Arsip Kategori: Umpan Mancing

Umpan Buzzbait – Senjata Ampuh Berburu Toman!

Umpan Buzzbait

Ikan toman merupakan predator air tawar yang masih kerabat dekat ikan gabus. Spesies yang bernama latin Channa micropeltes ini juga dikenal dengan nama giant snakehead. Memiliki ukuran dewasa rata-rata 2 kiloan ke atas bahkan ada yang mencapai berat puluhan kilo. Karakter ganas dengan tenaga yang kuat membuat predator ini menjadi target utama kebanyakan angler.

umpan buzzbait
umpan buzzbait
umpan buzzbait
umpan buzzbait

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sebaran spesies toman yang cukup luas. Hampir setiap kepulauan memiliki spot-spot sarang giant snakehead, dari Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Makanannya berupa ikan ikan kecil, katak bahkan toman itu sendiri. Keganasan ikan ini saat menyambar menjadi objek tontonan yang tiada duanya bagi para angler freshwater. Seringnya spesies ini menyambar apa saja yang bergerak di permukaan air membuat para angler lebih memilih teknik casting sebagai pilihan utama dengan menggunakan lure-lure topwater, umpan buzzbait salah satunya.

Buzzbait merupakan lure topwater yang memiliki karakter berisik. Suara berisik yang dihasilkan oleh plat yang berputar (propeler) di bagian depan lure, dapat dengan mudah menarik perhatian ikan predator untuk keluar dari sarangnya. Beragam bentuk buzzbait telah beredar di pasaran. Di Amerika sendiri buzzbait dikategorikan ke dalam tiga jenis yaitu single proppeler, double proppeler dan single/double proppeler with clacker. Sedangkan di Asia, lebih beragam lagi sperti slash buzz, buzzfrog, dan lainnya. terkadang banyaknya pilihan ini membuat bingung kita para angler dalam memilih jenis seperti apa yang harus digunakan. Untuk itu, spotmancing.com berhasil mendapatkan tips jitu penggunaan umpan buzzbait dalam memancing toman dari 2 orang angler yang mahir menggunakan umpan jenis ini.

umpan buzzbait
Lilia Sinaga dengan Toman monster perairan Cirata

Lilia Sinaga, lady angler asal Bandung ini bukanlah angler newbie. Sejak 2010 atau tujuh tahun yang lalu sudah aktif di dunia mancing. Targetnya tak tanggung-tanggung, toman monster cirata sudah biasa ia daratkan. 12 kg, itu rekor pribadinya. Bisa dibilang beliau salah satu spesialisnya toman keramba.

Akhir akhir ini,  Lilia Sinaga sering upload foto-foto hasil mancing ke media sosial. Hampir semuanya menggunakan slater buzz. Nah, ini varian buzzbait apalagi? Begini jawaban Lilia, “sebenarnya awal mula jenis umpan ini keluar merupakan produk salah satu pabrikan asal thailand, diberi nama slater buzz . penambahan nama lain itu biasanya dari lure maker masing-masing , bentuknya bisa beda-beda antar lure maker. Yang jelas ada proppelernya.”jelas angler asal Bandung tersebut..

Bagi wanita berhijab tersebut, slater buzz memiliki keunggulan tertentu dibanding yang lain. “kelebihannya terutama untuk single hook jarang mocel dan tidak mudah nyangkut di keramba. Kalau double atau treble hook suka nyangkut. Pernah nyoba pake JF tapi putus dan ketelen, pake stickbait sering mocel,” ungkap pemancing yang rajin menyambangi spot toman Cirata tersebut.

umpan buzzbait

Selain itu lady angler cantik ini juga mengungkapkan bahwa suara berisik slater buzz lebih menggoda , karena karakter toman keramba bukanlah ikan lapar jadi agak kurang agresif dibanding toman liar. Sedangkan untuk teknik lemparan usahakan mencapai titik samping keramba, dan yang terpenting feelingnya harus dapat.

Untuk set tackle sendiri, Kak Lilia Sinaga menyarankan menggunakan yang spesifikasinya sesuai. “Slater buzz memiliki bobot yang agak berat sehingga memerlukan rod dengan spesifikasi medium sampai hard biar enak lemparnya, minimal class line 20lbs, reel rasio tinggi supaya putaran cepat dan lure tetap di permukaan air. Line pasnya PE 3 dengan leader 40 lbs, sedangkan drag reel kisaran 3-5 kg sudah cukup, kan bisa dibantu jempol.” Jelasnya.

