Arsip Kategori: Spot Mancing

Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

“I Love Indonesia!,” Itulah kalimat pertama yang terucap oleh Angler pemegang rekor International Game Fishing Association (IGFA) untuk kategori spottail bass terberat ini.

Jeremiah Micheal, dialah pria kelahiran Kuala Lumpur yang telah lama menetap di Sarawak, Malaysia. “Saya tinggal 11 tahun di Sarawak Borneo, dan saya sangat senang tinggal di sana. Camping di pinggiran sungai berarus deras adalah  tempat favorit  saya.” Ungkapnya.

Jeremiah Micheal
Jeremiah Micheal

Sejak kecil sudah hobi memancing. Berawal dari asiknya melihat ikan – ikan berenang di kali, Ia bersama saudaranya mencoba memancing menggunakan umpan hidup. “Kami belajar memancing secara natural, otodidak dan ikan gabus kecil adalah spesies pertama yang saya dapatkan dengan menggunakan umpan cacing serta joran kayu”.ujarnya.

Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu
Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu

Hingga beberapa tahun silam ada seorang sahabat yang memperkenalkan pada teknik casting,   yang membuat Ia jatuh cinta pada teknik memancing satu ini. Sekarang  ia sering travel ke berbagai tempat baik dalam negeri  maupun luar negeri untuk memancing dan mempelajari kearifan lokal.

“Indonesia adalah tempat favorit saya untuk memancing,” Ungkap Om Jeremiah dengan semangat. Baginya masih banyak spot – spot memancing di Indonesia yang belum terjamah. Penduduk yang ramah dan bersahabat serta kemampuannya dalam berbahasa indonesia membuatnya mudah beradaptasi dengan masyarakat  setempat.

“Indonesia kaya akan suku bangsa, tiap tempat yang saya datangi memiliki kearifan lokal yang berbeda satu sama lain dan banyak yang tinggal bersama mirip di Malaysia juga.” Tambahnya.

Engineer di salah satu tambang migas ini selalu memanfaatkan liburannya untuk memancing di Indonesia. Species yang selalu menjadi incaran adalah black bass dan spottail bass.

Black bass atau Somasi Hitam memiliki tenaga yang kuat dan seringkali merontokkan lure dan alat pancing, spottail bass (Bonat) termasuk spesies yang cerdik dan memperhitungkan target saat akan menyambar. Spottail bass yang berukuran besar tidak kalah kuatnya dengan black bass.” Jelas Om jeremiah alasan ia memilih target kedua spesies tersebut.

Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed
Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed

Angler pemegang rekor IGFA ini lebih sering menggunakan teknik casting karena membutuhkan cara serta perhatian khusus. “ Jika target kita adalah somasi hitam dan bonat, dibutuhkan waktu 12 jam dalam sehari dari jam lima pagi sampai jam lima sore untuk cast. Kita juga harus mempelajari bagaimana cara untuk beradaptasi dalam menggunakan tiap lure yang berbeda dengan action yang berbeda pula untuk menarik perhatian target. Saya lebih suka lure – lure top water dengan sensasi meledak saat disambar ikan.”Jelasnya.

Trip Papua
Trip Papua

Dalam waktu 1 tahun Om Jeremiah bisa sampai 5 kali mengunjungi indonesia, dalam rentang waktu selama  1 atau 2 minggu.” Saya pergi ke berbagai tempat sendirian, dan selalu mencoba spot-spot baru untuk mencari ikan – ikan monster sambil menikmati  keindahan alam,”  Ujarnya.

Tak tanggung – tanggung, Hampir seluruh kepulauan besar di Indonesia telah disambanginya. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua telah ia datangi. Dari sekian banyak spot di Indonesia yang pernah didatanginya, kalimantan tetap menjadi  tempat favorit. “berkemah dan menikmati memancing ikan mahseer di Kalimantan adalah pengalaman tak terlupakan.” Ungkap Om Jeremiah.

Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan
Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan

tentang rekor IGFA yang ia peroleh bukanlah sesuatu yang direncanakan, sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan,” Saya sama sekali tidak merencanakannya. Ikan pertama yang saya dapatkan tidak bisa diukur karena melebihi kapasitas timbangan pada boga/skala yang saya bawa. Akhirnya saya membeli boga dengan skala 60lbs  kemudian pergi memancing lagi dan akhirnya landed ikan rekor tersebut. Padahal sebenarnya sempat fight dengan ikan yang lebih besar , namun sayangnya tidak berhasil landed. Itulah serunya memancing, selalu saja ada yang lebih mununggumu di sana. Namun yang terpenting adalah menikmati sensasi memancing itu sendiri.” Ungkap Om Jeremiah.

