Seruuu…! Mancing ikan legenda – Wallago Leeri, di Jantung Borneo

Seruuu…! Mancing ikan legenda – Wallago Leeri, di Jantung Borneo

Tahukah anda ikan tapah? Pertanyaan ini tentu ditujukan buat pemancing yang tinggal diluar Provinsi Riau, pulau Kalimantan, atau sebagian Papua. Pasalnya, di Indonesia – zaman kini, ikan langka berdaging lezat tersebut hanya dapat ditemui di segelintir daerah ini saja. Itupun persebarannya hanya ada di perairan asli, yang belum banyak terjamah manusia.

Jika tumbuh optimal, ikan yang juga dinamai Wallago ini panjangnya dapat mencapai 2,4 meter, sehingga menjadikannya sejenis ikan raksasa. Kendati demikian, ukuran ‘monster’ saat ini sangat langka ditemukan. Sebuah rekor fantastis ditorehkan paada tahun 2009 lalu – seperti diberitakan harian Kompas, adalah tangkapan Ruspian di Sungai Kapuas. Ukuran panjangnya mencapai 168 cm, lebar mulut 25 cm dan berat 51 kg.

Memancing ikan tapah bagi pemancing fresh water adalah sebuah langkah prestis. Pasalnya, bukan saja soal skill dan pengalaman, tapi untuk mengakses spot mancing ikan tapah memang perlu perjuangan ekstra. Buat para wild casting mania tentu jadi idaman jika bisa berburu – bahkan strike ikan Wallago ini.

Beruntung spotmancing.com dapat berbincang dengan Hery Baron – seorang Wallago mania asal kota Pontianak. Terlahir di keluarga yang gemar menancang ikan, membuat Hery baron kaya pengalaman soal berburu ikan di perairan tawar.

Hery Baron dengan ikan tapah
Hery Baron dengan ikan tapah

Menurut Hery, Spot ikan Tapah bisa dijumpai di sungai-sungai yang tersebar di propinsi Kalimantan Barat. Beberapa sungai yang terkenal dengan ikan Tapahnya, antara lain di sungai Semusut- Kabupaten Sanggau, sungai Awin serta Ambawang di Kecamatan Putusibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu. “Ikan Tapah yang banyak menghuni kawasan ini berjenis catfish atau biasa dikenal dengan nama lain Wallago Leeri,” terang Heri.

Ditambahkannya pula, bahwa salah satu lokasi favorit angler adalah di Kampung Nanga Awin yang berdekatan dengan Taman Nasional Betung Kerihun – Kecamatan Putussibau Utara. Tempat ini adalah surganya wallago, karena terdapat beberapa spot yang menjadi sarang ikan tapah dengan size babon. Jika ingin memancing di tempat ini, Musim kemarau dan diawal musim penghujan, adalah waktu terbaik.

Kecamatan Putussibau Utara
Kecamatan Putussibau Utara
Desa Nanga Awin - foto: Sugianli RS
Desa Nanga Awin – foto: Sugianli RS
Sungai Awin - Putussibau Utara
Sungai Awin – Putussibau Utara – foto Hendra Zeng

Bagi angler yang datang dari luar Kalimantan Barat, tidak mudah memang untuk menjangkau lokasi tapah di Kampung Nanga Awin. Untuk mencapainya  kita harus menempuh perjalanan yang panjang.

Dari pusat kota Pontianak jaraknya bisa mencapai kurang lebih 800 km. Apabila menggunakan pesawat, waktu tempuhnya sekitar 1 jam, hingga mendarat di Bandara Pangsuma – Kapuas Hulu. Untuk jalur darat dapat menggunakan Bis, dengan lama perjalanan sekitar 12 – 14 jam perjalanan.  Setelah itu dilanjutkan dengan naik Boat sekitar 1,5 jam.

Jarak tempuh yang sangat jauh tersebut, tentunya akan menguras tenaga setiap pemancing. Disinilah tantangannya, seorang wild angler harus mempersiapkan kondisi fisik maupun mental. Keadaan ini, tentunya mewajibkan para angler untuk membawa bekal logistik yang cukup, karena harus menginap di lokasi pemancingan minimal 1 malam.

