Arsip Kategori: komunitas

Selamat Hari Jadi ke-10 SFC, Kian Jaya di Masa Mendatang!

Surabaya Fishing Club, dengan anggotanya yang mencapai ribuan personel bisa dibilang klub mancing terbesar di jawa timur. Klub mancing yang terkenal dengan slogan “Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever” ini barusan merayakan ultahnya yang kesepuluh. Dengan tema fun fishing dan silaturahmi seantero angler, even ini berjalan lancar dan sukses.

Terhitung ada 160 angler yang bergabung memeriahkan even ke-10 tahun SFC ini. Sampai- sampai ada tim yang jauh-jauh datang dari Pulau Madura. Seperti temanya, Even ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antara para peserta -baik yang terdaftar sebagai member SFC, maupun partisipan diluar SFC, karena terbuka untuk umum.

HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta
HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta

Acara berlangsung pada hari minggu, 15 April 2018. Meskipun begitu, partisipan diharapkan hadir pada tanggal 14 untuk mempermudah kordinasi sekaligus registrasi. Besoknya pukul 05.30 lomba mancing dimulai, dengan teknik mancing bebas. Sementara juara dipilih berdasarkan ikan terberat dan tidak termasuk spesies dilindungi. Batas penimbangan ikan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Adapun daftar juara 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:

Juara 1

Team   : Pokok’e Narik Community (PNC)

Angler : Afryan

Spesies : Tenggiri

Berat   : 11,5 Kg

Pokok’e Narik Community (PNC)

Juara 2

Team   : Sabar Mancing Surabaya (SMS)

Angler : Iskak Mekoa

Spesies : Barakuda

Berat   : 9,435 Kg

Juara 3

Team   : Mbois

Angler : Ro Yan

Spesies : Bluefinn Trevally

Berat   : 6,055 Kg

Pemenang ke-3, Ro Yan

Afryan, akrab disapa ryan menuturkan kiatnya hingga berhasil meraih juara 1.”Tiap berangkat disemua event team PNC saya usahakan dalam kondisi siap, sebelum naik jukungpun kami semua harus punya keyakinan bisa naik podium,” Ujar angler dengan nama beken slowjigaja ini. “Kadang orang bilang itu kepedean, tapi memang begitulah kami.  sering cari motivasi dari diri sendiri biar semangat pas dilaut”. tambahnya

Angler Pokok’e Narik Community ini juga membeberkan rahasia lain yang ia gunakan saat lomba kemarin. “Saya menggunakan teknik slow pitch jigging. Kelebihan slow jigging dibanding jigging pada umumnya seperti teknik speedjig yang makan selalu ikan perenang cepat saja contoh tenggiri / GT ,kalau slowjig hampir semua jenis ikan bisa menjadi target bahkan ikan yang lambat sekalipun seperti kerapu. Kalau mau nyari ikan perenang cepati, tinggal ditambah sedikit speed – jadi jigging konvensional deh. Jangan lupa setel drag yang bener karena slow pitch jigging menggunakan piranti kelas light sehingga rawan saat fight ikan size besar,”Jelas Om Ryan.

Afryan, dengan tenggiri juara

“Saya terkesan melihat semua panitia membersihkan sampah dengan hadiah 100rb bagi pengambil sampah terbanyak. Salut buat panitia,”Om Ryan menyampaikan kesannya.

Secara umum acara fun fishing ini boleh dibilang sukses. Namun ada banyak likaliku hingga hajatan ini lancar tergelar. Salah satu Angler yang dituakan di SFC, om Irzam Achmad mengakui masalah perizinan yang alot membuat panitia harus kerja ekstra keras dan sabar. “Sampai 5 kali bolak-balik Surabaya-Tamban dalam waktu 2 bulan persiapan”.

Ditambah lagi kesalahpahaman antara panitia dan nelayan dalam pembayaran Jukung. Hal ini disebabkan pernah ada even lain sebelumnya, dimana para nelayan baru menerima pembayaran setelah 3 minggu kemudian. Demi nama baik SFC dan jalannya acara, kami turuti maunya nelayan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari”. Tutur Om Irzam.