Baca juga artikel:  Japan Style Technique ; Cara Cerdas Berburu Snake Head Dari Jepang

Nah, gimana para sahabat spotmancing.com? sudah makin jelas kan tentang efektifitas lure ini untuk toman sekitaran keramba. Sekarang mari kita beralih ke perairan liar di Kalimantan. Spotmancing.com mendapat kehormatan untuk mewawancarai Barryanto – seorang angler asal Sintang, Kalimantan Barat. Meskipun baru dua tahun lebih terjun berburu Toman, sudah tak terhitung lagi jumlah predator air tawar yang berhasil dia dapat menggunakan buzzbait.

umpan buzzbait
Barryanto dengan strike toman liar

Untuk lure jenis buzzbait, Barryanto selektif dalam penggunaannya. “saya selalu liat karakter ikan dan spot. Buzzbait dengan bunyi yang kencang (double proppeler/ clacker) kebanyakan saya pakai untuk spot yang luas dan dalam untuk memanggil toman keluar dari sarang. Sedangkan untuk perairan dangkal dan sempit saya lebih memilih menggunakan jenis yang kurang ribut atau single proppeler.

Kekurangan dari buzzbait menurut Bang Barry dari segi lemparan kurang bisa long cast karena ketahan angin pada bagian proppeler – namun ini bukan faktor satu-satunya. Diameter line, reel, joran dan keahlian angler juga sangat berpengaruh. Kekurangan lainnya saat ada sampah atau rumput yang nyangkut di proppeler kadang membuat action atau putarannya kacau bahkan tidak berputar sama sekali.

Beliau juga punya tips dalam memilih jenis umpan ini. “Buzzbait yang baik harus sesuai antara berat dan besarnya proppeler. Bentuk yang pendek biasanya lebih enak untuk long cast dibanding yang panjang. Pilihlah buzzbait yang berbahan stainless untuk kawat, manik-manik dan hooknya. Untuk kipas atau proppeler pilihlah yang berbahan aluminium agar tidak terlalu berat dan enak saat di cast. Sebenarnya proppeler berbahan stainless lebih tahan namun bobotnya juga berat. Khusus untuk umpan buzzbait jenis bendera (single proppeler with clacker) sebaiknya clackernya berbahan stainless dan kipasnya aluminium agar suaranya nyaring dan tahan saat bergesekan”. Jelas Bang Barry.

umpan buzzbait

Umpan Buzzbait

umpan buzzbait (4)
aneka jenis dan model buzzbait

Angler yang suka mengenakan topi bercorak batman kesayangannya ini juga menyarankan agar tidak selalu terpaku pada satu macam lure. Jika berbagai jenis buzzbait sudah dicoba namun tidak ada respon dari toman, beralihlah dengan umpan lain yang memiliki karakter beda. Seperti umpan dngan karakter pelan dan kurang berisik. Stickbait, JF, soft froggy, minnow bahkan crankbait sekalipun. Karena terkadang toman liar lain spot lain juga karakternya.
Akhirnya kelar juga pembahasan lure fenomenal satu ini, semoga bisa mencerahkan dan bermanfaat bagi angler nusantara dalam penggunaan Buzzbait untuk target giant snakehead.

umpan buzzbait

Umpan Buzzbait

Umpan Buatan Dari Bulu Ayam – Strategi Unik dan Jitu Ciptakan Strike!

umpan buatan dari bulu ayam

Membahas umpan untuk ikan memang tak ada habisnya. Sebagian besar angler, terus mengeklporasi mencari umpan yang lebih efektif menciptakan strike. Namun, tentunya bisa memperoleh umpan dengan biaya yang murah, menjadi keinginan sebagian besar pemancing, agar uang di saku tak ludes. Umpan buatan dari bulu ayam, bisa jadi pilihan tepat untuk menciptakan strike lebih baik

Umpan Buatan Dari Bulu Ayam
Pilih bulu ayam yang masih muda

Ada salah seorang angler yang memaksimalkan umpan buatan dari bulu ayam, dan hebatnya lagi, ia sering membuahkan strike ikan-ikan nativ di sungai. Terdengar aneh, bukan? Ya, umpan bulu ayam ini memang tak lazim digunakan oleh angler. Apalagi, di zaman sekarang banyak sekali umpan yang bisa dibeli serta mudah diperoleh. Namun, tetap saja, ada rasa penasaran untuk membuat umpan yang unik.

