Serunya Sensasi Freshwater Jigging

Serunya Sensasi Freshwater Jigging

Teknik yang menggunakan umpan-umpan jig ini biasanya digunakan di air asin atau di laut dengan target ikan-ikan dalam. Lantas bagaimana jika diadaptasikan di air tawar, apakah bisa?. Di Negeri Paman Sam,  freshwater jigging adalah hal yang lumrah, mereka biasanya menargetkan  spesies – spesies seperti trout, salmon dan walleye. Musim dingin adalah waktu terbaik menggunakan teknik ini karena ikan-ikan tersebut berada di kedalaman sungai atau danau.

Di Indonesia sendiri jarang sekali angler-angler menggunakan teknik jigging di air tawar.Mereka lebih memilih dasaran atau casting. Selain karena tidak terbiasa, spot freshwater yang memungkinakan untuk teknik satu ini pun tergolong sedikit. Meski demikian, ada beberapa pemancing yang telah mengadaptasikan teknik ini di area freshwater – khususnya danau.

Satu dari beberapa penggemar teknik freshwater jigging ini adalah Om Viven.  Angler asal Payakumbuh Sumatera Barat ini mengaku tanpa sengaja menggunakan teknik jigging di danau. “Awalnya saya sering dapat hampala dengan cara casting. Suatu hari – saat lagi dasaran, senar yang diulur tidak sampai menyentuh dasar danau.  Kebetulan bawa set casting yang sudah terpasang lure spoon. kemudian saya gunakan  untuk mengukur kedalaman spot tersebut. Setelah terukur saya gulung,  tiba-tiba ditarik yang ternyata saat dinaikkan adalah ikan hampala. Iseng-iseng coba lagi dan dapat sambaran lagi. Akhirnya sampai sekarang hampir tiap turun mancing  saya gunakan teknik jigging.” Jelas Om Viven. Akibat eksperimen tak sengaja ini,  membuatnya lebih mempercayakan  spoon sebagai lure andalan ketimbang metal jig.

Om Viven
Om Viven

Pria yangr bernama lengkap Musral Efendi ini mengungkapkan kelemahan teknik ini dibanding lainnya adalah hanya bisa untuk target ikan hampala. “Sejak awal sampai sekarang belum pernah mendapatkan spesies lain. Untuk target ikan-ikan snakehead seperti gabus dan toman saya masih mengandalkan teknik casting,” Imbuhnya.

Danau PLTA Koto Panjang menjadi spot andalan Om Viven. Danau buatan yang memiliki pemandangan indah ini memang sudah lama terkenal sebagai penghasil ikan dan menjadi sandaran perekonomian warga sekitar. Di kalangan pemancing sendiri, daerah ini terkenal akan spesies-spesies ikan predator seperti toman, gabus dan hampala. Tak heran jika dijumpai banyak angler lokal dan luar daerah yang memancing di sini. Dengan kedalaman yang berkisar diantara 30-50 meter manjadikan danau ini tempat yang cocok untuk teknik jigging.

Agar strike rate tinggi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.” Usahakan cari spot yang memiliki kedalaman di atas 25 meter dekat keramba. Jangan mengulur umpan terlalu dalam agar tidak tersangkut kayu-kayu atau akar mati di  dasar danau,” terang Om Viven.

“Saya biasanya di kedalaman maksimal 20-25 meter, dengan menggunakan lure spoon yang agak berat biar cepat tenggelamnya,” tambahnya. Untuk masalah waktu, Ia menyarankan agar memancing jiging saat cuaca terik. Pasalnya, adalah karena hampala lebih mudah melihat spoon yang berwarna mengkilap.

‘Untuk air jernih gunakan spoon kuningan, jika keruh gunakan yang berwarna perak atau chroom,” saran Om Viven. “Lakukan juga fast retrieve karena hampala termasuk ikan perenang cepat.” Ungkap Om Viven tentang tips-tips jigging di danau. Ia menambahkan,” Tidak semua spot di danau ada hampala di kedalamannya. Predator ompong ini kebanyakan berkeliling dan berburu di bawah keramba-keramba yang berisi ikan berukuran kecil  atau masih bibit.  Terutama yang berisi benih ikan mas karena  ikan ternak satu ini adalah mangsa favoritnya.  Kalau yang isinya ikan besar sangat tipis harapan ada hampalanya.” Menurutnya tips-tips ini juga bisa diterapkan di daerah lain yang memilki karakteristik danau dan spesies yang sama.

