Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018, Memancing sambil Berwisata!

Sukses dengan “Lomba Rock Fishing Nasional Piala Bupati Gunungkidul 2018“ pada bulan Mei lalu, Komunitas Mancing Handayani Rock Fishing (HRF) kembali menggelar lomba memancing berskala Nasional, dengan tajuk GUNUNGKIDUL  JUKUNG FISHING TOURNAMENT 2018.  selaku penyelenggara, HRF berupaya untuk turut serta memperkenalkan besarnya potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata bahari yang terbentang sepanjang garis pantai Kabupaten Gunungkidul.

Handayani Rock Fishing (HRF)
Handayani Rock Fishing (HRF)

“Gunung kidul memiliki potensi perikanan kelautan dan pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi wisata bahari dan wisata minat khusus, memancing di tebing dan juga dengan perahu jukung.” Ungkap Om Ian Abdul, salah satu punggawa HRF. Ia menambahkan,” Helatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir pada sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini selaras dengan visi misi pemerintah kabupaten Gunung Kidul.”

po901, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Turnamen yang berlangsung pada tanggal 10-11 November ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Diikuti oleh 46 tim dari bebagai daerah nusantara seperti Lombok, Bali, Sumatera dan lampung. Acara berjalan dengan lancar dan meriah.”Semua berkat kerjasama panitia dan gotong royong anggota,” Ujar Om Ian.

Pergelaran dilaksanakan di 6  titik pelabuhan nelayan. Dari hasil lomba membuktikan bahwa potensi perikanan di kabupaten Gunungkidul layak diupayakan untuk dapat meningkatkan produktifitas ikan hasil tangkapan nelayan. “Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan cara tangkap ikan dengan alat pancing modern kepada nelayan, saat hasil tangkap dengan jaring tidak maksimal pada musim paceklik mereka dapat menyewakan perahunya untuk para pemancing luar daerah sekaligus sebagai pemandu wisata minat khusus memancing”, kata Amrih Santoso, S.Pd selaku panitia perlombaan.

Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018 merupakan even yang didukung Oleh Dinas Pariwisata Prov DI Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul, juga DPD HNSI DAN BMKG DIY. Selain lomba memancing acara juga dimeriahkan dengan penampilan 3 kesenian tradisional Wong Ireng, Gejog Lesung dan Reyog dari masyarakat pesisir.

Para Penampil Kesenian Tradisional
Para Penampil Kesenian Tradisional

Total hadiah yang diperebutkan sebesar 58.1 Juta rupiah. Juara pertama diraih oleh team Tengik 2 dari Cilacap dengan hasil ikan Giant Travelly (GT) seberat 14.04Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar dua puluh Juta rupiah. Diikuti oleh team Hantu Laut B dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.65Kg dan juga hadiah uang tunai sebesar sepuluh  juta rupiah, dan untuk juara tiga diraih PMMK 4 dari Kudus dengan perolehan ikan tenggiri seberat 7.45Kg dan juga hadiah sebesar tujuh juta rupiah. Berikut daftar lengkap juara Gunungkidul Jukung Fishing Tournament 2018:

1. JUARA KATEGORI IKAN TERBERAT

NO

PELABUHAN

TEAM

JENIS IKAN

BERAT

HADIAH

1

SIUNGTENGIK 2 CILACAPGIANT TRAVELLY (GT)14.04KGRp20.000.000

2

SIUNGHANTU LAUT BTENGIRI7.65KGRp10.000.000

3

SIUNGPMMK 4KAMPUR7.45KGRp7.000.000

4

BARONSENTET TEAM KUDUSTENGIRI6.7KGRp5.000.000

5

BARONHANTU LAUT CTENGIRI5.77KGRp3.000.000

6

SIUNGWELERI ABARACUDA4.91KGRp1.750.000

7

SIUNGKMMP CGIANT TRAVELLY (GT)4.87KGRp1.750.000

8

SADENGLOMBOK FISHING ADVENTURE 2KERAPU3.7KGRp1.750.000

 

