Arsip Kategori: Alat Mancing

Simak! Tips Penting Memilih Travel Rod dan Telescopic Rod

Seringkali para angler merasa repot saat harus membawa joran pancing berukuran panjang ketika trip jauh. Bahkan joran middle joint atau  sambung tengah pun dianggap merepotkan saat dibawa berkendara. Belum lagi jika trip mancing ke luar pulau menggunakan kendaraan umum seperti bis dan pesawat. Batas kapasitas panjang barang bawaan menjadi halangan, masuk bagasi malah bikin tidak tenang akibat takut miss handling petugas yang dapat menyebabkan rod patah bahkan hilang.

Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah mengunakan travel rod dan telescopic rod. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih kedua jenis stik pancing tersebut di atas. Untuk itu kali ini spotmancing.com akan membahas satu persatu tentang kelebihan dan kekurangan travel rod dan telescopic rod.

  1. Travel Rod

Joran travel merupakan joran dengan sambungan lebih dari 2. Sehingga memiliki ukuran yang pendek saat sebelum dirakit.  Mulai dari  3 pieces hingga yang paling ekstreme di atas 6 pieces, semakin banyak sambungan maka semakin pendek potongannya.

3 - 6 Pieces Travel Rod
3 – 6 Pieces Travel Rod

Untuk travel rod dengan sambungan 6 piece ke atas biasanya digunakan pada joran-joran fly fishing yang notabene memang lebih panjang dari rod spinning maupun casting.

7 pieces & 8 pieces fly rod
7 pieces & 8 pieces fly rod, Sumber gambar: www.amazon.com

Meskipun jarang, saat ini sudah ada Joran travel  spinning dan BC di atas 6 piece bahkan ada joran varian terbaru 8 piece hybrid atau bisa untuk spinning maupun baitcasting. Kebanyakan stik pancing ini dibekali langsung dengan case atau rod tube untuk memudahkan menenteng selama dalam perjalanan tanpa takut rod tercecer atau rusak.

Hybrid 8 Pieces Travel Rod
Hybrid 8 Pieces Travel Rod, sumber gambar: www.aliexpress.com

Kekurangan dari travel rod yang paling riskan adalah kekuatannya. Semakin banyak sambungan maka semakin besar resiko patah. Seringkali kita dengar dan lihat joran patah di bagian sambungan, hal ini dikarenakan pada sambungan adalah bagian yang  kaku sehingga menjadi titik tumpu beban saat fight. Daerah ini juga membuat action dan kelengkungan  joran menjadi berkurang sehingga sesitifitasnya juga berkurang. Jointed part ini juga rawan terlepas saat diayunkan.

Banyaknya kelemahan pada stik pancing ini membuat angler harus ekstra hati – hati saat menggunakannya. Adapun yang perlu diperhatikan saat memilih travel rod adalah :

  • Travel rod sambung 3 atau sambung 4 adalah yang terbaik
  • Gunakanlah case atau tube berbahan keras seperti PVC
  • Sediakan selalu kain lembut tapi kesat (non- slip)
  • Pasang mulai dari paling bawah sampai paling ujung/tip-top, putar dan kencangkan sesuai arah jarum jam dengan tangan dialas menggunakan kain non-slip
  • Sering-sering diperiksa bagian sambungan apalagi jika menggunakan teknik casting, kencangkan bila longgar.
  • Periksa kelurusan ring guide
  • Bukalah sambungan mulai dari ujung hingga ke bawah/butt, diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan kain non-slip (kebalikan saat memasang)
  • Pilihlah travel rod yang bermerek atau yang sudah terbukti ketangguhannya di lapangan.
  • Jikamenggunakan pesawat sebaiknya masukkan rod ke dalam koper dan atau satukan dengan barang bagasi lainnya. Karena kebanyakan maskapai penerbangan saat ini tidak memperbolehkan joran pancing masuk di kabin.

 

  1. Telescopic Rod

Joran teleskopik merupakan joran dengan bagian sambungan  menyatu dengan yang lainnya sehingga bisa dipanjang dan dipendekkan dengan mudah seperti antena. Sambungan ini terletak di bagian ring guide. Ada 2 varian telescopic rod, yaitu non  wrapping ring guide dan wrapping ring guide.

Teleskopik Non Wrapping Ring Guide
Teleskopik Non Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.drowningworms.com

Teleskopik dengan ring guide berkaki bulat/ non wrapping ring guide memiliki kelemahan mudah terlepas karena hanya mengandalkan lem pada kaki-kakinya. Saat di pendekkan bagian ini saling bersentuhan dengan yang lain dan berfungsi sebagai ganjalan. Jika terlalu keras saat mengemas maka bagian ini akan cepat rusak atau terlepas.