Strike rate tinggi jika caranya benar
Strike rate tinggi jika caranya benar

Set pancing yang digunakan angler satu ini terbilang kelas berat. Set casting dengan joran  line rate 25 lbs, senar PE nomor 5, leader 60 lbs dan lure spoon single hook 50 gram menjadi andalannya .” Saya menggunakan piranti BC karena saat menggunakan Spinning, umpan lama jatuhnya.  Mula-mula pakai joran 8-17 lbs, dua kali patah gara-gara full drag dan tenaga hampala di sini  bisa dibilang lebih kuat daripada tarikan toman. Reel baitcasting pun sudah dua yang hancur dihantam hampala 5 Kg up, hehe.” Ungkapnya. Sudah tak terhitung lagi jumlah ikan hampala yang ia dapatkan menggunakan set pancing tersebut. Saking asiknya teknik satu ini ada beberapa tamu Om Viven yang kecanduan.”Ada yang keracunan dosis tinggi, Hampir setiap hari ke sini sampai-sampai saya yang malu menerima uang rental perahunya.” Ceritanya.

Selain memancing, ternyata Om Viven juga menawarkan jasa penyewaan perahu dan fishing guide di Danau PLTA Koto Panjang. Dengan perahu yang mampu menampung maksimal 3 orang ia biasa berkeliling danau. “Mancing sih gak sering, tapi tiap hari.Hahaha!,” Kelakarnya.  Bagi yang ingin merasakan sensasi strike hampala dengan teknik jigging di danau dapat menghubungi Rental perahu Ahza milik Om Musral Efendi di nomor 081261176423. Tak hanya teknik jigging, beliau juga menerima request mancing teknik lain seperti casting, pelampungan dan dasaran dengan syarat penyewa membawa sendiri kelengkapan pancingnya. “Bisa menggunakan jasa tekong, bawa sendiri atau sistem antar jemput. Spotnya pun bisa pilih sendiri atau kami yang antar ke spot-spot potensial.” Promosi Om Viven.

Jasa penyewaan perahu milik Om Musral Efendi
Jasa penyewaan perahu milik Om Musral Efendi

Bagi angler – angler Nusantara yang di daerahnya ada sungai arus tenang atau danau dengan kedalaman yang cukup dan ada Hampala barb-nya boleh langsung dicoba nih. Tapi ingat ya, minimal kedalaman di atas 25 meter .Jangan pula danau 2 meter dijigging, yang terjadi adalah, 3 kali gulung  sudah naik umpannya , hehe. Good luck dan lestarikan mancing!

Simak! Tips Penting Memilih Travel Rod dan Telescopic Rod

Simak! Tips Penting Memilih Travel Rod dan Telescopic Rod

Seringkali para angler merasa repot saat harus membawa joran pancing berukuran panjang ketika trip jauh. Bahkan joran middle joint atau  sambung tengah pun dianggap merepotkan saat dibawa berkendara. Belum lagi jika trip mancing ke luar pulau menggunakan kendaraan umum seperti bis dan pesawat. Batas kapasitas panjang barang bawaan menjadi halangan, masuk bagasi malah bikin tidak tenang akibat takut miss handling petugas yang dapat menyebabkan rod patah bahkan hilang.

Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah mengunakan travel rod dan telescopic rod. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih kedua jenis stik pancing tersebut di atas. Untuk itu kali ini spotmancing.com akan membahas satu persatu tentang kelebihan dan kekurangan travel rod dan telescopic rod.

  1. Travel Rod

Joran travel merupakan joran dengan sambungan lebih dari 2. Sehingga memiliki ukuran yang pendek saat sebelum dirakit.  Mulai dari  3 pieces hingga yang paling ekstreme di atas 6 pieces, semakin banyak sambungan maka semakin pendek potongannya.