2. JUARA KATEGORI SPESIES IKAN TERBERAT

NO

TEAM

JENIS IKAN

HADIAH

1

100% NYOBOK SOLOTALANG-TALANGRp1.000.000

2

LOMBOK FISHING ADVKERAPURp1.000.000

3

PETITENGET BALIPOGOTRp1.000.000

4

KMMP A KUDUSKAMPURRp1.000.000
3. JUARA TEKONG TERBAIK

NO

NAMA

PELABUHAN

1

WAHYUSIUNG

2

SUPRIYOSIUNG

3

SUTIPANSIUNG

Puncak acara, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S,Sos berkenan hadir menyerahkan piala kepada para pemenang, didampingi oleh Komandan Kodim 0730 Letkol Inf M Taufik Hanif Y, S.Sos, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Gunungkidul, drh. Khrisna Berlian, dan ketua komunitas memancing se DIY.

Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul
Penyerahan Hadiah oleh Bupati Kabupaten Gunungkidul

 

Dalam sambutannya Bupati Gunungkidul merespon positif kegiatan ini, “ Saya harap turnamen ini dapat membawa dampak yang baik dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisata bahari sekaligus meningkatkan perekonomian dan penghasilan nelayan khususnya masyarakat pesisir Gunungkidul. Hal ini selaras dengan visi misi pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera”, katanya.  Selain itu beliau juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya lomba dan mendukung kegiatan menjadi even rutin di tahun-tahun berikutnya. (ian_abdul)

Om Londo Edan, perwakilan dari tim Tengik 2 sebagai pemenang kategori utama mengaku tak menyangka bisa memenangkan turnamen.” Kita tidak terlalu berambisi jadi juara, yang penting bisa menang dari tim Tengik 1 karena dari awal pergi sudah saling olok. Intinya mempertahankan harga diri lah. Hehe,” katanya kocak. “Tim kami ini bisa dibilang kacaubalau,  dua orang mabuk laut, satunya numpang jalan-jalan dan sisa satu orang yang benar-benar mancing. Dari jam 06.00 sampai pukul 08.00 belum dapat ikan satupun. Ditunggu dan akhirnya dapat ikan jam 09.00. Untungnya bisa landed GT seberat 14 Kg, itupun satu-satunya ikan yang tim Tengik 2 dapatkan. Saya Menggunakan teknik jigging dengan reel size 5000, joran PE 2-3, line PE 3, leader 50lbs dengan umpan seberat 80 gram. Saking pedenya, setelah landed jam 09.30 kita langsung bersandar ke pelabuhan dan yakin jadi pemenang, padahal itu masih tergolong ikan kecil kalau di sini, Hahahaha.” Cerita Om Londo lucu.

Om Londo Edan dan GT Tangkapannya
Om Londo Edan dan GT Tangkapannya

Atas keberhasilan mereka, tim asal Jogja ini berhak mendapatkan hadiah utama sebesar dua puluh  juta rupiah.”Sesuai janji dan tantangan yang kita berikan kepada Kapten dan ABK, jika kita menang mereka kami beri lima juta rupiah. Kebetulan juga, ABK kita jadi juara Tekong terbaik.” Ungkap pria yang bernama asli Laurensius Herlambang. “Senang bisa kumpul guyub dengan teman-teman angler baik lokal maupun luar daerah, membaur jadi satu seperti saudara sendiri.” Kesan Om Londo terhadap even ini.

Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Tim Tengik 1 dan Tengik 2 Merayakan Kemenangan dengan Makan-makan
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini
Spotmancing.com turut berkontribusi pula dalam acara ini

Kekayaan alam wisata khususnya wisata mancing di indonesia memang tidak ada habis-habisnya untuk dieksplor. Sayang jika harus terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan daerah. Even-even bersakala nasional seperti yang diadakan Handayani Rock Fishing ini merupakan salah satu contoh nyata akan besarnya potensi kekayaan alam pesisir bumi pertiwi. Semoga semakin banyak terlahir  turnamen-turnamen serta lomba berskala nasional bahkan internasional di seluruh  kepulauan Indonesia. Jayalah dunia mancing Nusantara!

Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Smart Fishing Friendly Tournament, Konsep Baru Even Mancing Inovasi dari Caster Brotherhood

Cast N Coffee (CNC), acara tahunan komunitas mancing Caster Brotherhood yang ke 4 ini terasa berbeda dari sebelumnya. Dengan konsep friendly tournament bertemakan Smashing (Smart fishing), bisa dibilang ini adalah sebuah konsep baru dalam even mancing.

