Arsip Tag: alat mancing casting

Update Harga Reel Terbaru dan Terpopuler Oktober 2018

Nilai Dolar terhadap Rupiah beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan signifikan. Hingga berita ini diturunkan, nilai mata uang amerika ini ada di posisi Rp. 15.427

Untuk itu dalam artikel kali ini kami sajikan update harga reel terbaru, yang dihimpun dari berbagai toko alat pancing online. Namun update harga ini dibatasi hanya pada merk dan tipe  reel terpopuler saja, berdasarkan hasil wawancara dengan para pemilik toko pancing.

Berikut adalah harga reel-reel terbaru dan terpopuler di tahun 2018. Data dihimpun dari berbagai toko pancing online. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Reel Baitcasting

 

1. Shimano Antares DC MDXG, Rp8.000.000,00
1. Shimano Antares DC MDXG, Rp8.000.000,00
2. Shimano Curado K, Rp2.000.000,00
2. Shimano Curado K, Rp2.000.000,00
3. Shimano Metanium Mgl, Rp4.800.000,00
3. Shimano Metanium Mgl, Rp4.800.000,00
4. Shimano Curado DC, Rp3.000.000,00
4. Shimano Curado DC, Rp3.000.000,00
5. Shimano Casitas, Rp1.600.000,00
5. Shimano Casitas, Rp1.600.000,00
6. Shimano Chronarch Mgl, Rp3.600.000,00
6. Shimano Chronarch Mgl, Rp3.600.000,00
7. Shimano Bantam Mgl, Rp4.500.000
7. Shimano Bantam Mgl, Rp4.500.000
8. Shimano Curado 70, Rp2.100.000,00
8. Shimano Curado 70, Rp2.100.000,00
2. Daiwa Steez SV TW, Rp6.800.000,00
9. Daiwa Steez SV TW, Rp6.800.000,00
10. Daiwa Tatula CT, Rp1.700.000,00
10. Daiwa Tatula CT, Rp1.700.000,00
11. Daiwa Tatula SV TW, Rp2.600.000,00
11. Daiwa Tatula SV TW, Rp2.600.000,00
12. Daiwa Fuego CT, Rp1.450.000,00
12. Daiwa Fuego CT, Rp1.450.000,00
13. Abu Garcia Revo Ike Signature, Rp2.800.000,00
13. Abu Garcia Revo Ike Signature, Rp2.800.000,00
14. Abu Garcia Revo 4 Beast, Rp3.200.000,00
14. Abu Garcia Revo 4 Beast, Rp3.200.000,00
15. Abu Garcia Revo 4 Rocket, Rp3.200.000,00
15. Abu Garcia Revo 4 Rocket, Rp3.200.000,00
16. Abu Garcia Revo 4 X, Rp1.600.000,00
16. Abu Garcia Revo 4 X, Rp1.600.000,00
17. Abu Garcia Blackmax Gen 3, Rp850.000,00
17. Abu Garcia Blackmax Gen 3, Rp850.000,00
18. Abu Garcia Promax Gen 3, Rp.900.000,00
18. Abu Garcia Promax Gen 3, Rp.900.000,00
19. Kastking Royale Legend Elite, Rp1.300.000,00
19. Kastking Royale Legend Elite, Rp1.300.000,00
20. Okuma Komodo SS KDS364, Rp2.400.000,00
20. Okuma Komodo SS KDS364, Rp2.400.000,00

Reel Spinning

1. Shimano Stella 2018, Rp9.000.000,00 - Rp12.000.000,00
1. Shimano Stella 2018, Rp9.000.000,00 – Rp12.000.000,00
2. Shimano Stradic Ci4+ 1000 HG, Rp2.800.000
2. Shimano Stradic Ci4+ 1000 HG, Rp2.800.000
3. Shimano Nexave 2000, Rp600.000,00
3. Shimano Nexave 2000, Rp600.000,00
4. Shimano Sienna 1000, Rp550.000,00
4. Shimano Sienna 1000, Rp550.000,00
5. Daiwa Exist LT 2018, Rp9.700.000,00 - 10.000.000,00
5. Daiwa Exist LT 2018, Rp9.700.000,00 – 10.000.000,00
6. Daiwa Certate 2510PE-H, Rp6.500.000,00
6. Daiwa Certate 2510PE-H, Rp6.500.000,00
7. Daiwa BG 2500, Rp1.500.000,00
7. Daiwa BG 2500, Rp1.500.000,00