3 - 6 Pieces Travel Rod
3 – 6 Pieces Travel Rod

Untuk travel rod dengan sambungan 6 piece ke atas biasanya digunakan pada joran-joran fly fishing yang notabene memang lebih panjang dari rod spinning maupun casting.

7 pieces & 8 pieces fly rod
7 pieces & 8 pieces fly rod, Sumber gambar: www.amazon.com

Meskipun jarang, saat ini sudah ada Joran travel  spinning dan BC di atas 6 piece bahkan ada joran varian terbaru 8 piece hybrid atau bisa untuk spinning maupun baitcasting. Kebanyakan stik pancing ini dibekali langsung dengan case atau rod tube untuk memudahkan menenteng selama dalam perjalanan tanpa takut rod tercecer atau rusak.

Hybrid 8 Pieces Travel Rod
Hybrid 8 Pieces Travel Rod, sumber gambar: www.aliexpress.com

Kekurangan dari travel rod yang paling riskan adalah kekuatannya. Semakin banyak sambungan maka semakin besar resiko patah. Seringkali kita dengar dan lihat joran patah di bagian sambungan, hal ini dikarenakan pada sambungan adalah bagian yang  kaku sehingga menjadi titik tumpu beban saat fight. Daerah ini juga membuat action dan kelengkungan  joran menjadi berkurang sehingga sesitifitasnya juga berkurang. Jointed part ini juga rawan terlepas saat diayunkan.

Banyaknya kelemahan pada stik pancing ini membuat angler harus ekstra hati – hati saat menggunakannya. Adapun yang perlu diperhatikan saat memilih travel rod adalah :

  • Travel rod sambung 3 atau sambung 4 adalah yang terbaik
  • Gunakanlah case atau tube berbahan keras seperti PVC
  • Sediakan selalu kain lembut tapi kesat (non- slip)
  • Pasang mulai dari paling bawah sampai paling ujung/tip-top, putar dan kencangkan sesuai arah jarum jam dengan tangan dialas menggunakan kain non-slip
  • Sering-sering diperiksa bagian sambungan apalagi jika menggunakan teknik casting, kencangkan bila longgar.
  • Periksa kelurusan ring guide
  • Bukalah sambungan mulai dari ujung hingga ke bawah/butt, diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan kain non-slip (kebalikan saat memasang)
  • Pilihlah travel rod yang bermerek atau yang sudah terbukti ketangguhannya di lapangan.
  • Jikamenggunakan pesawat sebaiknya masukkan rod ke dalam koper dan atau satukan dengan barang bagasi lainnya. Karena kebanyakan maskapai penerbangan saat ini tidak memperbolehkan joran pancing masuk di kabin.

 

  1. Telescopic Rod

Joran teleskopik merupakan joran dengan bagian sambungan  menyatu dengan yang lainnya sehingga bisa dipanjang dan dipendekkan dengan mudah seperti antena. Sambungan ini terletak di bagian ring guide. Ada 2 varian telescopic rod, yaitu non  wrapping ring guide dan wrapping ring guide.

Teleskopik Non Wrapping Ring Guide
Teleskopik Non Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.drowningworms.com

Teleskopik dengan ring guide berkaki bulat/ non wrapping ring guide memiliki kelemahan mudah terlepas karena hanya mengandalkan lem pada kaki-kakinya. Saat di pendekkan bagian ini saling bersentuhan dengan yang lain dan berfungsi sebagai ganjalan. Jika terlalu keras saat mengemas maka bagian ini akan cepat rusak atau terlepas.

Teleskopik dengan wrapping ring guide adalah joran antena dengan cincin-cincin yang di pasang menggunakan benang khsus dan diperkuat lem epoxy pada kaki ring guide. Mirip seperti  joran pada umunya. Diklaim lebih baik karena bagian sambungan diperkuat dengan lilitan benang serta lem epoxy, begitu juga dengan ring guidenya sehingga tidak mudah terlepas.