“ Even kali ini kita kemas dalam bentuk friendly tournament dengan tema smashing ( Smart Fishing). Paperless, semua by online. Dari pendaftaran, registrasi ulang, pencatatan ikan hasil lomba dan lainnya.” Jelas Om Ronald ketua Caster Brotherhood. Sesuai tema, para peserta yang telah mendaftar secara online dikirimi surel berupa barcode yang nantinya di scan sebagai tiket masuk saat registrasi ulang. Unik bukan?

Caster Brotherhood
Caster Brotherhood

Ada dua kategori lomba, yaitu spesies terbanyak dan ikan dengan bobot terberat. Diperbolehkan menggunakan teknik casting maupun fly fishing. Namun disarankan menggunakan piranti UL. Om Ronald menuturkan,” Kita menggunakan kolam UL, rata-rata spesies ikan yang ada memiliki bobot maksimal kisaran 5 kiloan. Agar terasa sensasinya, kami sarankan menggunakan tackle kelas Ultra Light.”

Om Ronald
Om Ronald

Sebanyak 145 peserta antusias mengikuti jalannya acara.” Peserta yang hadir adalah angler dari berbagai komunitas di Jawa Timur. Bahkan, ada yang jauh-jauh datang dari Madura. Saking ramainya peserta, panitia cukup kewalahan kesana kemari karena strike rate yang tinggi.” Jelas pria yang bernama lengkap Ronald Saputra ini.

Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Spotmancing Shop sebagai produsen kaos distro mancing tak ketinggalan memberikan kontribusi sponsorship demi kemeriahan acara
Peserta antusias mengikuti lomba
Peserta antusias mengikuti lomba

Monstero Fishing Park dipilih sebagai tempat berlangsunya even.”Untuk saat ini di Jawa Timur, kolam pemancingan yang paling mewakili untuk teknik casting dengan spesies terbanyak adalah Di Monstero. Selain itu tempatnya juga nyaman.” Ungkap Om Ronald alasan dibalik pemilihan lokasi.

Salah satu kolam Monstero Fishing Park
Salah satu kolam Monstero Fishing Park

Adapun para pemenang lomba mancing adalah:

  1. Kategori utama, spesies terbanyak

Juara 1 atas nama Wen Wen

Juara 2 atas nama Rudi Jr.

Juara 3 atas nama Opeck Switch

 

  1. Kategori Ikan Terberat

Juara 1 M. Khuluqil dengan berat ikan 5,19 Kg

Juara 2 Dwi Maru dengan berat ikan 5,03 Kg

Juara 3 Cak Djon dengan berat ikan 4,91 Kg

Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat
Juara 1, 2, dan 3 kategori ikan terberat

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa kelengkapan alat pancing dan t-shirt yang berasal dari sponsor serta Caster Brotherhood.

Om Wen Wen, angler asal surabaya yang mendapatkan juara 1 kategori spesies terbanyak tidak menyangka dirinya bisa menang. ”Saya baru pertamakali ikut turnamen seperti ini. Main casting juga baru kok, lebaran 2018 yang lalu pertamakali mencoba teknik casting.” Ungkap pria yang bernama asli  Andreas Juan.

Ia menambahkan,” persiapan biasa saja, Seperti cek alat pancing, PE dicek masih bagus apa tidak, hook apakah masih tajam atau sudah tumpul. Saya gunakan set tackle UL denga PE 6 lb dan leader 10 lb ditambah lure 3,8 cm tipe suspend.”

Adapun strategi yang dilakukan adalah mempelajari sifat spesies yang diincar seperti habitatnya dan lain-lain sehingga bisa tahu ke titik mana harus melempar.

Om Wen Wen aka Andreas Juan
Om Wen Wen aka Andreas Juan

Hal yang paling berkesan menurut Om Andreas adalah saat lomba mancing.” Berkesan sekali saat dapat koleksi spesies baru, ditambah ramainya peserta sampai-sampai kolam rasanya penuh.” Jelasnya. Beliau juga merasa even berjalan sangat fun dan berharap semoga ke depan CB bisa mengadakan helatan yang lebih besar serta lebih seru.