Siapkan fisik dan mental saat bertualang di jantung Borneo
Siapkan fisik dan mental saat bertualang di jantung Borneo
Back to nature
Back to nature

“Lokasi spot ikan Tapah jauh dari perkampungan, sehingga untuk cari tempat makan pun susah. Jadi semuanya kita persiapkan perbekalan yang cukup sejak dari kota”, Ujar Hery.

Teknik mancing wallago leeri punya tahapan dan cara yang unik. Sebelum mulai mancing, terlebih dahulu kita harus memahami karakter dan habitat ikannya. Menurut Hery, Ikan Tapah senang berkumpul di persimpangan sungai (biasa disebut Lubuk oleh masyarakat sekitar), karena memiliki kedalaman air.

Selain lubuk, tapah pun kerap beraktifitas di mulut sungai atau anak sungai dari batang air utama/muara. Menurut angler yang tergabung dalam komunitas KONDA tersebut, terkadang juga iwak bergigi tajam ini senang berkumpul di perairan yang ditumbuhi pohon Rasau.

”Secara umum bisa dikatakan bahwa tapah itu menyukai dasar sungai yang memiliki arus pelan dan cukup dalam,” Ujarnya.

Mengingat hal ini, maka menurut Hery, kita harus mampu memprediksi kedalaman spot mancing, karena hal tersebut berkaitan erat dengan jenis lure yang akan digunakan. Jika misalnya kedalaman sungai adalah 2 meter, maka lure yang paling cocok adalah type floating dengan kedalaman action sekitar 1,5 meter di bawah air. “Cara ini paling pas biar efektif mancing tapah. Tapi kalo lagi beruntung, pakai lure jenis froggy juga bisa strike, hehe..” sahut Hery.

Landbase casting
Landbase casting

Soal tackle-nya  angler disarankan membawa serta joran casting dengan kekuatan  10-20 lbs, Line 30 lbs dan disambung Leader 40 lbs . Untuk Reel, bisa menggunakan tipe spinning atau baitcasting. “tapah itu tarikannya buas om, jadi takcle harus aman,” terang Hery

Sementara soal umpannya – menurut pria ramah ini, castinger bisa menggunakan jenis Crankbait, Minnow model singking atau Floating, Spinner Bait, Crank lidah panjang, Spoon, deep crank, hingga Froggy.

Wallago leeri adalah salah satu predator papan atas yang punya karakter bak jawara. Seperti khasnya ikan predator lainnya, iwak ini akan marah jika wilayah serta ketenangannya diganggu. Karena itu Hery dan komunitasnya juga menggunakan metode mancing castroll, yang merupakan singkatan dari casting sambil trolling. Cara ini tak kalah manjur, bahkan boleh dikatakan sangat efektif untuk mendaratkan ikan tapah.

baju mancing, kaos mancing, kaos mancing mania, tshirt mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania terbaru

Wah,…akan seru sepertinya jika sekali waktu merasakan sensasi wild casting di jantung Kalimantan. Dari penggambaran di atas, rasanya cukup worth it bertualang di alam liar Pulau Borneo, sambil merasakan beringasnya tarikan predator buas, Wallego leeri.

Untuk informasi lebih lanjut dan guidance, silakan berkomunikasi dengan sahabat angler kita Hery Baron, lewat akun facebook-nya seperti yang tercantum di atas. (Faruq Idrus)

Wuih,…Hebaaat! Baru 2 bulan mancing, Yunus rebut juara pertama Landbase Surf Fishing Tournament 2017

Wuih,…Hebaaat! Baru 2 bulan mancing, Yunus rebut juara pertama Landbase Surf Fishing Tournament 2017

Luar biasa! Baru pertama kali ikut lomba, Muhammad Yunus sabet juara pertama dalam even Landbase Surf Fishing Tournament 2017. Pria asal Bantul itu menyebutkan, bahwa ia tak menduga bisa memenangkan event ini.