Teleskopik dengan wrapping ring guide adalah joran antena dengan cincin-cincin yang di pasang menggunakan benang khsus dan diperkuat lem epoxy pada kaki ring guide. Mirip seperti  joran pada umunya. Diklaim lebih baik karena bagian sambungan diperkuat dengan lilitan benang serta lem epoxy, begitu juga dengan ring guidenya sehingga tidak mudah terlepas.

Teleskopik Wrapping Ring Guide
Teleskopik Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.amazon.com

Kelemahan dari joran antena tidak jauh berbeda dibanding travel rod. Selain itu, blank bagian sambungan mudah terkikis apalagi jika terlalu kuat menarik saat memanjangkannya. Jika bagian tersebut terkikis, maka stik akan mudah loss hingga terlepas.

Kelemahan lainnya adalah karena letak sambungan berada pada ring guide maka akan sulit ditemukan joran teleskopik sambung 3 atau 4 di pasaran, rata-rata di atas 4 sambungan. Kelebihannya selain mudah dibawa juga lebih praktis saat memanjangkan dan memendekkannya tanpa perlu menyatukan bagian-bagian yang terpisah seperti pada travel rod. Adapun tips-tips dalam memilih stik pancing teleskopik adalah:

  • Pilihlah varian wrapping ring guide
  • Gunakan kain non-slip saat memanjangkan dan memendekkan joran
  • Berhati-hatilah saat memanjangpendekkan joran, usahakan jangan terlalu keras
  • Selalu periksa kelurusan ring guide saat digunakan,bila perlu beri tanda saat sudah lurus untuk memudahkan pemakaian di lain waktu.
  • Pegang menggunakan kedua tangan di dekat sambungan saat memendekkan dengan saling mendorong masuk. Jangan menggunakan satu tangan apalagi dihentakkan ke tanah atau lantai.
  • Gunakan hardcase
  • Sama seperti travelrod, amankan joran bersama barang bagasi lainnya saat menggunakan pesawat terbang.
  • Pilih yang berkualitas bagus

Demikian tips-tips dalam memilih joran teleskopik dan Travel rod. Semoga bisa menjadi panduan dan bemanfaat bagi angler senusantara.

Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

“I Love Indonesia!,” Itulah kalimat pertama yang terucap oleh Angler pemegang rekor International Game Fishing Association (IGFA) untuk kategori spottail bass terberat ini.

Jeremiah Micheal, dialah pria kelahiran Kuala Lumpur yang telah lama menetap di Sarawak, Malaysia. “Saya tinggal 11 tahun di Sarawak Borneo, dan saya sangat senang tinggal di sana. Camping di pinggiran sungai berarus deras adalah  tempat favorit  saya.” Ungkapnya.

Jeremiah Micheal
Jeremiah Micheal

Sejak kecil sudah hobi memancing. Berawal dari asiknya melihat ikan – ikan berenang di kali, Ia bersama saudaranya mencoba memancing menggunakan umpan hidup. “Kami belajar memancing secara natural, otodidak dan ikan gabus kecil adalah spesies pertama yang saya dapatkan dengan menggunakan umpan cacing serta joran kayu”.ujarnya.

Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu
Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu

Hingga beberapa tahun silam ada seorang sahabat yang memperkenalkan pada teknik casting,   yang membuat Ia jatuh cinta pada teknik memancing satu ini. Sekarang  ia sering travel ke berbagai tempat baik dalam negeri  maupun luar negeri untuk memancing dan mempelajari kearifan lokal.

“Indonesia adalah tempat favorit saya untuk memancing,” Ungkap Om Jeremiah dengan semangat. Baginya masih banyak spot – spot memancing di Indonesia yang belum terjamah. Penduduk yang ramah dan bersahabat serta kemampuannya dalam berbahasa indonesia membuatnya mudah beradaptasi dengan masyarakat  setempat.

“Indonesia kaya akan suku bangsa, tiap tempat yang saya datangi memiliki kearifan lokal yang berbeda satu sama lain dan banyak yang tinggal bersama mirip di Malaysia juga.” Tambahnya.

Engineer di salah satu tambang migas ini selalu memanfaatkan liburannya untuk memancing di Indonesia. Species yang selalu menjadi incaran adalah black bass dan spottail bass.