Juara 2 spesies terbanyak jatuh kepada Om Rudi Jr. Angler asal Lamongan ini datang bersama 3 orang kawan satu timnya. Piranti yang ia gunakan tergolong dalam kelas ekstrim UL.  Dengan Joran kelas 1-4 lb dan reel ukuran 1000 ia berhasil landed berbagai spesies ikan.

“Persiapan sih gak seberapa, karena udah sering juga mancing di situ. Cuma sedikit tips dari saya, kalau dikolam UL cukup gunakan soft lure dan mainnya di pinggir. Soalnya, ikan banyak bersembunyi di bebatuan pinggir kolam. Senang banget bisa juara kemarin. Semoga tahun depan acara lebih meriah lagi.”Ungkap pria yang bernama lengkap Rudi Ono ini dengan semangat.

Om Rudi Jr menerima hadiah juara 2
Om Rudi Ono menerima hadiah juara 2

Sementara Om Opeck Switch mengaku baru pertamakali mancing di Monstero. ”Karena belum pernah ke situ, jadi untuk persiapannya lebih banyak tanya-tanya teman yang udah biasa mancing di Monstero.” Jelasnya.

Menggunakan set  UL dengan joran 2-6 lb, PE 0,6 dan leader 20 lb ia berhasil menyabet juara ke 3 kategori utama.”Gak nyangka bisa menang, soalnya saya hampir tidak pernah mancing kolaman, selama ini cuma casting gabus dan payus. Kadang ngoncer liaran, mungkin berkat doa anak juga.” Tambahnya.

Om Opeck menerima hadiah juara 3
Om Opeck menerima hadiah juara 3

“Mengetahui karakter ikan target, cara memainkan lure dan selebihnya faktor keberuntungan.” Ungkap pria yang bernama asli Arofik ini, saat ditanya tips singkat mancing casting kolaman. Ia berpesan,” Semoga even seperti ini terus berlanjut, saya antusias sekali mengikutinya dan sangat bahagia sekali meskipun tidak juara 1, hehehe.”

Selain lomba mancing, friendly tournament CB ini juga menyediakan stand bazzar bagi tackle shop dan kawan-kawan dari Lure Maker Indonesia.

Di akhir sesi wawancara – Sebagai Ketua, Om Ronald berharap agar Caster Brotherhood semakin maju dan inovatif. Bisa membawa hal-hal baru di dunia mancing khususnya teknik casting dan luring serta bisa menjadi wadah yang tepat bagi angler tanah air.

”Untuk panitia saya benar-benar memberikan apresiasi atas usaha dan kerja kerasnya – khususnya totalitas yang sudah diberikan dari awal hingga akhir acara. Untuk peserta saya berharap tetap kompak dan selalu menjaga erat persaudaraan serta tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini.” Pesan Om Ronald.

Sukses selalu buat Caster Brotherhood, semoga semakin banyak inovasi-inovasi dalam dunia mancing yang bisa ditularkan kepada angler tanah air. Bravo angler Indonesia!

Galeri Foto

Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
Para peserta bersiap sebelum lomba dimulai
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat
M. Khuluqil, juara 1 kategori ikan terberat

 

All From Castinger for Castinger – HUT Ke-7 Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G)

All From Castinger for Castinger – HUT Ke-7 Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G)

Tak terasa sudah tujuh tahun komunitas Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G) berdiri. Dihari jadinya yang ketujuh itu, mereka menggelar helatan akbar dengan dihadiri 800 orang peserta. Disampaikan langsung oleh Komandan SH2G Om Sudargo Hartono, bahwa HUT SH2G kali ini dihadiri oleh 45 komunitas dengan total peserta 800 orang.

Partsisipan yang hadir terdiri dari 650 castinger/angler dan 150 orang undangan, sponsor, aparat dan tokoh masyarakat. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Palembang, Jambi, Lampung, Bandung, Jabar dan Sekitarnya, Banjar Patroman, Pangandaran, dan pastinya castinger Jabodetabek. ”

Turut hadir pula pembina utama, Om Achmadi NA, dan ketua Forcasi Om Wiwim Kusworo. Tak lupa tamu kehormatan lain seperti aparat terkait, pejabat setempat serta warga sekitar yang turut meramaikan acara.