Nugroho Agus Darmadi, angler asal Yogyakarta ini berujar, ia sebenarnya sempat tak percaya ketika pertama kali menggunakan umpan bulu ayam ini. Namun, setelah mencoba beberapa kali, akhirnya ia pun yakin jika umpan ini sangat manjur. “Awalnya saya ragu juga mas. Benar tidak, ikan mau makan umpan bulu ayam ini,” ucapnya. “Tapi ketika saya pakai, ternyata bisa strike ikan tawes beles. Disitulah saya mulai percaya,” sambungnya.

 

Keyakinan tersebut, ternyata membuahkan hasil yang memuaskan bagi dirinya. Sejak saat itu pula Agus pun seringkali menggunakan umpan bulu ayam saat melakukan aktifitas mancingnya. “Kalau saya lagi ke sungai, banyak pemancing lain yang heran kok bisa ikan mau makan umpan seperti itu,” ujarnya sambil tersenyum. Namun, karena umpan ini sudah terbukti keampuhannya, akhirnya makin banyak penggemar mancing yang memanfaatkan umpan ini.

Baca juga artikel: Umpan, tehnik, rangkaian mancing tawes

Untuk memperoleh umpan bulu ayam itupun, tak sukar. Angler tinggal mencarinya ke lokasi-lokasi pemotongan ayam, atau ke pasar tradisional. Bahkan, kocek yang harus dikeluarkan angler  membawa pulang sangat murah. “Di daerah saya kalau beli 5000 rupiah tuh, bisa dapat banyak mas,” ujarnya. Maka jangan heran, jika stok bulu-bulu ayam di tempat pemotongan tersebut selalu habis menjelang sore hari.

Begitupun dengan cara memasang umpannya, angler tak perlu menghabiskan waktu lama untuk dikaitkan di kail pancing. “Gampang mas, batang yang ada di bulunya tinggal saya tancapkan saja ke kail pancingan, dan langsung lempar ke titik yang potensial,” ucapnya. “Namun yang harus diperhatikan, bulu ayam tersebut harus yang masih muda, jadi di batangnya itu masih ada isinya,” saran pria ini. Ya, isi dari batang-batang bulu ayam tersebut, memang berguna juga agar tak rapuh ketika dikaitkan di mata kail.

Ia pun mengakui, selama enam tahun menggunakan umpan bulu ayam ini, banyak menghasilkan strike ikan. Sebenarnya, tak hanya bader saja yang berhasil ia dapatkan. Beberapa jenis ikan lainnya pun, pernah terjinakan oleh umpannya itu. “Saya juga pernah strike nila, gurame, hingga patin. Pokoknya ikan-ikan yang hidup di sungai saja,” katanya. Namun, ia lebih terkesan ketika mampu strike tawes beles, karena jenis iwak ini cukup populer di wilayahnya. “Berat ikan yang saya dapat, rata-rata satu setengah kilogram,” ucapnya.

Saat strike Tawes (dok.pribadi nara sumber)

Umpan ini akan lebih efektif lagi, jika angler menetapkan titik lemparan dimana ikan berkumpul, atau yang banyak melewati aliran air di suatu sungai. “Lebih mudahnya, sebelum mancing kita cari dulu lokasi yang ada rumponnya. didekat spot itulah kita lemparkan dengan umpan bulu ayam ini,” jelasnya. “ saya bom dulu spot yang ada tawes belesnya,” lanjut angler yang menetap di Piyungan Bantul tersebut. Ketika dilemparkan ke arah berkumpulnya ikan, kondisi umpan ini sebenarnya mengambang di permukaaan air sungai. Hal ini dikarenakan, bulu ayam tersebut terbilang ringan. Untuk menyiasatinya, angler inipun harus menggunakan pemberat yang umumnya berbahan timah. ‘Fungsi pemberat tentunya untuk memudahkan umpan tenggelam ke dalam air sungai dan sebagai penyeimbang juga,” ujarnya.

Umpan Buatan Dari Bulu Ayam
Tidak hanya tawes, namun ikan patin, mujair, dan baung pun tertarik pada umpan bulu ayam

Istilah bom itu sendiri bertujuan agar ikan itu berkumpul di titik yang angler tentukan, dimana umumnya menggunakan daun singkong atau kangkung. Setelah itu, baru angler lemparkan umpan bulu ayam di area tersebut.

