Extreme Castinger Community (ECC): Memberi Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Kemanusiaan

Komunitas mancing yang satu ini berdiri sejak 2014 atau 4 tahun yang lalu. Bermarkas di Cileungsi, Bogor dan dibentuk langsung oleh angler-angler asal Cileungsi dengan nama awal Extreme Castinger Cileungsi (ECC). Dibubuhi kata extreme karena anggota ECC ini merupakan angler-angler yang suka blusukan ke spot-spot ekstrim.

Atas keputusan bersama dan banyaknya anggota yang berasal dari luar cileungsi maka ECC bermetamorfosis menjadi Ekstreme Castinger Community dengan anggota sekarang yang telah mencapai ribuan castinger dari berbagai daerah dan komunitas.

Di hari jadinya yang ke-4, tanggal 10 Mei 2018 yang lalu ECC mengadakan Castbar dengan tema “ECC Saling Berbagi”. Menurut Ketua ECC, Om Uun Syahru Suryawan, tema saling berbagi bermaksud agar hobi mancing ini jangan sampai hanya sekedar mancing, tapi dibalik itu kita semua harus ditunjukkan bahwa castinger juga peduli dengan apa yang ada di sekitar kita. Baik dari segi lingkungan dan segi kemanusiaan.

Dalam even tersebut ECC mengadakan kegiatan amal berupa menyantuni anak yatim di sekitaran even serta sumbangan pada masjid terdekat. Castbar ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar anggota ECC menjelang bulan suci Ramadhan.

SMA180206, kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing shimano, spotmancing apparel, 3, 081222211508

Acara yang dihadiri 120 orang peserta dari berbagai grup dan komunitas ini berlangsung sukses dan meriah.”Karena minimnya persiapan jadi peserta kami batasin 50 orang  tadinya per grup/komunitas maksimal 5 orang.  Tapi melihat antusiasme dan usulan kawan jadi saya tambahin kuotanya jadi 10 orang per grup/komunitas jadi 100 peserta.
Tp alhamdulillah yg hadir total jadi 120 orang peserta.” Jelas Om Uun.

Acara dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 14.00. Selain acara amal diadakan juga lomba mancing dengan target ikan spesies barramundi, payus, barracuda, dan tarpoon. Teknik yang diperbolehkan hanya teknik casting menggunakan umpan tiruan dan harus memancing di tempat yang disediakan panitia. Ketat juga ya peraturannya, gak bakalan ada yang curang deh, hehe.

 

Meskipun peraturan lomba lumayan ketat, ternyata panitia tidak sembarangan membuat peraturan. Hal ini dikarenakan spot yang dipilih sebagai tempat berlangsungnya even memang menyimpan banyak spesies-spesies tersebut di atas. Spot liar tambak bandeng dan rumput laut di Buni Baru, Sembilangan, Babelan Bekasi dipilih sebagai tempat berlangsungnya even. “Spot ikan air tawar seperti ikan gabus di Jakarta minim, dan sekarang lagi ngetrend Ultralight Fishing atau UL dengan target ikan air asin meskipun peraturannya tackle bebas. Tambak di Buni Baru cocok dengan keinginan kita.” Ungkap Om Uun alasan dipilihnya spot tersebut.

Sembilangan yang terletak di Bekasi Utara memang terkenal akan desa penghasil bandeng. Dengan banyaknya tambak bandeng yang ada di sana, tempat ini menjadi salah satu surganya mancing di Bekasi. Ikan-ikan seperti barramundi, barracuda dan payus dianggap sebagai hama yang sering masuk ke tambak dan memangsa ikan-ikan bandeng. Masalah bagi pemilik tambak tapi anugerah bagi para pemancing.

ECC memang tidak salah pilih tempat, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang strike ikan target. Pemenang dipilih berdasarkan ikan terberat. Adapun pemenang-pemenangnya adalah sebagai berikut:

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Spesies : Barramundi
Berat : 1.445 gram

Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)
Juara 1 : Haryanto Ardi (KCB)

Juara 2 : Tango (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 705 gram

Juara 2 : Tango (BAF)
Juara 2 : Tango (BAF)

Juara 3 : Asong Statham (KCB)
Spesies : Baracuda
Berat : 670 gram

Juara 3 : Asong Statham (KCB)

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)
Spesies : Barramundi
Berat : 670 gram

Juara 4 : M. Marzuki ( Perorangan)

Juara 5 : Angga (BAF)
Spesies : Payus
Berat : 430 gram

Juara 5 : Angga (BAF)
Juara 5 : Angga (BAF)

Selain hadiah untuk para pemenang, even ini juga banjir doorprize. “Alhamdulillah hadiah sampai juara 5, doorprize 120 orang peserta kebagian semua. Kalau dibilang sih bukan sponsor tapi donatur. Soalnya even ini ga pakai proposal. Kebanyakan dari sumbangan perorangan.” Jelas Om Uun.

Melalui akun FB-nya Om Uun juga menyampaikan “Dibalik suksesnya acara CastBar ECC “Saling Berbagi” bukan semata-mata karena kami sendiri tetapi juga karena partisipasi dari panitia pelaksana, teman-teman ECC pada khususnya, teman-teman castinger baik dari perorangan, grup/komunitas dan juga bantuan dari RT serta warga setempat. Untuk itu saya pribadi selaku ketua pelaksana mengucapkan banyak-banyak terimakasih buat teman-teman yang telah ikut hadir dan menyisihkan waktu dan rejekinya demi kelancaran dan suksesnya acara. Terimakasih juga buat teman-teman yang sudah support dari segi hadiah dan doorprize berupa barang maupun uang. Saya pribadi, panitia dan teman-teman ECC mohon maaf apabila ada salah baik dari segi perkataan, perbuatan dan dalam penyelenggaraan serta mohon maaf buat teman-teman yang tidak sempat kami undang. Terimakasih buat semuanya.”
Om Uun juga berpesan

“Pesan saya sih agar teman-teman castinger Indonesia peduli akan lingkungan atau warga sekitar. Jadi kita tidak Cuma sekedar menyalurkan hobi, tapi ada kenangan atau kesan baik yang kita tinggalkan dan berguna bagi lingkungan dan warga sekitar spot-spot yang kita gunakan. Jadi menghilangkan imej negatif teman-teman castinger Indonesia.”

Sungguh indahnya berbagi ala Extreme Castinger Community ini. Selamat ulang tahun ECC, Semoga bisa menjadi contoh bagi komunitas lain. Seperti kata om Uun “Mancing jangan hanya sekedar mancing, berilah dampak positif bagi lingkungan dan kemanusiaan!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *