Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Komunitas mancing yang satu ini berdiri sejak 2014 atau 4 tahun yang lalu. Bermarkas di Cileungsi, Bogor dan dibentuk langsung oleh angler-angler asal Cileungsi dengan nama awal Extreme Castinger Cileungsi (ECC). Dibubuhi kata extreme karena anggota ECC ini merupakan angler-angler yang suka blusukan ke spot-spot ekstrim.

Atas keputusan bersama dan banyaknya anggota yang berasal dari luar cileungsi maka ECC bermetamorfosis menjadi Ekstreme Castinger Community dengan anggota sekarang yang telah mencapai ribuan castinger dari berbagai daerah dan komunitas.

Di hari jadinya yang ke-4, tanggal 10 Mei 2018 yang lalu ECC mengadakan Castbar dengan tema “ECC Saling Berbagi”. Menurut Ketua ECC, Om Uun Syahru Suryawan, tema saling berbagi bermaksud agar hobi mancing ini jangan sampai hanya sekedar mancing, tapi dibalik itu kita semua harus ditunjukkan bahwa castinger juga peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Baik dari segi lingkungan dan segi kemanusiaan.

Dalam even tersebut ECC mengadakan kegiatan amal berupa menyantuni anak yatim di sekitaran even serta sumbangan pada masjid terdekat. Castbar ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar anggota ECC menjelang bulan suci Ramadhan.

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Acara yang dihadiri 120 orang peserta dari berbagai grup dan komunitas ini berlangsung sukses dan meriah.”Karena minimnya persiapan jadi peserta kami batasin 50 orang  tadinya per grup/komunitas maksimal 5 orang.  Tapi melihat antusiasme dan usulan kawan jadi saya tambahin kuotanya jadi 10 orang per grup/komunitas jadi 100 peserta.
Tp alhamdulillah yg hadir total jadi 120 orang peserta.” Jelas Om Uun.

Acara dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Selain acara amal diadakan juga lomba mancing dengan target ikan spesies barramundi, payus, barracuda, dan tarpoon. Teknik yang diperbolehkan hanya teknik casting menggunakan umpan tiruan dan harus memancing di tempat yang disediakan panitia. Ketat juga ya peraturannya, gak bakalan ada yang curang deh, hehe.

 

Meskipun peraturan lomba lumayan ketat, ternyata panitia tidak sembarangan membuat peraturan. Hal ini dikarenakan spot yang dipilih sebagai tempat berlangsungnya even memang menyimpan banyak spesies-spesies tersebut di atas. Spot liar tambak bandeng dan rumput laut di Buni Baru, Sembilangan, Babelan Bekasi dipilih sebagai tempat berlangsungnya even. “Spot ikan air tawar seperti ikan gabus di Jakarta minim, dan sekarang lagi ngetrend Ultralight Fishing atau UL dengan target ikan air asin meskipun peraturannya tackle bebas. Tambak di Buni Baru cocok dengan keinginan kita.” Ungkap Om Uun alasan dipilihnya spot tersebut.

Sembilangan yang terletak di Bekasi Utara memang terkenal akan desa penghasil bandeng. Dengan banyaknya tambak bandeng yang ada di sana, tempat ini menjadi salah satu surganya mancing di Bekasi. Ikan-ikan seperti barramundi, barracuda dan payus dianggap sebagai hama yang sering masuk ke tambak dan memangsa ikan-ikan bandeng. Masalah bagi pemilik tambak tapi anugerah bagi para pemancing.

ECC memang tidak salah pilih tempat, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang strike ikan target. Pemenang dipilih berdasarkan ikan terberat. Adapun pemenang-pemenangnya adalah sebagai berikut:

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Spesies : Barramundi
Berat : 1.445 gram

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)

Juara 2 : Tango (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 705 gram

Juara 2 : Tango (BAF)
Juara 2 : Tango (BAF)

Juara 3 : Asong Statham (KCB)
Spesies : Baracuda
Berat : 670 gram

Juara 3 : Asong Statham (KCB)

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)
Spesies : Barramundi
Berat : 670 gram

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)

Juara 5 : Angga (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 430 gram

Juara 5 : Angga (BAF)
Juara 5 : Angga (BAF)

Selain hadiah untuk para pemenang, even ini juga banjir doorprize. “Alhamdulillah hadiah sampai juara 5, doorprize 120 orang peserta kebagian semua. Kalau dibilang sih bukan sponsor tapi donatur. Soalnya even ini ga pakai proposal. Kebanyakan dari sumbangan perorangan.” Jelas Om Uun.