Untuk rangkaian pancingnya sendiri, tak banyak berbeda dengan jalinan mancing dasaran. Menggunakan timah lepit yang beratnya isesuaikan dengan berat umpan dan juga arus. Jarak antara umpan dan timah pemberat bisa diatur sekitar 10 cm. Untuk indikator strike penggunaan pelampung atau kambangan juga dianjurkan.

Nugroho Agus Darmadi (dok.pribadi nara sumber)

Baca juga artikel: Tips mancing ikan tawes di sungai

Makin menarik, ketika umpan ini sudah masuk ke mulut ikan dan mulai melawan jeratan kail pancing. “Disini tantangannya mas.., kalau pas dapat tawes atau beles yang size nya lumayan besar, suka mantap perlawanannya,” paparnya. Apalagi agus hanya menggunakan joran tegek atau cetit, yang cenderung senderhana. “Panjangnya sekitar tiga hingga enam setengah meter,” lanjut Agus. Dipadukan dengan senar ukuran 0,10 atau 0,12 serta kail pancing ukuran 2/3 ia pun mampu berkali-kali bawa pulang kedua jenis ikan tersebut. “Kalau sudah mancing pakai umpan bulu ayam ini, saya suka keasyikan sendiri,hehehe..,” ucapnya.

Beles pun berlimpah (dok.pribadi narasumber)

umpan buatan dari bulu ayam

Umpan Buatan Dari Bulu Ayam

Angler ini seringkali melakukan aktifitas mancingnya di sepanjang kali Opak, Pasar Wage hingga perairan yang ada di Karang Ploso, Sitimulyo Piyungan, Bantul. Kondisi spot nya yang sangat dipahami oleh angler ini dan terlebih ikan tawes belesnya yang menggiurkan. “Usahakan kalau mancing pakai umpan bulu ayam, ambil satu jimpit bulu yang sudah dibasahi terus langsung lempar ke sungai,” sarannya. Selain untuk memudahkan kerja angler, bulu ayam yang basah pun akan mudah hanyut. “Kalau sudah gitu, baru saya mainkan set tackle nya,” sambung pecinta spot fresh waterBuat para pecinta mancing, ternyata umpan ikan itu jenisnya tak selalu yang itu-itu saja ya, lure yang sangat sederhana pun bisa kita manfaatkan untuk memancing ikan, seperti bulu ayam ini. Supaya tak terus penasaran, langsung saja angler praktekan!

umpan buatan dari bulu ayam

Umpan Jitu Ikan Mahseer? Coba Nih..Buah Kelapa Sawit

umpan jitu ikan mahseer

Bagi angler, mampu menggangkat ikan hingga ke tepian sudah pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Namun tentunya tak semudah yang dibayangkan. Apalagi ikan size monster, butuh umpan yang pas juga. Umumnya, angler menggunakan dua jenis umpan, seperti umpan hidup dan tiruan. Naah..saat ini ada Umpan Jitu Ikan Mahseer yang belum lazim digunakan oleh angler, yang berasal dari buah kelapa sawit. Hasilnya? Ikan mahseer pun bisa ditaklukan.

umpan jitu ikan mahseer

Unik memang. Buah kelapa sawit, yang menjadi bahan baku minyak goreng tersebut, ternyata bisa juga digunakan sebagai umpan beragam jenis ikan. Walaupun aromanya tak amis –umumnya disukai oleh ikan–, namun hasilnya paten! Tak tanggung-tanggung, predator mahseer pun dibuat tak berdaya. Pengalaman ini, sempat dirasakan oleh Muhammad Alfajri, seorang angler asal Bengkulu yang sudah lama menggunakan umpan buah sawit. “Pada dasarnya, umpan ini diambil dari buah sawit yang telah masak. Terkadang saya suka langsung ambil dari atas pohonnya,” jelas Alfajri.

Menurut pria ini, kelebihan umpan yang menggunakan buah sawit, selain warnanya yang cukup mencolok, aroma dari umpan inipun bisa membuat ikan tergiur. “Perpaduan warna coklat, kuning serta oranye yang ada di buah sawit, memang bisa mengalihkan perhatian ikan,” sebutnya. Walaupun awalnya tak percaya, namun akhirnya terbukti dengan merasakan strike mahseer yang tak hanya sekali saja. “Saya pun sempat kaget, saat joran bergetar hebat. Ketika saya mainkan reel dan tarik keatas, waahh..berat juga. Ternyata saya strike mahseer yang gede,” terangnya. “Setelah ditimbang, berat ikannya sekitar 5 kilogram,” lanjutnya.

