Berkenalan dengan Sengah Kopling Fishing Community (SKFC)

Berkenalan dengan Sengah Kopling Fishing Community (SKFC)

oleh Diki Rafikih

Selayaknya kita Ucapkan terimakasih kepada  Mark Zuckerbeg- pendiri Facebook. Lewat platform sosial yang ramah tersebut, telah banyak persaudaraan terjalin. Tak terkecuali di dunia mancing, banyak komunitas terbentuk – salah satunya adalah Sengah Kopling Fishing Community (SKFC), yang berpusat di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin – Sumatera selatan.

lomba mancing di bekasi
lomba mancing di bekasi

Berawal dari acara kumpul-kumpul para maniak mancing yang dimotori oleh Aprliyanto Siregar, Fitra Yan Angler, Tri Afriyan,  beberapa punggawa lainya, maka terlahirlah embrio SKFC di laman grup  Facebook. Saling sapa dan interaksi pada platform tersebut perlahan meningkatkan minat pemancing lainnya untuk ikut bergabung. Kegiatan mancing bareng mulai kerap dilakukan.

Namun, ibarat murid baru di sebuah sekolah, dalam perjalanannya Komunitas Sengah Kopling pun tak terhindar dari godaan dan cemoohan – di tengah riuhnya komunitas mancing yang telah mapan dan besar. Tak jarang  klub Sengah Kopling – dalam Bahasa Palembang berarti setengah gila, mendapat godaan dan cemoohan. Kerap pula dikatai komunitas sayur katu.

Tapi godaan tersebut tak membuat kecil hati.  Passion memancing yang tumbuh alami membuat kelompok ini terus menggeliat.  Tercetus ide membuat kolam catch & realease toman sebagai media perekat silaturahmi sekaligus tempat penyaluran hobi.

Kegiatan rutin SKFC, mancing bareng di Pondok Snakehead CnR

Bekahpun menggelinding bak bola salju. Sumbangan lahan dan santunan dana mengalir hingga impian punya kolam pancing sendiri menjadi kenyataan. Dan pada Januari 2016 Pondok Snakehead CNR diresmikan, serta mulai dipergunakan sebagai ajang latihan tekhnik casting bagi para anggota SKFC. Komunitas berusia belia ini mulai eksis.

Pertemuan yang kian intens membuat klub ini tambah solid. Keyakinan untuk bertansformasi menjadi komunitas mancing berpayung hukum kian kuat. Tanggal 8 Desember 2016 jadi hari bersejarah bagi grup Sengah kopling. Diwakili Aprilyanto Siregar (ketua) dan jajaran pengurus maju ke meja Notaris, hingga SKFC menjadi organisasi yang sah di mata hukum..

Walau seumur jagung, kelompok ini rupanya sukses mencuatkan namanya dengan mengikuti Turnamen-turnamen skala lokal ataupun nasional. Ajang resmi pertama yang dikuti oleh SKFC yaitu Lomba Casting yang diadakan oleh Komunitas Mancing Mania Sumatera Selatan (KMMS). Dalam even ini, Sengah Kopling mendapatkan Juara Ke-3 atas nama Yusuf Bakrie sekaligus prestasi pertama SKFC didunia para Angler.

Yusuf Bakri membawa nama harum SKFC diajang lomba yang diadakan oleh KMMS (Komunitas Mancing Mania Sumatera Selatan)

Lalu Tri Afriyanto Benawan atau yg lebih dikenal dengan panggilan TRI ANGLER kembali mengharumkan nama SKFC dengan merebut JUARA I untuk Katagori Gabus terpanjang diajang Anniversary MMP ke 3 di Indralaya Ogan Ilir.

TRI ANGLER kembali mengharumkan nama SKFC dengan merebut JUARA I untuk Katagori Gabus terpanjang

Prestasi tak kalah jempolan juga ditorehkan pada turnamen komunitas mancing TRAC (Tanjung Raja Fishing Community). Dody Dy berhasil menyisihkan 230 peserta lainnya, dengan menaikan ikan Gabus sepanjang 56 cm. Kemenangan ini jadi Hatrick pertama SKFC ditahun 2017.