The Record, 46 lbs Spottail Bass

Ikan dengan berat 46 lbs atau sekitar 20,8 Kg mengantarkannya menjadi pemegang rekor spottail bass terberat ke dua di IGFA . Berlokasi di perairan Sulawesi, menggunakan joran megabass dengan line rating 10-25 lbs, PE dengan kekuatan 80lbs, leader 100 lbs, reel Abu Garcia Toro NaCl dan lure fangbait  120 dr Red ia berhasil memenangkan pertarungan sengit tersebut.

Bagi angler nusantara yang penasaran, Om Jeremiah berbagi  tips-tips dalam memancing spesies dengan nama lain ikan Bonat ini. “Ikan Bonat berukuran besar biasanya berada dalam kumpulan dan pelan dalam merespon umpan. Jadi, jika kamu berhasil landed yang berukuran kecil, lempar saja lure ke arah yang sama dengan menggulung pelan.

Spottail bass yang besar biasanya memeriksa dulu sebelum menyambar karena ikan ini sangat cerdik. Mereka bersarang di belakang arus air yang deras dan berbatu atau dibalik akar-akar pepohonan. Ikan rekor yang saya dapatkan berada di bagian hulu sungai yang lebih kecil alirannya namun deras. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan Bonat berukuran monster adalah lempar saja lure terus menerus sampai matahari hampir terbenam, hahaha,” Jelasnya panjang lebar.

Tentu para angler juga ingin tahu, bagaimana sih caranya mengklaim rekor ke IGFA?, Simak tips-tips lanjutan Om Jeremiah  Micheal berikut.”Untuk mengklaim rekor kamu harus menjadi anggota IGFA. Bisa jadi anggota seumur hidup ataupun anggota tahunan. Kita diperbolehkan mengklaim record bersamaan dengan mendaftar sebagai member. Staff di IGFA akan membantu dan mengarahkan kita”. Hal lain yang penting untuk dilakukan adalah:

  1. Kirimkan alat timbangan/skala yang kamu gunakan untuk dikalibrasi di IGFA
  2. Video atau foto saat anda memegang danmenimbang ikan tersebut, penimbangan hanya boleh dikakukan di daratan
  3. Kirimkan juga contoh senar dan leader untuk mereka tes
  4. Isi formulir pendataan dan kirimkan detailnya

” Andaikata bisa, saya ingin sekali menetap di di Sulawesi, sayangnya terhalang pekerjaan.” Ucapnya di aksir sesi wawancara.  Ia juga berpesan “Untuk angler –angler di Indonesia, kalian memiliki potongan surga yang diletakkan di bumi, sadarilah hal itu. Nikmatilah sensasi dalam memancing dan stop setrum, bom ikan, serta racun. I Love Indonesia!”

Nah, bagaimana sahabat angler senusantara? Ayo, semangat! Tunjukkan sebagai tuan rumah kita juga bisa membanggakan Indonesia dengan rekor yang lebih tinggi, hargai dan jagalah keindahan alam yang Tuhan titipkan pada bangsa ini. Seperti kata Om Jeremiah, “Jagalah sungai, bumi pertiwi dan laut maka mereka juga akan menjagamu.”

Kepulauan Mentawai, Surga Mancing Kelas dunia

Kepulauan Mentawai merupakan salah satu kabupaten yang berada di Sumatera Barat. Terdiri dari beberapa gugusan pulau serta dikelilingi oleh samudera hindia, yang menjadikannya salah satu destinasi wisata bahari yang sangat menarik. Keindahan pemandangan dan kekayaan alam bawah lautnya  menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.  Kepulauan ini pernah dinobatkan sebagai salah satu spot mancing saltwater terbaik di indonesia.

Kepulauan Mentawai
Kepulauan Mentawai

Di tahun 2015 Pemerintah wilayah pernah menggalakkan wisata mancing sebagai program andalan daerah, dengan memperkenalkan 43 spot andalannya. Hingga saat ini spot-spot tersebut masih menjadi primadona para pemancing yang datang ke sana.

Daya tarik lainnya seperti kearifan lokal, budaya, wisata alam flora dan fauna juga menambah nilai eksotis dari kepulauan yang dinamai berdasarkan nama suku aslinya ini. Sebagai informasi, kepulauan indah ini juga dinobatkan sebagai tempat berselancar terbaik ke 3 di dunia.

Suku Mentawai
Suku Mentawai (foto:takaitu.com)

Gugusan Kepulauan mentawai (foto pasbana.com)
Gugusan Kepulauan mentawai (foto pasbana.com)

Spotmancing.com berkesempatan mewawancarai Om Jeppy Saogo, angler asal Tuapejat kecamatan Sipora Utara – Mentawai. Ia mengungkapkan,” Laut mentawai merupakan perairan yang sangat potensial untuk memancing. Kapal-kapal nelayan dari sibolga, Tanah Tepi dan pulau lain, sering bolak-balik mencari ikan di sini. Segala macam alat penangkap ikan memenuhi perairan Mentawai.”

Di tempat yang jadi bagian wilayah Provinsi Sumatera Barat ini, kita bisa menargetkan beragam jenis spesies ikan air dengan kondisi berkelimpahan. pasalnya  spot-spot di kepulauan ini menyediakan beragam spesies yang memang sering menjadi incaran para pemancing.“Spesies ikan di sini variatif seperti yellow dan bluefin tuna, doggie, mackerel, GT, Green Job Fish, swordfish dan lain-lain tersebar di seluruh area.’ TambahOm Jeppy.

Jeppy Saogo
Pakaelat Fishing Club (PFC)
Pakaelat Fishing Club (PFC)

Musim memancing biasanya mengikuti jadwal yang kurang lebih sama dengan daerah lainnya di Indonesia. “ Saya biasanya belajar sama nelayan. Tergantung pasang-surut air laut, deras arus, dan juga fasa bulan. Pada saat bulan purnama nelayan mengeluhkan ikan malas makan umpan. Namun saya pernah coba main popper malam hari saat purnama justru ikan makin garang ngejar popper. Jadi teknik memancing juga kita sesuaikan.” Jelas Om Jeppy.

Syaqif Ari, admin grup PFM
Syaqif Ari, admin grup PFM

Untuk menuju spot-spot memancing yang tersebar diantara Pulau  Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan ini, Om Jeppy mengungkapkan bahwa paling lama 45 menit dengan boat bermesin 5 pk. Namun jika menggunakan mesin 40 pk bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih hanya 4-10 menit. Cukup dekat bukan.”Kami punya lokasi khusus untuk teknik Jigging dan Popping, biasanya dishare dengan komunitas, namun kami rahasiakan pada nelayan untuk menjaga spot agar tetap aman dari illegal fishing dan over fishing.” Terangnya.

Angler yang juga anggota Pakaleat Fishing Mentawai ini mengatakan,”Dulu kami masih menggunakan umpan hidup saat memancing, karena strikenya yang lamban akhirnya saya dan kawan kawan mulai giat menggunakan teknik-teknik moderen seperti jigging dan popping.” Uniknya, anggota komunitas ini membuat sendiri umpan-umpan tiruannya. “ Popper kami bikin sendiri termasuk metal jig juga. Lebih leluasa dalam modifikasi bentuk dan warna. Lure pabrikan selain mahal kadang hanya cocok di laut tenang, kurang sesuai untuk spot di sini.” Jelasnya.

Popper hasil kreasi angler mentawai
Popper hasil kreasi angler mentawai

Komunitas yang berdiri 2 tahun lalu ini berawal dari hanya 5 orang anggota. Namun kini anggotanya sudah di atas 20 orang. Selain potensi mancing menurut Om Jeppy Saogo kepulauan mentawai sangat cocok untuk bisnis peralatan pancing serta fishing charter. Mengingat masih sedikit jasa penyewaan kapal moderen untuk memancing di kepulauan yang berjuluk Bumi Sikerei ini. Akomodasi pun masih terbatas dan kurang memadai sehingga peluangnya masih sangat besar.

Dibalik besarnya potensi bisnis mancing di Mentawai, Om Jeppy menyayangkan masih ada beberapa oknum nelayan yang menggunakan cara-cara ilegal dalam menangkap ikan.” Meskipun ada beberapa nelayan yang sudah sadar dan memilih menggunakan cara-cara tradisional yang tidak dilarang, Sayangnya masih ada saja nelayan yang menggunakan potassium dan bom Ikan. Aksi mereka luput dari pantauan pihak berwajib.”Ungkapnya kesal. Illegal fishing seperti ini tentu saja akan merusak ekosistem alami dan jika tidak dihentikan lambat laun bisa saja hasil laut di kepulauan Mentawai semakin berkurang dan peluang usaha bahari hanya tinggal kenangan.

Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai
Pakaelat Fishing Mentawai

Angler kelahiran mentawai ini juga mengutarakan harapannya ke depan terhadap keberlangsungan potensi mancing di daerahnya. “ Saya harap masyarakat nelayan segera sadar bahwa laut adalah sumber penghidupan yang berkelanjutan. Bagian yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat kepulauan mentawai, semoga tidak ada lagi illegal fishing dan pemerintah setempat bisa tegas terhadap masalah ini agar keindahan kepulauan mentawai tetap terjaga.” Harapnya.

Semoga apa yang diharapkan Om Jeppy dapat tercapai. Cara penangkapan ikan oleh nelayan memang sangat mempengaruhi Keberlangsungan habitat dan ekosistem laut. Tidak hanya di Bumi Sikerei, hampir di seluruh perairan Indonesia illegal fishing masih saja menjadi momok yang begitu sulit untuk diberantas. Kesadaran semua pihak adalah hal yang terpenting. Indonesia negara agraria yang luas, mari kita jaga dan lestarikan agar tak hanya di Mentawai namun seluruh perairan indonesia bisa menjadi destinasi olahraga memancing yang menyenangkan.

Eksplorasi Spot “Jurassic Park” Perairan Sulawesi Bersama KM. SAMSON

Wilayah laut Indonesia yang begitu luas, menyimpan spot-spot mancing yang menunggu untuk di jelajahi. Tentunya perlu eksplorasi mendalam agar daerah-daerah potensial dapat dijamah. Rupanya inilah yang melatarbelakangi Om Taufik Tan, Agent Jigging Master Indonesia bersama 8 angler lainnya, untuk mengarungi perarian Sulawesi yang terkenal akan hasil lautnya. “Dalam rangka mencari spot-spot baru yang bisa menjadi pilihan destinasi mancing bagi para angler.” Jelas Om Taufik.

Peta perairan Sulawesi Barat
Peta perairan Sulawesi Barat

Bentuk pulau Sulawesi yang unik – terdiri dari 3 buah teluk dan 4 semenanjung besar, 1 selat besar, membuat salah satu pulau terbesar di Indonesia ini menjadi tempat bersarangnya berbagai spesies penghuni laut. Bahkan beberapa tahun lalu sempat viral dengan ditemukannya spesies ikan seberat 1 ton yang tersangkut pukat nelayan perairan yang memiliki gugusan pulau-pulau kecil tersebut.

Selain itu, perairan sulawesi memang sudah terkenal sejak lama di kalangan pemancing Indonesia sebagai spot mancing spesies ruby dan dogtooth tuna. Hal ini dibuktikan langsung oleh Tim KM. SAMSON. “Hasilnya sangat memuaskan, daerah yang kami datangi adalah perairan Sulawesi barat, disana masih banyak ikan- ikan ruby dan dogtooth tuna berukuran monster,” ungkap Om taufik.“Namun kami terkendala waktu, sehingga masih banyak lokasi potensial yang belum sempat kami datangi,” Ujar Om Taufik. “Karena banyaknya ikan berukuran monster, Tim KM SAMSON menamakan ekspedisi ini dengan Trip Jurassic Park, he he..” tambahnya

Taufik Tan
Taufik Tan dengan dogtooth size babon

Om Taufik pun menceritakan keseruan saat mereka memancing. “Sore hari kami tiba di lokasi pertama. Semua menggunakan teknik jigging dan berhasil menaikkan Ruby dan tuna gigi anjing. Meskipun beberapa kali kawan-kawan ada yang putus leadernya, namun kami berhasil landed beberapa ekor dogtooth tuna size lumayan besar.” Ungkapnya.

Peristiwa putusnya leader ini juga dibenarkan oleh salah satu crew Om Dha Rian.”Kami menggunakan tackle dari Jigging Master seperti power spell, monster game dan wiki violent. Reel-reel tersebut memiliki kelas line PE 4 dan PE 5, rod PE 3-6 dan 4-8. Ikan yang naik berupa ruby dan doggie, sampai lupa berapa ekor yang naik. Hehe.” Ungkap Angler yang juga anggota tim Jigging Master Indonesia ini. Beliau menambahkan,”Kita sempat beberapa kali putus di PE -meskipun menggunakan line kelas tinggi, 3-5 kali putus. Saya satu kali putus saat fight menggunakan PE4 dengan jig dari 500-800 gram, Monsternya belum bisa kita landed-kan namun doggie seberat 40 kg berhasil dinaikkan.”