Ada yang unik dari temanya, From Castinger to Castinger. ”Secara umum acara ini kita para castinger SH2G adakan memang diperuntukkan bagi seluruh castinger yang ada di indonesia tanpa mencari keuntungan apapun, sehingga sesuai dengan motto kami “Lets Join and Have Fun With Us!’. Ungkap Om Dargo makna dibalik tema acara.

ketua SH2G, Om Dargo dan Pak Achmadi NA
ketua SH2G, Om Dargo dan Pak Achmadi NA
Om Wiwin Kusworo mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng
Om Wiwin Kusworo mendapat kehormatan menerima potongan tumpeng

Meskipun peserta yang datang membludak, panitia telah mempersiapkan tempat dengan matang. Sebanyak 14 tenda besar, 2 wisma AC, 30 kamar mandi dan pendukung lainnya sehingga acara bisa berjalan lancar. “Tidak ada kendala yang berarti. Alhamdulillah semua dapat kami atasi, mulai dari perizinan, warga setempat dapat kami kondisikan mengingat Situ Gintung merupakan area umum yang perlu pengawasan agar peserta dan masyarakat yang ingin beraktifitas di wilayah tersebut sama-sama nyaman.” Jelas pak Komandan.

Suasana perkampungan tenda
Suasana perkampungan tenda

Situ gintung sendiri dipilih sebagai tempat perayaan HUT SH2G karena areanya memadai.”Kami open peserta tanpa batas karena area memadai,nyaman serta terkondisi dengan baik. Hasil lomba juga cukup menjanjikan dengan volume strike lumayan tinggi.” Ungkap Pak Komandan. Volume strike yang tinggi tersebut melahirkan juara-juara dengan tangkapan berukuran di atas rata-rata. Mereka adalah:

Juara 1
Nama : Ucup
Tim : Gamakichi (Bandung)
Size : 53 cm
Species : Gabus (channa striata)

Juara 2 
Nama : Yogi
Tim : MLI(Banjar)
Size : 49 cm
Species : Gabus (channa striata)

Juara 3
Nama : Buluk
Tim : 4Kompag (Tangsel)
Size : 42 cm
Species : Gabus (channa striata)

Untuk para juara ini, panitia menyiapkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp. 6000.000 untuk juara pertama, Rp 3.750.000 untuk pemenang kedua, dan Rp. 2.500.000 untuk posisi ketiga.

Even berlangsung selama dua hari, selain lomba mancing banyak sekali agenda menarik lainnya yang dipersiapkan  panitia agar peserta tetap semangat. Fun game, lomba ketangkasan, ngopi bareng, doorprise adalah sedikit dari sekian banyak agenda menarik lainnya.

Keseruan game dalam even
Keseruan game dalam even

Para pemenang lomba
Para pemenang lomba

Diadakan pula sesi pelepasan benih ikan konsumsi sebagai bentuk kepedulian sosial SH2G terhadap lingkungan sekitar. Sebelum acara ditutup, Pembina –pembina SH2G berpesan,” Tetap jaga kebersamaan dan silaturahmi tanpa batas dengan siapapun.’” Tak ketinggalan Pak Komandan Sudargo juga menyampaikan,” No Dongo No Planga Plongo, berpikirlah bahwa dunia castinger hanya sebuah dunia hiburan, sarana refreshing yang tidak perlu dikaitkan dengan hal lain yang menimbulkan gesekan sehobi, jaga solidaritas dan kebersamaan, tetap tertawadan masuk sorga. Lets joint & have fun with SH2G. Untuk SH2G saya berharap makin kental adat kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraannya. Tetap satu Jargon yaitu mancing sebagai hiburan, sama rata sama rasa, kompak solid dalam segala hal positif baik interen maupun eksteren.”

Tebar benih ikan konsumsi-
Tebar benih ikan konsumsi-

Gamakichi, tim asal Bandung yang meraih juara 1 melalui salah satu pentolannya Om Agus Gunawan mengungkapkan,”Alhamdulillah, berkat even SH2G kawan-kawan bisa kenal sama castinger lain dan tambah pengalaman serta jamuan dari SH2G sangat memuaskan”.