Teleskopik Wrapping Ring Guide
Teleskopik Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.amazon.com

Kelemahan dari joran antena tidak jauh berbeda dibanding travel rod. Selain itu, blank bagian sambungan mudah terkikis apalagi jika terlalu kuat menarik saat memanjangkannya. Jika bagian tersebut terkikis, maka stik akan mudah loss hingga terlepas.

Kelemahan lainnya adalah karena letak sambungan berada pada ring guide maka akan sulit ditemukan joran teleskopik sambung 3 atau 4 di pasaran, rata-rata di atas 4 sambungan. Kelebihannya selain mudah dibawa juga lebih praktis saat memanjangkan dan memendekkannya tanpa perlu menyatukan bagian-bagian yang terpisah seperti pada travel rod. Adapun tips-tips dalam memilih stik pancing teleskopik adalah:

  • Pilihlah varian wrapping ring guide
  • Gunakan kain non-slip saat memanjangkan dan memendekkan joran
  • Berhati-hatilah saat memanjangpendekkan joran, usahakan jangan terlalu keras
  • Selalu periksa kelurusan ring guide saat digunakan,bila perlu beri tanda saat sudah lurus untuk memudahkan pemakaian di lain waktu.
  • Pegang menggunakan kedua tangan di dekat sambungan saat memendekkan dengan saling mendorong masuk. Jangan menggunakan satu tangan apalagi dihentakkan ke tanah atau lantai.
  • Gunakan hardcase
  • Sama seperti travelrod, amankan joran bersama barang bagasi lainnya saat menggunakan pesawat terbang.
  • Pilih yang berkualitas bagus

Demikian tips-tips dalam memilih joran teleskopik dan Travel rod. Semoga bisa menjadi panduan dan bemanfaat bagi angler senusantara.

Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

“I Love Indonesia!,” Itulah kalimat pertama yang terucap oleh Angler pemegang rekor International Game Fishing Association (IGFA) untuk kategori spottail bass terberat ini.

Jeremiah Micheal, dialah pria kelahiran Kuala Lumpur yang telah lama menetap di Sarawak, Malaysia. “Saya tinggal 11 tahun di Sarawak Borneo, dan saya sangat senang tinggal di sana. Camping di pinggiran sungai berarus deras adalah  tempat favorit  saya.” Ungkapnya.

Jeremiah Micheal
Jeremiah Micheal

Sejak kecil sudah hobi memancing. Berawal dari asiknya melihat ikan – ikan berenang di kali, Ia bersama saudaranya mencoba memancing menggunakan umpan hidup. “Kami belajar memancing secara natural, otodidak dan ikan gabus kecil adalah spesies pertama yang saya dapatkan dengan menggunakan umpan cacing serta joran kayu”.ujarnya.

Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu
Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu

Hingga beberapa tahun silam ada seorang sahabat yang memperkenalkan pada teknik casting,   yang membuat Ia jatuh cinta pada teknik memancing satu ini. Sekarang  ia sering travel ke berbagai tempat baik dalam negeri  maupun luar negeri untuk memancing dan mempelajari kearifan lokal.

“Indonesia adalah tempat favorit saya untuk memancing,” Ungkap Om Jeremiah dengan semangat. Baginya masih banyak spot – spot memancing di Indonesia yang belum terjamah. Penduduk yang ramah dan bersahabat serta kemampuannya dalam berbahasa indonesia membuatnya mudah beradaptasi dengan masyarakat  setempat.

“Indonesia kaya akan suku bangsa, tiap tempat yang saya datangi memiliki kearifan lokal yang berbeda satu sama lain dan banyak yang tinggal bersama mirip di Malaysia juga.” Tambahnya.

Engineer di salah satu tambang migas ini selalu memanfaatkan liburannya untuk memancing di Indonesia. Species yang selalu menjadi incaran adalah black bass dan spottail bass.

Black bass atau Somasi Hitam memiliki tenaga yang kuat dan seringkali merontokkan lure dan alat pancing, spottail bass (Bonat) termasuk spesies yang cerdik dan memperhitungkan target saat akan menyambar. Spottail bass yang berukuran besar tidak kalah kuatnya dengan black bass.” Jelas Om jeremiah alasan ia memilih target kedua spesies tersebut.

Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed
Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed

Angler pemegang rekor IGFA ini lebih sering menggunakan teknik casting karena membutuhkan cara serta perhatian khusus. “ Jika target kita adalah somasi hitam dan bonat, dibutuhkan waktu 12 jam dalam sehari dari jam lima pagi sampai jam lima sore untuk cast. Kita juga harus mempelajari bagaimana cara untuk beradaptasi dalam menggunakan tiap lure yang berbeda dengan action yang berbeda pula untuk menarik perhatian target. Saya lebih suka lure – lure top water dengan sensasi meledak saat disambar ikan.”Jelasnya.

Trip Papua
Trip Papua

Dalam waktu 1 tahun Om Jeremiah bisa sampai 5 kali mengunjungi indonesia, dalam rentang waktu selama  1 atau 2 minggu.” Saya pergi ke berbagai tempat sendirian, dan selalu mencoba spot-spot baru untuk mencari ikan – ikan monster sambil menikmati  keindahan alam,”  Ujarnya.

Tak tanggung – tanggung, Hampir seluruh kepulauan besar di Indonesia telah disambanginya. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua telah ia datangi. Dari sekian banyak spot di Indonesia yang pernah didatanginya, kalimantan tetap menjadi  tempat favorit. “berkemah dan menikmati memancing ikan mahseer di Kalimantan adalah pengalaman tak terlupakan.” Ungkap Om Jeremiah.

Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan
Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan

tentang rekor IGFA yang ia peroleh bukanlah sesuatu yang direncanakan, sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan,” Saya sama sekali tidak merencanakannya. Ikan pertama yang saya dapatkan tidak bisa diukur karena melebihi kapasitas timbangan pada boga/skala yang saya bawa. Akhirnya saya membeli boga dengan skala 60lbs  kemudian pergi memancing lagi dan akhirnya landed ikan rekor tersebut. Padahal sebenarnya sempat fight dengan ikan yang lebih besar , namun sayangnya tidak berhasil landed. Itulah serunya memancing, selalu saja ada yang lebih mununggumu di sana. Namun yang terpenting adalah menikmati sensasi memancing itu sendiri.” Ungkap Om Jeremiah.

The Record, 46 lbs Spottail Bass

Ikan dengan berat 46 lbs atau sekitar 20,8 Kg mengantarkannya menjadi pemegang rekor spottail bass terberat ke dua di IGFA . Berlokasi di perairan Sulawesi, menggunakan joran megabass dengan line rating 10-25 lbs, PE dengan kekuatan 80lbs, leader 100 lbs, reel Abu Garcia Toro NaCl dan lure fangbait  120 dr Red ia berhasil memenangkan pertarungan sengit tersebut.

Bagi angler nusantara yang penasaran, Om Jeremiah berbagi  tips-tips dalam memancing spesies dengan nama lain ikan Bonat ini. “Ikan Bonat berukuran besar biasanya berada dalam kumpulan dan pelan dalam merespon umpan. Jadi, jika kamu berhasil landed yang berukuran kecil, lempar saja lure ke arah yang sama dengan menggulung pelan.

Spottail bass yang besar biasanya memeriksa dulu sebelum menyambar karena ikan ini sangat cerdik. Mereka bersarang di belakang arus air yang deras dan berbatu atau dibalik akar-akar pepohonan. Ikan rekor yang saya dapatkan berada di bagian hulu sungai yang lebih kecil alirannya namun deras. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan Bonat berukuran monster adalah lempar saja lure terus menerus sampai matahari hampir terbenam, hahaha,” Jelasnya panjang lebar.