Dimulai dari jam 5 pagi
Irzam Achmad

Cuaca yang cukup ekstrem dengan kecepatan angin 27 km/h pada malam hari sebelum even dimulai, juga cukup menciutkan nyali sebagian peserta. Untungnya saat pagi hari kondisi cuaca semakin membaik.

Satu dekade sudah SFC berdiri, om Irzam berharap klub memancing ini bisa menjadi barometer bagi banyaknya grup mancing yang ada di Jawa Timur. “Dalam sebuah grup atau komunitas perselisihan tidak dapat dihindari, saya selalu berpesan pada anggota SFC agar semua perselisihan baiknya diselesaikan dengan kepala dingin. Tetap bersatu, buang semua sifat egois yang ada, duduk bersama hingga dicapai suatu benang merah. Jadikan SFC contoh bagi grup lain!.

Ketua pelaksana, Om Rendy Said juga mengungkapkan bahwa even ini bisa dibilang kejar tayang. Dengan persiapan kurang dari 2 bulan, cukup mepet waktunya jika melihat besarnya even. Hal ini tidak akan bisa dicapai tanpa kerjasama yang solid dari anggota SFC.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dalam waktu yang kurang dari dua bulan untuk mempersiapkan segalanya. Saya selalu mengingatkan kepada seluruh pengurus SFC bahwa waktu, tenaga dan pikiran bukan buat saya bukan juga buat anda tetapi kembali untuk Surabaya Fishing Club”.

Kebersamaan, kerjasama yang baik, saling dukung dan bertanggungjawab serta menjaga silaturahmi ke sesama angler di Jawa Timur inilah yang membuat SFC tetap solid selama 10 tahun ini. SFC Hampir tidak pernah absen menghadiri dan mensupport even mancing yang ada di Jatim.

Pantai Tamban 

Pantai wisata tamban menjadi pilihan tempat berlansungnya even. Pantai tamban ini terletak di Desa Tembakrejo, Malang, Jawa Timur. Salah satu destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berjarak 65 km dari kota Malang, pantai Tamban dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Dengan pasir putih yang membentang sepanjang 1.500 Km, tebing-tebing dan pulau-pulau kecil disekitarnya memanjakan mata para penikmat keindahan alam

Pantai Tamban Malang (nginepdimana.com)

Bagi angler Nusantara khususnya Jawa Timur, pantai Tamban sendiri adalah surganya memancing. Tipikal air yang tenang dengan Fasilitas memancing speperti jukung dan penginapan yang tersedia semakin menambah daya tarik pantai Tamban.“Tamban itu indah, hasil kelautannya tidak bisa diragukan lagi. Pastinya spot yang sangat di idam-idamkan oleh teman-teman angler Jawa Timur. Ekosistemnya yang terjaga sehingga menjadi tempat bersarang ikan-ikan monster seperti tenggiri, amberjack, barakuda dan tuna”, Jelas Om Rendy.

Agar acara lebih fokus, di even ini tidak dilaksanakan kegitan lain di luar fun fishing. Meskipun begitu ternyata SFC telah menyiapkan acara rutin yang dilaksanakan tiap bulan Ramadhan. Om rendi menjelaskan, “Kami sedang planning acara dalam menyambut bulan suci Ramadhan untuk mengadakan pembagian takjil se gerbang kertasusila bagi seluruh angler yang ada di Jawa Timur.” Luar biasa, salut buat SFC.

Istimewaah! Satu kata yang terucap mewakili rasa bangga kepada semua panitia, pengurus, peserta, dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam acara HUT SFC ke-10 ini. Bravo SFC, Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever…

Foto Galeri

 

Semangat Go Green dan Pengobatan Gratis, Sumbangsih JAC Untuk Kepulauan Seribu

Tanggal 28 Januari 2018 kemarin rupanya jadi keseruan yang tak ternilai buat Komunitas Jakarta Angler Community (JAC). Dalam rangka go green dan silaturahmi sesama angler, paguyuban ini mengadakan even mancing bareng dengan tema Neng Riri Fishing Hore 2018. Hangatnya silaturahmi membaur erat ditengah jalannya acara.

Jakarta Angler Community
Jakarta Angler Community

Lokasinya dipilih Kepulauan Seribu, dengan tujuan memperkenalkan destinasi pariwisata terutama wisata mancing yang ada di DKI Jakarta. Sesuai temanya, hajatan ini menargetkan neng riri (ikan tenggiri) di kepulauan seribu.

