kecil dengan tingkat visibilitas yang cukup. “Cuaca gini, bikin hampala jadi agresif karena lebih suka bermain di titik yang tidak terlalu dalam,” Jelasnya. “Biasanya di dekat batu-batu besar, sekitaran pinggiran sungai. Pengalaman saya, waktu itu strike di spot-spot seperti ini,” sambungnya.

Arif Bintang
Arif Bintang

Mancing hampala pada pagi hari serta sore pun, seringkali ia lakukan, dimana hampala banyak yang berkeliaran mencari makanan. “Cuaca yang cocok ketika suhu air di lokasi spot tidak terlalu dingin, sehingga hampala pun cenderung aktif,” ucapnya.

Casting inipun ia barengi dengan umpan yang tokcer, sehingga target mendaratkan hampala pun terealisasi. Ia pun tak sungkan-sungkan untuk mencoba beberapa jenis lure untuk santapan iwak ini. “Kalau untuk casting, hampir semua jenis lure disukai oleh hampala. “Tapi untuk mencari sensasi sambaran, saya lebih sering menggunakan top water lure,” ujarnya. Sementara itu, penggunaan minnow nya, ia  lebih memilih tipe fast sinking 7 sentimeter, untuk kedalaman 0.8-1,5 meter, sehingga bisa meminimalisir luka pada ikan.

IMCS - Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)
IMCS – Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)

Lelaki asal Karang Anyar inipun menambahkan, mancing hampala dengan menggunakan umpan spoon sesekali ia gunakan. Action spoon, menjadi pilihannya karena memiliki kemiripan dengan makanan kegemaran hampala yang ada di spot ini. “Salah satu trik memainkan spoon adalah dengan melemparkan ke suatu titik dimana ikan-ikan kecil senang berkumpul. Naah, di titik inilah hampala akan mendekat dan langsung mencaplok umpan yang saya lempar,” jelas anggota Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (IMCS) ini.

Namun, tak sedikit juga rintangan yang ia hadapi, ketika bertandang ke kali Gedong. “Umumnya kan sungai itu punya kontur yang tak beraturan. Tak jauh beda sama kali Gedong, suka sulit memprediksi gerakan hampala,” terangnya. Kondisi spot yang variatif seperti ini, akan menuntut angler untuk lebih jeli dan cerdas dalam menentukan titik lemparan umpannya. “Selain senang bersembunyi di sela-sela bebatuan, ikan ini gesit juga. Karakter-karakter seperti inilah, yang harus saya pahami,” terangnya. Alasan ini ia kemukakan, karena saat awal-awal mancing di kali Gedong, ia sempat kesulitan menjinakan hampala. “Setelah paham lokasi keberadaan hampala, jadi penasaran terus mancing di spot ini,” paparnya lagi.

Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)
Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)

hampala Wonogiri

Baca jugaartikel:  Logawa: Spot mancing hampala unggulan kawasan Purwokerto

Benar apa kata Arif. Iwak yang satu ini, sering bersembunyi di pojokan tebing, belakang bebatuan yang dilewati arus hingga di palung-palung sungai. Hampala pun, termasuk jenis ikan yang rakus akan makanan, karena hampir semua jenis lure dicomot. “Pernah saya alami, baru saja ngelempar lure, langsung disambar sama hampala. Padahal saya belum sempat nge retrive. Lapar umpan nih ikan,haha..” ungkapnya. Apalagi arus air di kali Gedong ini cukup deras, sehingga angler harus cekatan dalam memainkan tackle. “Kalau arus lagi kencang, yang lebih utama bagaimana membuat hampala terkejut dan merasa terganggu lalu nyaplok umpan di kail saya,” sambungnya.

Konon, di kali Gedong ini masih ada hampala yang berukuran monster yang pernah terlihat oleh warga sekitar saat menyambar ikan. Walaupun, hingga saat ini belum ada pemancing yang berhasil mendaratkannya. “Saya dengar sih seperti itu kata warga disini. Tapi kalau memang benar, saya juga pengen strike predatornya hampala di kali ini, walaupun mungkin sulit, hahaha..” ungkapnya. Namun, yang jelas spot ini menjadi salah satu lokasi mancing favorit ia dan rekan-rekan di komunitasnya. “Tak hanya akhir minggu saja. Saat senggang, walaupun itu hari biasa, saya dan kawan-kawan menyempatkan mancing di kali ini,” lanjutnya.