Black bass atau Somasi Hitam memiliki tenaga yang kuat dan seringkali merontokkan lure dan alat pancing, spottail bass (Bonat) termasuk spesies yang cerdik dan memperhitungkan target saat akan menyambar. Spottail bass yang berukuran besar tidak kalah kuatnya dengan black bass.” Jelas Om jeremiah alasan ia memilih target kedua spesies tersebut.

Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed
Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed

Angler pemegang rekor IGFA ini lebih sering menggunakan teknik casting karena membutuhkan cara serta perhatian khusus. “ Jika target kita adalah somasi hitam dan bonat, dibutuhkan waktu 12 jam dalam sehari dari jam lima pagi sampai jam lima sore untuk cast. Kita juga harus mempelajari bagaimana cara untuk beradaptasi dalam menggunakan tiap lure yang berbeda dengan action yang berbeda pula untuk menarik perhatian target. Saya lebih suka lure – lure top water dengan sensasi meledak saat disambar ikan.”Jelasnya.

Trip Papua
Trip Papua

Dalam waktu 1 tahun Om Jeremiah bisa sampai 5 kali mengunjungi indonesia, dalam rentang waktu selama  1 atau 2 minggu.” Saya pergi ke berbagai tempat sendirian, dan selalu mencoba spot-spot baru untuk mencari ikan – ikan monster sambil menikmati  keindahan alam,”  Ujarnya.

Tak tanggung – tanggung, Hampir seluruh kepulauan besar di Indonesia telah disambanginya. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua telah ia datangi. Dari sekian banyak spot di Indonesia yang pernah didatanginya, kalimantan tetap menjadi  tempat favorit. “berkemah dan menikmati memancing ikan mahseer di Kalimantan adalah pengalaman tak terlupakan.” Ungkap Om Jeremiah.

Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan
Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan

tentang rekor IGFA yang ia peroleh bukanlah sesuatu yang direncanakan, sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan,” Saya sama sekali tidak merencanakannya. Ikan pertama yang saya dapatkan tidak bisa diukur karena melebihi kapasitas timbangan pada boga/skala yang saya bawa. Akhirnya saya membeli boga dengan skala 60lbs  kemudian pergi memancing lagi dan akhirnya landed ikan rekor tersebut. Padahal sebenarnya sempat fight dengan ikan yang lebih besar , namun sayangnya tidak berhasil landed. Itulah serunya memancing, selalu saja ada yang lebih mununggumu di sana. Namun yang terpenting adalah menikmati sensasi memancing itu sendiri.” Ungkap Om Jeremiah.

The Record, 46 lbs Spottail Bass

Ikan dengan berat 46 lbs atau sekitar 20,8 Kg mengantarkannya menjadi pemegang rekor spottail bass terberat ke dua di IGFA . Berlokasi di perairan Sulawesi, menggunakan joran megabass dengan line rating 10-25 lbs, PE dengan kekuatan 80lbs, leader 100 lbs, reel Abu Garcia Toro NaCl dan lure fangbait  120 dr Red ia berhasil memenangkan pertarungan sengit tersebut.

Bagi angler nusantara yang penasaran, Om Jeremiah berbagi  tips-tips dalam memancing spesies dengan nama lain ikan Bonat ini. “Ikan Bonat berukuran besar biasanya berada dalam kumpulan dan pelan dalam merespon umpan. Jadi, jika kamu berhasil landed yang berukuran kecil, lempar saja lure ke arah yang sama dengan menggulung pelan.

Spottail bass yang besar biasanya memeriksa dulu sebelum menyambar karena ikan ini sangat cerdik. Mereka bersarang di belakang arus air yang deras dan berbatu atau dibalik akar-akar pepohonan. Ikan rekor yang saya dapatkan berada di bagian hulu sungai yang lebih kecil alirannya namun deras. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan Bonat berukuran monster adalah lempar saja lure terus menerus sampai matahari hampir terbenam, hahaha,” Jelasnya panjang lebar.