Melalui akun FB-nya Om Uun juga menyampaikan “Dibalik suksesnya acara CastBar ECC “Saling Berbagi” bukan semata-mata karena kami sendiri tetapi juga karena partisipasi dari panitia pelaksana, teman-teman ECC pada khususnya, teman-teman castinger baik dari perorangan, grup/komunitas dan juga bantuan dari RT serta warga setempat. Untuk itu saya pribadi selaku ketua pelaksana mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat teman-teman yang telah ikut hadir dan menyisihkan waktu dan rejekinya demi kelancaran dan suksesnya acara. Terimakasih juga buat teman-teman yang sudah support dari segi hadiah dan doorprize berupa barang maupun uang. Saya pribadi, panitia dan teman-teman ECC mohon maaf apabila ada salah baik dari segi perkataan, perbuatan dan dalam penyelenggaraan serta mohon maaf buat teman-teman yang tidak sempat kami undang. Terimakasih buat semuanya.”
Om Uun juga berpesan

“Pesan saya sih agar teman-teman castinger Indonesia peduli akan lingkungan atau warga sekitar. Jadi kita tidak Cuma sekedar menyalurkan hobi, tapi ada kenangan atau kesan baik yang kita tinggalkan dan berguna bagi lingkungan dan warga sekitar spot-spot yang kita gunakan. Jadi menghilangkan imej negatif teman-teman castinger Indonesia.”

Sungguh indahnya berbagi ala Extreme Castinger Community ini. Selamat ulang tahun ECC, Semoga bisa menjadi contoh bagi komunitas lain. Seperti kata om Uun “Mancing jangan hanya sekedar mancing, berilah dampak positif bagi lingkungan dan kemanusiaan!”

https://m.youtube.com/watch?feature=share&v=am2oeOjLEws

10th Anniversary SeJaTI FC, Rasa Kekeluargaan yang Harmonis

10th Anniversary SeJaTI FC, Rasa Kekeluargaan yang Harmonis

Sahabat SeJaTI adalah dia yang selalu hadir saat suka dan duka, sahabat SeJaTI adalah mereka yang hadir saat yang lain menghilang. Mungkin inilah kata-kata Yang cocok untuk menggambarkan kekompakan grup mancing satu ini. Selatan Jakarta Tim IFT Fishing Club atau lebih dikenal dengan singkatan SeJaTI FC. Komunitas ini beberapa hari lalu merayakan hari jadinya yang ke 10 tahun.

Sajati FC
Sajati FC

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Tak terasa satu dasawarsa telah mereka lewati. Om Wahyu Utomo akrab disapa Om Tom, sebagai ketua dari SeJaTI FC menjelaskan,”SeJaTI FC tidak lepas dari IFT Forum, 10 tahun yang lalu IFT forum membentuk komunitas menjadi beberapa region. Kebetulan SeJaTI FC merupakan region selatan Jakarta. Sampai sekarang SeJaTI FC masih eksis. Awalnya anggota kita ada 50an orang. Namun yang sering jumpa kopdar sekitar 20 orang. Dulu kita mengadakan kopdar 2 bulan sekali, sekarang anggota aktif SeJaTI tinggal 10 orang.”

Wahyu Utomo
Wahyu Utomo

Meskipun anggota aktif SeJaTI FC tak banyak, namun tak menyurutkan niat mereka untuk tetap berbagi kebahagiaan kepada sesama anggota di hari Jadinya yang kesepuluh. Even yang diselenggarakan cukup sederhana ini berjalan meriah. Terhitung ada 22 orang peserta yang hadir dengan membawa sanak keluarganya. Terasa benar rasa kekeluargaaan di klub mancing ini.

Acara sengaja diselenggarakan di pemancingan Rumah Kabeda, Depok, Jawa Barat. “Selain luas tempatnya, ada empang pemancingan dan SeJaTI FC memang sudah sering bikin acara di sana. Kali ini ada panggung organ tunggal juga, biar tambah meriah.” Jelas Om Tom.

Sejati FC

Diawali dengan kata sambutan dari ketua SeJaTI FC dan pemotongan tumpeng serta doa bersama sebagai tanda syukur. Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba mancing galatama yang terbagi menjadi dua sesi. Hadirnya hiburan organ tunggal semakin memeriahkan suasana even 10 tahun SeJaTI FC. Om Arief atau akrab disapa Om Ucok menuturkan,” Jumlah peserta yang hadir memang tidak seramai acara-acara sebelumnya, dikarenakan kesibukan rekan-rekan yang berhalangan hadir. Kedepan Insya Allah setelah lebaran kita akan mengadakan Halal Bil Halal serta family gathering SeJaTI FC.”