“Saya baru pertama kali ikut kejuaraan memancing, dan nggak nyangka juga, bisa jadi juara pertama,” ujar angler yang baru menekuni hobi mancing sejak 2 bulan lalu tersebut.

Muhammad Yunus saat menerima hadiah utama
Muhammad Yunus saat menerima hadiah utama
Saat turnamen berlangsung
Saat turnamen berlangsung

Pun tak ada persiapan istimewa yang dilakukan Yunus sesaat sebelum lomba. Ia hanya beberapa kali saja mancing di muara sungai Opak – yang berada di kota Bantul, atau mengunjungi kali Progo yang berada di wilayah Kulon Progo. “Tergantung dimana yang lagi ada ikan belanaknya,” sebut Yunus.

“Kemenangan ini saya persembahkan buat rekan-rekan Komunitas Mancing Belanak Ngayogyokarto/Kumbokarto,” tambahnya. Atas prestasinya tersebut Yunus berhak membawa pulang piala Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam XI, 1 set joran Shimano Suflander, dan reel Relix kelas 8000.

Sementara di tempat kedua berhasil diduduki Wawan asal Piyungan – DIY, dan posisi terakhir ditempati oleh Roy Suhadi Barus asal Wates, Kulonprogo. Sama dengan Yunus, kedua juara ini juga dihadiahi piala Wakil Gubernur, reel Relix, dan juga satu set joran Shimano dengan kelas berbeda.

Suasana sesaat sebelum lomba
Suasana sesaat sebelum lomba
Sosialisasi illegal fishing dari pihak kepolisian air dan udara Kab.Bantul
Sosialisasi illegal fishing dari pihak kepolisian air dan udara Kab.Bantul

Turnamen mancing yang berlokasi di Pantai Kuwaru, Kabupaten Bantul ini dihelat oleh Komunitas Mancing Mania Yogyakarta. Dilangsungkan pada hari Minggu 29 Januari 2017, gelaran ini mendapat sambutan seru dari masyarakat mancing di Pulau Jawa.

Lebih dari 900 peserta yang berpartisipasi dalam event ini, yang datang dari berbagai kota di pulau Jawa, seperti Jogja, Kebumen hingga Gresik.

Cukup banyak agenda acara dalam lomba mancing tersebut. Selain agenda utama, ada pula sosialisasi tentang over fishing dan illegal fishing, dengan mengundang nara sumber dari institusi kepolisian air dan udara Kabupaten Bantul.

Sempat terjadi kekhawatiran para panitia, karena ditengah perjalanan lomba turun hujan dan diterjang angin badai. Namun peserta tetap bertahan hingga selesainya turnamen.“Tak disangka, partisipasi peserta lomba lebih dari target yang kita harapkan”,Ujar ER Wahyu Prihambada selaku panitia acara.

jual kaos mancing, jersey shimano, jersey kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania terbaru, kaos fishing, baju mancing, baju mancing lengan panjang, kaos spotmancing apparel, jersey mancing mania, baju mancing mania lengan panjang

Sekilas tentang even Landbase Surf Fishing Tournament  

Turnamen ini sebenarnya pernah diselenggarakan 2 tahun yang lalu oleh komunitas Mancing Mania Yogyakarta. Pihak panitia sebenarnya memiliki kalender tetap untuk menyelenggarakan event ini setiap akhir tahun, tepatnya di bulan Desember. Namun dikarenakan intensitas curah hujan yang begitu tinggi, maka panitia pun mengubah jadwal event ke bulan Januari. Lokasi acara pun selalu diadakan di pantai Kuwaru.