Grup mancing dengan nama terbilang unik ini sebenarnya belum lama dibentuk, dan ini merupakan even pertama yang mereka ikuti.”Tadinya anak-anak suka ngumpul , suka nonton anime juga, ada yang jago bikin lure. Nah, saat ngumpul itu kita jadi kepikiran punya ide untuk bikin grup dengan nama gamakichi, kebetulan kita punya spot mancing gabus di daerah Cikijing jadi kita satuin aja idenya jadi (Gabungan Mancing Cikijing)/ Gamakichi. Grup baru dibentuk, anggota sudah 30 orang. Pas ada even ini anak-anak ngotot pengen ikutan, kita daftarin dengan perwakilan 11 orang, dan Alhamdulillah Juara.” Jelas Om Agus.

Tim Gamakichi asal Garut-Jabar
Tim Gamakichi asal Garut-Jabar

Om Agus mengaku tidak ada firasat sama sekali Gamakichi bakalan naik podium.”Kita berangkat ga ada persiapan sama sekali, bikin SF sama Spinner aja di perkemahan. Lucunya pas mau berangkat kita janji kumpul di satu tempat , ada yang muter-muter karena gak tau jalan di Bandung namun tetap ngotot ngumpul di satu tempat, hehehe. Jauh dari harapan buat juara soalnya kita tim paling sedikit ikut even. Kita niat ikut even buat cari pengalaman dan silaturahmi sesama angler yang datang dari jauh.” Ungkap Om Agus.

Bagi Om Agus sesi foto bersama adalah yang paling berkesan. Namun ada sesi lain dengan kejadian lucu yang selalu teringat olehnya. “Kejadian unik dan lucu pas pembagian doorprise. Teman baru tidur, trus yang bagiin ngumumin nomornya dapat hadiah. Dianya langsung bangun dengan kondisi setengah sadar gak tau mau jalan kemana, hahaha,” Ungkapnya lucu. Beliau juga mewakili Tim Gamakichi menyampaikan,” Terimakasih banyak buat kawan-kawan SH2G yang udah ngadain acara ini. Terimakasih buat para castinger yang hadir yang telah mau berbagi pengalaman, selalu solid dan kompak buat semua castinger senusantara!”

Sesi foto bersama
Sesi foto bersama

Selamat ulang tahun SH2G yang ke-7, semoga seruan “From Castinger to Castinger” maknanya bisa menggema ke seluruh komunitas mancing yang ada di Indonesia. Lets joint & have fun with SH2G!

Daftar Segera, Mancing Bareng di Pantai Blado 2018 !

Daftar Segera, Mancing Bareng di Pantai Blado 2018 !

Komunitas Angler Sempel kembali akan mengadakan Mancing Bareng pada tahun 2018 mendatang. Acara yang diharapkan berjalan semarak itu, rencananya akan dihelat di pantai Blado, Munjungan, Trenggalek. Hingga saat ini, sudah puluhan peserta yang menyatakan siap untuk ikut serta meramaikan event tersebut.

Inti dari lomba mancing ini, lebih kepada ajang untuk mempererat kebersamaan antar angler serta komunitas mancing yang ada di pulau Jawa. Namun disayangkan, untuk acara nanti, tak ada peserta dari luar pulau Jawa yang ikut event tersebut. Eko Widayaka, Ketua Panitia even ini mengatakan, jika kegiatan ini tak hanya memfokuskan pada tema mancing bareng saja. Diluar itu, komunitas Angler Sempel pun  akan melakukan bakti sosial dengan mengundang anak yatim di lokasi setempat. “Acara ini ngga cuma mengedepankan kesenangan serta hobi angler semata, tetapi kami pun akan mengajak anak-anak yang kurang mampu untuk ikut menyemarakan mancing bareng nanti,” jelasnya. Sesuai jadwal, event ini akan digelar pada tanggal 11 Maret 2018.

Hingga saat ini, sudah ada 55 tim yang telah mendaftar untuk ikut serta dalam acara mancing bareng tahun depan. Peserta pun tersebar dari beberapa kota yang ada di pulau Jawa. “Pendaftarannya sudah kami tutup, karena kuota yang ditetapkan oleh panitia telah terpenuhi,” ujar Eko. Ia pun menambahkan, para peserta yang hadir berasal dari Jakarta hingga Madura. “Paling banyak yang peserta yang hadir berasal dari Surabaya. Ada sekitar 12 tim yang diwakili oleh kota ini,” terangnya.