Saat itu, mancing mahseer dengan umpan buah sawit ini, ia lakukan di sungai Air Dikit yang berada di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Ketika berhasil strike mahseer, Alfajri menggunakan set tackle dengan ukuran joran yang memiliki panjang 210 sentimeter, reel 2000 serta senar ukuran 0,30 mm. “Saya pilih spot ini karena sarangnya ikan mahseer dan ukurannya pun lumayan besar-besar,” ujarnya.

Ia pun kembali menuturkan, untuk menggunakan umpan buah sawit ini, memang tak serta merta ia kaitkan langsung ke kail pancing. Namun, sebelumnya ia pilah dulu agar buah ini bisa berdaya guna secara maksimal. “Pertama ambil buah sawit yang telah matang dan agak lembut. Terus potong selebar 1 sentimeter dan panjangnya 1,5 sentimeter. Sudah gitu, cantolkan ke mata kail,” paparnya.

Apa yang dijelaskan Alfajri memang terbilang cukup sederhana, apalagi jika dibandingkan dengan umpan hidup lainnya, seperti ikan ataupun cacing yang cenderung lengket ke tangan. Pun, mancing dengan menggunakan lure buah sawit, angler tak mesti mengeluarkan kocek dalam-dalam. “Saya sih, tinggal nyari ke kebun sawit aja. Kebetulan juga, saya kerja di perusahaan kelapa sawit, jadi tak sulit memang untuk memperoleh umpan ini,” ujarnya.

Baca juga artikel: Sungai Katingan, Destinasi favorit Mancing Ikan Mahseer Gold

Alfajri dengan strike Mahseer, bermedia umpan buah sawit (dok.pribadi Alfajri)

Ia pun menyarankan, jika angler lain ingin menggunakan umpan ini, sebaiknya gunakan buah sawit alami atau yang baru jatuh dari pohonnya. “Usahakan jangan dicampur dengan bahan umpan yang lainnya, murni aja. Supaya aromanya tidak hilang,” jelasnya. Selain itu, ketenangan seorang angler pun sangat dibutuhkan, saat umpan buah sawit ini dilemparkan ke spot yang dituju. “Diperlukan kesabaran dan mau mencoba. Tapi jangan khawatir, karena umpan ini sudah terbukti bisa strike ikan,” ujarnya meyakinkan.

Tak hanya ikan sejenis mahseer saja yang bisa dibidik dengan umpan ini. Ada jenis ikan lain juga yang menggemari umpan buah sawit tersebut. “Setahu saya yang mau makan umpan ini, ikan wader. Kalau orang sini biasa menyebutnya ikan palau,” katanya. “Tapi itupun harus menggunakan alat pancing dengan ukuran yang berbeda,” sambungnya. Hal ini dikarenakan, target ikan yang akan ditujunya pun, lebih kecil daripada ikan semah.

Alfajri pun sempat menyarankan, kalau ada angler lain yang mau mencoba mancing ikan diluar mahseer dengan umpan buah sawit ini, gunakanlah mata kail yang tak besar. “Cocok pakai mata kail yang kecil, ukurannya nomor 2 atau 3,” sebutnya. Walaupun sejauh ini, ia belum pernah mencoba strike ikan diluar mahseer, dengan umpan buah sawit tersebut, tapi menurutnya, tak ada salahnya jika angler ingin mencoba membidik jenis ikan yang lainnya. “Kalau mau tokcer sih, mancing ikan mahseer ya. Soalnya saya sudah merasakannya,” terang lelaki yang gemar mancing sejak kecil itu. Dari pemantauan Spotmancing.com, ikan Gurami pun bisa didaratkan menggunakan buah sawit.

Warna dan aromanya membuat mahseer tergiur (dok.pribadi Alfajri)

Sementara itu, mancing dasaran menjadi teknik yang kerap kali ia gunakan ketika menyasar mahseer. “Pakai umpan buah sawit, lebih cocok menggunakan teknik dasaran, apalagi ikan mahseer senang berada di lubuk, dimana aliran airnya tidak terlalu deras serta tak keruh,” ujarnya.

baca juga artikel: Cara dan umpan mancing ikan mahseer

Umpan Jitu Ikan Mahseer

Lantas, jika angler yang menetap di pulau Jawa ingin merasakan memanfaat buah sawit untuk umpan mancing, apakah bisa? Tenang. Sejak 10 tahun yang lalu, di sebagian wilayah pulau Jawa pun, lahan sawit mulai dikembangkan oleh PT Perkebunan Negara (PTPN). Namun, untuk saat ini lokasinya hanya ada di provinsi Jawa Barat dan Banten. Jadi, angler yang menetap di pulau Jawa, tak perlu harus menyeberang ke Sumatera, sekedar untuk mencari buah sawit untuk umpan ikan.