Kali Gedong terletak di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngutoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi nya pun tak jauh dari jalan raya Wonogiri – Pacitan, sehingga mudah untuk mencapai spot itu. Angler yang berasal dari luar kota bisa menggunakan bis yang menuju ke Pacitan. “Nanti bilang saja, minta turun di jembatan Gedong Ngadirojo,” ujarnya. Banyak tempat makan yang bisa diperoleh angler, saat mancing disini. Sementara untuk penginapan hanya bisa angler temui 2 hingga 3 kilometer dari lokasi mancingnya.

Naah…jika angler kebetulan mampir ke kota ini, jangan lupa mencoba sensasi tarikan hampala di kali Gedong ya.. Informasi detail mengenai spot, langsung saja hubungi rekan kita Arif Bintang via akun Facebook nya, atau ke nomor 0857 4712 6206.

hampala Wonogiri

Cari spot mancing hampala di Jogjakarta? jajal Kali Code!

Cari spot mancing hampala di Jogjakarta? jajal Kali Code!

Dibutuhkan kesabaran serta kejelian seorang angler, saat mancing ikan di salah satu spot fresh water ini. Apalagi ikan yang ditancangnya senang berkumpul di perairan yang memiliki arus deras, yang terkadang tak mudah pula untuk ditaklukan. Ya, karakter ikan Hampala yang berkeliaran di sungai Code, memang cukup “licin” dan seringkali membuat penasaran angler.

Spotmancing.com memperoleh kesempatan berbincang dengan Bambang Apriyanto, salah satu angler yang berpengalaman nancang ikan Hampala di sungai ini.

Menurut Apri, panggilan akrabnya, ikan Hampala gemar berkeliaran di sungai-sungai yang cenderung dangkal. Seperti di sungai Code, habitat yang digemari oleh iwak bersisik besar ini. ”Banyak populasi Hampala, yang umumnya berada di sela-sela batu, yang dialiri oleh arus cukup deras,” ujarnya.

Spot Code. Sungai yang membelah kota Yogyakarta (dok.pribadi)
Spot Code. Sungai yang membelah kota Yogyakarta (dok.pribadi)

Sebenarnya, tak hanya Hampala saja yang hidup di sungai ini. Beberapa jenis ikan yang lainnya pun, tumbuh subur dan seringkali menjadi santapan angler. “Karena perairan ini dilewati oleh anak sungai Progo, menjadikan spesies ikannya jadi cukup banyak,” jelas Apri. Ikan Tawes, Wader, Mahseer, Lele Jawa, kating hingga ikan-ikan kolam sejenis Nila serta Mas pun berkembang biak secara alami. “Enak kalau mancing disini, ikannya banyak,” tambahnya.

Namun, menurut Apri, ikan Hampala lah yang seringkali menjadi target para castinger, apalagi  bagi para pemancing yang menetap di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Hal inipun didukung oleh populasi ikan Hampala, dimana pada saat ini, cukup baik dan habitatnya pun terjaga. Ini dapat dibuktikan dengan beragamnya ukuran ikan Hampala yang cukup besar dan layak untuk ditancang angler yang ingin mancing di sungai Code. “Ya…setidaknya, Hampala yang berukuran 20 hingga 50 sentimeter bisa diperoleh angler di sungai ini,” sebutnya.

Selain itu, makanan yang dicari ikan ini sangat melimpah di sungai Code, mulai dari udang hingga ikan-ikan kecil, sehingga perkembangannya cukup pesat. Kondisi inilah yang membuat penasaran pria Yogya tersebut, untuk bisa menaklukan ikan Hampala. “Selama kenal sungai ini, saya sempat beberapa kali strike Hampala yang beratnya mencapai 3 kilogram,” ujar Apri. Walaupun ukuran ikannya tak sebesar ikan-ikan ukuran babon, namun hal ini cukup memberikan kepuasan tersendiri.

“Pada saat ini, sudah lumayan bisa strike ikan seberat itu,” tambahnya. Apri menambahkan, beberapa tahun kebelakang, di sungai ini banyak ikan ikan bergeraham kuat ini yang berukuran besar, namun karena ekosistemnya tak terjaga, berdampak pada minimnya perkembangan ikan. “Sungai Code sempat dirusak oleh para penangkap ikan yang tak bertanggung jawab. Mereka seringkali menggunakan jaring, senapan angin, bahkan strum” sebutnya.

Ya, memang benar apa yang dikatakan Apri. Dulu saat ekosistem masih terjaga, banyak sekali rekor-rekor Hampala yang tercipta di sungai ini. Sangat disayangkan, karena ulah beberapa oknum yang menghalalkan segala cara, perkembangan berbagai macam spesies ikan termasuk Hampala jadi tersendat. “Mudah-mudahan tak ada lagi prilaku negatif semacam itu,” harapnya.