Kondisi pantai yang cukup luas untuk menampung jumlah peserta yang banyak, menjadi alasan dipilhnya Kuwaru sebagai ajang turnamen.”Kita berharap dengan selalu diadakannya event ini di pantai Kuwaru, berdampak positif juga terhadap wisata di Kabupaten Bantul’, ujar Wahyu

Pantai Kuwaru yang dulunya cukup populer karena tumbuh suburnya pohon cemara serta memiliki keindahan alamnya ini, lokasinya terletak di Kabupaten Bantul bagian timur. Secara administratif, pantai Kuwaru masih termasuk dalam wilayah Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan. Jaraknya sekitar 29 km dari kota Yogyakarta. Secara Geografis, posisi pantai in berada diantara muara Samas dan Pandansimo. (Faruq Idrus)

Abugosok FC pesta tuna dogtooth di Pangalaseang

Abugosok FC pesta tuna dogtooth di Pangalaseang

Coba angler bayangkan suasana di meja operasi, saat anggota tim medis menyelamatkan pasien kritis. Masing-masing kru medik, berkonsentrasi penuh pada tiap-tiap perannya. Dokter yang satu fokus menangani masalah organ , dokter lainnya full konsentrasi pada masalah anestesi. Sementara asisten dokter sibuk memberi assist.

Nah, sepertinya analogi ini cocok untuk mengibaratkan suasana, saat kesepuluh personel tim Abugosok FC, full fight melawan puluhan tuna dogtooth di perairan Pangalaseang, Kabupaten Donggala-Provinsi Sulawesi Tengah. Bedanya, jika di ruang operasi sarat ketegangan, sedangkan suasana mancing  ini riuh dengan gelak dan canda.

KM Berdikari II
KM Berdikari II
Peta perairan selat Makassar
Peta perairan selat Makassar
Tim Abugosok FC: Fredy Nursalim, Hendri Indra, Anjas Om Black, Heri Skatetrue, Wendy Khan, Taufik Tan, Awang Kurniawan, Hadi Hamzah, Herry Cuaca
Tim Abugosok FC: Fredy Nursalim, Hendri Indra, Anjas Om Black, Heri Skatetrue, Wendy Khan, Taufik Tan, Awang Kurniawan, Hadi Hamzah, Herry Cuaca

Nah, ketika itu kesepuluh angler asal Jakarta dan Bandung tersebut mengerahkan senenap kemampuannya di posisi masing-masing untuk mendaratkan ikan bergigi anjing itu, di geladak kapal yang mereka carter – KM Berdikari 2.

Peristiwa banjir dogtooth ini berlangsung saat malam gulita, tepatnya pada malam pertama – dari agenda 3 malam trip mancing  (23-25 Januari 2016). Menurut Heri Skatetrue – salah seorang personel Abugosok FC, dogtooth yang frenzy tersebut  punya size bervariasi. Mulai dari 7 hingga 25 kilogram, sukses dinaikkan.

“Wah tarikan tuna gigi anjing emang luar biasa. Malam itu saya berhasil landed 4 ekor doggy, dan yang paling berat 17 kilogram. Teman-teman yang lain juga sama sibuknya,” kenang Heri. “Beberapa kali juga hook up babon, tapi leadernya dibabat gigi dogtooth,” tambahnya

Hal senada diungkapkan Herry Cuaca, lewat saluran internet. “Tarikan doggy kuat sekali dan khas,” terang angler yang malam itu sukses mendaratkan 10 ekor dogtooth. “Umpan yang hook up, akan ditarik sampe ke dasar, dan  tanpa henti terus melawan sampai atas,” tambahnya.

Herry Saketrue
Herry Saketrue
Herry Cuaca
Herry Cuaca
Tarikan tuna dogtooth yang khas. metal jig ditarik hingga dasar, dan terus melawan hingga atas
Tarikan tuna dogtooth yang khas. Metal jig ditarik hingga dasar, dan terus melawan hingga atas

Akhirnya pesta doggy malam itu berakhir pukul 3 dinihari, saat air mulai pasang. Semua angler menyunggingkan senyum puas, dan tak lama mereka pun terlelap karena kelelahan yang sangat. Sementara mesin kapal mulai berderu, melanjutkan perjalanan menuju spot berikutnya; Pulau Pasoso. Total perolehan ikan di malam itu adalah sebanyak 3 setengah box ikan. Wuihh…!