Om Ucok yang merupakan wakil ketua SeJaTI FC juga mengungkapkan ,”Even kemaren sebenarnya ada 2 acara yang berlangsung. Pertama SeJaTI Cup yang merupakan final round dari tiga rangkaian lomba internal SeJaTI FC yang telah dilaksanakan sebelumnya. Yang kedua adalah 10th Anniversary SeJaTI FC.”.

Sejati FC
Arief AKA Ucok

SeJaTI Cup merupakan acara rutin yang diadakan SeJaTI tiap tahun juga. Terdiri dari beberapa rangkain perlombaan yang dibuat melalui kesepakatan anggota seperti lomba mancing dan lainnya. Dari beberapa lomba tersebut para pemenang masing-masing akan mendapatkan poin. Nah, di SeJaTI Cup tahun ini ternyata ada 3 orang peserta yag memiliki point yang sama. “Khusus SeJaTI Cup ternyata ada 3 peserta yang memiliki point yang sama. Mereka adalah Saya sendiri,Om Dito, dan Om Onik. Atas ide unik dari Om Tom dan rekan-rekan yang lain, maka dilakukan penilaian final berdasarkan Lomba Joget dangdut yang diiringi dengan Organ Tunggal.” Jelas Om Ucok yang juga finalis SeJaTI Cup.

Sejati FC

Setelah dilakukan lomba joged – atas keputusan bersama dari rekan-rekan dewan juri maka pemenangnya adalah Om Arief AKA Ucok Aja sebagai juara 1, Om Dito sebagai Juara 2, dan Om Onik sebagai Juara 3.
Sedangkan untuk lomba mancing pelampungan ikan mas di even 10th Anniversary SeJaTI FC para pemenangnya adalah:

Juara 1 : Om Onik
Juara 2: Om Salmin
Juara 3: Om Tom

Lomba joged
Lomba joged

Even SeJaTI ini benar benar banjir hadiah dan door prize. Reel, joran, tackle box, tas dan lainnya didapat dari sponsor dan rekan-rekan SeJaTI. Tak lupa, spotmancing.com pun ikut serta menyumbangkan kaos-kaos andalannya sebagai door prize.

Di akhir acara tibalah lomba yang ditunggu-tunggu oleh para peserta. Lomba yang bisa dibilang sangat  menyenangkan. Lomba ngubek atau menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam. Lomba yang berlangsung meriah dan seru ini dimenangkan oleh Om Berrox dengan total ikan tangkapan berjumlah 85 ekor. Wow! Jago memang Om Berrox ini nangkep ikan, Hehe. Satu unit reel spinning Utra Light berhasil dibawanya sebagai hadiah. Lucunya, setelah perhitungan ikan emas yang di dapat Om Berrox lepas lagi gegara beliau tercebur ke empang. Nasib-nasib, hahaha…

Lomba mengangkap ikan dengan tangan kosong
Lomba mengangkap ikan dengan tangan

Sederhana namun seru dan meriah, inilah kata yang dapat mewakili even 10th Anniversary SeJaTI FC. “Peserta puas, senang, dan yang terpenting bisa terus bersilaturahmi sesama anggota SeJaTI FC.” Ungkap Om Ucok. Beliau juga menambahkan,” Kesan saya pribadi selama 10 tahun bersama SeJaTI FC bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah klub mancing. Ada hal lain yang membuat kita tetap bertahan dan pastinya bukan hanya karena MANCING, tapi rasa kekeluargaan yang membuat kita tetap bersama.

Memang tidak dipungkiri tiap orang ada titik jenuh, dan itu memang terjadi dan bisa dimaklumi jika terjadi kevakuman sesaat. Namun karena vakum tersebut juga timbul rasa kangen untuk bisa tertawa bersama lagi, saling bercerita satu sama lain. Pesan saya semoga silaturahmi terus berlanjut hingga ke anak-anak kita kelak.” Amiin.

Spotmancing.com juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun SeJaTI FC. Semoga kian kokoh, kian harmonis, dan semakin tinggi rasa kekeluargaan antar anggota SeJaTI FC!