Habitat ikan Hampala cenderung di sungai dangkal (dok.pribadi)
Habitat ikan Hampala cenderung di sungai dangkal (dok.pribadi)

Namun pada saat ini, angler tak perlu khawatir akan kehidupan ikan Hampala di sungai Code, karena perkembangannya sangat positif. Tentunya, ini menjadi berita yang menggembirakan, sehingga, angler bisa kapan saja mancing ikan Hampala di area fresh water tersebut.

” Kita pantau dulu kondisi airnya. Biasanya kalau masuk musim hujan, debit airnya suka tinggi,” saran Apri. Ia pun menambahkan, jika mancing ikan ini selalu menjadi daya tarik tersendiri buat dirinya. “Ikan Hampala mempunyai karakter dan tarikan beringas yang bisa bikin ketagihan,” ucapnya.

Apri saat strike Hampala (dok.pribadi)
Apri saat strike Hampala (dok.pribadi)

Untuk bisa strike ikan ini, Apri menyarankan agar menggunakan piranti casting yang ringan dan tentunya cocok untuk perairan semacam Code ini. “Bisa pakai kelas rod 8 hingga 12 lb atau maksimal 20 lb. panjangnya diangka 2,1 meter atau lebih,” sarannya. Joran tersebut, ia padukan dengan reel kelas 1000 – 3000, line PE 0,5 – 1,5. “Kalau umpannya, saya biasa gunakan beberapa jenis, seperti Top Water, Mini Popper, Stickbait serta Minnow yang kecil ukuran 5-7cm dengan berat 8-15 gram,” ujarnya lagi. Apri juga menambahkan supaya angler  menggunakan kail dengan kekuatan 2x strong atau 3x strong, maklum hampala kerapkali sukses membuat begang atau patah kail abal-abal.

Siapkan piranti dan umpan yang pas (dok.pribadi)
Siapkan piranti dan umpan yang pas (dok.pribadi)

Sungai Code –warga Yogyakarta seringkali menyebutnya kali Code–, merupakan perairan yang membelah kota ini. Aliran sungainya, memiliki hulu di Kabupaten Sleman yang melewati kota gudeg ini, dan bermuara di Kabupaten Bantul. Tepatnya, sungai ini memiliki hulu di utara, atau dibawah lereng gunung Merapi melalui sungai Boyong dan membelah kota Yogyakarta. “Hilir sungai Code berada di selatan kota Jogja dan masuk ke sungai besar Opak yang bermuara langsung ke laut,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, jika sungai Code sangat indentik dengan sungai yang diapit oleh pemukiman padat penduduk. “Lebarnya kurang lebih 10 meter dan panjang dari hulu ke hilir sekira 90 kilometer,” sebut lelaki yang menetap di Sleman ini.

Lokasi spot berada di kampung Code, tepatnya Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Jaraknya kira-kira 7 kilometer dari bandara internasional Adisucipto, dan untuk mempersingkat waktu perjalanan, angler bisa menggunakan taksi menuju wilayah tersebut. Jika menggunakan bis antar kota, angler berhenti di terminal Giwangan, yang berada di sebelah selatan kota ini dan perjalanan dilanjutkan dengan naik  Trans Jogja ataupun bis kota. Terakhir, angler bisa menggunakan kereta api dan turun di stasiun Tugu. Jaraknya hanya beberapa ratus meter saja, sehingga angler bisa berjalan kaki untuk mencapai spot ini. “Karena lokasinya masih berada di perkotaan, jadi tak sulit untuk dijangkau,” ujar Apri.

Selama melakukan aktifitas mancing di sungai ini, angler tak perlu khawatir akan penginapan dan tempat makan. Di sekitar spot ini, angler tak akan kesulitan untuk menemui kedua fasilitas publik tersebut.

Ingin puas casting Hampala di sungai Code? Untuk lebih jelasnya, angler bisa langsung hubungi Apri GT’Holic via akun Facebook nya.

Setitik Harapan Di Sungai Ciliwung

Setitik Harapan Di Sungai Ciliwung

Sungai Ciliwung yang membentang mulai dari Bogor-Depok hingga Jakarta tentunya sudah familiar bagi warga ketiga kota tersebut. Kesan buruk sungai Ciliwung khususnya bagi warga ibukota Jakarta tidak lain adalah kotornya air dan banyaknya sampah yang hanyut di aliran sungai ini. Ulah manusia yang masih sengaja membuang sampah sembarangan ke sungai disinyalir menjadi penyebab utama polusi air yang parah.