Dalam gelaran nanti, panitia pun menyediakan hadiah bagi para pemenang lomba. Tim yang memperoleh juara pertama akan diganjar uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Sementara juara kedua dan tekong terbaik dihadiahi uang tunai 2,5 juta dan 500 ribu rupiah.Penentuan juara terhadap seluruh tim, ditentukan oleh ikan terberat yang berhasil diraihnya. “Penilaian akan dilakukan oleh panitia dan disaksikan secara terbuka oleh seluruh peserta,” jelas pria ini. “Kami pasti mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan sportifitas di acara mancing bareng nanti. Itu hal yang mutlak,” sambungnya.

Setiap tim peserta yang mengikuti acara mancing bareng ini, dikenakan biaya pendaftaran sebesar 1,2 juta rupiah. Panitia menetapkan dalam 1 tim hanya terdiri dari empat orang saja. Untuk para peserta, panitia pun akan menyediakan fasilitas seperti sarapan pagi dan makan siang, air mineral, jukung/kapal, serta asuransi.

Saat acara nanti, para peserta boleh menggunakan beberapa teknik mancing yang tentunya disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan oleh panitia lomba. “Untuk teknik mancingnya umum lah, seperti casting, popping dan jigging. Saya rasa semua tim sudah sangat paham akan ketiga teknik tersebut,hahaha…,” sebut Eko.

Ketika ditanya mengenai pemilihan lokasi mancing bareng yang akan datang, Eko menjelaskan bahwa spot-spot mancing yang ada di pantai Blado dapat dikatakan masih alami dan suasananya sangat mendukung untuk membuat acara seperti ini. “Spot nya kebanyakan masih perawan. Jadi masih bisa di andalkan untuk mencari ikan-ikan berjenis monster,” terangnya. Tak hanya itu, pantai Blado makin populer di kalangan angler, karena terdapat salah satu ikan yang seringkali menjadi target utama yang trip kesana. “Blado itu terkenal dengan sarangnya predator tengiri. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan kami,” lanjutnya.

Pantai Blado (1001wisata.com)

Pantai Blado berlokasi di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Posisi pantai inipun berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia, sehingga ombak nya pun dikenal tinggi. Selain banyak pohon-pohon kelapa yang tumbuh menjulang di bagian daratan tepian pantai, deretan pohon bakau, hingga tempat penambatan perahu-perahu nelayan tradisional menjadi daya tarik lainnya.

Menurut Eko ada poin-poin penting yang dikedepankan pada cara mancing bareng nanti, seperti menciptakan rasa persaudaraan dan keharmonisan antar pemancing, menumbuhkan minat masyarakat untuk menggemari aktifitas mancing serta mengenalkan potensi-potensi wisata yang ada didaerah Munjungan, Trenggalek. “Semua itu menjadi agenda dan target yang coba kami raih,” harapnya.

Ya, semoga acara mancing bareng yang digagas oleh Komunitas Angler Sempel nanti berjalan maksimal dan meriah.

Serunya Lomba Mancing Patin di Gebyar Tahun Baru 2018 – 101 A

Serunya Lomba Mancing Patin di Gebyar Tahun Baru 2018 – 101 A

Lomba Mancing di Bekasi

Awal tahun ini, kemeriahan lomba mancing ikan kembali dihelat di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kota Bekasi. Tak pelak, antusiasme angler yang mengikuti event tersebut terbilang cukup riuh, apalagi target ikan yang ditancangnya pun sekelas Patin.

Lomba yang digelar di lokasi pemancingan 101A Teluk Pucung, Bekasi Utara tersebut, sejatinya dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2018 lalu, yang mana bertepatan dengan Tahun Baru Masehi. Namun, karena masih dalam suasana liburan panjang, akhirnya pihak panitia pun memindahkan jadwal menjadi tanggal 7 Januari.

Daeng Anto, selaku Ketua Pelaksana lomba mengatakan, jika event ini berjalan semarak dan peserta yang ikut ambil bagian pun cukup membludak. “Kami rasakan antusiasme peserta memang cukup tinggi untuk ikut lomba mancing ini. Apalagi ikan yang kami sebar salah satu favorit angler,” terangnya.