Selamat Hari Jadi ke-10 SFC, Kian Jaya di Masa Mendatang!

Selamat Hari Jadi ke-10 SFC, Kian Jaya di Masa Mendatang!

Surabaya Fishing Club, dengan anggotanya yang mencapai ribuan personel bisa dibilang klub mancing terbesar di jawa timur. Klub mancing yang terkenal dengan slogan “Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever” ini barusan merayakan ultahnya yang kesepuluh. Dengan tema fun fishing dan silaturahmi seantero angler, even ini berjalan lancar dan sukses.

Terhitung ada 160 angler yang bergabung memeriahkan even ke-10 tahun SFC ini. Sampai- sampai ada tim yang jauh-jauh datang dari Pulau Madura. Seperti temanya, Even ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antara para peserta -baik yang terdaftar sebagai member SFC, maupun partisipan diluar SFC, karena terbuka untuk umum.

HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta
HUT SFC ke-10 diikuti 160 Peserta

Acara berlangsung pada hari minggu, 15 April 2018. Meskipun begitu, partisipan diharapkan hadir pada tanggal 14 untuk mempermudah kordinasi sekaligus registrasi. Besoknya pukul 05.30 lomba mancing dimulai, dengan teknik mancing bebas. Sementara juara dipilih berdasarkan ikan terberat dan tidak termasuk spesies dilindungi. Batas penimbangan ikan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Adapun daftar juara 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:

Juara 1

Team   : Pokok’e Narik Community (PNC)

Angler : Afryan

Spesies : Tenggiri

Berat   : 11,5 Kg

Pokok’e Narik Community (PNC)

Juara 2

Team   : Sabar Mancing Surabaya (SMS)

Angler : Iskak Mekoa

Spesies : Barakuda

Berat   : 9,435 Kg

Juara 3

Team   : Mbois

Angler : Ro Yan

Spesies : Bluefinn Trevally

Berat   : 6,055 Kg

Pemenang ke-3, Ro Yan

Afryan, akrab disapa ryan menuturkan kiatnya hingga berhasil meraih juara 1.”Tiap berangkat disemua event team PNC saya usahakan dalam kondisi siap, sebelum naik jukungpun kami semua harus punya keyakinan bisa naik podium,” Ujar angler dengan nama beken slowjigaja ini. “Kadang orang bilang itu kepedean, tapi memang begitulah kami.  sering cari motivasi dari diri sendiri biar semangat pas dilaut”. tambahnya

Angler Pokok’e Narik Community ini juga membeberkan rahasia lain yang ia gunakan saat lomba kemarin. “Saya menggunakan teknik slow pitch jigging. Kelebihan slow jigging dibanding jigging pada umumnya seperti teknik speedjig yang makan selalu ikan perenang cepat saja contoh tenggiri / GT ,kalau slowjig hampir semua jenis ikan bisa menjadi target bahkan ikan yang lambat sekalipun seperti kerapu. Kalau mau nyari ikan perenang cepati, tinggal ditambah sedikit speed – jadi jigging konvensional deh. Jangan lupa setel drag yang bener karena slow pitch jigging menggunakan piranti kelas light sehingga rawan saat fight ikan size besar,”Jelas Om Ryan.

Afryan, dengan tenggiri juara

“Saya terkesan melihat semua panitia membersihkan sampah dengan hadiah 100rb bagi pengambil sampah terbanyak. Salut buat panitia,”Om Ryan menyampaikan kesannya.

Secara umum acara fun fishing ini boleh dibilang sukses. Namun ada banyak likaliku hingga hajatan ini lancar tergelar. Salah satu Angler yang dituakan di SFC, om Irzam Achmad mengakui masalah perizinan yang alot membuat panitia harus kerja ekstra keras dan sabar. “Sampai 5 kali bolak-balik Surabaya-Tamban dalam waktu 2 bulan persiapan”.

Ditambah lagi kesalahpahaman antara panitia dan nelayan dalam pembayaran Jukung. Hal ini disebabkan pernah ada even lain sebelumnya, dimana para nelayan baru menerima pembayaran setelah 3 minggu kemudian. Demi nama baik SFC dan jalannya acara, kami turuti maunya nelayan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari”. Tutur Om Irzam.

Dimulai dari jam 5 pagi
Irzam Achmad

Cuaca yang cukup ekstrem dengan kecepatan angin 27 km/h pada malam hari sebelum even dimulai, juga cukup menciutkan nyali sebagian peserta. Untungnya saat pagi hari kondisi cuaca semakin membaik.