Tentu para angler juga ingin tahu, bagaimana sih caranya mengklaim rekor ke IGFA?, Simak tips-tips lanjutan Om Jeremiah  Micheal berikut.”Untuk mengklaim rekor kamu harus menjadi anggota IGFA. Bisa jadi anggota seumur hidup ataupun anggota tahunan. Kita diperbolehkan mengklaim record bersamaan dengan mendaftar sebagai member. Staff di IGFA akan membantu dan mengarahkan kita”. Hal lain yang penting untuk dilakukan adalah:

  1. Kirimkan alat timbangan/skala yang kamu gunakan untuk dikalibrasi di IGFA
  2. Video atau foto saat anda memegang danmenimbang ikan tersebut, penimbangan hanya boleh dikakukan di daratan
  3. Kirimkan juga contoh senar dan leader untuk mereka tes
  4. Isi formulir pendataan dan kirimkan detailnya

” Andaikata bisa, saya ingin sekali menetap di di Sulawesi, sayangnya terhalang pekerjaan.” Ucapnya di aksir sesi wawancara.  Ia juga berpesan “Untuk angler –angler di Indonesia, kalian memiliki potongan surga yang diletakkan di bumi, sadarilah hal itu. Nikmatilah sensasi dalam memancing dan stop setrum, bom ikan, serta racun. I Love Indonesia!”

Nah, bagaimana sahabat angler senusantara? Ayo, semangat! Tunjukkan sebagai tuan rumah kita juga bisa membanggakan Indonesia dengan rekor yang lebih tinggi, hargai dan jagalah keindahan alam yang Tuhan titipkan pada bangsa ini. Seperti kata Om Jeremiah, “Jagalah sungai, bumi pertiwi dan laut maka mereka juga akan menjagamu.”

Tips Mudah Perawatan Ringan pada Baitcasting Reel bagi Pemula

Tips Mudah Perawatan Ringan pada Baitcasting Reel bagi Pemula

Bagi sebagian castinger pemula, seringkali kebingungan terjadi saat adanya pengurangan performa pada gulungan pancing yang dimiliki. Kurangnya informasi serta ketidakberanian untuk membongkar bagian dalaman reel adalah salah satu sebabnya.

Padahal, reel baitcasting memiliki beberapa bagian atau part seperti bearing dan gear yang memerlukan perawatan khusus yang dalam pelaksanaannya memang harus membongkar bagian dalaman reel.

Bagian-bagian tersebut jika bekerja terus menerus  tanpa maintanance kinerjanya akan berkurang bahkan mengalami kerusakan parah seperti gear loss, tidak bisa digulung, berisik dan masih banyak lagi ancaman kerusakan lainnya.

Lantas bagaimana sih caranya merawat gulungan pancing low profile ini dan bagian mana sajakah yang perlu diberi perawatan khusus? Untuk itu, kali ini spotmancing.com akan berbagi tips-tips mudah perawatan ringan baitcasting reel bagi angler pemula yang dilengkapi dengan video tutorial dalam tiga bagian.

Hal pertama yang harus dilakukan sepulang mancing adalah membersihkan bodi reel. kebersihan reel juga perlu diperhatikan karena kotoran-kotoran yang menumpuk menjadi kerak pada bagian luar dapat mengakibatkan terkelupasnya cat bahkan korosi di badan reel yang terbuat dari metal apalagi jika memancing di spot-spot yang airnya kotor atau air asin. Berikut adalah video cara mudah membersihkan reel.

Pada video tersebut digunakan air mengalir agar kotoran yang dibersihkan menggunakan sikat gigi mudah terlepas. Jangan takut air masuk ke bagian dalam karena hampir semua jenis baitcasting reel memiliki saluran pembuangan air di bagian bawah handle sideplate. Sebaiknya setelah selesai dikeringkan, kibas-kibas sedikit reel agar air yang masih terperangkap didalam cepat keluar serta meletakkan reel di atas kain/tissue jangan sampai terbalik agar air mudah mengalir ke saluran pembuangan.

Untuk gulungan pancing yang terasa agak berisik atau sudah kurang smooth akibat pemakaian berat atau pemakaian ringan selama berbulan-bulan  maka perlu dilakukan pelumasan ulang di bagian-bagian dalaman sperti gear dan bearing. Langkah pertama adalah membongkar handle sideplate, di mana pada bagian inilah 90% alat penggerak reel berada. Nah, bagi angler pemula yang takut membongkar bagian ini, kita akan kasih tips-tipsnya di video berikut:

Mudah bukan, jika dihitung waktu yang dibutuhkan untuk membongkar handle sideplate tidak sampai  15 menit. Tips tambahan dari video di atas adalah usahakan membongkar reel di sudut ruangan di atas lantai tanpa celah serta gunakan meja rendah dengan penerangan yang cukup.. Hal ini untuk menghindari hilangnya part-part kecil. Kalaupun ada yang terjatuh atau hilang dari pandangan maka akan lebih mudah mencarinya. Jangan lupa Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Paling penting ingat susunan serta dokumentasikan untuk memudahkan pemasangan ulang terutama bagi angler yang baru pertamakali membongkar reel.