Salah seorang pendiri JAC, Koko Sugiantoro menyebutkan bahwa pengumuman acara diumumkan via grup Facebook JAC maupun grup WA. Hebatnya, begitu diumumkan,  hari itu juga langsung penuh. “Peserta ada yang dari Malang, Pontianak bahkan Pekanbaru,” jelas pria yang akrab disapa Pak De tersebut.

Anggota dicukupkan 35 orang. Terbatasnya peserta ini dikarenakan kapal yang digunakan hanya berjumlah 7 buah, dan masing-masingnya mampu menampung 5 orang peserta. Sejak pukul 02.30 dinihari, partisipan sudah berkumpul di pelabuhan tanjung pasir. Jam 04.00  start berangkat dan pukul 16.30 kembali ke pelabuhan untuk batas penimbangan akhir. Sesuai kesepakatan, hanya spesies tenggiri yang ditimbang, teknik memancing yang digunakan pun bebas.

Jakarta Angler Community
Para peserta bersiap sejak dini hari
Jakarta Angler Community
Pak De Joko

Keunikan yang ada di Neng Riri fishing Hore ini adalah tidak hanya hasil tangkapan terberat yang diberi hadiah, namun poin kemenangan juga diberikan pada sampah terberat. Sampah terberat? Begini penjelasannya : ”Sampah yang menumpuk di kapal akan ditimbang, untuk menghindari peserta membuang sampah ke laut,” Ucap Pak De.  “Karena kembali ke ide awal go green, supaya menjadi percontohan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama laut.” Tambahnya.

Ada satu lagi kegiatan menarik di luar rundown acara, ternyata dalam even ini JAC juga mengadakan pengobatan gratis di Desa Tanjung Pasir, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang. “semua obat-obatan kita kasih gratis.  masyarakat sangat  antusias, terhitung ada 105 orang pasien yang berobat sampai posko ditutup”. Terang Pak De. Bakti sosial ini dilaksanakan oleh Ladys Angler JAC, Dr. Bachtiar Wati dengan dibantu warga setempat untuk bagian pendaftaran yaitu Mbak Dessy.

Jakarta Angler Community
Pengobatan gratis bagi warga Kepulauan Seribu

lomba mancing di bekasi

Setelah pengobatan gratis dilaksanakan, acara mancing pun dimulai. Semua peserta bersemangat meskipun dihantam gelombang tinggi. Bahkan ada beberapa kapal yang terjebak badai. Salah satu kapal peserta JAC sempat menolong menderek kapal nelayan yang rusak. Di akhir acara semua kapal tiba dengan selamat di pelabuhan dan penimbangan dilakukan.

Adapun pemenang dalam tiap kategori adalah sebagai berikut:

  1. Kategori ikan total terberat:

Juara I jatuh kepada tim kapal 3 dengan berat ikan 5,1 kg, beranggotakan:

–              Bang jak

–              Dani Curug

–              Dani H Dasuki

–              Selamat

–              Adhi Purnomo

Juara II jatuh kepada tim kapal 5 dengan berat ikan 4,9 kg, beranggotakan:

–              Hendra Wu

–              Achian

–              Awi Bird

–              Ari Ucok

–              Asyep

Untuk juara III ikan total terberat tidak ada (tidak berhasil diperoleh para peserta). Atas kebesaran hati dari para peserta dan keputusan panitia, hadiah juara ke III diberikan kepada tim dari kapal 6 yang telah memberikan support sosial dan kemanusiaan kepada rekan nelayan yang mengalami kerusakan mesin kapal di tengah laut dengan mendereknya hingga selamat ke dermaga Tanjung Pasir. Tim kapal 6 Beranggotakan:

–              Ardy

–              Yudi

–              Abah

–              Andre

–              Joe

 

  1. Kategori Kapten Kapal terbaik

-Juara I , KM Titon dengan kaptennya Pak Mandor Wawan

-Juara II, KM Sri Rahayu Dengan Kaptennya Pak Buam

-Juara III, KM Median Jaya Dengan Kaptennya Pak Wawi

  1. Kategori Pengumpul Sampah Terberat

–              Juara I Kapal 5 dengan berat sampah 4,2 kg

–              Juara II Kapal 2 dengan berat sampah 4 kg

–              Juara III Kapal 4 dengan berat 2,5 kg

Jakarta Angler Community
Tim Kapal 3 manyabet hadiah utama. Hadiah diserahkan pada pembina JAC – Hardimansyah
Ikan terberat
Ikan terberat