Satu dekade sudah SFC berdiri, om Irzam berharap klub memancing ini bisa menjadi barometer bagi banyaknya grup mancing yang ada di Jawa Timur. “Dalam sebuah grup atau komunitas perselisihan tidak dapat dihindari, saya selalu berpesan pada anggota SFC agar semua perselisihan baiknya diselesaikan dengan kepala dingin. Tetap bersatu, buang semua sifat egois yang ada, duduk bersama hingga dicapai suatu benang merah. Jadikan SFC contoh bagi grup lain!.

Ketua pelaksana, Om Rendy Said juga mengungkapkan bahwa even ini bisa dibilang kejar tayang. Dengan persiapan kurang dari 2 bulan, cukup mepet waktunya jika melihat besarnya even. Hal ini tidak akan bisa dicapai tanpa kerjasama yang solid dari anggota SFC.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dalam waktu yang kurang dari dua bulan untuk mempersiapkan segalanya. Saya selalu mengingatkan kepada seluruh pengurus SFC bahwa waktu, tenaga dan pikiran bukan buat saya bukan juga buat anda tetapi kembali untuk Surabaya Fishing Club”.

Kebersamaan, kerjasama yang baik, saling dukung dan bertanggungjawab serta menjaga silaturahmi ke sesama angler di Jawa Timur inilah yang membuat SFC tetap solid selama 10 tahun ini. SFC Hampir tidak pernah absen menghadiri dan mensupport even mancing yang ada di Jatim.

Pantai Tamban 

Pantai wisata tamban menjadi pilihan tempat berlansungnya even. Pantai tamban ini terletak di Desa Tembakrejo, Malang, Jawa Timur. Salah satu destinasi wisata yang terkenal akan keindahannya. Berjarak 65 km dari kota Malang, pantai Tamban dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Dengan pasir putih yang membentang sepanjang 1.500 Km, tebing-tebing dan pulau-pulau kecil disekitarnya memanjakan mata para penikmat keindahan alam

Pantai Tamban Malang (nginepdimana.com)

Bagi angler Nusantara khususnya Jawa Timur, pantai Tamban sendiri adalah surganya memancing. Tipikal air yang tenang dengan Fasilitas memancing speperti jukung dan penginapan yang tersedia semakin menambah daya tarik pantai Tamban.“Tamban itu indah, hasil kelautannya tidak bisa diragukan lagi. Pastinya spot yang sangat di idam-idamkan oleh teman-teman angler Jawa Timur. Ekosistemnya yang terjaga sehingga menjadi tempat bersarang ikan-ikan monster seperti tenggiri, amberjack, barakuda dan tuna”, Jelas Om Rendy.

Agar acara lebih fokus, di even ini tidak dilaksanakan kegitan lain di luar fun fishing. Meskipun begitu ternyata SFC telah menyiapkan acara rutin yang dilaksanakan tiap bulan Ramadhan. Om rendi menjelaskan, “Kami sedang planning acara dalam menyambut bulan suci Ramadhan untuk mengadakan pembagian takjil se gerbang kertasusila bagi seluruh angler yang ada di Jawa Timur.” Luar biasa, salut buat SFC.

Istimewaah! Satu kata yang terucap mewakili rasa bangga kepada semua panitia, pengurus, peserta, dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam acara HUT SFC ke-10 ini. Bravo SFC, Size does’nt Matter …Keep strike and Brotherhood Forever…

Foto Galeri

 

Semangat Go Green dan Pengobatan Gratis, Sumbangsih JAC Untuk Kepulauan Seribu

Semangat Go Green dan Pengobatan Gratis, Sumbangsih JAC Untuk Kepulauan Seribu

Tanggal 28 Januari 2018 kemarin rupanya jadi keseruan yang tak ternilai buat Komunitas Jakarta Angler Community (JAC). Dalam rangka go green dan silaturahmi sesama angler, paguyuban ini mengadakan even mancing bareng dengan tema Neng Riri Fishing Hore 2018. Hangatnya silaturahmi membaur erat ditengah jalannya acara.

Jakarta Angler Community
Jakarta Angler Community

Lokasinya dipilih Kepulauan Seribu, dengan tujuan memperkenalkan destinasi pariwisata terutama wisata mancing yang ada di DKI Jakarta. Sesuai temanya, hajatan ini menargetkan neng riri (ikan tenggiri) di kepulauan seribu.

Salah seorang pendiri JAC, Koko Sugiantoro menyebutkan bahwa pengumuman acara diumumkan via grup Facebook JAC maupun grup WA. Hebatnya, begitu diumumkan,  hari itu juga langsung penuh. “Peserta ada yang dari Malang, Pontianak bahkan Pekanbaru,” jelas pria yang akrab disapa Pak De tersebut.

Anggota dicukupkan 35 orang. Terbatasnya peserta ini dikarenakan kapal yang digunakan hanya berjumlah 7 buah, dan masing-masingnya mampu menampung 5 orang peserta. Sejak pukul 02.30 dinihari, partisipan sudah berkumpul di pelabuhan tanjung pasir. Jam 04.00  start berangkat dan pukul 16.30 kembali ke pelabuhan untuk batas penimbangan akhir. Sesuai kesepakatan, hanya spesies tenggiri yang ditimbang, teknik memancing yang digunakan pun bebas.

Jakarta Angler Community
Para peserta bersiap sejak dini hari
Jakarta Angler Community
Pak De Joko

Keunikan yang ada di Neng Riri fishing Hore ini adalah tidak hanya hasil tangkapan terberat yang diberi hadiah, namun poin kemenangan juga diberikan pada sampah terberat. Sampah terberat? Begini penjelasannya : ”Sampah yang menumpuk di kapal akan ditimbang, untuk menghindari peserta membuang sampah ke laut,” Ucap Pak De.  “Karena kembali ke ide awal go green, supaya menjadi percontohan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama laut.” Tambahnya.

Ada satu lagi kegiatan menarik di luar rundown acara, ternyata dalam even ini JAC juga mengadakan pengobatan gratis di Desa Tanjung Pasir, Kec. Teluk Naga, Kab. Tangerang. “semua obat-obatan kita kasih gratis.  masyarakat sangat  antusias, terhitung ada 105 orang pasien yang berobat sampai posko ditutup”. Terang Pak De. Bakti sosial ini dilaksanakan oleh Ladys Angler JAC, Dr. Bachtiar Wati dengan dibantu warga setempat untuk bagian pendaftaran yaitu Mbak Dessy.

Jakarta Angler Community
Pengobatan gratis bagi warga Kepulauan Seribu

lomba mancing di bekasi

Setelah pengobatan gratis dilaksanakan, acara mancing pun dimulai. Semua peserta bersemangat meskipun dihantam gelombang tinggi. Bahkan ada beberapa kapal yang terjebak badai. Salah satu kapal peserta JAC sempat menolong menderek kapal nelayan yang rusak. Di akhir acara semua kapal tiba dengan selamat di pelabuhan dan penimbangan dilakukan.

Adapun pemenang dalam tiap kategori adalah sebagai berikut:

  1. Kategori ikan total terberat:

Juara I jatuh kepada tim kapal 3 dengan berat ikan 5,1 kg, beranggotakan:

–              Bang jak

–              Dani Curug

–              Dani H Dasuki

–              Selamat

–              Adhi Purnomo

Juara II jatuh kepada tim kapal 5 dengan berat ikan 4,9 kg, beranggotakan:

–              Hendra Wu

–              Achian

–              Awi Bird

–              Ari Ucok

–              Asyep

Untuk juara III ikan total terberat tidak ada (tidak berhasil diperoleh para peserta). Atas kebesaran hati dari para peserta dan keputusan panitia, hadiah juara ke III diberikan kepada tim dari kapal 6 yang telah memberikan support sosial dan kemanusiaan kepada rekan nelayan yang mengalami kerusakan mesin kapal di tengah laut dengan mendereknya hingga selamat ke dermaga Tanjung Pasir. Tim kapal 6 Beranggotakan:

–              Ardy

–              Yudi

–              Abah

–              Andre

–              Joe

 

  1. Kategori Kapten Kapal terbaik

-Juara I , KM Titon dengan kaptennya Pak Mandor Wawan

-Juara II, KM Sri Rahayu Dengan Kaptennya Pak Buam

-Juara III, KM Median Jaya Dengan Kaptennya Pak Wawi

  1. Kategori Pengumpul Sampah Terberat

–              Juara I Kapal 5 dengan berat sampah 4,2 kg

–              Juara II Kapal 2 dengan berat sampah 4 kg

–              Juara III Kapal 4 dengan berat 2,5 kg

Jakarta Angler Community
Tim Kapal 3 manyabet hadiah utama. Hadiah diserahkan pada pembina JAC – Hardimansyah
Ikan terberat
Ikan terberat

Total hadiah yang disediakan adalah Rp 10.350.000, semua merupakan subsidi dari Pejabat JAC dan sponsor yang ada. “kami sengaja tidak minta sumbangan dari pihak brand alat pancing, JAC membuat even ini bukan untuk mencari keuntungan”. Tegas Pak De Joko.