Batang air yang sedianya menjadi habitat ikan-ikan air tawar seperti Hampala, Tombro dan lain-lain semakin hari kian buruk kondisinya di sungai Ciliwung. Hampir jarang kita temui ikan-ikan air tawar membiak di  Sungai Ciliwung.

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Ditengah kecilnya harapan para pemancing ibukota untuk merasakan sensasi memancing di sungai sepanjang 97 km tersebut, ada satu spot di daerah Cibinong yang ternyata masih terdapat habitat ikan Hampala nya. Spot Ikan Hampala di Sungai Ciliwung ini merupakan setitik harapan bagi para penggila mancing freshwater dimana saat ini sudah sangat sulit menemukan spesies ikan Hampala di Sungai yang bermuara di Kampung Luar Batang – Jakarta Utara tersebut.

Spotmancing.com kali ini berhasil mewawancari Nurvi Anto-castinger spesialis ikan Hampala yang berdomisili di Cibinong. Nurvi Anto yang sudah kurang lebih 5 tahun mengexplore sungai Ciliwung menyatakan hanya di spot Cilebut Bogor lah yang terbilang masih terdapat habitat ikan berahang kuat itu.

Hampala sepanjang 53 cm Rekor Nurvi Anto di Sungai Ciliwung.
Hampala sepanjang 53 cm Rekor Nurvi Anto di Sungai Ciliwung.

Nurvi Anto dan rekan-rekan castinger lainnya mempunyai julukan khusus bagi spot di kali Cilebut ini, yaitu spot Pelangi. Penamaan spot pelangi diberikan karena setiap hujan turun sering terlihat bias pelangi di sekitar spot ini. Habitat ikan Hampala di Cilebut juga masih terjaga meski terkadang terlihat oknum pencari ikan yang menggunakan metode setrum dan racun ikan untuk mencari ikan disini.

Sekian lama mengeksplore kali Ciliwung, Nurvi dan rekan-rekan Castinger Cibinong beberapa kali sukses mendapatkan ikan hampala dengan panjang dan bobot yang lumayan. Bahkan rekor Nurvi sendiri sukses mendaratkan ikan Hampala dengan panjang tubuh sepanjang 54 cm dan bobot kurang lebih 2 kilogram.

 

Babon hampala 53 cm bobot 2 kg up sukses landed di tangan om Nurvi Anto.(dokumentasi Nurvi Anto)
Babon hampala 53 cm bobot 2 kg up sukses landed di tangan om Nurvi Anto.(dokumentasi Nurvi Anto)

Untuk mencapai spot Cilebut ada beberapa rute yang bisa para angler ambil dari Kota Jakarta. Rute yang pertama dengan menggunakan kendaraan pribadi via Jalan Tol Jagorawi-Keluar Tol Jagorawi ambil arah Pemda Cibinong lalu masuk ke Jalan Talang. Ikuti saja Jalan Talang Sampai menemukan pertigaan kolam pemancingan Fishing Valley lalu ambil kanan sampai ketemu Jembatan Sungai Ciilwung dan sampailah kita di spot pelangi Cilebut.

Untuk rute yang kedua bisa menggunakan moda transportasi umum kereta api jabodetabek tujuan stasiun Cilebut. Aesampainya di stasiun Cilebut para angler bisa melanjutkan perjalanan ke spot pelangi dengan menggunakan jasa ojek di sekitar stasiun yang siap mengantarakan kita ke tujuan.

Citra satelit spot mancing hampala di Sungai Ciliwing - Cibinong
Citra satelit spot mancing hampala di Sungai Ciliwing – Cibinong

Lebih lanjut Nurvi menjelaskan jika sangat disayangkan apabila habitat Hampala khususnya di sungai Ciliwung tidak terjaga ekosistemnya. Jika bukan dari kita yang memulai untuk menjaga kelestarian sungai Ciliwung maka bisa dipastikan anak cucu kita tidak akan bisa merasakan nikamatnya mancing ikan Hampala di Sungai Ciliwung.

Bagi para angler yang penasaran ingin membuktikan keberadaan ikan Hampala ingin merasakan sensasi strikenya maka Nurvi Anto bersedia menemani para angler untuk mengexplore Sungai Ciliwung di waktu senggangnya. Hubungi Nurvi Anto via akun facebooknya atau di nomer HP 087874806626 (WA)

popper, stickbait, top water lure,spotmancing lure