Naah..jika ada angler yang penasaran untuk mencoba umpan buah sawit tersebut, dan kebetulan mengunjungi spot mancing yang ada di wilayah Jawa Barat dan Banten, tak ada salahnya untuk menyimpang sebentar ke perkebunannya, hehehe…

umpan jitu ikan mahseer

 

Umpan Pancing Buatan Dari Benda Daur Ulang

Umpan Pancing Buatan

Angler, tahukah kalian sebutan recycle atau daur ulang?  istilah ini sebenarnya mengacu pada proses daur ulang(sampah/limbah). Nantinya, akan melalui sebuah proses hingga sampah/limbah itu bisa bermanfaat kembali. Di dunia memancing pun kita bisa memanfaatkan sisa barang-barang bekas disekitar kita untuk kemudian dikreasikan menjadi sebuah karya seni seperti lure contohnya.

Umpan Pancing Buatan Dari Benda Daur Ulang tidak lain adalah mengembangkan kreatifitas dengan modal yang minim serta ekonomis. Selain dirasa murah jika dibandingkan produk pabrikan dengan brand yang ternama, produk ini juga tidak kalah jika dibandingkan dari segi actionnya.

Umpan Pancing Buatan
Strike Mangrove Jack dengan Soft Plastic Lure karya Usman Ali alias Jojo. dokumentasi Jojo

Di artikel kali ini, spotmancing.com akan mereview beberapa hasil karya lure yang terbuat dari limbah barang bekas disekitar kita. Sebut saja seperti selang bensin yang biasa kita temukan di mesin sepeda motor, timah pemberat bekas mancing bahkan sampai gagang sikat gigi. Mau tahu bagaimana kreasi para handmaker berimajinasi dengan barang-brang bekas disekitar mereka? Yuk langsung kita simak liputannya dibawah ini.

Umpan Pancing Buatan

Baca juga: Cara memainkan umpan buatan

1. Soft plastic lure dari selang bensin
Soft Plastic Lure tentunya sudah tidak asing di telinga para castinger. Umpan tiruan yang berbahan dasar plastic atau karet ini termasuk umpan yang killer bagi beberapa jenis ikan. Di kota Indramayu, seorang angler kreatif bernama Usman Ali atau yang akrab disapa Jojo berhasil membuatnya dari bahan dasar selang bekas bensin. Ya selang bensin yang biasa kita lihat di mesin sepeda motor ternyata bisa dikreasikan menjadi sebuah soft plastic lure yang tidak kalah dengan merk pabrikan. Bahan-bahan pembuatannya pun cukup sederhana dan mudah kita temukan. Antara lain selang bensin variasi warna, kawat stainless tipe soft, pemberats, single hook/treble dan Swivel. Sementara untuk alat bantu pengerjaannya hanya menggunakan tang dan gunting. Hasil kreasi Jojo sudah terbukti mampu menaikkan beberapa ikan predator.

Umpan Pancing Buatan
Soft Plastic lure karya Usman Ali alias Jojo. Dokumentasi Jojo

Baca juga: Cara membuat umpan dari tutup botol bekas

2. Metal Jig dari timah geprek
Selain berkreasi membuat soft plastic lure dari bahan bekas selang bensin, Usman Ali alias Jojo juga berkreasi membuat metal jig dari timah pemberat bekas mancing. Cukup dengan menggunakan timah pemberat dengan berat bervariasi yang digeprek menggunakan palu, dan ditambahkan skirt, swivel dan single hook/treble maka disulapnya timah tadi menjadi metal jig. Metal jig kreasi Jojo ini sering digunakannya untuk memancing dengan tekhnik cast jig dan light jigging. Keampuhannya pun sudah terbukti dengan landednya beberapa ikan seperti GT, Talang-Talang dan Mangroove Jack.