Perairan Selat Makassar memang terkenal dengan dogtooth nya yang beringas dan rakus. Tidak hanya untuk pemancing dalam negeri saja, Pangalaseang juga kerap disambangi angler internasional untuk merasakan sensasi doggy.

Khusus untuk Abugosok FC, trip ini terasa lebih spesial, selain karena rindu dengan tarikan si gigi anjing, ekspedisi mancing ini juga sekaligus untuk merayakan ulang tahun Herry Cuaca.

Hadiah kejutan buat Herry cuaca; Kue ulang tahun berbentuk BH
Hadiah kejutan buat Herry cuaca; Kue ulang tahun berbentuk BH
Perayaan ulang tahun di Pulau Pasoso
Perayaan ulang tahun di Pulau Pasoso

Sesuai agenda rutin KM berdikari 2  yang dikomandani Taufik Samson, trip mancing dengan target dogtooth dilakukan selama 4 hari 3 malam. Malam pertama di perairan Pangalaseang, malam kedua di laut Pasoso, dan malam ketiga kembali berburu ikan di Pangalaseang. Sementara siang hari lebih banyak digunakan untuk mancing ringan dan beristirahat, sambil menikmati sajian lezat koki legendaris KM berdikari 2, Kang Jamal.

baju mancing, kaos mancing, kaos mancing mania, tshirt mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania terbaru

Sekitar pukul 7 pagi kapal sudah merapat di Pulau Pasoso. Di daratan yang eksotis karena keindahan pantainya itu, Taufik Samson,telah menyiapkan kambing guling, sebagai menu utama dalam perayaan ulang tahun Herry Cuaca. Di hari itu, di pulau yang biasanya hanya ramai oleh hilir mudik penyu itu,  jadi riuh oleh senda gurau, dan ucapan selamat pada lelaki – yang lahir pada tanggal 6 Januari 1976 itu.

Menjelang sore semua angler kembali ke kapal, dan bersiap untuk kembali fight melawan si rakus doggy. Tapi sayang, tiupan angin kencang melanda seluruh kawasan. Gelombang meninggi, dan suhu air turun ke titik terendah. Akibatnya penghuni laut dalam ogah beraktifitas dan memilih ngendon di balik terumbu di dasar laut.

Kejadian yang sama kembali terulang di malam terakhir di Pangalaseang. Angin besar balik melanda perairan sedalam 100-150 meter itu. Berkali-kali metal jig diluncurkan, namun tak ada tanda-tanda sambaran sama sekali. Akhirnya rombongan memutuskan pulang menuju dermaga Pangalaseang untuk menyudahi ekspedisi ini.

Di siang hari, Tim Abugosok FC kembali menuju Palu, untuk melanjutkan penerbangan menuju Jakarta. Kesepuluh angler ini bersepakat untuk menyerahkan seluruh hasil tangkapan selama memancing pada panti asuhan Walisongo yang terletak di kota Palu.

“Kami  terharu dan bahagia bisa ikut memberi pada anak-anak yatim piatu,” tutur Heri Skatetrue ketika mengenang saat-saat di rumah sosial tersebut. Wah, ide memberi sumbangan berupa ikan ini  patut ditiru, biar mancing jadi berkah dan strike terus, he he…

Abugosok FC menyambangi Panti Asuhan Walisongo, untuk menyerahkan donasi ikan hasil mancing
Abugosok FC menyambangi Panti Asuhan Walisongo, untuk menyerahkan donasi ikan hasil mancing

Secara umum ekspedisi mancing tim Abugosok FC di perairan Selat Makassar boleh dibilang sukses. Kendati di malam kedua dan terakhir dilanda angin kencang, namun hasil strike di malam pertama memberi kesan mendalam pada semua personel angler.

Para personel Abugosok FC berfoto dengan kru KM Berdikari II
Para personel Abugosok FC berfoto dengan kru KM Berdikari II

Pimpinan rombongan – Herry Cuaca, mengaku puas dengan trip Pangalaseang, dan berharap bisa kembali merasakan sensasi dogtooth dalam waktu dekat. “Pasti kita ngulang lagi trip ini, dan harusnya ini jadi agenda tahunan, hehehe…,” ucap ayah dari 3 putra dan putri ini.