Bagian terakhir  adalah tips mencuci dan melumasi  bagian dalaman. Part apa sajakah yang perlu dicuci  dan bagaimana caranya?, kemudian bagian mana sajakah yang harus dilumasi. Mari kita simak video selanjutnya.

Gunakanlah sabun pencuci piring cair penghilang lemak agar sisa-sisa grease yang sudah mengental dan tidak bagus lagi serta kotoran lainnya  hilang. Pastikan seluruh celah-celah gerigi gear bersih, bilas hingga tidak ada lagi sisa-sisa sabun. Gunakan kain kering atau tisu, bisa juga dilanjutkan dengan dikeringanginkan.  Hindari menjemur di bawah terik sinar matahari karena jika dilakukan terus menerus ditakutkan merusak atau mengurangi kekuatan part. Jikalaupun dijemur usahakan tidak terlalu lama.

Hal terakhir yang dilakukan adalah pelumasan dan perakitan ulang. Ini adalah bagian terpenting. Kami tekankan kembali, ”Semua ball bearing dilumasi menggunakan oil atau minyak kecuali satu yaitu One way bearing yang menggunakan grease. Semua bagian yang bergerigi menggunakan grease seperti main gear, pinion gear, wormshaft dan wormshaft gear. Lapisi seluruh bagian dalam frame menggunakan grease.  Jika tidak memiliki pelumas antikarat bisa menggunakan grease yang digunakan untuk gear. Tidak disarankan menggunakan pelumas yang bukan untuk gulungan pancing karena bisa jadi formula atau zat aditif yang ditambahkan berbeda, bahkan dapat merusak reel. Jangan terlalu banyak menggunakan minyak, cukup satu tetes. Terlalu banyak memberikan pelumas malah akan menurunkan performa bahkan membuat kasar pergerakan part-part dalaman. Setelah selesai rakit kembali sesuai urutan. Terakhir, bersihkan bodi menggunakan tisu untuk menghilangkan sisa-sisa grease atau oil yang menempel.

Jika diperhatikan seksama, waktu yang dibutuhkan untuk membongkar, mencuci, melumasi hingga merakit ulang gulungan pancing ini hanya membutuhkan waku yang tidak sampai satu jam. Berapa lama maintenance seperti ini bisa dilakukan kembali?, jawabannya adalah tergantung pemakaian. Semakin sering memancing di spot air kotor dan air asin serta trip-trip berat maka semakin sering pula perawatannya. Jika trip atau memancing harian yang ringan tinggal dirasakan, apakah performa reel berkurang atau tidak.

Tips-tips yang disampaikan merupakan pengalaman pribadi setelah bertahun-tahun menggunakan gulungan yang sama. Reel yang kami gunakan sering menyentuh spot-spot parit sawit kotor, pemakaian berat hingga 5x seminggu dalam sebulan, fight dengan ikan-ikan snakehead berbobot di atas 1 kg serta pengalaman kawan-kawan sesama angler. tips-tips tersebut telah dipraktekkan dan tidak terjadi penurunan performa secaa signifikan pada gulungan yang digunakan. Tentu tidak serta merta membuat semua reel awet, masih banyak lagi faktor lain yang berpengaruh. Untuk maintenance berat apalagi jika ada part rusak dan perlu diganti sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Di Indonesia sudah banyak ahli service reel berpengalaman dan dapat dihubungi via online. Akhir kata, selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

11 Tips Mancing Fresh Water Untuk Angler Pemula

11 Tips Mancing Fresh Water Untuk Angler Pemula

tips mancing fresh water

Memancing secara luas adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang secara umum merupakan pekerjaan atau hobi seseorang yang masih berkaitan dengan olahraga luar ruang (outdoor). Aktifitas memancing ini bisa dilakukan di pinggir hingga ke tengah laut, danau, sungai dan perairan lainnya.