Total hadiah yang disediakan adalah Rp 10.350.000, semua merupakan subsidi dari Pejabat JAC dan sponsor yang ada. “kami sengaja tidak minta sumbangan dari pihak brand alat pancing, JAC membuat even ini bukan untuk mencari keuntungan”. Tegas Pak De Joko.

Salah satu peserta terjauh even ini adalah om dari Pekanbaru, Riau. Terhitung setahun beliau bergabung di JAC semenjak pertama kali diajak  oleh  Pak De pada even WIDI 2017.

“Saya mancing untuk memperbanyak teman. Selama ini hanya chat lewat grup WA. Dengan adanya even ini saya bisa  ketemu langsung dan bertatap muka dengan sesama anggota JAC. Jelas om Perchy tentang alasannya jauh-jauh datang ke Jakarta.

“Saya sangat senang ikut acara ini, kita ada baksos pengobatan gratis, hadiah memungut sampah, kapten terbaik. Jadi, selain kita bisa mancing hore kita juga turut andil dalam kegiatan sosial serta menjaga kebersihan laut. Semoga ke depannya makin banyak komunitas mancing yang ngadain acara serupa. Semoga JAC tetap Kompak dan terima kasih kepada para Pejabat JAC yang telah melayani kami dengan ramah.” Ungkap Om Perchy.

Jakarta Angler Community
Perchy Dayana

Sekilas JAC

Komunitas JAC didirikan pada 12 juli 2015Kendati baru berusia dua tahun, namun komunitas ini sudah eksis di beberapa even nasional. Sebut saja Piala Presiden di WIDI 2017 dan piala KASAL 2017 di Kendari.

Jakarta Angler Comunity
Jajaran pengurus PAC
Jakarta Angler Community
Om Heri Skatetrue dari spotmancing.com menyerahkan simbol dukungan acara

Dalam hal kepengurusan, JAC diketuai oleh Hengky Rivandi sebagai, Hari Suparjo sebagai wakil ketua, Wiwi Sukiyanto sebagai sekretaris, Adhong Djua Atong sebagai wakil sekretaris, Deny Setiawan sebagai bendahara dan Aris Abun sebagai wakil bendahara. Semua admin JAC disebut Pejabat JAC. “kalau saya terus yang urus  tanpa dibantu teman-teman puyeng saya,” Guyon Pak De.

Pada saat even berlangsung, pihak panitia juga mengumumkan pengangkatan Pak Hardimansyah sebgai seorang pembina Komunitas JAC. Woro-woro ini tentu saja membuat para member berbahagia atas hadirnya pembina yang baru.

Bravo JAC! (Udi Wijaya)

Mengintip Rahasia Langgengnya Sebuah Komunitas Dari Sanggau Angler Brotherhood – Kalbar

Oleh Udi Wijaya

Komunitas mancing merupakan wadah bagi para pemancing menyalurkan hobi, berbagi informasi bahkan menjadi tempat kumpulnya para pemancing. Dengan Banyaknya komunitas mancing yang ada di indonesia saat ini, menarik perhatian spotmancing.com ke salah satu daerah yang juga disebut sebut sebagai surganya destinasi freshwater. Kalimantan Barat – Bumi Khatulistiwa.

Sanggau Angler Brotherhood (1)

Di Tanah Borneo ini hampir setiap wilayah memiliki grup mancing. Bahkan, 1 daerah bisa saja memiliki 2 sampai 3 komunitas sekaligus. Namun tak banyak yang bertahan lama, dikarenakan berbagai macam masalah baik personal dan kelompok. Untungnya,  Kali ini spotmancing.com diberi kesempatan untuk mengulik sedikit tentang rahasia salah satu komunitas  mancing tertua yang masih tetap solid di Kalimantan Barat. Yuk kita intip rahasianya ke Sanggau Angler Brotherhood (SAB).