Nah, tertarik mencoba full fight seperti para personel Abugosok FC saat melawan beringasnya dogtooth? Segera meluncur ke Pangalaseang, dan rasakan perlawanan si doggy sambil menikmati layanan istimewa KM Berdikari 2. Berangkaaaaat…!!!

tonton video triple strike tuna dogtooth di bawah ini:

Cast, Camp Maguro and Friends 2 Lampung; Semoga tali persaudaraan tetap terjalin

Cast, Camp Maguro and Friends 2 Lampung; Semoga tali persaudaraan tetap terjalin

Maguro Fishing Team (MFT)  kembali mengadakan acara bertajuk Cast and Camp Maguro and Friends, yang digelar pada   tanggal 7-8 Januari lalu. Kali ini acara unik tersebut dihelat di Waduk SB13 Tirta Gangga yang berlokasi di Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah- Lampung.

Gelaran ini adalah yang kali kedua diadakan, setelah yang pertama dihelat di Situ Cipule-Karawang, pada awal 2016 lalu. Dari sisi konsep, acara ini masih mengusung rancangan yang sama , yaitu casting dan camping di alam terbuka. Karena itulah, setiap peserta / team yang telah mendaftar, diwajibkan membawa tenda.

138 angler, ambil bagian dalam memeriahkan cast and camp ini
138 angler, ambil bagian dalam memeriahkan cast and camp ini
2 hari lomba, 42 ekor gabus berhasil didaratkan
2 hari lomba, 42 ekor gabus berhasil didaratkan
Lastiyo
Lastiyo – komandan MFT

Ujang Beo, selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa antusiasme angler cukup kuat menjelang acara dibuka. “peserta yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Lampung, namun juga dari provinsi lain seperti Palembang, Jakarta, bahkan Surabaya,” Tutur pemancing senior itu. “Tercatat 22 komunitas, 46 team dan 138 angler, ambil bagian dalam memeriahkan cast and camp ini,” tambahnya.

Hari pertama, agenda acara dimulai pukul 12 siang. Tiap peserta diwajibkan untuk registrasi terlebih dahulu. Usai daftar ulang, peserta mendapatkan name tag, kupon doorprize , kuesioner, dan yang menarik adalah kupon kontes jersey, yang berguna saat setiap komunitas wajib memilih jersey komunitas lain yang di anggap paling menarik.

Tepat pukul 15:00, lomba pun di mulai. Para angler yang tampak tak sabar, langsung menuju ke spot yang telah di tentukan oleh panitia. Setiap pos sudah disiapkan juri ukur, yang bertugas untuk mengukur gabus hasil strike peserta.

Yang cukup menggembirakan adalah, ketika lomba baru saja dimulai, sudah ada juri ukur yang melaporkan bahwa ada peserta yang strike. Lomba mancing di hari ke-1 rampung pada pukul 18.00 dengan tolal perolehan 24 ekor gabus.

Dimalam harinya panitia sudah bersiap dengan agenda acara seru. Diantaranya adalah makan malam bersama, pengundian kupon Kuesioner, dan kontes Jersey dari perwakilan masing-masing komunitas. Acara di malam itu juga jadi kesempatan bagi tiap komunitas untuk memperkenalkan komunitasnya masing masing.

Menjelang larut acara kian meriah, tepatnya saat pembagian doorprize yang telah di siapkan panitia dan pihak sponsor. Dalam sesi ini, spotmancing apparel juga ambil peranan dengan bagi-bagi hadiah berupa kaos bergambar ikan toman dan topi spotmancing.com.

jual kaos mancing, jersey shimano, jersey kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania terbaru, kaos fishing, baju mancing, baju mancing lengan panjang, kaos spotmancing apparel, jersey mancing mania, baju mancing mania lengan panjang

Memasuki hari ke 2, tepat pukul 6 pagi , para angler sudah kembali bersiap untuk nguncal. Targetnya tentu saja sama;  Snake Head dengan ukuran terpanjang. Hanya saja pada hari kedua, waktu lomba dibatasi hanya sampai pukul 09.00. Cukup banyak strike yang terjadi, dan tak henti terdengar teriakan strike dari para peserta dan juri ukur.