Tentu para angler juga ingin tahu, bagaimana sih caranya mengklaim rekor ke IGFA?, Simak tips-tips lanjutan Om Jeremiah  Micheal berikut.”Untuk mengklaim rekor kamu harus menjadi anggota IGFA. Bisa jadi anggota seumur hidup ataupun anggota tahunan. Kita diperbolehkan mengklaim record bersamaan dengan mendaftar sebagai member. Staff di IGFA akan membantu dan mengarahkan kita”. Hal lain yang penting untuk dilakukan adalah:

  1. Kirimkan alat timbangan/skala yang kamu gunakan untuk dikalibrasi di IGFA
  2. Video atau foto saat anda memegang danmenimbang ikan tersebut, penimbangan hanya boleh dikakukan di daratan
  3. Kirimkan juga contoh senar dan leader untuk mereka tes
  4. Isi formulir pendataan dan kirimkan detailnya

” Andaikata bisa, saya ingin sekali menetap di di Sulawesi, sayangnya terhalang pekerjaan.” Ucapnya di aksir sesi wawancara.  Ia juga berpesan “Untuk angler –angler di Indonesia, kalian memiliki potongan surga yang diletakkan di bumi, sadarilah hal itu. Nikmatilah sensasi dalam memancing dan stop setrum, bom ikan, serta racun. I Love Indonesia!”

Nah, bagaimana sahabat angler senusantara? Ayo, semangat! Tunjukkan sebagai tuan rumah kita juga bisa membanggakan Indonesia dengan rekor yang lebih tinggi, hargai dan jagalah keindahan alam yang Tuhan titipkan pada bangsa ini. Seperti kata Om Jeremiah, “Jagalah sungai, bumi pertiwi dan laut maka mereka juga akan menjagamu.”

Tips Mudah Perawatan Ringan pada Baitcasting Reel bagi Pemula

Bagi sebagian castinger pemula, seringkali kebingungan terjadi saat adanya pengurangan performa pada gulungan pancing yang dimiliki. Kurangnya informasi serta ketidakberanian untuk membongkar bagian dalaman reel adalah salah satu sebabnya.

Padahal, reel baitcasting memiliki beberapa bagian atau part seperti bearing dan gear yang memerlukan perawatan khusus yang dalam pelaksanaannya memang harus membongkar bagian dalaman reel.

Bagian-bagian tersebut jika bekerja terus menerus  tanpa maintanance kinerjanya akan berkurang bahkan mengalami kerusakan parah seperti gear loss, tidak bisa digulung, berisik dan masih banyak lagi ancaman kerusakan lainnya.

Lantas bagaimana sih caranya merawat gulungan pancing low profile ini dan bagian mana sajakah yang perlu diberi perawatan khusus? Untuk itu, kali ini spotmancing.com akan berbagi tips-tips mudah perawatan ringan baitcasting reel bagi angler pemula yang dilengkapi dengan video tutorial dalam tiga bagian.

Hal pertama yang harus dilakukan sepulang mancing adalah membersihkan bodi reel. kebersihan reel juga perlu diperhatikan karena kotoran-kotoran yang menumpuk menjadi kerak pada bagian luar dapat mengakibatkan terkelupasnya cat bahkan korosi di badan reel yang terbuat dari metal apalagi jika memancing di spot-spot yang airnya kotor atau air asin. Berikut adalah video cara mudah membersihkan reel.

Pada video tersebut digunakan air mengalir agar kotoran yang dibersihkan menggunakan sikat gigi mudah terlepas. Jangan takut air masuk ke bagian dalam karena hampir semua jenis baitcasting reel memiliki saluran pembuangan air di bagian bawah handle sideplate. Sebaiknya setelah selesai dikeringkan, kibas-kibas sedikit reel agar air yang masih terperangkap didalam cepat keluar serta meletakkan reel di atas kain/tissue jangan sampai terbalik agar air mudah mengalir ke saluran pembuangan.

Untuk gulungan pancing yang terasa agak berisik atau sudah kurang smooth akibat pemakaian berat atau pemakaian ringan selama berbulan-bulan  maka perlu dilakukan pelumasan ulang di bagian-bagian dalaman sperti gear dan bearing. Langkah pertama adalah membongkar handle sideplate, di mana pada bagian inilah 90% alat penggerak reel berada. Nah, bagi angler pemula yang takut membongkar bagian ini, kita akan kasih tips-tipsnya di video berikut:

Mudah bukan, jika dihitung waktu yang dibutuhkan untuk membongkar handle sideplate tidak sampai  15 menit. Tips tambahan dari video di atas adalah usahakan membongkar reel di sudut ruangan di atas lantai tanpa celah serta gunakan meja rendah dengan penerangan yang cukup.. Hal ini untuk menghindari hilangnya part-part kecil. Kalaupun ada yang terjatuh atau hilang dari pandangan maka akan lebih mudah mencarinya. Jangan lupa Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Paling penting ingat susunan serta dokumentasikan untuk memudahkan pemasangan ulang terutama bagi angler yang baru pertamakali membongkar reel.