Dody Dy berhasil menyisihkan 230 peserta dalam ajang TRAC-Tanjung Raja Fishing Community

Selain mengikuti even lomba, klub ini rutin membuat kegiatan intern. Diantaranya adalah program dwi mingguan “Man Of The Week end “atau mencari pria dengan strike terbaik, lomba mancing keluarga  dalam rangka Anniversary ke 1 SKFC, dan juga trip saltwater.

SKFC mengadakan lomba memancing ikan mas dan lele di kolam pemancingan Stella dalam rangka Anniversary ke 1 SKFC
Ulang tahun SKFC yang ke-1
Trip saltwater SKFC

Namun satu hal yang menjadi inspirasi bagi kita adalah kepekaan SKFC akan isu-isu sosial dan  internasional. Pada perhelatan HUT ASFC ke 1 di Mitra Ogan Sekayu, dan Kopdarnas FORCASI, komunitas ini ikut menyuarakan kepedulian dan keberpihakan pada bangsa Palestina. Pada ajang tersebut, paguyuban mancing ini membentangkan bendera dukungan atas perjuangan bangsa Palestina.

Buat angler yang ingin bergabung atau mendapatkan informasi lebih detil bisa mendatangi Sekretariat SKFC bertempat di jl. Pangeran Ayin depan SMP 41 kenten laut – Banyuasin, mengunjungi portal online skfc , atau mengklik laman facebook Sk-Fishing Community.

Semoga SKFC dapat lebih baik lagi ditahun-tahun mendatang…(Diki Rafikih)

 

Ladies Angler Comunity: Menjadi Istri dan Ibu Adalah yang Utama

Ladies Angler Comunity: Menjadi Istri dan Ibu Adalah yang Utama

Ramainya penggemar olahraga memancing di Indonesia berimbas pula pada ramainya komunitas mancing yang dibentuk dari berbagai kalangan. Riuhnya komunitas olahraga memancing di tanah air seakan-akan ingin membuktikan eksistensi para anggotanya terhadap hobi yang tidak memandang latar belakang ini. Mancing bisa dilakukan dimana, kapan dan oleh siapa saja karena ini adalah hobi sejuta umat.

ladies angler comunity
Ultah pertama LA.com di Gandaria City

Olahraga mancing seringkali diidentikkan dengan hobinya kaum adam. Persepsi tentang kaum hawa yang tidak menggemari hobi mancing hingga sekarang belum terbukti kebenarannya. Baik di tanah air maupun diluar negeri, banyak pula kaum hawa yang juga menggemari hobi memancing sama layaknya seperti kaum adam. Skill dan prestasi mereka pun bukan sekali duakali mengundang decak kagum. Yah mungkin inilah yang dinamakan era emansipasi wanita, termasuk di dunia mancing sendiri.

Persepsi jika wanita tidak menggemari hobi mancing khususnya di Indonesia sera merta dipatahkan oleh sebuah komunitas mancing wanita bernama Ladies Angler Community. Komunitas yang berdiri pada 19 September 2015 ini seluruh anggotanya merupakan kaum hawa dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda pula. Adalah Puji Agustina, SE – ketua sekaligus penggagas utama terbentuknya Ladies Angler Community.

LA Comunity di Kodpar Castinger Cipule 2016

Ladies Angler Community pertama kali terbentuk atas inisiatif Puji Agustina setelah mengikuti acara Mimix Indonesia Cup di Setu Cibuntu Lestari (SCL) 2015 silam. Puji melihat ada beberapa pemancing wanita di acara tersebut yang kemudian mendiskusikan bersama sang suami (Achmadi NA) Junaidi Wong (Sumber Mulia ) untuk membentuk suatu wadah komunitas wanita Indonesia. Gagasan Puji pun mendapat dukungan penuh dari beberapa pemancing kawakan seperti Muhammad Sugi, Zaky Zaman dan lain-lain. Bahkan pro angler seperti Joe Michael mengapresiasi gagasan Puji dengan memfasilitasi tempat pada saat pembentukan Ladies Angler Community saat itu.

Dengan tujuan utama menyatukan seluruh angler wanita di Indonesia, Ladies angler dibentuk dan di hadiri pertama kalinya oleh 15 orang pemancing wanita dan diliput oleh stasiun televisi swasta MNC Dengan program tayangan unggulan mereka Mata Pancing yang dipandu oleh host cantik Anita K Dewi. Pada awal pertemuan ini juga Ladies Angler Community memaparkan visi dan misi mereka kepada khalayak ramai khususnya para pemancing nusantara. Adapun visi dan misi dari Ladies Angler Community adalah Membentuk wadah pemancing wanita di Indonesia. Sementara misinya sendiri adalah menumbuh kembangkan pemancing wanita dan memberi warna dalam dunia Pemancingan di Indonesia.

ladies angler comunity
Lina Sabrina (memegang pialas) bersama Ketum LA.COM saat dinobatkan sebagai juara 1 Kopdar Castinger Forcasi 2016

Seiring berjalannya waktu, telah banyak suka dan duka yang dirasakan komunitas yang anggotanya tersebar di seluru pelosok RI ini. Puji bercerita jika suka dan duka dalam sebuah komunitas itu bak sayur yang tidak lengkap jika tidak ditambahkan garam. Keseruan Ladies Angler kalau sedang mancing dan kumpul bersama pada setiap acara Ladies Angler Community yang dihadiri oleh para anggota keluarga seperti suami dan anak dianggap Puji sebagi Suka dari komunitas ini. Sementara dukanya adalah sangat sulit menyatukan waktu untuk berkumpul dan memberi pengertian kepada Angler Pria untuk bisa mengajak pasangan mereka Mancing.

2 tahun perjalanan dan umur Ladies Angler Community di dunia memancing tanah air melahirkan banyak angler wanita yang bergabung di komunitas ini. Anggotanya pun semakin bertambah dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Karawang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Semarang, Malang dan lain-lain. Ladies Angler Community ini pun seolah tidak mau kalah bersaing dengan komunitas mancing lainnya. Hal ini dibuktikan mereka dengan rutinnya menjalankan agenda acara 2 kali setiap tahunnya, antara lain acara Anniversary Ladies Angler Community dan acara pertengahan tahun seperti acara Kartini Ladies Angler dan Mancing Bareng sesama anggota.

Berbicara tentang komunitas tak lengkap rasanya jika tidak disertai dengan prestasi. Meskipun Ladies Angler Community ini komunitas yang keseluruhan anggotanya merupakan kaum hawa, prestasi menakjubkan pernah ditorehkan mereka di jagat mancing nusantara. Adalah Lina ( akun facebook :Naya Lad Angler)-Ladies Angler dari kota Lampung yang mengharumkan nama Ladies Angler Community dengan menyabet gelar juara kategori perorangan pada Kopdarnas Forcasi tahun 2016 yg diadakan di Cipule Jawa Barat. Lina berhasil menyingkirkan semua pesaing yang mayoritas kaum adam serta membuktikan bahwa wanita tidak bisa dipandang sebelah mata di dunia memancing.

ladies angler comunity
Halal Bihalal LA.Com di Pemancingan Anugrah Pasar Serang Cikarang

Di akhir sesi wawancara, Puji Agustina juga mengajak para wanita di Indonesia khususnya yang hobi memancing untuk bergabung dengan Ladies Angler Community. “Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota Ladies Angler Community, semua pemancing wanita boleh bergabung di komunitas ini” terang Puji. Puji juga menambahkan harapannya yang sudah tercapai yaitu Ladies Angler Community sudah dikenal dan diakui bahwa di Indonesia sebagai wadah pemancing wanita, walaupun belum banyak prestasi yg di dapat. Sementara harapan yang belum tercapai adalah keinginan Ladies Angler Community untuk mengadakan acara di luar Jabodetabek.

“Selalu menjaga Kelestarian Lingkungan dan Safety First. Mancing adalah sebuah hobby, tetap utamakan keluarga, karena sebagai wanita tetap memposisikan kodrat sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anak. Salam Ladies and SAVE CLEAN OUR EARTH FOR GOOD FUTURE” pesan Puji Agustina menutup wawancara dengan spotmancing.com.

Peserta Mancing Amal Komunitas 100% Nyobok Membludak, Anak Yatim pun mendapat Berkah!

Peserta Mancing Amal Komunitas 100% Nyobok Membludak, Anak Yatim pun mendapat Berkah!

Komunitas mancing 100% Nyobok pada hari minggu yang lalu, mengadakan acara mancing bareng sekaligus kegiatan amal kepada anak-anak yang kurang mampu. Wana Wisata Waduk Kedung Ombo, menjadi lokasi yang dipilih oleh panitia pada perhelatan ini. Acara yang mengambil tema Mancing Amal inipun, menyedot banyak peserta dan berjalan meriah.

Even ini tepatnya dilangsungkan pada hari Minggu 12 November 2017, dimana para peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar 25 ribu rupiah untuk memperoleh kaos serta biaya operasional kegiatan. Panitia acara pun, akan menyalurkan sebagian dana yang diperolehnya, untuk anak-anak yatim yang ada di sekitar wilayah ini. Namun, Peserta yang kehabisan tiket mancing amal tetap dipersilahkan untuk meramaikan acara dengan hanya mengeluarkan kocek untuk tiket masuk ke lokasi even ini.

Waduk Kedung Ombo (duniasejarah.com)
Waduk Kedung Ombo (duniasejarah.com)

Qyu Songo, yang didapuk sebagai Ketua Pelaksana, mengatakan jika seluruh kegiatan berjalan lancar dan meriah. Bahkan, panitia pun tak menduga jika even yang dihelat ini, diminati banyak peserta. ”Alhamdulillah  lancar semua om, dan ini diluar dugaan saya dan para admin 100% nyobok. Soalnya dari rapat sebelum penjualan tiket, dimana kita tafsir hanya sekitar 200 peserta yang ikut, namun kenyataanya yang datang sekitar limaratusan peserta,” terangnya.

Peserta yang hadir tak hanya dari Solo saja, komunitas mancing Magelang, Jogja, Kudus, Surabaya, Bandung Hingga Ternate turut meramaikan kegiatan ini. “Ada 4 peserta yang dari Ternate om. Mereka rela datang jauh-jauh dari sana hanya untuk menghadiri even ini. Merinding saya, bila membicarakan event ini om. Banyak yang antusias,” ujarnya.

Menariknya, dalam acara mancing inipun, panitia tak menyediakan hadiah apapun untuk para peserta yang hadir, dengan alasan bahwa even ini murni dilakukan untuk amal. “Karena dari team mempunyai pemikiran, mosok ngamal nanggo hadiah –masa acara amal harus pakai hadiah–,” ujarnya. “Hadiahnya biar pahala saja. Itulah yang  menjadi dasar pemikiran para panitia, makanya akhirnya kita putuskan untuk tidak pakai hadiah,” tambahnya lagi.

Sementara, untuk acara mancing bersama anak yatim ini sebetulnya itu sudah jadi agenda rutin komunitas ini, yang dilangsungkan setiap tahunnya. Namun yang menjadi nilai lebih dari even ini, dilakukan oleh para loyalis 100% Nyobok itu sendiri. Sebelumnya, even sekelas ini hanya dilaksanakan di kolam-kolam pemancingan, bukan di spot liar saat even dilangsungkan minggu kemarin. “Biasanya, kita ajak anak yatim juga untuk ikut mancing, namun karena spotnya dilangsungkan  di alam  liar, maka kita tidak libatkan untuk ikut serta karena kekhawatiran kita untuk masalah safety nya,” ucap pria ini.

Komunitas 100% Nyobok (dok komunitas)
Komunitas 100% Nyobok (dok komunitas)

“Kita tidak hanya memikirkan hobi kita sendiri karena dibelakang kesenangan kita, ternyata masih banyak yang membutuhkan. Maka dari itu, komunitas 100% Nyobok, ingin sedikit menyisihkan sebagian dari kesenangan kita untuk kesenangan mereka juga,” ucapnya lagi.

Santunan untuk anak yatim pun, menjadi tujuan yang lebih utama digelarnya even ini. Komunitas 100% nyobok, berharap agar hasil yang mereka peroleh dari kegiatan ini, bermanfaat pula bagi orang lain. “Santunan ini kami berikan ke anak-anak yatim yang berada di Desa Wonoharjo di wilayah Boyolali,” kata angler asal Dusun Ngeboran ini.

Panitia pun siap membagikan kaos bagi peserta (dok.komunitas)
Panitia pun siap membagikan kaos bagi peserta (dok.komunitas)

Lokasi tepatnya Mancing Amal ini, berada di Waduk Kedung Ombo, yang terletak di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas 6.576 Hektoare yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Hektoare dan lahan daratan 3.746 Hektoare. Waduk yang mulai didirikan tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991 ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang ada di Indonesia.

Area Waduk Kedung Ombo tidak hanya terletak di Kabupaten Grobogan, melainkan menjadi batas wilayah antara Kab. Sragen dan Kab. Boyolali. Waduk ini dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Waduk ini, tak hanya dijadikan lokasi tujuan wisata saja, namun tak sedikit juga angler yang seringkali memanfaatkan waktunya untuk mancing di spot ini.

Saling Berbagi (dok.komunitas)
Saling Berbagi (dok.komunitas)

Harapan ke depan, komunitas 100% Nyobok berusaha untuk mengadakan even-even yang lebih besar dan tentunya terus bermanfaat bagi masyarakat. “kegiatan seperti tebar benih, gemar ikan hingga diluar kegiatan hobi mancing, seperti donor darah,” ujarnya. Mereka pun, memiliki rencana untuk mengadakan pameran alat-alat pancing dari hand made hingga pabrikasi ke depannya. “Ini baru gagasan dari saya dan rekan-rekan lainnya.Mudah-mudahan  bisa terlaksana,” pungkasnya.

Ya,selain mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan dunia mancing, tak ada salahnya jika komunitas semacam ini mengadakan even yang selalu bermanfaat bagi masyarakat luas. Bravo Komunitas 100% nyobok !

Menjaga Gelora Kelestarian Ekosistem Bersama Boeltap Fishing Club Indonesia

Menjaga Gelora Kelestarian Ekosistem Bersama Boeltap Fishing Club Indonesia

Berangkat dari kegemaran memancing dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya, serta tumbuhnya kesamaan ide, menjadi tonggak awal berdirinya Boeltap Fishing Club Indonesia (BFC ). Pada akhirnya, komunitas ini mampu menggiring keinginan angler kota Makassar untuk saling menyatukan visi dan misinya.

Terbentuknya komunitas ini, semakin mendorong angler Makassar untuk menggelorakan aktifitas memancing serta kelestarian ekosistem perairan di daerahnya. “Menyalurkkan hobby mancing menjadi tujuan kami. Selain mengadakan turnamen mancing, BFC pun aktif saat bakti sosial hingga buka puasa bersama di panti asuhan,” jelas Abdillah Burhan, salah satu pentolan BFC.

Boeltap Fishing Club Indonesia (dok.BFC)
Boeltap Fishing Club Indonesia (dok.BFC)

Berawal dengan nama Papekang Juku’na BuLu Ta’Pampang, yang berdiri  pada tanggal 9 September 2009, serta dirintis oleh sekelompok orang pemuda, menjadikan komunitas ini makin dikenal hingga ke luar pulau Sulawesi. “Idenya awalnya Persaudaraan 7 orang , Faizal Gazaly, Buya Gazaly, Gasvan Gazaly, Junaedy, Anwar, Achank dan Chopie yang memang gila mancing dan senang mencari spot-spot yang baru,” ujar Dillah,panggilan akrabnya.

Pada waktu itu, kegiatan menancang ikan pun tak seperti saat ini, bisa menjelajah ke spot-spot terbaik. Bahkan, set tackle yang digunakannya pun terbilang sederhana.“Iya…hanya saja dulu masih cara cara tradisional hand line, kalau disini orang bilang Galenrong,” terangnya. Namun, karena rasa persaudaraan yang kental dibarengi dengan semangat tinggi para pionirnya, kelahiran BFC Indonesia pun menuai hasil yang maksimal. Hingga saat ini, ratusan pecinta mancing yang tersebar di kota dan kabupaten Makassar, bisa terjaring oleh para pendirinya. Bahkan, komunitas inipun telah memiliki koordinator wilayah hingga ke area pulau Jawa dan Bali.

 

boeltap fishing club

Desa BuLu Ta’Pampang ,Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi awal ‘perjuangan’ mereka. Saat itu, diangkatlah Faizal Gazaly sebagai Ketuanya dan dalam perjalanannya, Faizal bersama ke enam orang lainnya, bahu membahu membangun komunitas ini hingga mampu mengajak para angler di Makassar untuk bergabung dan memainkan perannya secara aktif, agar BFC Indonesia tak hanya sekedar perkumpulan mancing biasa. “Alhamdulillah dengan kompaknya anggota di komunitas ini, dalam beberapa turnamen mancing yang diikuti pun, kami sempat merasakan penghargaan,” terangnya. Terakhir, komunitas ini sempat menyabet Juara ke-3 Turnamen Mancing Pallawa POLDA Makassar 2017.

Ia pun melanjutkan, sebenarnya komunitas ini telah berganti nama sebanyak tiga kali. Setelah menggunakan nama yang diatas tersebut, untuk makin mempopulerkan aktifitasnya di dunia memancing di kota Angin Mamiri ini, pada tahun 2011 para anggotanya merubahnya menjadi  Boeltap Fishing Club Makassar. “Agar makin dikenal ke seantero negeri ini dan lebih mengedepankan semangat kesatuan, maka kita pun kembali menyesuaikan nama komunitas menjadi Boeltap Fishing Club Indonesia,” jelasnya.

BFC saat ikut ajang di piala Presiden Widi Halmahera (dok.BFC)
BFC saat ikut ajang di piala Presiden Widi Halmahera (dok.BFC)
Tangkapan monster di Perairan Sulawesi

Hingga saat ini, pengaruh BFC sangat signifikan di wilayah Makassar. Selain aktifitas nancang ikan di provinsi ini lebih intens dan makin memasyarakat, muncul juga dampak positif yang dirasakan oleh seluruh angler disini. “Kita sebagai pemancing semakin sadar akan pentingnya menjaga laut, sungai dan danau dari para perusak habitat yang mencari ikan dengan menggunakan bom, racun hingga prilaku negatif lainnya,” ujar ketua yang membidangi Organisasi dan Keanggotaan BFC ini.

Salah satu program BFC saat ini, berupaya untuk menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah. Dalam hal ini, BFC Indonesia menggandeng Dinas Perikanan dan Polisi Air Makassar untuk membentuk sukarelawan yang memiliki tujuan memberantas para perusak lingkungan perairan disini. “Sudah menjadi kewajiban setiap anggota untuk menjaga ekosistem perairannya. Apalagi sungai,danau hingga laut di Makassar saat ini, sudah sangat memprihatinkan. Terbukti, hampir 80% spot yang tersebar pada hancur,” ungkapnya.

boeltap fishing club
Mengeksplor spot-spot baru

boeltap fishing club

Untuk makin memantapkan kinerja BFC, komunitas ini selalu menggelar pendidikan secara nonformal akan pentingnya menjaga ekosistem secara keseluruhan. Kegiatan ini, tentunya sangat membantu pemerintah setempat dalam upaya meminimalisir kerusakan perairan yang banyak tersebar di Makassar. “Sebelum masuk menjadi anggota di BFC, kami berikan training dahulu agar menjadi peduli lingkungan. Komunitas ini, ingin dikenal sebagai anti perusak ekosistem air,” terangnya.

Kekompakan BFC pun makin terasa, ketika melakukan trip mancing ke spot-spot yang jauh dari kota Makassar ataupun saat melintas hingga ke luar pulau. Selain saling berbagi ilmu seputar dunia mancing, mereka pun mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, selayaknya  orang Makassar, walaupun memiliki sikap yang keras namun mereka saling menghargai serta menjunjung tinggi nilai kesetiakawanan. ”Disitulah kita rasakan persaudaraan dan kebersamaan sesama anggota tanpa adanya perbedaan status sosial,” ucapnya.