SAB merupakan salah satu komunitas mancing yang berbasis di Kabupaten Sanggau. Awal terbentuknya Komunitas ini merupakan buah pemikiran dari 5 orang angler senior di kabupaten sanggau, yaitu Bang Saf, Bang Hendri Siagian, Bang Andry, Bang Herbet dan Bang Masukin. SAB secara resmi berdiri pada tahun 2010 dengan 20 orang anggota.

Sampai sekarang di umurnya yang telah menginjak 7 tahun, komunitas ini telah memiliki 70 orang member. 50 orang diantaranya merupakan anggota aktif. Anggota paguyuban ini tidak hanya orang-orang yang berdomisili di kab. Sanggau. Menurut penuturan bang Rukin yg merupakan ketua SAB – saat ini anggota grup banyak yang berasal dari kabupaten lain seperti Pontianak, Sekadau, sintang dan putussibau.

Mas Rukin - Sanggau Angler Brotherhood
Mas Rukin – Sanggau Angler Brotherhood

Salah satu anggota SAB yang sudah sejak 2011 bergabung dengan SAB menuturkan alasannya gabung ke grup ini. Beliau akrab dipanggil Mas Agung, berdomisili di desa sungai ayak Kabupaten sekadau. “Dulu pertama kali kenal mancing yang saya tau komunitas yang basisnya paling dekat ,” Ungkap pria yang merupakan anggota kepolisian ini. “Seiring berjalannya waktu grup ini makin solid, Kompak dan punya satu tujuan yaitu mancing sebagai hobi dan hiburan,” sambungnya.

Untuk bergabung bersama SAB, tidak ada persyaratan teknik tertentu. Mulai dari teknik mancing dasaran, casting, jigging, troling, popping dan lain lain semua boleh ikutan. Namun untuk bisa menjadi anggota komunitas ini harus bisa menjaga kerukunan, kebersamaan & kekeluargaan – baik di dalam grup sendiri, maupun terhadap komunitas lain.

Nah,untuk persyaratan ini memang mudah secara teori, tapi terkadang susah untuk diterapkan. Bang Rukin menegaskan bahwa SAB bukan grup yang semata-mata mencari ketenaran tetapi lebih mengedepankan kekeluargaan. “Yang penting kita bisa mancing dengan enjoy dan happy,” ungkap beliau.

sanggau angler brotherhood

Casting bareng sudah sering diselenggarakan, dan biasanya dilakukan saat musim kemarau di spot spot potensial yang mudah dijangkau. Selain kegiatan memancing, SAB juga kerap mengadakan kegiatan pelepasan bibit ikan dan juga sosialisasi kelestarian lingkungan hidup. “Ini penting, setiap anggota wajib menjaga kelestarian alam dan memerangi penangkapan ikan secara illegal, kalau ikan habis, komunitas mancing mau apa?” terang Bang Rukin.

Mas Agung - Sanggau Angler Brotherhood
Mas Agung – Sanggau Angler Brotherhood

Sebagai salah satu komunitas mancing tertua di kalbar, tentu saja selama perjalanannya ada konflik-konflik internal yang terjadi. Namun SAB punya cara tersendiri untuk mengatasinya. “Jika ada pelanggaran akan diselesaikan secara musyawarah, pelanggar diberi peringatan dan nasehat. Jika sampai 3X pelanggaran dilakukan dengan sengaja tanpa mengindahkan peringatan maka dengan terpaksa dikeluarkan dari komunitas”. Tegas bang Rukin.

Namun ada satu hal yang berbeda dari SAB dibanding komunitas lainnya. Yakni tak eksisnya grup SAB di laman Facebook.

“Sebenarnya ada sih, tapi kawan-kawan sepakat untuk tidak eksis di grup tersebut untuk menghindari perselisihan dan takut dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Palingan kita upload foto hasil mancing di beranda masing masing akun pribadi”. Jawab bang Rukin.

Sanggau Angler Brotherhood (2)

Dalam perbincangan lebih lanjut, Bang Rukin juga menjabarkan rahasia komunitas SAB jadi langgeng. Pertama adalah tidak membuat peraturan terlalu kaku, sehingga mengekang kemajuan anggotanya. Kedua memurnikan niat bahwa masuk komunitas karena untuk menambah saudara-bukannya lawan. Yang terakhir adalah jangan ingin ngetren atau terkenal. Ketiga hal ini jika diterapkan secara bijaksana akan membawa sebuah komunitas tumbuh secara sehat, harmonis, dan kompak.