Dharian dengan mama tuna
Dharian dengan mama tuna

Ada beberapa hal menarik yang terjadi menurut Om Rian.”Saking derasnya arus, timah 2kg yang kita turunkan masih tetap melayang. Lucunya juga ikan yang udah fight dengan kita dari kedalaman 80-100 meter pas udah keliatan mau naik ke permukaan tiba-tiba lepas di depan mata. Hahaha.”Ungkapnya.

Trip Jurassic Park ini diikuti oleh angler-angler senior, mereka adalah Muhammad Taufik, Alam Kinore, Amin Maulani, Heri Skatetrue, Dha Rian dan Om Taufik Tan sendiri sebagai Owner KM. SAMSON. Turut serta crew dari program mancing di salah satu TV Nasional yaitu Satria Nurbambang, Agung Syakirul dan Bagus.

Heri Skaterue
Heri Skaterue

KM. SAMSOM

Trip live on board selama lima hari – plus perjalanan 2 hari PP ini tentu saja akan menguras tenaga dan pikiran. Namun semuanya tidak menjadi masalah karena kapal yang digunakan memiiliki fasilitas yang bisa dibilang sangat mumpuni untuk memfasilitasi secara paripurna siapapun angler yang ada di dalamnya. Maklum saja KM. SAMSON yang dibekali 12 lampu mancing ini, difasilitasi peralatan navigasi canggih seperti  FF/GPS combo Ray Marine Axio 7 + Black Box + Tranducer 3D ( Max 120 m) + Tranducer 1Kw, Kamar utama kapasitas 8 ranjang (lebar ranjang 110 cm) full AC, dan semua sudut kapal dipantau CCTV. Sehingga memudahkan awak kapal untuk membantu angler saat strike.

Dengan fasilitas selengkap itu, tidak perlu takut dan khawatir berada di tengah lautan. Untuk dapat merasakan fasilitasnya, kapal Motor ini disewakan dengan biaya 40 juta, untuk waktu selama 3 malam. Eits! Jangan kaget dulu, coba dikalkulasi dengan pembagian 10 orang. Cukup terjangkau bagi angler nusantara yang benar-benar ingin merasakan sensasi mancing di spot Jurassic Park ini. Ditambah lagi dengan disediakan set tackle berkelas dari Jigging Master yang on boat sehingga buat pemancing-pemancing dari jauh tak perlu repot membawa set tackle. Klien benar benar dimanjakan di kapal sepanjang 26 meter ini.

Kamar Utama dan di ruang kemudi dapat menampung 10 angler
Kamar Utama dan di ruang kemudi dapat menampung 10 angler
difasilitasi peralatan navigasi canggih seperti  FF/GPS combo Ray Marine Axio 7 + Black Box + Tranducer 3D ( Max 120 m) + Tranducer 1Kw
Ruang kemudi difasilitasi peralatan navigasi canggih seperti  FF/GPS combo Ray Marine Axio 7 + Black Box + Tranducer 3D ( Max 120 m) + Tranducer 1Kw
Dek belakang untuk bersantai, makan bersama, maupun meja diskusi antar angler
Dek belakang untuk bersantai, makan bersama, maupun meja diskusi antar angler

“Kami bekerjasama dengan SAMSON Fishing Club Palu . Mereka adalah partner joint dan operatornya, Itulah sejarah mengapa kapal ini saya namakan KM. SAMSON.” Terang Om Taufik. SAMSON Fishing Club sendiri merupakan klub mancing yang juga menyediakan jasa fishing charter. Dipunggawai oleh angler-angler berpengalaman yang paham betul karakter perairan Sulawesi. So, tak perlu ragu dengan kehandalan guide yang menemani anda memancing. Dijamin strike sampai lelah.

Spot yang telah berhasil dijelajahi Tim KM. SAMSON terhitung tak terikat musim karena memiliki spesies ikan yang menetap. ”Ruby biasanya hanya menjelajahi area sekitaran itu-itu saja. Sedangkan Doggie yang kami dapati adalah jenis ground yang sifatnya menetap. Seharusnya akan ada setiap saat karena itu sarangnya.” Jelas Om Taufik Tan. Jadi bagi angler yang sudah tidak sabar ingin merasakan tarikan Dogtooth tuna dan Ruby di perairan Sulawesi silahkan langsung menghubungi  Om Papi SAMSON di 081354850125.

Papi Samson
Papi Samson

Terimakasih buat Om Taufik Tan yang sudah mau berbagi keseruan bersama spotmancing.com. Semoga kedepannya akan banyak lagi spot-spot potensial yang ditemukan. Keep Explore! Keep Fishing!