Tak terasa waktu lomba pun habis. Peserta lomba, nampak cukup puas dengan perolehan gabus yang berhasil didaratkan. Tak salah memang tim Maguro memilih spot waduk Tirtagangga sebagai lokasi even. Buktinya, dalam 2 hari lomba, terkumpul 42 ekor gabus hasil strike peserta.

Tibalah  saatnya pengumuman pemenang. Juaranya adalah Kang Dayat dari komunitas Saung Desa. Ia berhasil mendaratkan snakehead dengan ukuran panjang 40cm. Tempat kedua diduduki oleh Andreanz Caswa dari Family Uncal dengan panjang gabus 39 cm. Di posisi ketiga ada Mujianto dari komunitas Angler Lampung Tengah dengan panjang gabus 38 cm.

Di penghujung acara, Lastiyo – selaku pimpinan Maguro Fishing Team, mengucapkan selamat kepada para pemenang, peserta dan juga panitia yang telah bahu-membahu mensukseskan perhelatan ini. “Semoga tali persaudaraan kita tetap terjalin dan berguna di waktu yang akan datang,” ucap Lastiyo.

Cerita seru Insane FC saat ekspedisi mancing PNG, cetak rekor tuna dogtooth 91 kg

Cerita seru Insane FC saat ekspedisi mancing PNG, cetak rekor tuna dogtooth 91 kg

Tepat memang persiapan yang dilakukan angler senior Andy Widjaya dan kesembilan rekannya, saat hendak melakukan trip di Papua New Guiniea (PNG). Berbulan-bulan berhitung, berencana, dan membuat detil itenerari, akhirnya berbuah cerita manis.

Kesepuluh angler yang tergabung dalam Insane Fishing club (FC) tersebut, rupanya sukses mengangkat ratusan ekor ikan monster di perairan Alotau. Bahkan Dominic Eldrid Satya – salah seorang angler yang tergabung dalam trip, sukses mengangkat seekor tuna dogtooth seberat 91 kilogram. Wow!

Ekspedisi internasional yang dilakukan oleh tim Insane FC ini, adalah yang ketigakalinya dihelat setelah Alaska dan Afrika Selatan. Menurut Andy Widjaya, spot Long Reef di perairan Alotau sangat potensial sebagai destinasi mancing. Dengan gugusan karang sepanjang hampir 400 mil laut, menjadikan lokasi ini sebagai tempat favorit ikan-ikan monster untuk hidup  membiak.

Dalam melakukan ekspedisi ini, kesepuluh angler tersebut menaiki kapal  mancing bernama KO2. Saat berlayar, bahtera yang berfungsi sebagai mother ship ini diikuti oleh 4 boat. Sesampainya di spot, boat digunakan untuk menyusuri perairan dangkal atau atol. Dengan biaya booking 64.000 dolar Australia, tim ini bisa berburu ikan  selama 6 hari (10-16 Januari 2016)

 

Kapal KO2 - Papua New Guinea
Kapal KO2 – Papua New Guinea
Peta spot Long Reef Papua New Guinea
Peta spot Long Reef, Papua New Guinea

Di spot yang berjarak sekitar 10 jam perjalanan dari pelabuhan Alotau tersebut, yang menjadi target mancing tak hanya ikan-ikan populer seperti GT,  atau tuna. Ikan-ikan yang sulit ditemui seperti jenis napoleon atau coral trout langka, juga banyak menghuni gugusan karang dan dan atol di perairan tersebut.

“Wah mancing di long reef ibaratnya seperti mancing 100 tahun yang lalu, gak ada nelayan, gak ada kapal jaring, yang mancing saat itu hanya kami,” ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Insane FC tersebut. “, red bass, rosy job fish, napoleon wrasse, bahkan berbagai jenis hiu galak banyak sekali disana. Rata-rata sizenya babon dan sering sekali dapat ikan dengan berat 20 kilo ke atas,” tambahnya.