Umpan Pancing Buatan
Timah geprek karya Usman Ali alias Jojo. Dokumentasi Jojo

3. Flutter Stick dari gagang sikat gigi
Flutter Stick lure mungkin sedikit awam di telinga para angler. Flutter stick sendiri sebenarnya adalah lure mirip stickbait namun body nya tidak mengambang melainkan tenggelam. Dan dengan sendirinya mempunyai action bergoyang-goyang layaknya ikan yang kelelahan. Di Kota Brebes Jawa Tengah, Agung Andianto alias Kakang Prabu berhasil mengkreasikan flutter stick berbahan dasar sikat gigi bekas. Bermodalkan sebuah sikat gigi bekas, kawat stainless, swivel dan single hook/treble, Agung sukses menciptakan sebuah flutter stick yang actionnya tidak kalah dengan brand pabrikan. Cara memainkan flutter stick berbahan dasar sikat gigi bekas ini pun mirip dengan merk pabrikan. Cukup meretrieve, pause, gulung dan pause ketika menggulungnya. Dengan otomatis flutter stick akan berjalan seperti minnow dibawah permukaan air ketika pause dan akan tenggelam jika didiamkan. Flutter stick ini sangat ampuh untuk memburu predator seperti magroove jack, baby GT dan ikan-ikan predator lainnya.

Umpan Pancing Buatan
Flutter Stick berbahan dasar bekas gagang sikat gigi karya Kakang Prabu Brebes. Dokumentasi Kakang Prabu

Umpan Pancing Buatan

Baca juga: Jenis dan macam umpan: Panduan Lengkap

4. Egi Lure berbahan dasar kayu gagang sapu
Sering kita temukan bekas gagang sapu kayu yang patah di rumah-rumah. Hal ini tidak lantas disia-siakan oleh Bang Hans – seorang pro angler dari Lampung. Bermula dari lokasi rumah yang dekat dengan pantai di lampung serta sulitnya mencari egi lure pabrikan, maka ia pun mulai berkreasi. Bermodalkan gagang sapu bekas yang patah dirumahnya, bang Hans mencoba membuat Egi Lure yang minimalis dan ekonomis. Bahan-bahan selain gagang sapu bekas diantaranya bulu ayam, timah lempeng, 5 buah mata kail, senar untuk ikatan, glitter, tusuk gigi, pangkal jarum pentul dan lem perekat. Adapun fungsi bulu ayam adalah sebagai sirip egi lure. 2 buah pangkal jarum pentul sebagai mata dan timah lempeng sebagai pengatur kedalaman. Dengan modal yang minimalis, hasil Egi Lure karya Bang Hans juga tidak kalah dengan Egi Lure yang dijual di tokp-toko pancing.

Umpan Pancing Buatan
Egi Lure berbahan dasar gagang sapu patah karya Bang Hans.Dokumentasi Bang Hans

Umpan Pancing Buatan

Umpan Pancing Buatan

Lumut Umpan Nila Dari Laut, Lebih Jitu Ciptakan Strike

Lumut Umpan Nila

Lumut umpan nila dari laut ternyata merupakan salah satu umpan paling jitu untuk mancing ikan . Sebut saja Nila, mujaer, wader, grasscarp dan banyak spesies ikan lainnya tidak akan mampu mengelak jika berhadapan langsung dengan umpan lumut yang tumbuh di laut.

Secara alamiah, lumut merupakan pakan alami beberapa jenis ikan air tawar maupun ikan air asin. Tidak hanya dapat ditemukan di perairan air tawar, namun lumut juga bisa kita temukan di daerah perairan laut/pantai.

lumut umpan nila
Lumut laut lebih jitu ciptakan peluang strike ikan nila

Bagi angler pecinta mancing Nila, umpan lumut sudah barang tentu merupakan senjata utama untuk ngomset ikan bercita rasa gurih ini. Untuk mendapatkannya pun sangat mudah, lumut biasa tumbuh dan hidup di areal persawahan, waduk, sungai, muara bahkan sampai di pantai-pantai. Beberapa pemancing yang sudah paham betul karakter makan ikan Nila biasanya akan lebih memilih lumut yang tumbuh di perairan air asin seperti di batuan karang pantai, katir bambu perahu nelayan bahkan badan kapal nelayan.