Simak keseruannya lewat video di bawah ini!

 

 

 

Spot Mancing di Teluk Palu – Markasnya Escolar Monster

Spot Mancing di Teluk Palu

Butuh tenaga super kuat ketika mancing binatang ‘berparas’ garang ini, apalagi habitat ikannya hidup dikedalaman laut yang menembus ratusan meter. Tak tanggung-tanggung, beratnya pun bisa mencapai puluhan kilogram. Jika angler ingin menaklukan ikan Escolar ini, coba kunjungi spot mancing di teluk Palu.

Bagi angler yang pernah mencoba mematikan gerak Escolar, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi iwak tersebut cukup langka ditemukan. Julukan ikan setan, pantas disematkan ke iwak ini, karena perawakannya yang seram dan menakutkan ini.

Teluk Palu, Sulawesi Tengah (wikipedia.org)

Spotmancing.com sempat berbincang dengan Tony Jap, salah satu angler yang memiliki pengalaman menaklukan ikan Escolar di perairan yang terletak di Sulawesi Tengah ini.

Mata besar yang tajam dan menyala, serta warna sisiknya yang hitam kecoklatan menjadi ciri khas ikan yang masuk kedalam spesies Lepidocybium Flavobrunneum tersebut. Selain itu, Escolar menjadi sangat agresif, ketika berkeliaran di bawah laut pada malam hari. “Wuiihh, benar-benar butuh perjuangan nih, body ikan ini sangat dahsyat,” ujarnya. Namun, kerja keras angler asal Lombok ini, menuai hasil yang sangat mengagumkan, saat Tony berhasil strike Escolar seberat 55 kilogram. “Ngga sia-sia nih, saya dan rekan-rekan mancing hingga ke tengah teluk, apalagi kedalaman airnya mencapai 300 meteran,” sebutnya.

Baca juga artikel: Abugosok FC Perta Dogtooth di Pangalaseang

Bukan main bangganya, ketika trip mancing yang jauh ini, dibayar dengan perolehan ikan yang memiliki ukuran besar. Tampilan wajah ikan yang bengis pun jadi terlupakan, saat jari-jemari dan tubuh terhentak, bersamaan dengan memainkan tackle yang bergerak kesana-kemari. Ketika mendaratkan Gindara –sebutan lainnya–, joran 158 sentimeter, reel 4-8 serta pe 3-6 seakan terus bergetar melawan tarikan buasnya. “Saya padukan dengan teknik jigging, sambil menyeimbangkan tenaga saat megang joran,” ucapnya. Sebelumnya, Tony pun tak menyangka, akan strike Escolar sebesar itu. Ketika mancing di spot ini, sebenarnya ia pun hanya menargetkan ikan-ikan yang memiliki size yang sedang-sedang saja. “Tergantung rezeki kita juga, bisa menaikan ikan seberat itu. Pastinya, dibutuhkan skill dan ketenangan yang luar biasa ketika memainkan tackle ini,” paparnya.

Umpan metal jig pun ia siapkan, agar target Escolar bisa tercapai secara sempurna. Dengan menggunakan umpan ini, Tony berusaha untuk menjatuhkan lure sedalam mungkin, hingga mencapai sasaran ke mulut iwak monster tersebut. “Saya tinggal mengayun-ayunkan joran saja yang diimbangi dengan retrieving, sambil berharap umpan terus nyantol di mulutnya, hahaha..” terang pria yang aktif di Handling Sport Fishing Organizer ini. “Intinya, faktor piranti dan pengalaman itu harus mendukung juga,” ungkapnya lagi.

Menurut Tony, di spot Palu ini menjadi salah satu sarangnya ikan-ikan berukuran predator dengan beragam spesies. Apalagi didukung dengan kondisi perairan yang dalam, bisa membuat angler terus bersemangat mencari ikan di titik-titik yang potensial. “Spot di Palu ini tak berbeda jauh dengan salt water yang ada di Indonesia, terutama wilayah timur. Bahkan, ada kalanya kita menemukan jenis ikan yang ukurannya besar-besar,” jelasnya.

Escolar alias ikan setan

Namun, ia menyarankan jika ada rencana mancing di spot Palu, sebaiknya angler mencari informasi seputar kondisi cuaca di wilayah ini. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi trip angler saat bertandang ke spot tersebut. “Sebenarnya, kalau keadaan cuaca selalu tergantung bulan serta anginnya. Sebaiknya mancing di spot ini saat musim kemarau, apalagi jika target ikan yang mau disasar sekelas escolar,” terangnya.