Kebersamaan para anggotanya (dok.BFC)
Kebersamaan para anggotanya (dok.BFC)

Ia pun melanjutkan, visi dan misi BFC selain sebagai ajang silaturahmi antar sesama angler, komunitas inipun akan berupaya dan berjuang keras, agar suatu saat nanti olahraga memancing ini akan menjadi salah satu cabang yang bisa dipertandingkan di event sekelas Porda, bahkan PON. “Rencana jangka panjangnya, BFC tetap berusaha merekrut angler di setiap daerah agar komunitas ini bisa lebih besar. Bahkan ,kalau bisa ada di seluruh penjuru tanah air,” pungkasnya.

Horeee…, Komunitas Jurnalis Mancing Indonesia, Resmi terbentuk!

Horeee…, Komunitas Jurnalis Mancing Indonesia, Resmi terbentuk!

Jurnalis Mancing Indonesia

Betapa bahagianya masyarakat mancing Indonesia. Kini, para wartawan yang biasanya melaporkan berita, telah bergabung untuk turut memasyarakatkan hobi mancing. Ya!,  nama komunitasnya Jurnalis Mancing Indonesia (JMI). Paguyuban ini merupakan komunitas wartawan pecinta olahraga memancing, yang dibentuk tahun 2017. JMI kini menaungi 50 orang anggota aktif yang berasal dari media cetak, online, serta elektronik.

jurnalis mancing indonesia
Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo (tengah) memperlihatkan ikan patin hasil pancingannya bersama Pembina JMI Pratama D. Persadha (kanan), dan Ketua Umum JMI Folber Siallagan (kiri). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peluncuran komunitas olahraga memancing Jurnalis Mancing Indonesia (JMI), Sabtu (21/10), di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok.

Pada awal dibentuknya, JMI telah mencanangkan kegiatan yang tidak hanya melibatkan anggota,
tetapi juga merangkul berbagai komunitas mancing dari berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar kedepannya nama JMI dapat semakin dikenal luas di luar dunia jurnalistik.

jurnalis mancing indonesia

“Diharapkan JMI dapat menjadi wadah bagi penggemar mancing bagi teman-teman seprofesi (jurnalis) dan JMI juga mencanangkan beberapa kegiatan yang merangkul baik komunitas dan masyarakat, diantaranya Gerakan Cinta Makan Ikan Nasional, Fun Fishing antar Forum Wartawan, dan Turnamen Mancing,” kata Ketua Umum Jurnalis Mancing Indonesia Folber Siallagan di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok, Sabtu (21/10).

Jurnalis mancing Indonesia
Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo (baju putih) bersama anggota JMI melepaskan bibit Ikan Mas tanda dimulainya kegiatan Fun Fishing antar forum Wartawan dalam event Peluncuran JMI. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peluncuran komunitas olahraga memancing Jurnalis Mancing Indonesia (JMI), Sabtu (21/10), di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok.
jurnalis mancing indonesia
Managing Director Sinar Mas Saleh Husin (kanan) memperlihatkan Ikan Patin hasil pancingannya ditemani Ketua Umum JMI Folber Siallagan (kiri). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peluncuran komunitas olahraga memancing Jurnalis Mancing Indonesia (JMI), Sabtu (21/10), di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok.

Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok dipilih komunitas JMI sebagai tempat peluncuran karena tempat ini telah lama menjadi tempat berkumpul dan bertemunya sesama penggemar mancing dari berbagai daerah di Jakarta maupun dari luar Jakarta.

JMI memilih tema “Strike and Care” pada peluncuran pertamanya yang diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas antar penggemar memancing dan komunitas lainnya. Adanya kegiatan Fun Fishing antar forum Wartawan merupakan salah satu bentuk solidaritas yang diharapkan dapat berkelanjutan antar sesama penggemar olahraga memancing.