Para pemancing menyusuri gugusan karang menggunakan boat
Para pemancing menyusuri gugusan karang menggunakan boat
Ikan ikan langka banyak ditemui di Long Reef
Ikan-ikan langka banyak ditemui di Long Reef
Ikan napoleon wrasse
Ikan napoleon wrasse
Tim insane FC beserta kru kapal
Tim Insane FC beserta kru kapal

Soal teknik mancingnya, karena kontur dasar perairan Long Reef yang merupakan perpaduan atara gugusan karang dangkal dan drop off,  saat memancing, tim Insane lebih banyak menggunakan teknik popping dan jigging. Untuk target-target ikan besar di perairan dangkal, mereka menggunakan popper dengan ukuran berat 100-200 gr. Sementara untuk posisi mancing di kawasan drop off, metal jigg seberat 200 gram keatas cukup efektif untuk mengangkat ikan-ikan monster di kedalaman hingga 100 meter.

Mengenai tackle, tim yang punya prinsip catch and realese ini (kecuali untuk dikonsumsi atau sulit diselamatkan) , membawa serta joran dan reel dengan ukuran bervariasi. Mulai dari tackle kelas medium hingga heavy, turut dibawa demi keamanan dan kenyamanan.

Jorn kelas medium hingga heavy dipersiapkan demi kenyamanan dan keamanan
Joran kelas medium hingga heavy dipersiapkan demi kenyamanan dan keamanan
Dominic Eldrid Satya saat strike dog tooth 91 kg
Dominic Eldrid Satya saat strike dogtooth 91 kg
Tuna dog tppth 91 kg berhasil mencetak rekor baru di Long Reef
Tuna dogtooth 91 kg berhasil mencetak rekor baru di Long Reef
Berfoto bersama tangkapan terbesar
Berfoto bersama tangkapan terbesar

Persiapan matang ini rupanya berbuah kejayaan. Dominic Eldrid Satya – personel Insane FC asal Baturaja-Lampung, berhasil membuat hook up seekor tuna dogtooth seberat 91 kilogram di drop off sedalam 40 meter. “Kaget rasanya waktu merasakan tarikan ikan raksasa seberat itu. Tenaga nyaris habis waktu naikin ikan ini sendirian, tapi bersyukur semua kondisi memungkinkan hingga akhirnya bisa landed di atas boat,” terang Eldrid. Untuk fight dengan ikan monster berwajah seram ini, Eldrid membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Menurut kru kapal KO2 , ikan tuna dogtooth yang berhasil landed tersebut  berhasil membukukan rekor terbaru di kawasan Long Reef. Dari info yang beredar, saat ini tim KO2 sedang menjalani proses mendaftarkan catatan ini pada International Game Fish Asociation (IGFA). “Kami sih gak minta tim KO2 mendaftarkan rekor ini, tapi sebaiknya memang didaftarkan ya, tentunya buat mengharumkan nama baik angler Indonesia,” tutur Andy Widjaya, saat dihubung lewat saluran whatsapp.

Tak sia-sia memang waktu dan enerji yang dikeluarkan jika hasil mancing yang diperoleh sangat memuaskan. Apalagi usut punya usut Andy Widjaya dkk, merupakan orang Indonesia pertama yang mancing di kawasan Long Reef-Papua New Guinea.

Satu torehan jejak sudah dicatatkan Insane FC demi nama baik negeri ini. Sebagai pemancing pastinya kita berharap di masa mendatang lebih banyak lagi langkah yang dibuat oleh angler, dengan kemampuan dan kapasitas yang ada. Tujuannya apalagi jika bukan harumnya dunia mancing Indonesia di kancah internasional. Aamiin!

jual kaos mancing, jersey shimano, jersey kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania terbaru, kaos fishing, baju mancing, baju mancing lengan panjang, kaos spotmancing apparel, jersey mancing mania, baju mancing mania lengan panjang