Ia pun bersyukur saat mancing di spot ini, didukung oleh kapal perahu serta Leader Guide Mohammad Taufik, Ketua Komunitas Mancing Samson FC, yang paham akan perairan disana. “Waah, sangat terbantu dengan menggunakan kapal motor Berdikari 2 ini. Apalagi Om Taufik, hafal akan situasi dan kondisi di teluk tersebut,” terangnya.

Teluk Palu sangat memukau angler ini, karena kondisi perairannya yang bersih serta banyaknya terumbu karang yang masih terjaga. “Selain karang-karang lautnya yang sangat istimewa, saya dan rekan-rekan pun puas akan pemandangan di sekitarnya. Situasi seperti ini, sangat membantu saat aktifitas mancing ikan dilakukan,” katanya. Ia pun mengatakan, jika ingin mancing di spot ini, sebaiknya rencanakan perjalanannya sebaik mungkin. Apalagi, spot ini terbilang sangat jauh dan menguras tenaga. “Jangan lupa, bawalah piranti mancing yang lengkap plus makanan yang cukup untuk diatas kapalnya,” sarannya.

Spot mancing di teluk Palu ini, berada di kawasan yang mencakup tujuh Kecamatan. Saat itu, Tony dan rekan-rekan memilih spot yang masuk ke wilayah Panggalasiang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dari bandara Mutiara SIS Al Jufrie, angler akan menghabiskan waktu sekira 5 jam untuk sampai di spot nya. Untuk mempersingkat waktu, angler bisa sewa mobil dari bandara atau pusat kota, untuk langsung diantar ke spot yang dituju.

Ikan ini gesit dan bertenaga (dok.pribadi Tony)

Jangan lupa, sesampainya di kota Palu, angler bisa mempersiapkan dahulu kebutuhan yang akan dibawa ke lokasi pemancingan. Beragam kebutuhan yang bisa angler dapatkan di kota ini, karena banyak penjaja makanan maupun toko-toko penyedia kebutuhan lainnya yang akan disertakan pada trip mancing ini. Oh, iya. Angler pun tak perlu risau, saat mencari penginapan dan tempat makan, karena fasilitas seperti ini bisa didapatkan di dekat spot nya.

Spot Mancing di Teluk Palu

Waahh…menaklukan predator Escolar di spot Palu, tentunya menjadi pengalaman yang mengesankan bagi angler. Trip ini patut angler coba. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan angler hubungi rekan kita Tony Jap via akun Facebook nya atau ke nomor 0812 3851 976.

Spot Mancing di Teluk Palu

Lingkar Timur, Destinasi Ajib spot casting gabus sidoarjo

spot casting gabus sidoarjo

Ketagihan strike gabus? Jika jawabannya benar, dan anda pun tinggal atau kerap mengunjungi provinsi Jawa timur, maka siapkan tackle andalan. Yuup, predator ini tumbuh subur di kawasan Lingkar Timur, salah satu spot casting gabus Sidoarjo liar nan menantang.

Angler yang mancing disini pun bebas memilih spot yang diinginkan, karena banyak sekali  rawa-rawa yang bisa di eksplor. Selain itu, ikan gabus yang hidup di spot inipun rata-rata memiliki ukuran gemuk dan segar. Hal ini dibenarkan oleh Ukki Gembelzs, seorang castinger sekaligus pecinta mancing di fresh water. Ia pun mengatakan, banyak castinger yang gemar dan sering mengunjungi Lingkar Timur Sidoarjo, karena selain luas, gabusnya pun tumbuh subur. “Terutama kita bisa puas main top water lure, karena banyak tanaman air dan memang potensi ikan gabus nya sebagai target utama sangat melimpah,” terangnya. Saking pahamnya dengan spot ini, ia pun sempat beberapa kali strike gabus. “Rekor pribadi sih, pernah merasakan ngangkat gabus hampir tiga kilogram,” sebutnya.

Spot Lingkar Timur Sidoarjo Jawa Timur(dok.pribadi Ukki)

Kondisi dan suasana di spot Lingkar Timur Sidoarjo pun tak kalah menariknya, bak ladang yang di selimuti oleh limpahan air dan gumpalan lumpur. “Bukan cuma itu saja, angler pun akan melewati jalan setapak dan menembus rerumputan yang tinggi dan disuguhi oleh pohon-pohon besar dan rindang,” ujar pria ini. “kan kalau mancing itu, harus didukung juga dengan spot nya yang nikmat,” ucapnya sambil tertawa.