Salah satu peserta terjauh even ini adalah om dari Pekanbaru, Riau. Terhitung setahun beliau bergabung di JAC semenjak pertama kali diajak  oleh  Pak De pada even WIDI 2017.

“Saya mancing untuk memperbanyak teman. Selama ini hanya chat lewat grup WA. Dengan adanya even ini saya bisa  ketemu langsung dan bertatap muka dengan sesama anggota JAC. Jelas om Perchy tentang alasannya jauh-jauh datang ke Jakarta.

“Saya sangat senang ikut acara ini, kita ada baksos pengobatan gratis, hadiah memungut sampah, kapten terbaik. Jadi, selain kita bisa mancing hore kita juga turut andil dalam kegiatan sosial serta menjaga kebersihan laut. Semoga ke depannya makin banyak komunitas mancing yang ngadain acara serupa. Semoga JAC tetap Kompak dan terima kasih kepada para Pejabat JAC yang telah melayani kami dengan ramah.” Ungkap Om Perchy.

Jakarta Angler Community
Perchy Dayana

Sekilas JAC

Komunitas JAC didirikan pada 12 juli 2015Kendati baru berusia dua tahun, namun komunitas ini sudah eksis di beberapa even nasional. Sebut saja Piala Presiden di WIDI 2017 dan piala KASAL 2017 di Kendari.

Jakarta Angler Comunity
Jajaran pengurus PAC
Jakarta Angler Community
Om Heri Skatetrue dari spotmancing.com menyerahkan simbol dukungan acara

Dalam hal kepengurusan, JAC diketuai oleh Hengky Rivandi sebagai, Hari Suparjo sebagai wakil ketua, Wiwi Sukiyanto sebagai sekretaris, Adhong Djua Atong sebagai wakil sekretaris, Deny Setiawan sebagai bendahara dan Aris Abun sebagai wakil bendahara. Semua admin JAC disebut Pejabat JAC. “kalau saya terus yang urus  tanpa dibantu teman-teman puyeng saya,” Guyon Pak De.

Pada saat even berlangsung, pihak panitia juga mengumumkan pengangkatan Pak Hardimansyah sebgai seorang pembina Komunitas JAC. Woro-woro ini tentu saja membuat para member berbahagia atas hadirnya pembina yang baru.

Bravo JAC! (Udi Wijaya)

Mengintip Rahasia Langgengnya Sebuah Komunitas Dari Sanggau Angler Brotherhood – Kalbar

Mengintip Rahasia Langgengnya Sebuah Komunitas Dari Sanggau Angler Brotherhood – Kalbar

Oleh Udi Wijaya

Komunitas mancing merupakan wadah bagi para pemancing menyalurkan hobi, berbagi informasi bahkan menjadi tempat kumpulnya para pemancing. Dengan Banyaknya komunitas mancing yang ada di indonesia saat ini, menarik perhatian spotmancing.com ke salah satu daerah yang juga disebut sebut sebagai surganya destinasi freshwater. Kalimantan Barat – Bumi Khatulistiwa.

Sanggau Angler Brotherhood (1)

Di Tanah Borneo ini hampir setiap wilayah memiliki grup mancing. Bahkan, 1 daerah bisa saja memiliki 2 sampai 3 komunitas sekaligus. Namun tak banyak yang bertahan lama, dikarenakan berbagai macam masalah baik personal dan kelompok. Untungnya,  Kali ini spotmancing.com diberi kesempatan untuk mengulik sedikit tentang rahasia salah satu komunitas  mancing tertua yang masih tetap solid di Kalimantan Barat. Yuk kita intip rahasianya ke Sanggau Angler Brotherhood (SAB).

SAB merupakan salah satu komunitas mancing yang berbasis di Kabupaten Sanggau. Awal terbentuknya Komunitas ini merupakan buah pemikiran dari 5 orang angler senior di kabupaten sanggau, yaitu Bang Saf, Bang Hendri Siagian, Bang Andry, Bang Herbet dan Bang Masukin. SAB secara resmi berdiri pada tahun 2010 dengan 20 orang anggota.