Bagian terakhir  adalah tips mencuci dan melumasi  bagian dalaman. Part apa sajakah yang perlu dicuci  dan bagaimana caranya?, kemudian bagian mana sajakah yang harus dilumasi. Mari kita simak video selanjutnya.

Gunakanlah sabun pencuci piring cair penghilang lemak agar sisa-sisa grease yang sudah mengental dan tidak bagus lagi serta kotoran lainnya  hilang. Pastikan seluruh celah-celah gerigi gear bersih, bilas hingga tidak ada lagi sisa-sisa sabun. Gunakan kain kering atau tisu, bisa juga dilanjutkan dengan dikeringanginkan.  Hindari menjemur di bawah terik sinar matahari karena jika dilakukan terus menerus ditakutkan merusak atau mengurangi kekuatan part. Jikalaupun dijemur usahakan tidak terlalu lama.

Hal terakhir yang dilakukan adalah pelumasan dan perakitan ulang. Ini adalah bagian terpenting. Kami tekankan kembali, ”Semua ball bearing dilumasi menggunakan oil atau minyak kecuali satu yaitu One way bearing yang menggunakan grease. Semua bagian yang bergerigi menggunakan grease seperti main gear, pinion gear, wormshaft dan wormshaft gear. Lapisi seluruh bagian dalam frame menggunakan grease.  Jika tidak memiliki pelumas antikarat bisa menggunakan grease yang digunakan untuk gear. Tidak disarankan menggunakan pelumas yang bukan untuk gulungan pancing karena bisa jadi formula atau zat aditif yang ditambahkan berbeda, bahkan dapat merusak reel. Jangan terlalu banyak menggunakan minyak, cukup satu tetes. Terlalu banyak memberikan pelumas malah akan menurunkan performa bahkan membuat kasar pergerakan part-part dalaman. Setelah selesai rakit kembali sesuai urutan. Terakhir, bersihkan bodi menggunakan tisu untuk menghilangkan sisa-sisa grease atau oil yang menempel.

Jika diperhatikan seksama, waktu yang dibutuhkan untuk membongkar, mencuci, melumasi hingga merakit ulang gulungan pancing ini hanya membutuhkan waku yang tidak sampai satu jam. Berapa lama maintenance seperti ini bisa dilakukan kembali?, jawabannya adalah tergantung pemakaian. Semakin sering memancing di spot air kotor dan air asin serta trip-trip berat maka semakin sering pula perawatannya. Jika trip atau memancing harian yang ringan tinggal dirasakan, apakah performa reel berkurang atau tidak.

Tips-tips yang disampaikan merupakan pengalaman pribadi setelah bertahun-tahun menggunakan gulungan yang sama. Reel yang kami gunakan sering menyentuh spot-spot parit sawit kotor, pemakaian berat hingga 5x seminggu dalam sebulan, fight dengan ikan-ikan snakehead berbobot di atas 1 kg serta pengalaman kawan-kawan sesama angler. tips-tips tersebut telah dipraktekkan dan tidak terjadi penurunan performa secaa signifikan pada gulungan yang digunakan. Tentu tidak serta merta membuat semua reel awet, masih banyak lagi faktor lain yang berpengaruh. Untuk maintenance berat apalagi jika ada part rusak dan perlu diganti sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Di Indonesia sudah banyak ahli service reel berpengalaman dan dapat dihubungi via online. Akhir kata, selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Tips Memilih Snap yang Benar

Snap atau peniti pada alat pancing berfungsi untuk memudahkan pemancing mengaitkan umpan-umpan tiruan juga dalam mengganti lure. Ada begitu banyak jenis snap yang ada, semakin hari semakin bervariasi. Lantas bagaimana cara kita memilih snap yang baik dan sesuai? Untuk itu mari kita kenali beberapa jenis peniti yang ada di pasaran.

sumber gambar: luremaking.com

  1. Duo Lock Snap

Salah satu bentuk yang paling banyak digunakan karena mudah pemakaiannya juga terbukti kokoh. Lengkungannya cukup besar untuk mengaitkan umpan tiruan agar gerakannya lebih luwes. Terkadang mudah terlepas dengan sendirinya karena bagian pengunci memiliki lengkungan agak kecil namun dapat diakali dengan merapatkannya menggunakan tang. Cocok diadaptasikan pada  piranti ultralight maupun light tackle.