Wah ini rupanya rahasia sebuah komunitas jadi langgeng,….Makasih banyak Bang Rukin dkk, atas kesempatan berbincang yang diberikan. Pastinya bisa menjadi inspirasi bagi kami semua.  Besok-besok boleh lah kami diajak mancing, he, he…(Udi Wijaya)

lomba mancing di bekasi

Berkenalan dengan Sengah Kopling Fishing Community (SKFC)

oleh Diki Rafikih

Selayaknya kita Ucapkan terimakasih kepada  Mark Zuckerbeg- pendiri Facebook. Lewat platform sosial yang ramah tersebut, telah banyak persaudaraan terjalin. Tak terkecuali di dunia mancing, banyak komunitas terbentuk – salah satunya adalah Sengah Kopling Fishing Community (SKFC), yang berpusat di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin – Sumatera selatan.

lomba mancing di bekasi
lomba mancing di bekasi

Berawal dari acara kumpul-kumpul para maniak mancing yang dimotori oleh Aprliyanto Siregar, Fitra Yan Angler, Tri Afriyan,  beberapa punggawa lainya, maka terlahirlah embrio SKFC di laman grup  Facebook. Saling sapa dan interaksi pada platform tersebut perlahan meningkatkan minat pemancing lainnya untuk ikut bergabung. Kegiatan mancing bareng mulai kerap dilakukan.

Namun, ibarat murid baru di sebuah sekolah, dalam perjalanannya Komunitas Sengah Kopling pun tak terhindar dari godaan dan cemoohan – di tengah riuhnya komunitas mancing yang telah mapan dan besar. Tak jarang  klub Sengah Kopling – dalam Bahasa Palembang berarti setengah gila, mendapat godaan dan cemoohan. Kerap pula dikatai komunitas sayur katu.

Tapi godaan tersebut tak membuat kecil hati.  Passion memancing yang tumbuh alami membuat kelompok ini terus menggeliat.  Tercetus ide membuat kolam catch & realease toman sebagai media perekat silaturahmi sekaligus tempat penyaluran hobi.

Kegiatan rutin SKFC, mancing bareng di Pondok Snakehead CnR

Bekahpun menggelinding bak bola salju. Sumbangan lahan dan santunan dana mengalir hingga impian punya kolam pancing sendiri menjadi kenyataan. Dan pada Januari 2016 Pondok Snakehead CNR diresmikan, serta mulai dipergunakan sebagai ajang latihan tekhnik casting bagi para anggota SKFC. Komunitas berusia belia ini mulai eksis.

Pertemuan yang kian intens membuat klub ini tambah solid. Keyakinan untuk bertansformasi menjadi komunitas mancing berpayung hukum kian kuat. Tanggal 8 Desember 2016 jadi hari bersejarah bagi grup Sengah kopling. Diwakili Aprilyanto Siregar (ketua) dan jajaran pengurus maju ke meja Notaris, hingga SKFC menjadi organisasi yang sah di mata hukum..

Walau seumur jagung, kelompok ini rupanya sukses mencuatkan namanya dengan mengikuti Turnamen-turnamen skala lokal ataupun nasional. Ajang resmi pertama yang dikuti oleh SKFC yaitu Lomba Casting yang diadakan oleh Komunitas Mancing Mania Sumatera Selatan (KMMS). Dalam even ini, Sengah Kopling mendapatkan Juara Ke-3 atas nama Yusuf Bakrie sekaligus prestasi pertama SKFC didunia para Angler.

Yusuf Bakri membawa nama harum SKFC diajang lomba yang diadakan oleh KMMS (Komunitas Mancing Mania Sumatera Selatan)

Lalu Tri Afriyanto Benawan atau yg lebih dikenal dengan panggilan TRI ANGLER kembali mengharumkan nama SKFC dengan merebut JUARA I untuk Katagori Gabus terpanjang diajang Anniversary MMP ke 3 di Indralaya Ogan Ilir.