Selain menjadi sarang gabus, spot Lingkar Timur Sidoarjo ini banyak pula ikan lainnya yang berkembang secara normal dan sangat potensial untuk disambar kail pancing angler. “Walaupun gabus menjadi pilihan utama angler yang datang kesini, bukan berarti ikan yang lainnya tak layak ditancang. “Di spot ini, angler lain banyak juga yang mancing tawes, mujair, betok, sepat, hingga wader,” jelasnya. Sementara itu, untuk mancing salah satu predator air tawar ini, waktu terbaik umumnya dilakukan pada saat awal musim penghujan atau awal kemarau. Pada periode-periode inilah ukuran gabus banyak yang gemuk-gemuk.

Teknik casting menjadi pilihan angler asal Surabaya tersebut, alasannya karena cocok dengan kondisi rawa-rawanya yang cukup dalam. Angler tinggal menyiapkan set tackle nya di tepian rawa, dan langsung mencari titik-titik potensial predator gabus berkeliaran. “Kalau set tackle nya mendukung, kita bisa strike gabus yang berukuran besar om,” katanya. Joran  6-12 lbs, reel kelas 2000, pe 1.5, serta leader 20 lbs ia siapkan, agar iwak kutuk ini berhasil ia daratkan.

Baca artikel: Teknik Njegog dan Ndudur, Cara tradisional dan unik mancing ikan gabus

“Jangan ketinggalan umpannya. Untuk di spot ini, pakai beberapa jenis lure sebenarnya juga bisa. Cuma menurut saya pakai froggie, sudah efektif” sarannya. Ukki pun sempat mengatakan, jika mancing gabus di spot terbuka seperti Lingkar Timur Sidoarjo ini, angler bisa juga mencoba umpan yang lain, seperti softlure, spinner hingga spoon. “Angler tinggal pilih umpan yang terbaik, toh mancing ikan pun harus menggunakan feeling juga,hahaha..” tuturnya.

spot casting gabus sidoarjo

Iwak berkumis yang banyak berkeliaran di spot ini (dok.pribadi Ukki)

Lokasi Lingkar Timur Sidoarjo, berada di Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.  Angler yang ingin mancing kesini, bisa menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor, namun bagi angler yang berasal dari luar kota, disarankan menggunakan kendaraan roda empat, karena jaraknya yang jauh dan memakan waktu yang lama, sekira 15 jam lebih –jika start dari Jakarta–. “Bisa juga pakai bis antar kota yang menuju Surabaya om, nanti disambung pakai ojek online,” ucapnya. Selain itu, ada transportasi lain yang dapat dipilih angler, seperti kereta api. Pilihannya, ada kelas Eksekutif, Campuran (Eksekutif – Bisnis), hingga kelas Ekonomi AC.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat. Angler pun disarankan untuk membawa perbekalan semacam makanan dan minuman, karena jarak dari pusat kota menuju spot nya cukup jauh dan memakan waktu. “Bawa perbekalan seperlunya karena jarak dari spot ke tempat makan terdekat, kurang lebih 1 kilometer,” sebutnya. Sementara jika angin mencari penginapan, angler bisa memperolehnya di pusat kotanya. Ada beberapa penginapan yang bisa angler pilih dengan harga yang terjangkau.

Castinger Community (dok.Komunitas)

spot casting gabus sidoarjo

Baca juga artikel: Juosss,…! Coba nih, umpan lundi dan gendon ala Bang Ireng Mendono. Strike gabus, lele, dan baung bertubi-tubi!

Patut angler ketahui, jika spot rawa-rawa di Lingkar Timur Sidoarjo ini,sangat terbentang luas dan menajdi salah satu spot mancing yang terkenal di wilayah Jawa Timur. Pantas saja, jika hewan-hewan liar, terkadang bisa angler lihat secara kasat mata. “Binatang seperti Musang, Biawak,hingga ular suka ada di spot ini. Tapi angler jangan khawatir, yang penting kalau mancing disini kita tetap waspada saja,” saran angler yang aktif di Castinger Community (C2) ini.

Wuiihh..mancing di spot liar memang selalu menciptakan adrenalin tersendiri. Angler siap menerima tantangan di spot Lingkar Timur Sidoarjo? Untuk informasi lebih detail, silahkan hubungi rekan kita Ukki Gembelzs via akun Facebook nya atau ke nomor 0812 3233 2072.

spot casting gabus sidoarjo