sumber gambar: roscotackle.com

  1. Coastlock Snap

Memiliki variasi ukuran yang banyak. Lengkungannya sedikit kecil sehingga agak sulit untuk mengaitkan lure dengan ukuran cincin kecil (kawat bagian depan umpan tiruan berbentuk melingkar untuk mengikat senar maupun mengaitkan peniti). Bagian ujung kawat sedikit tajam sehingga perlu ditumpulkan agar tidak melukai leader maupun lure. Cocok digunakan untuk mancing pantai atau teknik inshore.

sumber gambar: roscotackle.com

  1. Hooked Snap

Praktis dan kokoh namun sulit menemukannya di pasaran saat ini. Kekuatannya bisa dikatakan berada di kelas menengah, kekuranganya adalah jika terlalu lebar membukanya dan sering dilakukan maka akan melemahkan lengkungan kawat (tempat lure dikaitkan) snap ini sehingga mudah patah. Cocok untuk set tackle light dan medium.

sumber gambar: boatsandmore.com.au

  1. Cross-Lock Snap

Sangat kuat namun karena bahan kawatnya tebal, peniti ini tidak  cocok untuk lurelure kecil. Cocok untuk set tackle kelas berat dengan target ikan-ikan monster.

sumber gambar: aliexpress.com

  1. Fly Clips

Dibuat khusus untuk umpan kecil (flies) pada fly fishing. Bentuk snap paling ringan dan paling kecil.

sumber gambar: fishermans-marine.com

  1. Mc Mahon Snap

Peniti dengan kekuatan kelas berat. Sering digunakan untuk mancing trolling lepas pantai dengan target ikan-ikan mega, yang berdaya tarung tinggi seperti tuna dan marlin.

sumber gambar: aliexpress.com

  1. Interlock Snap

Variasinya banyak sekali dengan desain yang tidak asing di mata para angler. Ringan, namun kekuatannya juga rendah. Tidak disarankan untuk tackle kelas menengah dan kelas berat.

sumber gambar: aliexpress.com

  1. Safety snap

Bentuk snap paling tua, memiliki banyak kekurangan. Bahan kawat kecil, mudah bengkang  sehingga tidak cocok untuk target ikan-ikan predator kelas atas. Masih bisa digunakan untuk target ikan-ikan mini.

sumber gambar: fisherpros.com

  1. Diamond snap

Bentuknya simetris, memiliki dua bagian pengunci yang saling bertaut. Bahan kawat tebal, cocok untuk tackle kelas menengah dan berat. Kekurangannya jika salah satu pengunci terlepas maka yang satunya juga akan sangat mudah terlepas.

sumber gambar: aliexpress.com

  1. Corkscrew snap

Memiliki bagian pengunci berbentuk spiral, salah satu snap yang paling aman dari kemungkinan terlepasnya lure saat fight. Namun, karena bentuk spiralnya agak lebar sehingga memudahkan senar untuk masuk dan akan sangat  mengganggu serta mengacaukan action lure.

sumber gambar: livetofish.com

  1. Fastlink snap

Bentuknya seperti klip kertas. Mudah penggunaannya karena tidak perlu membuka dan mengunci, tinggal memasukkan cincin umpan melalui ujung kawat. Tidak mudah tersangkut di rerumputan, ranting atau tumbuhan permukaan air. Kekurangannya  rawan bengkang, apalagi saat fight ikan babon.

sumber gambar: dhgate.com

  1. Italian Snap

Bentuknya sangat simple sehingga mudah digunakan. Terdapat bagian menyempit di lengkungan sehingga lure tidak mudah bergeser ke bagian atas. Cocok untuk set tackle kelas ringan dan medium. Karena penguncinya yg sangat simple sehingga sedikit mudah terbuka saat fight dengan kuat.

sumber gambar: alibaba.com

  1. Fastach Snap

Sangat cocok bagi angler yang suka gonta ganti lure saat trip. Bentuknya simple tanpa perlu buka katup sehingga lure mudah dimasukkan melalui ujung kawat. Kelemahannya lure mudah lepas apalagi lure dengan cincin pengait yang kecil.

Masih banyak sekali bentuk dan jenis snap lainnya yang tidak bisa kami jabarkan semua. Bahkan masing masing merek terkadang mengeluarkan desain-desain tersendiri yang dipatenkan. Setelah kita mengetahui jenis serta bentuk,  hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih snap adalah:

  • Bahan

Biasanya terbuat dari stainless steel dan campuran carbon –stainless. Ini adalah bahan terbaik karena memiliki kekuatan tinggi dan tentunya anti karat. Tidak disarankan untuk menggunakan peniti berbahan kuningan karena kekuatannya tidak terjamin.