“Gebyar Tahun Baru 101A” menjadi tema yang dipilih oleh panitia pelaksana dalam kegiatan lomba mancing tersebut. Acara ini diprakarsai oleh MK Fishing Tour (MKFT) yang bekerja sama dengan Pemancingan Galatama Patin 101A. Selain itu, sponsor acara sekelas Spotmancing.com, Insane Fishing Club, hingga Maguro turut mendukung perhelatan ini. “Peserta yang ikut lomba ini sebanyak 30 orang dan sebagian besar berasal dari kota Bekasi,” jelas Anto.

lomba mancing di bekasi
lomba mancing di bekasi

“Total hadiah belasan juta rupiah telah kami siapkan bagi para peserta yang bisa menjuarai event ini,” ujarnya. Ya, setiap peserta yang bisa mendaratkan ikan patin terberat dan terbanyak, akan diganjar hadiah yang besar.

Untuk peserta yang berhasil menjadi juara pertama, bisa membawa pulang hadiah sebesar 10 juta rupiah. Sementara itu, juara kedua 5 juta rupiah, dan terakhir juara ke-3 memperoleh 1,5 juta rupiah. Selain uang tunai yang disiapkan panitia, peserta pun akan memperoleh paket serta souvenir dari pihak panitia lomba.

lomba mancing di bekasi
lomba mancing di bekasi

Dalam lomba ini, pihak panitia pun menetapkan aturan yang wajib di patuhi oleh setiap peserta. Menurut Anto, umpan yang digunakan saat mancing patin ini harus sagu dan essen atau cendil. Selain itu, adapula pelet bom yang telah disediakan panitia, hingga kail tunggal minimal nomor 7 yang disertai dengan pemberat timah nomor 4. “Ikan akan dinyatakan sah, jika kail benar-benar menancap di dalam mulutnya. Diluar ketetapan itu, kami anggap tidak sah,” terangnya.

baca juga : https://spotmancing.com/2014/10/17/umpan-memancing-ikan-patin/

Saat itu, lomba pun dibagi menjadi dua sesi, dimana setiap sesi waktu yang ditetapkan panitia selama tiga jam. “Sebelum acara dimulai, kami pun sebagai panitia mengadakan pengundian lapak pada masing-masing sesi,” terangnya lagi. Menurut Anto, aturan tegas ini diberlakukan, agar lomba pun berjalan tertib. Sehingga, setiap peserta pun akan konsentrasi dalam mengikuti jalannya event ini.

lomba mancing di bekasi
Event ini banyak diminati angler dari Bekasi (dok.Panitia)

Setelah sukses menghelat event mancing kemarin, Daeng Anto berharap, kegiatan semacam ini bisa kembali terlaksana, dengan menghadirkan peserta yang lebih banyak lagi. “Tentunya, event yang telah kami gelar ini, bisa memuaskan dahaga para pecinta mancing, di wilayah Bekasi,” ucap pria asal Makassar itu. “Saya juga ingin, agar pemancingan galatama patin 101A bisa lebih dikenal secara luas dan bisa menjadi kolam terbaik untuk galatama patin di wilayah Jabotabek,” sambungnya.

Diluar itu semua, acara semacam ini akan melahirkan keakraban serta peningkatan sportifitas di antara para angler, terutama para pecinta patin, serta bisa saling mengenal satu sama lainnya.

lomba mancing di bekasi
Para Peserta Lomba (dok.Panitia)
lomba mancing di bekasi
Ikan yang diperoleh peserta pun ditimbang (dok.panitia)
lomba mancing di bekasi
Para Pemenang Lomba (dok.panitia)
lomba mancing di bekasi
Foto Bersama Selepas Acara (dok.panitia)

lomba mancing di bekasi

Untuk lebih jelasnya, inilah hasil lomba beserta para pemenang yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara :

Juara Ke-1 : Om Spiderman dengan indukan seberat 6,20 kilogram

Juara ke-2 : Om Senopati dengan indukan seberat 5,90 kilogram

Juara ke-3 : Om Pepenk dengan indukan seberat 5,50 kilogram

Total A : Direbut oleh Om Dewa yang memperoleh 70 ekor

Total B : Direbut oleh Om Afa yang memperoleh 55 ekor

lomba mancing di bekasi

lomba mancing di bekasi