Sampai sekarang di umurnya yang telah menginjak 7 tahun, komunitas ini telah memiliki 70 orang member. 50 orang diantaranya merupakan anggota aktif. Anggota paguyuban ini tidak hanya orang-orang yang berdomisili di kab. Sanggau. Menurut penuturan bang Rukin yg merupakan ketua SAB – saat ini anggota grup banyak yang berasal dari kabupaten lain seperti Pontianak, Sekadau, sintang dan putussibau.

Mas Rukin - Sanggau Angler Brotherhood
Mas Rukin – Sanggau Angler Brotherhood

Salah satu anggota SAB yang sudah sejak 2011 bergabung dengan SAB menuturkan alasannya gabung ke grup ini. Beliau akrab dipanggil Mas Agung, berdomisili di desa sungai ayak Kabupaten sekadau. “Dulu pertama kali kenal mancing yang saya tau komunitas yang basisnya paling dekat ,” Ungkap pria yang merupakan anggota kepolisian ini. “Seiring berjalannya waktu grup ini makin solid, Kompak dan punya satu tujuan yaitu mancing sebagai hobi dan hiburan,” sambungnya.

Untuk bergabung bersama SAB, tidak ada persyaratan teknik tertentu. Mulai dari teknik mancing dasaran, casting, jigging, troling, popping dan lain lain semua boleh ikutan. Namun untuk bisa menjadi anggota komunitas ini harus bisa menjaga kerukunan, kebersamaan & kekeluargaan – baik di dalam grup sendiri, maupun terhadap komunitas lain.

Nah,untuk persyaratan ini memang mudah secara teori, tapi terkadang susah untuk diterapkan. Bang Rukin menegaskan bahwa SAB bukan grup yang semata-mata mencari ketenaran tetapi lebih mengedepankan kekeluargaan. “Yang penting kita bisa mancing dengan enjoy dan happy,” ungkap beliau.

sanggau angler brotherhood

Casting bareng sudah sering diselenggarakan, dan biasanya dilakukan saat musim kemarau di spot spot potensial yang mudah dijangkau. Selain kegiatan memancing, SAB juga kerap mengadakan kegiatan pelepasan bibit ikan dan juga sosialisasi kelestarian lingkungan hidup. “Ini penting, setiap anggota wajib menjaga kelestarian alam dan memerangi penangkapan ikan secara illegal, kalau ikan habis, komunitas mancing mau apa?” terang Bang Rukin.

Mas Agung - Sanggau Angler Brotherhood
Mas Agung – Sanggau Angler Brotherhood

Sebagai salah satu komunitas mancing tertua di kalbar, tentu saja selama perjalanannya ada konflik-konflik internal yang terjadi. Namun SAB punya cara tersendiri untuk mengatasinya. “Jika ada pelanggaran akan diselesaikan secara musyawarah, pelanggar diberi peringatan dan nasehat. Jika sampai 3X pelanggaran dilakukan dengan sengaja tanpa mengindahkan peringatan maka dengan terpaksa dikeluarkan dari komunitas”. Tegas bang Rukin.

Namun ada satu hal yang berbeda dari SAB dibanding komunitas lainnya. Yakni tak eksisnya grup SAB di laman Facebook.

“Sebenarnya ada sih, tapi kawan-kawan sepakat untuk tidak eksis di grup tersebut untuk menghindari perselisihan dan takut dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Palingan kita upload foto hasil mancing di beranda masing masing akun pribadi”. Jawab bang Rukin.

Sanggau Angler Brotherhood (2)

Dalam perbincangan lebih lanjut, Bang Rukin juga menjabarkan rahasia komunitas SAB jadi langgeng. Pertama adalah tidak membuat peraturan terlalu kaku, sehingga mengekang kemajuan anggotanya. Kedua memurnikan niat bahwa masuk komunitas karena untuk menambah saudara-bukannya lawan. Yang terakhir adalah jangan ingin ngetren atau terkenal. Ketiga hal ini jika diterapkan secara bijaksana akan membawa sebuah komunitas tumbuh secara sehat, harmonis, dan kompak.

Wah ini rupanya rahasia sebuah komunitas jadi langgeng,….Makasih banyak Bang Rukin dkk, atas kesempatan berbincang yang diberikan. Pastinya bisa menjadi inspirasi bagi kami semua.  Besok-besok boleh lah kami diajak mancing, he, he…(Udi Wijaya)

lomba mancing di bekasi