  • Ukuran

Sesuaikan ukuran snap dengan kelas set tackle, berat dan besar lure, serta target ikan. Bisa saja snap besar digunakan pada set tackle UL namun akan merusak pergerakan lure. Rata-rata ukuran peniti yang ada di pasaran berkisar dari 00 sampai 12. Jika kita menggunakan set tackle kelas ringan atau ultralight maka snap dengan nomor 00-1 adalah yang terbaik. Kelas medium antara 1-3 dan seterusnya.

  • Penggantian

Snap yang terus menerus digunakan lambat laun akan mengalami kecacatan sehingga mengurangi kekuatannya. Perhatikan lengkungan kawat tempat memasang lure, biasanya terdapat bekas gesekan dengan cincin lure yang  mengikis permukaan. Jika sudah parah atau semakin menipis maka segeralah ganti dengan yang baru.

  • Swivel

Ada beberapa pabrikan yang memproduksi snap dengan menyertai rolling swivel yang telah menyatu pada peniti. Snap seperti ini cocok digunakan untuk lure berputar/spin seperti spoon, inline spinner dan lainnya.

Nah, para angler apakah sudah tercerahkan atau masih bingung?. Kalau masih bingung kita akan beri tips tambahan dalam memilih snap. Snap yang baik memiliki bentuk asimetris, lengkungan yang cukup lebar agar action lure terjaga, berbahan stainless, ringan namun kokoh (kawat yang tidak terlalu tebal juga tidak terlalu tipis), pengunci yang tidak mudah terlepas serta mudah didapat, karena sebagus apapun kalau susah didapat ya percuma saja, hehehe. Semoga tercerahkan!

Memahami Aneka jenis Mata Pancing yang Populer di Tanah Air

Beragam bentuk dan merek mata pancing beredar di pasaran. Terkadang membuat bingung para angler saat harus memilih mana yang cocok untuk teknik serta umpan yang digunakannya. Untuk itu kali ini spotmancing.com mencoba mengulas beberapa jenis mata pancing yang banyak beredar di tanah air.

Secara umum, hook dibagi ke dalam tiga jenis yaitu single hook, double hook dan treble hook. Dari ketiga jenis ini terbagai lagi ke dalam berbagai bentuk dan fungsi yang kami jabarkan sebagai berikut.

  1. Single hook

Mata pancing tunggal dengan varian terbanyak.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Aberdeen

Mata kail dengan bentuk memanjang. Sering digunakan untuk mengaitkan umpan-umpan seperti cacing, ikan kecil, larva, serangga. Cocok untuk target ikan bermulut kecil.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Circle hook

Bentuknya agak membulat. Fish friendly, karena saat hook up akan menancap di bibir ikan, tidak terkait di kerongkongan/ bagian dalam mulut sehingga aman untuk direalease.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Baitholder Hook/Bait hook

Memiliki dua buah duri kecil di bagian batang hook yang didesain khusus agar dapat  menahan umpan sehingga tidak mudah terlepas.Umpan-umpan seperti cacing atau umpan hidup lainnya akan sangat cocok menggunakan mata kail ini.

sumber gambar : www.caddisflyshop.com

  • Octopus Hook

Cocok untuk berbagai jenis teknik mancing yang menggunakan umpan-umpan hidup sepertiikan-ikan kecil.

sumber gambar : www.academy.com

  • O’ Shaugnessy Hooks

Untuk mengaitkan umpan-umpan hidup. Lebih sering digunakan saat mancing di laut.

sumber gambar : www.academy.com

  • Live Bait Hook

Seperti namanya, mata pancing jenis ini didesain untuk mengaitkan umpan-umpan hidup agar tetap bisa bergerak di dalam air.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Weedless Hook

Sigle hook dengan kawat pengaman yang berfungsi menghindari terkaitnya hook pada terumbu air, ranting serta kayu. Bisa menggunakan umpan-umpan hidup seperti katak dan lure-lure rigging.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Siwash Hook

Biasa digunakan sebagai pengganti treble hook pada lure minnow, menghindari rusaknya mulut ikan oleh treble hook. Memudahkan membuka mata kail dari mulutikan sehingga aman direalease.

sumber gambar : www.amazon.com

  • Walleye Wide Gap Hook

Memiliki gap atau bukaan yang lebar, ringan namun kuat. Cocok untuk umpan-umpan hidup.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Worm Hook

Khusus umpan-umpan tiruan berbentuk cacing atau biasa disebut worm lure. Awam dipakai pada teknik casting finesse maupun UL.