TRI ANGLER kembali mengharumkan nama SKFC dengan merebut JUARA I untuk Katagori Gabus terpanjang

Prestasi tak kalah jempolan juga ditorehkan pada turnamen komunitas mancing TRAC (Tanjung Raja Fishing Community). Dody Dy berhasil menyisihkan 230 peserta lainnya, dengan menaikan ikan Gabus sepanjang 56 cm. Kemenangan ini jadi Hatrick pertama SKFC ditahun 2017.

Dody Dy berhasil menyisihkan 230 peserta dalam ajang TRAC-Tanjung Raja Fishing Community

Selain mengikuti even lomba, klub ini rutin membuat kegiatan intern. Diantaranya adalah program dwi mingguan “Man Of The Week end “atau mencari pria dengan strike terbaik, lomba mancing keluarga  dalam rangka Anniversary ke 1 SKFC, dan juga trip saltwater.

SKFC mengadakan lomba memancing ikan mas dan lele di kolam pemancingan Stella dalam rangka Anniversary ke 1 SKFC
Ulang tahun SKFC yang ke-1
Trip saltwater SKFC

Namun satu hal yang menjadi inspirasi bagi kita adalah kepekaan SKFC akan isu-isu sosial dan  internasional. Pada perhelatan HUT ASFC ke 1 di Mitra Ogan Sekayu, dan Kopdarnas FORCASI, komunitas ini ikut menyuarakan kepedulian dan keberpihakan pada bangsa Palestina. Pada ajang tersebut, paguyuban mancing ini membentangkan bendera dukungan atas perjuangan bangsa Palestina.

Buat angler yang ingin bergabung atau mendapatkan informasi lebih detil bisa mendatangi Sekretariat SKFC bertempat di jl. Pangeran Ayin depan SMP 41 kenten laut – Banyuasin, mengunjungi portal online skfc , atau mengklik laman facebook Sk-Fishing Community.

Semoga SKFC dapat lebih baik lagi ditahun-tahun mendatang…(Diki Rafikih)

 

Ladies Angler Comunity: Menjadi Istri dan Ibu Adalah yang Utama

Ramainya penggemar olahraga memancing di Indonesia berimbas pula pada ramainya komunitas mancing yang dibentuk dari berbagai kalangan. Riuhnya komunitas olahraga memancing di tanah air seakan-akan ingin membuktikan eksistensi para anggotanya terhadap hobi yang tidak memandang latar belakang ini. Mancing bisa dilakukan dimana, kapan dan oleh siapa saja karena ini adalah hobi sejuta umat.

ladies angler comunity
Ultah pertama LA.com di Gandaria City

Olahraga mancing seringkali diidentikkan dengan hobinya kaum adam. Persepsi tentang kaum hawa yang tidak menggemari hobi mancing hingga sekarang belum terbukti kebenarannya. Baik di tanah air maupun diluar negeri, banyak pula kaum hawa yang juga menggemari hobi memancing sama layaknya seperti kaum adam. Skill dan prestasi mereka pun bukan sekali duakali mengundang decak kagum. Yah mungkin inilah yang dinamakan era emansipasi wanita, termasuk di dunia mancing sendiri.

Persepsi jika wanita tidak menggemari hobi mancing khususnya di Indonesia sera merta dipatahkan oleh sebuah komunitas mancing wanita bernama Ladies Angler Community. Komunitas yang berdiri pada 19 September 2015 ini seluruh anggotanya merupakan kaum hawa dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda pula. Adalah Puji Agustina, SE – ketua sekaligus penggagas utama terbentuknya Ladies Angler Community.

LA Comunity di Kodpar Castinger Cipule 2016

Ladies Angler Community pertama kali terbentuk atas inisiatif Puji Agustina setelah mengikuti acara Mimix Indonesia Cup di Setu Cibuntu Lestari (SCL) 2015 silam. Puji melihat ada beberapa pemancing wanita di acara tersebut yang kemudian mendiskusikan bersama sang suami (Achmadi NA) Junaidi Wong (Sumber Mulia ) untuk membentuk suatu wadah komunitas wanita Indonesia. Gagasan Puji pun mendapat dukungan penuh dari beberapa pemancing kawakan seperti Muhammad Sugi, Zaky Zaman dan lain-lain. Bahkan pro angler seperti Joe Michael mengapresiasi gagasan Puji dengan memfasilitasi tempat pada saat pembentukan Ladies Angler Community saat itu.