8. Daiwa Tatula LT 2500D-XH, Rp2.600.000,00
8. Daiwa Tatula LT 2500D-XH, Rp2.600.000,00
9. Daiwa Exceler LT 2500D, Rp1.100.000,00
9. Daiwa Exceler LT 2500D, Rp1.100.000,00
10. Abu Garcia Revo MGX20, Rp2.700.000,00
10. Abu Garcia Revo MGX20, Rp2.700.000,00
11. Abu Garcia Revo Inshore 40, Rp2.200.000,00
11. Abu Garcia Revo Inshore 40, Rp2.200.000,00
13. Abu Garcia Revo SX30, Rp1.900.000,00
13. Abu Garcia Revo SX30, Rp1.900.000,00
13. Abu Garcia Blackmax Spinning, Rp400.000,00
13. Abu Garcia Blackmax Spinning, Rp400.000,00
14. Abu Garcia Promax Spinning, Rp700.000,00
14. Abu Garcia Promax Spinning, Rp700.000,00
15. Ryobi Micro Power, Rp550.000,00
15. Ryobi Micro Power, Rp550.000,00
16. Bossna Mini-R500, Rp900.000,00
16. Bossna Mini-R500, Rp900.000,00
17. Maguro Scuilla, Rp200.000,00
17. Maguro Scuilla, Rp200.000,00

Reel Overhead/Jigging

1. Shimano Ocea Jigger, Rp6.000.000,00
1. Shimano Ocea Jigger, Rp6.000.000,00
2. Shimano Ocea Calcutta 301HG-S, Rp5.300.000,00
2. Shimano Ocea Calcutta 301HG-S, Rp5.300.000,00
3. Daiwa Saltiga BJ 200 SH, Rp5.500.000,00
3. Daiwa Saltiga BJ 200 SH, Rp5.500.000,00
5. Wiki Jigging Violent Slow 3000 H, Rp8.300.000,00
5. Wiki Jigging Violent Slow 3000 H, Rp8.300.000,00
6. Jigging Master Underhead PE5N, Rp10.800.000,00
6. Jigging Master Underhead PE5N, Rp10.800.000,00
7. Wiki Jigging 900HL, Rp4.000.000,00
7. Wiki Jigging 900HL, Rp4.000.000,00

Simak! Tips Penting Memilih Travel Rod dan Telescopic Rod

Seringkali para angler merasa repot saat harus membawa joran pancing berukuran panjang ketika trip jauh. Bahkan joran middle joint atau  sambung tengah pun dianggap merepotkan saat dibawa berkendara. Belum lagi jika trip mancing ke luar pulau menggunakan kendaraan umum seperti bis dan pesawat. Batas kapasitas panjang barang bawaan menjadi halangan, masuk bagasi malah bikin tidak tenang akibat takut miss handling petugas yang dapat menyebabkan rod patah bahkan hilang.

Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah mengunakan travel rod dan telescopic rod. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih kedua jenis stik pancing tersebut di atas. Untuk itu kali ini spotmancing.com akan membahas satu persatu tentang kelebihan dan kekurangan travel rod dan telescopic rod.

  1. Travel Rod

Joran travel merupakan joran dengan sambungan lebih dari 2. Sehingga memiliki ukuran yang pendek saat sebelum dirakit.  Mulai dari  3 pieces hingga yang paling ekstreme di atas 6 pieces, semakin banyak sambungan maka semakin pendek potongannya.

3 - 6 Pieces Travel Rod
3 – 6 Pieces Travel Rod

Untuk travel rod dengan sambungan 6 piece ke atas biasanya digunakan pada joran-joran fly fishing yang notabene memang lebih panjang dari rod spinning maupun casting.

7 pieces & 8 pieces fly rod
7 pieces & 8 pieces fly rod, Sumber gambar: www.amazon.com

Meskipun jarang, saat ini sudah ada Joran travel  spinning dan BC di atas 6 piece bahkan ada joran varian terbaru 8 piece hybrid atau bisa untuk spinning maupun baitcasting. Kebanyakan stik pancing ini dibekali langsung dengan case atau rod tube untuk memudahkan menenteng selama dalam perjalanan tanpa takut rod tercecer atau rusak.

Hybrid 8 Pieces Travel Rod
Hybrid 8 Pieces Travel Rod, sumber gambar: www.aliexpress.com

Kekurangan dari travel rod yang paling riskan adalah kekuatannya. Semakin banyak sambungan maka semakin besar resiko patah. Seringkali kita dengar dan lihat joran patah di bagian sambungan, hal ini dikarenakan pada sambungan adalah bagian yang  kaku sehingga menjadi titik tumpu beban saat fight. Daerah ini juga membuat action dan kelengkungan  joran menjadi berkurang sehingga sesitifitasnya juga berkurang. Jointed part ini juga rawan terlepas saat diayunkan.

Banyaknya kelemahan pada stik pancing ini membuat angler harus ekstra hati – hati saat menggunakannya. Adapun yang perlu diperhatikan saat memilih travel rod adalah :

  • Travel rod sambung 3 atau sambung 4 adalah yang terbaik
  • Gunakanlah case atau tube berbahan keras seperti PVC
  • Sediakan selalu kain lembut tapi kesat (non- slip)
  • Pasang mulai dari paling bawah sampai paling ujung/tip-top, putar dan kencangkan sesuai arah jarum jam dengan tangan dialas menggunakan kain non-slip
  • Sering-sering diperiksa bagian sambungan apalagi jika menggunakan teknik casting, kencangkan bila longgar.
  • Periksa kelurusan ring guide
  • Bukalah sambungan mulai dari ujung hingga ke bawah/butt, diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan kain non-slip (kebalikan saat memasang)
  • Pilihlah travel rod yang bermerek atau yang sudah terbukti ketangguhannya di lapangan.
  • Jikamenggunakan pesawat sebaiknya masukkan rod ke dalam koper dan atau satukan dengan barang bagasi lainnya. Karena kebanyakan maskapai penerbangan saat ini tidak memperbolehkan joran pancing masuk di kabin.