sumber gambar : www.tce-sports.com

  • Soi Hook

ikan-ikan yang memiliki karakter menyedot umpan/mangsanya serta memiliki gigi tumpul sangat cocok menggunakan mata kail ini. Bentuknya sedikit pendek namun tetap kuat saat harus fight ikan-ikan besar.

sumber gambar : www.commercial-fishing.net

  • Swordfish Hook

Hook tebal dan kokoh karena targetnya adalah  ikan-ikan babon dengan tenaga kuat seperti swordfish, tuna atau ikan toman.

sumber gambar : www.academy.com

  • Octopus circle hook

Mirip octopus hook, hanya saja sedikit lebih membulat dan lebih tebal. Biasa dipasangkan dengan set tackle kelas berat dengan target ikan-ikan besar.

sumber gambar : www.amazon.ca

  • Shiner Hook

Saat memancing ikan-ikan bermulut besar seperti  spesies catfish maka mata pancing satu ini layak dicoba.

sumber gambar: www.7seasproshopthai.com

  • Iseama Hook

Mata kail kelas ringan berukuran kecil karena memang diperuntukkan memancing ikan ikan kecil.

sumber gambar : www. aliexpress.com

  • Carp Hook

Mata pancing khusus ikan carp.

sumber gambar : www.pecheur.com

  • Bream Hook

Ringan dan agak panjang, tidak memiliki cincin atau lingkaran pada bagian kepala untuk mengikat senar. Bisa digunakan di air asin atau air tawar.

sumber gambar : www.basstastic.co.uk

  • Chinu Hook

Mata kail ringan,  saat dikaitkan pada umpan-umpan ringan seperti serangga maka akan tetap berada di permukaan air/mengapung.

sumber gambar : www.dcfishing.store

  • Prawn Hook

Hook tipis dan kecil khusus memancing udang.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Swimbait Hook

Memiliki pemberat, khusus untuk lure artificial berjenis swimbait.

sumber gambar : www.outdoorlife.com

  • Jighook

Mata kail khusus lure jenis jig. Terkadang disertai pemberat/jighead dengan berat bervariasi.

  1. Treble Hook

Mata pancing dengan tiga cabang, sering digunakan pada umpan tiruan berbentuk ikan/minnow. Terdiri dari:

sumber gambar : www.flwfishing.com

 

  • Short shank

Treble hook pendek untuk menghindari terkait di badan lure atau saling kait antar hook depan dan belakang.

sumber gambar : www.flwfishing.com

  • Standard Shank

Bentuk paling dasar dari treble hook, sedikit lebih panjang dari short shank untuk hook up yang lebih baik. Pasangkan pada minnow berukuran panjang.

sumber gambar : www.flwfishing.com

  • Round bend

Memiliki lengkungan yag sedikit lebih lebar agar mudah terkait pada ikan-ikan yang hanya menyenggol lure tanpa melahap.

sumber gambar : www.flwfishing.com

  • Extra wide gap

Bentuknya berfungsi untuk menghindari terlepasnya ikan saat fight dengan kuat.

sumber gambar : www.flwfishing.com

  • Standard wire

Treble teringan dan tertipis. Biasa menyertai lure dalam kemasan, kurang kuat namun lebih mudah menancap dan karena ringan sehingga tidak merusak action lure.

sumber gambar : www.flwfishing.com

  • 2x strong

Treble hook standar dengan kekuatan dua kali lebih baik. Lebih tebal dan berat sehingga terkadang merusak action lure, harus pandai-pandai menyesuaikan dengan berat lure. Aman untuk fight ikan-ikan besar. Selain itu terdapat juga treble hook dengan kekuatan 3x strong, 4x strong dan seterusnya. Cocok untuk lure-lure berukuran besar.

  1. Double Hook

Mata pancing dengan  dua cabang. Bentuknya tak kalah beragam dibanding single hook. Namun secara umum yang banyak beredar di Indonesia ada dua varian yaitu average bend (bentuk standar) dan short shank (pendek). Keduanya lebih sering digunakan pada lure jenis jump frog dan soft frog meskipun sudah banyak luremaker yang mengadaptasikannya ke dalam lure jenis lain seperti slater bait. Terkadang pabrikan juga membuat dan memesan double hook bentuk khusus agar sesuai dengan lure yang mereka produksi.

Itulah berbagai jenis mata pancing yang bisa kami jabarkan meskipun belumlah mencakup semua yang ada di dunia mancing. Kami mencoba mengambil beberapa yang umum digunakan angler nusantara. Semoga bermanfaat!