Jurnalis mancing indonesia
Managing Director Sinar Mas Saleh Husin (kiri), Ketua Umum JMI Folber Siallagan (tengah), dan Pembina JMI Pratama D. Persadha (kanan) memegang Ikan Patin hasil pancingannya di kolam pemancingan Adhiraja Deluna dalam event Peluncuran JMI. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peluncuran komunitas olahraga memancing Jurnalis Mancing Indonesia (JMI), Sabtu (21/10), di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok.

Selain itu, Gerakan Cinta Makan Ikan Nasional yang dicanangkan oleh Jurnalis Mancing Indonesia bertujuan untuk kepedulian akan kesehatan dan mutu Pendidikan Bangsa. Secara langsung bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, yang dalam jangka panjang berimbas pada upaya mencerdaskan bangsa.

jurnalis mancing indonesia
Managing Director Sinar Mas saleh Husin dan anggota JMI berfoto bersama seusai pengukuhan Saleh Husin menjadi Pembinna JMI. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peluncuran komunitas olahraga memancing Jurnalis Mancing Indonesia (JMI), Sabtu (21/10), di Pemancingan Adhiraja Deluna, Depok.

Turut hadir dalam acara peluncuran ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Managing Director Sinar Mas, dan Pembina JMI Pratama D. Persadha. Mereka memberikan motivasi dan informasi kepada publik bahwa betapa baiknya makan ikan untuk kecerdasan bangsa sembari menjalani kegemaran memancing.

jurnalis mancing indonesia
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo (kanan) memperlihatkan cendera mata yang berupa kartun dirinya didampingi oleh Bapak Merza Fachrys (kiri), Direktur Utama Smart Fren dan ketua umum Jurnalis Mancing Indonesia, Folber Sialagan dalam acara kampanye Gerakan Nasional Makan Ikan Jurnalis Mancing Indonesia di kolam pemancingan ikan mas Adhi Raja Deluna, Tanah Baru, Depok, Jawa Barat,21 Oktober 2017.

“Saya berharap komunitas jurnalis ini dapat membangun solideritas antar anggotanya dan merangkul komunitas memancing lainnya,” ujar Pratama.

Hadir lebih awal Managing Director Sinar Mas Saleh Husin dalam peresmian peluncuran Komunitas JMI yang menyempatkan memancing ikan patin mendapatkan ikan patin seberat 7kg, dan mengaku senang serta bangga terhadap kegiatan komunitas seperti ini.

“Saya juga hobby olahraga, khususnya sepeda, tapi saya akan mengajak teman-teman di komunitas sepeda saya untuk datang ke pemancingan ini dan memancing,” tuturnya sambil berkelakar.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo (tengah) meemotong tumpeng didampingi oleh Bapak Merza Fachrys (kiri), Direktur Utama Smart Fren dan ketua umum Jurnalis Mancing Indonesia, Folber Sialagan(2-Kiri) sebagai tanda dimulainya kampanye Gerakan Nasional Makan Ikan Jurnalis Mancing Indonesia di kolam pemancingan ikan mas Adhi Raja Deluna, Tanah Baru, Depok, Jawa Barat,21 Oktober 2017.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Bapak Eko Putro Sandjojo menyampaikan sambutannya sebelum peluncuran logo JMI.

“Tujuan pembangunan embung ini, Pemerintah dapat memberikan sumber protein hewani murah yang dapat digunakan untuk penduduk desa. Sehingga dapat diwujudkan Gerakan Cinta Makan Ikan Nasional,” tutupnya.

Jurnalis Mancing Indonesiajurnalis mancing indonesia

Hadirnya Bapak Eko Putro Sandjojo dan Bapak Saleh Husin dalam peresmian peluncuran Komunitas JMI ini salah satunya ditandai dengan pengukuhan Bapak Eko sebagai Pelindung Komunitas JMI dan Bapak Saleh Husin sebagai Pembina JMI.

Peresmian peluncuran Komunitas JMI tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari Sinar Mas dalam event ini.

Bravo Jurnalis Mancing Indonesia!

Jurnalis Mancing Indonesia