Dengan tujuan utama menyatukan seluruh angler wanita di Indonesia, Ladies angler dibentuk dan di hadiri pertama kalinya oleh 15 orang pemancing wanita dan diliput oleh stasiun televisi swasta MNC Dengan program tayangan unggulan mereka Mata Pancing yang dipandu oleh host cantik Anita K Dewi. Pada awal pertemuan ini juga Ladies Angler Community memaparkan visi dan misi mereka kepada khalayak ramai khususnya para pemancing nusantara. Adapun visi dan misi dari Ladies Angler Community adalah Membentuk wadah pemancing wanita di Indonesia. Sementara misinya sendiri adalah menumbuh kembangkan pemancing wanita dan memberi warna dalam dunia Pemancingan di Indonesia.

ladies angler comunity
Lina Sabrina (memegang pialas) bersama Ketum LA.COM saat dinobatkan sebagai juara 1 Kopdar Castinger Forcasi 2016

Seiring berjalannya waktu, telah banyak suka dan duka yang dirasakan komunitas yang anggotanya tersebar di seluru pelosok RI ini. Puji bercerita jika suka dan duka dalam sebuah komunitas itu bak sayur yang tidak lengkap jika tidak ditambahkan garam. Keseruan Ladies Angler kalau sedang mancing dan kumpul bersama pada setiap acara Ladies Angler Community yang dihadiri oleh para anggota keluarga seperti suami dan anak dianggap Puji sebagi Suka dari komunitas ini. Sementara dukanya adalah sangat sulit menyatukan waktu untuk berkumpul dan memberi pengertian kepada Angler Pria untuk bisa mengajak pasangan mereka Mancing.

2 tahun perjalanan dan umur Ladies Angler Community di dunia memancing tanah air melahirkan banyak angler wanita yang bergabung di komunitas ini. Anggotanya pun semakin bertambah dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Karawang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Semarang, Malang dan lain-lain. Ladies Angler Community ini pun seolah tidak mau kalah bersaing dengan komunitas mancing lainnya. Hal ini dibuktikan mereka dengan rutinnya menjalankan agenda acara 2 kali setiap tahunnya, antara lain acara Anniversary Ladies Angler Community dan acara pertengahan tahun seperti acara Kartini Ladies Angler dan Mancing Bareng sesama anggota.

Berbicara tentang komunitas tak lengkap rasanya jika tidak disertai dengan prestasi. Meskipun Ladies Angler Community ini komunitas yang keseluruhan anggotanya merupakan kaum hawa, prestasi menakjubkan pernah ditorehkan mereka di jagat mancing nusantara. Adalah Lina ( akun facebook :Naya Lad Angler)-Ladies Angler dari kota Lampung yang mengharumkan nama Ladies Angler Community dengan menyabet gelar juara kategori perorangan pada Kopdarnas Forcasi tahun 2016 yg diadakan di Cipule Jawa Barat. Lina berhasil menyingkirkan semua pesaing yang mayoritas kaum adam serta membuktikan bahwa wanita tidak bisa dipandang sebelah mata di dunia memancing.

ladies angler comunity
Halal Bihalal LA.Com di Pemancingan Anugrah Pasar Serang Cikarang

Di akhir sesi wawancara, Puji Agustina juga mengajak para wanita di Indonesia khususnya yang hobi memancing untuk bergabung dengan Ladies Angler Community. “Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota Ladies Angler Community, semua pemancing wanita boleh bergabung di komunitas ini” terang Puji. Puji juga menambahkan harapannya yang sudah tercapai yaitu Ladies Angler Community sudah dikenal dan diakui bahwa di Indonesia sebagai wadah pemancing wanita, walaupun belum banyak prestasi yg di dapat. Sementara harapan yang belum tercapai adalah keinginan Ladies Angler Community untuk mengadakan acara di luar Jabodetabek.

“Selalu menjaga Kelestarian Lingkungan dan Safety First. Mancing adalah sebuah hobby, tetap utamakan keluarga, karena sebagai wanita tetap memposisikan kodrat sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anak. Salam Ladies and SAVE CLEAN OUR EARTH FOR GOOD FUTURE” pesan Puji Agustina menutup wawancara dengan spotmancing.com.