Baca juga artikel Tips jitu mancing ikan nila ala Bang Hans

Apa yang menyebabkan lumut laut lebih manjur dibandingkan lumut air tawar?. Untuk mengetahui lebih jauh tentang keunggulan lumut laut dibanding lumut air tawar, spotmancing.com kali ini akan dibantu oleh seorang penggila mancing Nila dari provinsi Lampung bernama Bang Hans yang sudah 23 tahun malang melintang mancing ikan Nila.

lumut umpan nila

Menurut bang Hans, keunggulan lumut laut dibanding lumut air tawar adalah apabila ditinjau dari segi dimana lumut tumbuh. Lumut yang berkualitas dan sehat sudah tentu menjadi pakan idola sang Nila. Lumut sehat yang dimaksud adalah lumut yang tumbuh di air yang beraliran deras dan terus menerus bergerak yang terkena sinar matahari langsung seperti di pantai.

Lumut yang tumbuh di pantai-pantai akan selalu terkena sinar matahari dan terkikis ombak ini memiliki tekstur yang menjuntai panjang dan kasar, serta termasuk dalam kategori lumut yang sehat. karakter yang menjuntai memanjang juga memudahkan para angler untuk memasangnya ke mata kail.

Tanda-tanda lumut yang sehat lainnya adalah warna hijau terang yang dimilikinya. Hal ini disebabkan karena lumut laut mengandung lebih banyak kandungan air tawar yang menghasilkan rasa payau. Selain pinggiran pantai, daerah-daerah seperti muara juga menjadi habitat tumbuh bagi lumut yang sehat.

Perlu dipahami walau lumut laut lebih manjur untuk mancing Nila dibanding lumut air tawar, namun tidak serta merta juga bahwa lumut laut tidak memiliki kelemahan. Kelemahan yang dimaksud disini adalah daya tahan dan keawetan lumut laut itu sendiri. Menurut Bang Hans, daya tahan kemanjuran lumut itu hanya bertahan paling lama 1 hari atau kurang lebih 10 jam .

Lumut laut yang kita ambil baik dari pinggiran laut, badan kapal nelayan dan muara yang direndam dengan air biasanya akan membusuk dengan ciri teksturnya yang melembek, warna yang menua dan mengeluarkan bau yang tidak sedap apabila kita gunakan keesokan harinya. Hal ini berdampak pada kurang berminatnya ikan Nila untuk memakan lumut yang busuk dan sudah basi.

lumut umpan nila
Perhatikan waktu mancing dan jam makan ikan

Karakter makan Ikan Nila yang akan memakan lumut baik di pagi, siang, sore bahkan malam hari sebenarnya adalah sebuah insting ikan yang lapar dan perlu mencari makan. Namun menurut pengalaman Bang Hans, ikan Nila cenderung makan lumut di sore hari menjelang terbenamnya matahari. Hal ini hanya berlaku bagi Nila yang hidup di habitat liar karena Nila yang sengaja dibudidayakan seperti contohnya di kolam cenderung tidak doyan memakan lumut karena sudah terbiasa dengan pakan pellet.

Lumut Umpan Nila

Agar lebih jitu, Bang Hans juga menganjurkan untuk menambahkan bubuk vanila pada rendaman lumut. Komposisi vanili bubuk yang biasa Bang Hans terapkan 1 bungkus untuk 1 liter air rendaman lumut.

Baca juga artikel: Cara merangkai lumut pada kail

lumut umpan nila

Angler, tahukan anda bahwa ikan nila yang berumur muda selalu hidup bergerombol dalam kawanan. Jam makan nila –nila muda ini biasanya bergantung pada kebiasaan alam. Ketika matahari sedang terik-teriknya, sinar matahari ini akan menstimulasi pertumbuhan lumut disekitar habitatnya termasuk juga habitat lumut laut. Dan hal ini akan memuncak hingga saat matabari terbenam dimana gerombolan ikan Nila akan keluar untuk memakan nila yang masih baru (sehat dan segar), kesempatan di jam makan inilah yang harus kita manfaatkan untuk memancing. Secara literatur ikan Nila akan memuntahkan sejenis cairan dari mulut maupun kotorannya setelah memakan lumut. Cairan inilah yang ternyata memicu pertumbuhan lumut keeseokan harinya.

Nah , angler, semoga tulisan diatas bisa menjadi pedoman pemahaman tentang karakteristik lumut laut. Tanaman air yang mungkin hampir setiap hari kita lihat dan tumbuh di sekitar kita namun ternyata memiliki keunggulan dibanding umpan lainnya untuk mancing Ikan Nila.

Cirata salah satu lokasi mancing Nila

Lumut Umpan Nila