 

  1. Telescopic Rod

Joran teleskopik merupakan joran dengan bagian sambungan  menyatu dengan yang lainnya sehingga bisa dipanjang dan dipendekkan dengan mudah seperti antena. Sambungan ini terletak di bagian ring guide. Ada 2 varian telescopic rod, yaitu non  wrapping ring guide dan wrapping ring guide.

Teleskopik Non Wrapping Ring Guide
Teleskopik Non Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.drowningworms.com

Teleskopik dengan ring guide berkaki bulat/ non wrapping ring guide memiliki kelemahan mudah terlepas karena hanya mengandalkan lem pada kaki-kakinya. Saat di pendekkan bagian ini saling bersentuhan dengan yang lain dan berfungsi sebagai ganjalan. Jika terlalu keras saat mengemas maka bagian ini akan cepat rusak atau terlepas.

Teleskopik dengan wrapping ring guide adalah joran antena dengan cincin-cincin yang di pasang menggunakan benang khsus dan diperkuat lem epoxy pada kaki ring guide. Mirip seperti  joran pada umunya. Diklaim lebih baik karena bagian sambungan diperkuat dengan lilitan benang serta lem epoxy, begitu juga dengan ring guidenya sehingga tidak mudah terlepas.

Teleskopik Wrapping Ring Guide
Teleskopik Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.amazon.com

Kelemahan dari joran antena tidak jauh berbeda dibanding travel rod. Selain itu, blank bagian sambungan mudah terkikis apalagi jika terlalu kuat menarik saat memanjangkannya. Jika bagian tersebut terkikis, maka stik akan mudah loss hingga terlepas.

Kelemahan lainnya adalah karena letak sambungan berada pada ring guide maka akan sulit ditemukan joran teleskopik sambung 3 atau 4 di pasaran, rata-rata di atas 4 sambungan. Kelebihannya selain mudah dibawa juga lebih praktis saat memanjangkan dan memendekkannya tanpa perlu menyatukan bagian-bagian yang terpisah seperti pada travel rod. Adapun tips-tips dalam memilih stik pancing teleskopik adalah:

  • Pilihlah varian wrapping ring guide
  • Gunakan kain non-slip saat memanjangkan dan memendekkan joran
  • Berhati-hatilah saat memanjangpendekkan joran, usahakan jangan terlalu keras
  • Selalu periksa kelurusan ring guide saat digunakan,bila perlu beri tanda saat sudah lurus untuk memudahkan pemakaian di lain waktu.
  • Pegang menggunakan kedua tangan di dekat sambungan saat memendekkan dengan saling mendorong masuk. Jangan menggunakan satu tangan apalagi dihentakkan ke tanah atau lantai.
  • Gunakan hardcase
  • Sama seperti travelrod, amankan joran bersama barang bagasi lainnya saat menggunakan pesawat terbang.
  • Pilih yang berkualitas bagus

Demikian tips-tips dalam memilih joran teleskopik dan Travel rod. Semoga bisa menjadi panduan dan bemanfaat bagi angler senusantara.

Cara mengurangi terjadinya backlash senar di ril BC

Cara mengurangi terjadinya backlash ril BC ini ditulis untuk memberikan informasi bagaimana cara penggunaan ril baitcasting (BC) secara benar agar tidak menyebabkan senar cepat kusut. Yup, jika Anda penggemar mancing casting, khususnya pengguna ril overhead, maka istilah backlash atau birdnest, tentu sudah tidak asing lagi. Lanjutkan membaca Cara mengurangi terjadinya backlash senar di ril BC

Teknik lemparan mancing kasting: Sesuaikan joran dan lure

Memancing dengan teknik kasting ada yang menyebutkan sebagai salah satu teknik mancing lempar tarik yang sederhana dan lumayan gampang. Untuk membahas lebih lanjut bagaimana teknik lemparan dalam mancing model kasting (casting) kita bahas secara ringkas lagi soal alat yang digunakan, mulai joran sampai lure-nya. Lanjutkan membaca Teknik lemparan mancing kasting: Sesuaikan joran dan lure

Mancing kasting ikan gabus 6 kiloan, sebuah cerita lama

Mancing dengan teknik kasting atau casting mulai populer di Indonesia pada tahun 2009-an. Hal itu terlihat dari liputan sebuah tabloid mancing (Tabloid Mancing Mania- edisi 131 Tahun VI Juli-Agustus 2009) yang di dalam sebuah laporannya berjudul “Teknik Memancing Kasting – Melangkah ke Level Berikutnya” menyatakan sebagai “teknik baru yang mulai populer”. Lanjutkan membaca Mancing kasting ikan gabus 6 kiloan, sebuah cerita lama