Pada tulisan kali ini, spotmancing.com akan memberikan 11 tips- tips mancing Fresh Water kepada para pembaca. Berikut ulasannya :

1. Mencari informasi detail tentang spot

Kenali dulu lingkungan di sekitar spot fresh water yang akan angler kunjungi, seperti kondisi terakhir sungai, danau ataupun rawa nya.

2. Alat transportasi mancing

Ketika memancing menggunakan perahu atau sampan, pastikan kondisinya sudah baik dan aman, sehingga angler pun terhindar dari kejadian yang tak diinginkan.

Gunakan perahu yang aman (water.drom.ru)

3. Memilih alas kaki terbaik

Saat memancing di pinggiran spot (landbase) disarankan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman bahkan tahan air, seperti sepatu booth. Hal ini untuk menghindari kaki angler dari gigitan serangga bahkan ular.

4. Hindari memancing sendirian

Usahakan, ketika angler hendak menuju spot yang dipilih, ajaklah rekan ataupun kerabat lainnya walaupun hanya sekedar menemani.

5. Informasi terkini seputar cuaca patut dikedepankan

Perubahan cuaca terkadang tak bisa di prediksi. Bila kondisi cuaca tiba-tiba mendung hingga terjadi hujan disertai petir, segera lah cari tempat berlindung yang aman.

Baca juga artikel:  Video tutorial, Easy snell knot tying, untuk pemburu predator fresh water

6. Siapkan alat pancing beserta umpannya

Alat pancing dan umpan menjadi senjata utamanya. Ketika kegiatan memancing telah dilakukan, usahakan untuk melempar lure sebaik mungkin, sehingga tepat sasaran. Saat angler mulai melempar umpan ke spot, perhatikan pula orang disekitar kita, agar tali pancing serta kailnya tak mengenai bagian tubuh  angler lain yang ada di sekitar kita.

7. Perbekalan

Jangan lupa membawa perbekalan yang cukup, seperti minuman dan makanan, agar angler terhindar dari rasa haus dan lapar. Tubuh yang sudah terisi makanan dan minuman akan mendukung konsentrasi angler saat memancing.

8. Parkir kendaraan di lokasi aman

Angler yang membawa kendaraan, baik itu mobil maupun motor, untuk menyimpan kendaraannya di lokasi yang aman, salah satunya dengan menitipkan ke warga setempat, atau diusahakan jangan terlalu jauh dari lokasi anda memancing.

9. Kostum

Gunakan kostum mancing yang terbaik. Disarankan untuk memakai kaos lengan panjang dan penutup muka berbahan lembut dan nyaman dipakai, agar terhindar dari sengatan matahari. 

Buff. berguna untuk melindungi wajah kita dari sengatan matahari

tips mancing fresh water

Baca juga artikel: Tips jitu memperlakukan ikan hasil mancing, salt water dan fresh water (oleh: Adi Wisaksono)

10. Gunakan Life Jacket

Life jacket (Jaket penolong) berbentuk seperti pakaian. Jaket penolong berfungsi membuat angler terapung diwaktu berlangsung kondisi darurat. Jaket penolong pula mesti mempunyai warna yg mencolok supaya jelas di lihat. Jaket ini mesti di lengkapi bersama peluit yg dikaitkan bersama tali utk menarik perhatian penolong.

11. Menjaga Perilaku dan Tutur Kata

Hindari bahasa ataupun ucapan-ucapan yang tak etis ketika tiba di lokasi pemancingan. Prilaku serta tutur kata yang sopan, menjadi hal yang paling utama, apalagi angler sedang berkunjung ke wilayah/daerah orang lain. Tak ada salahnya, jika angler memperkenalkan diri kepada penduduk setempat.

Demikian penjelasan tentang 11 tips memancing di spot Fresh Water. Mudah-mudahan, tulisan yang kami angkat ini sangat berguna dan bermanfaat bagi angler.

tips mancing fresh water