Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

“I Love Indonesia!,” Itulah kalimat pertama yang terucap oleh Angler pemegang rekor International Game Fishing Association (IGFA) untuk kategori spottail bass terberat ini.

Jeremiah Micheal, dialah pria kelahiran Kuala Lumpur yang telah lama menetap di Sarawak, Malaysia. “Saya tinggal 11 tahun di Sarawak Borneo, dan saya sangat senang tinggal di sana. Camping di pinggiran sungai berarus deras adalah  tempat favorit  saya.” Ungkapnya.

Jeremiah Micheal
Jeremiah Micheal

Sejak kecil sudah hobi memancing. Berawal dari asiknya melihat ikan – ikan berenang di kali, Ia bersama saudaranya mencoba memancing menggunakan umpan hidup. “Kami belajar memancing secara natural, otodidak dan ikan gabus kecil adalah spesies pertama yang saya dapatkan dengan menggunakan umpan cacing serta joran kayu”.ujarnya.

Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu
Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu

Hingga beberapa tahun silam ada seorang sahabat yang memperkenalkan pada teknik casting,   yang membuat Ia jatuh cinta pada teknik memancing satu ini. Sekarang  ia sering travel ke berbagai tempat baik dalam negeri  maupun luar negeri untuk memancing dan mempelajari kearifan lokal.

“Indonesia adalah tempat favorit saya untuk memancing,” Ungkap Om Jeremiah dengan semangat. Baginya masih banyak spot – spot memancing di Indonesia yang belum terjamah. Penduduk yang ramah dan bersahabat serta kemampuannya dalam berbahasa indonesia membuatnya mudah beradaptasi dengan masyarakat  setempat.

“Indonesia kaya akan suku bangsa, tiap tempat yang saya datangi memiliki kearifan lokal yang berbeda satu sama lain dan banyak yang tinggal bersama mirip di Malaysia juga.” Tambahnya.

Engineer di salah satu tambang migas ini selalu memanfaatkan liburannya untuk memancing di Indonesia. Species yang selalu menjadi incaran adalah black bass dan spottail bass.

Black bass atau Somasi Hitam memiliki tenaga yang kuat dan seringkali merontokkan lure dan alat pancing, spottail bass (Bonat) termasuk spesies yang cerdik dan memperhitungkan target saat akan menyambar. Spottail bass yang berukuran besar tidak kalah kuatnya dengan black bass.” Jelas Om jeremiah alasan ia memilih target kedua spesies tersebut.

Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed
Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed

Angler pemegang rekor IGFA ini lebih sering menggunakan teknik casting karena membutuhkan cara serta perhatian khusus. “ Jika target kita adalah somasi hitam dan bonat, dibutuhkan waktu 12 jam dalam sehari dari jam lima pagi sampai jam lima sore untuk cast. Kita juga harus mempelajari bagaimana cara untuk beradaptasi dalam menggunakan tiap lure yang berbeda dengan action yang berbeda pula untuk menarik perhatian target. Saya lebih suka lure – lure top water dengan sensasi meledak saat disambar ikan.”Jelasnya.

Trip Papua
Trip Papua

Dalam waktu 1 tahun Om Jeremiah bisa sampai 5 kali mengunjungi indonesia, dalam rentang waktu selama  1 atau 2 minggu.” Saya pergi ke berbagai tempat sendirian, dan selalu mencoba spot-spot baru untuk mencari ikan – ikan monster sambil menikmati  keindahan alam,”  Ujarnya.

Tak tanggung – tanggung, Hampir seluruh kepulauan besar di Indonesia telah disambanginya. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua telah ia datangi. Dari sekian banyak spot di Indonesia yang pernah didatanginya, kalimantan tetap menjadi  tempat favorit. “berkemah dan menikmati memancing ikan mahseer di Kalimantan adalah pengalaman tak terlupakan.” Ungkap Om Jeremiah.

Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan
Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan

tentang rekor IGFA yang ia peroleh bukanlah sesuatu yang direncanakan, sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan,” Saya sama sekali tidak merencanakannya. Ikan pertama yang saya dapatkan tidak bisa diukur karena melebihi kapasitas timbangan pada boga/skala yang saya bawa. Akhirnya saya membeli boga dengan skala 60lbs  kemudian pergi memancing lagi dan akhirnya landed ikan rekor tersebut. Padahal sebenarnya sempat fight dengan ikan yang lebih besar , namun sayangnya tidak berhasil landed. Itulah serunya memancing, selalu saja ada yang lebih mununggumu di sana. Namun yang terpenting adalah menikmati sensasi memancing itu sendiri.” Ungkap Om Jeremiah.

The Record, 46 lbs Spottail Bass

Ikan dengan berat 46 lbs atau sekitar 20,8 Kg mengantarkannya menjadi pemegang rekor spottail bass terberat ke dua di IGFA . Berlokasi di perairan Sulawesi, menggunakan joran megabass dengan line rating 10-25 lbs, PE dengan kekuatan 80lbs, leader 100 lbs, reel Abu Garcia Toro NaCl dan lure fangbait  120 dr Red ia berhasil memenangkan pertarungan sengit tersebut.

Bagi angler nusantara yang penasaran, Om Jeremiah berbagi  tips-tips dalam memancing spesies dengan nama lain ikan Bonat ini. “Ikan Bonat berukuran besar biasanya berada dalam kumpulan dan pelan dalam merespon umpan. Jadi, jika kamu berhasil landed yang berukuran kecil, lempar saja lure ke arah yang sama dengan menggulung pelan.

Spottail bass yang besar biasanya memeriksa dulu sebelum menyambar karena ikan ini sangat cerdik. Mereka bersarang di belakang arus air yang deras dan berbatu atau dibalik akar-akar pepohonan. Ikan rekor yang saya dapatkan berada di bagian hulu sungai yang lebih kecil alirannya namun deras. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan Bonat berukuran monster adalah lempar saja lure terus menerus sampai matahari hampir terbenam, hahaha,” Jelasnya panjang lebar.

Tentu para angler juga ingin tahu, bagaimana sih caranya mengklaim rekor ke IGFA?, Simak tips-tips lanjutan Om Jeremiah  Micheal berikut.”Untuk mengklaim rekor kamu harus menjadi anggota IGFA. Bisa jadi anggota seumur hidup ataupun anggota tahunan. Kita diperbolehkan mengklaim record bersamaan dengan mendaftar sebagai member. Staff di IGFA akan membantu dan mengarahkan kita”. Hal lain yang penting untuk dilakukan adalah:

  1. Kirimkan alat timbangan/skala yang kamu gunakan untuk dikalibrasi di IGFA
  2. Video atau foto saat anda memegang danmenimbang ikan tersebut, penimbangan hanya boleh dikakukan di daratan
  3. Kirimkan juga contoh senar dan leader untuk mereka tes
  4. Isi formulir pendataan dan kirimkan detailnya

” Andaikata bisa, saya ingin sekali menetap di di Sulawesi, sayangnya terhalang pekerjaan.” Ucapnya di aksir sesi wawancara.  Ia juga berpesan “Untuk angler –angler di Indonesia, kalian memiliki potongan surga yang diletakkan di bumi, sadarilah hal itu. Nikmatilah sensasi dalam memancing dan stop setrum, bom ikan, serta racun. I Love Indonesia!”

Nah, bagaimana sahabat angler senusantara? Ayo, semangat! Tunjukkan sebagai tuan rumah kita juga bisa membanggakan Indonesia dengan rekor yang lebih tinggi, hargai dan jagalah keindahan alam yang Tuhan titipkan pada bangsa ini. Seperti kata Om Jeremiah, “Jagalah sungai, bumi pertiwi dan laut maka mereka juga akan menjagamu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *