6 langkah Tackle Balancing; Spek Sesuai, Mancingpun Digdaya!

Tackle balancing atau penyeimbangan piranti mancing merupakan suatu cara pemilihan rod, line, reel, leader dan lure agar seimbang, dan efisien dalam hal energi. Set tackle yang seimbang akan memberikan efektifitas mumpuni bagi angler saat menggunakannya. Hal ini penting untk diketahui karena masih banyak bingung saat harus memilih piranti mancing yang akan digunakan.

Pertama-tama jika ingin menyeimbangkan piranti mancing, maka kita harus mengetahui di kelas mana anda akan bermain. Ultralight kah, baitfinesse, light, medium game, atau power fishing kah? karena hal ini akan mempengaruhi pemilihan set tackle yang akan anda gunakan.

1.Pemilihan Reel

Setelah itu, maka selanjutnya adalah pemilihan reel. Jika anda memilih bermain di kelas ultralight, maka pilihlah reel dengan kapasitas 500-1000 untuk spinning reel dan reel BC dengan fitur shallow spool, Untuk bait finesse kami rasa sudah banyak brand yang memproduksi reel-reel khusus finesse. Reel-reel ultralight dan finesse juga masih nyaman ketika digunakan pada kelas Light game. Sedangkan di kelas medium sebaiknya gunakan reel kelas 2000-3000 untuk spinning, dan reel BC dengan kapasitas 100-200 yard atau All around BC reel.

Sementara di kelas Heavy game atau power Fishing sebaiknya gunakan reel spinning kapasitas 3000 ke atas dan reel BC 200 yard ke atas. Penomeran kapasitas line pada reel biasanya menggunakan standar 12 lb monoline. Semakin tinggi kapasitas line maka semakin tinggi drag yang dibenamkan di dalam reel tersebut. Rata-rata brand reel akan memberikan penjelasan mendetail tentang spesifikasi dan peruntukan reel produksinya saat launching. Tinggal bagaimana angler mencari tahu informasi tersebut.

2. Joran

Pemilihan reel akan sangat berpengaruh terhadap set tackle lain yang akan anda gunakan seperti Rod. Dalam memilih rod masih banyak Salah kaprah yang sering terjadi, dimana angler menganggap bahwa lb yang ditunjukkan adalah kekuatan joran. Padahal kekuatan joran bukanlah berpatokan kepada class line. Kekuatan joran hanya bisa diketahui melalui uji lapangan pabrikan atau angler itu sendiri. Biasanya uji kekuatan joran dilakukkan dengan cara mengangkat beban mati di atas permukaan tanah, bukan di air. Sekali lagi kami tekankan bahwa “class line pada rod bukan menunjukkan kekuatan rod”.

Class line pada dasarnya digunakan pabrikan untuk memilah peruntukkan joran apakah untuk ultralight, medium dan seterusnya. Rata-rata joran yang ada berkisar di 1-4 lb dan 2-6 lb untuk ultralight, 4-10 lb untuk light game, 6-12 lb untuk medium light, 8-17 lb untuk medium, 10-16 lb dan 10-20 lb untuk medium heavy dan 15-30 lb ke atas untuk Heavy class. Tinggal sesuaikan dengan pemilihan kelas game yang anda pilih.

3. Line

Setelah angler memastikan rod yang akan digunakan, langkah berikutnya adalah pemilihan line. Sebagai contoh, jika rod yang digunakan adalah kelas medium 8-17 lb maka line yang digunakan berada di rentang tersebut. Apakah boleh di atas rentang tersebut? Boleh saja, namun perlu dipertimbangkan, Brand rod ternama dengan quality control yang baik biasanya melakukan uji lapangan terlebih dahulu sebelum rod di lempar ke pasaran. Panjang joran, bentuk dan panjang gagang, jumlah dan ukuran ring guide, power lifting, bending dan lainnya telah disesuaikan dengan spek line joran tersebut sehingga performanya maksimal saat digunakan. Jadi, sebaiknya ikutilah saran dari pabrikan. Khusus ultralight game penggunaan line telah ditentukan maksimal 6 lb baik mono maupun PE. Namun di beberapa grup pecinta game ini ada beberapa batas toleransi yang telah ditentukan.

 

4. Leader

Angler yang terbiasa menggunakan senar PE kebanyakan memakai leader yang berfungsi menahan sentakan (shock) saat hook up dan menghindari PE putus saat bergesekan dengan karang atau kayu. PE ketika disambungkan dengan leader akan menurunkan kekuatan total PE tersebut, bisa sampai lebih dari setengah kekuatan PE. Jadi sebaiknya gunakan leader dengan kekuatan 1,5-2 kali kekuatan PE. Misal, PE 20 lb sebaiknya menggunakan leader 30-40 lb. Tapi pemilihan leader tidaklah terlalu ketat seperti line dan rod. Pilihlah leader sesuai target. Panjang leader yang disarankan IGFA adalah maksimal 1,82 meter jarak dari sambungan ke lure.

Pilih leader yang sesuai
Leo Cloostermans, pegengang rekor IGFA, dengan tangkapan 260 kg Blue Marlin menggunakan 4 lb line

5. Lure

Seperti line, lure yang akan digunakan juga berpatokan pada spesifikasi rod. Misal, rod 10-20 lb dengan lure weight 2-15 gram maka lure yang digunakan berada pada rentang tersebut. Jika rod menggunakan satuan ounce pada lure weight tinggal dikalkulasikan ke dalam gram. Tapi ounce ini bukan ons nya indonesia ya. 1 ounce (oz) satuan international sama dengan 28,35 gram. Jadi jika ada rod bertuliskan lure weight 1/4 oz – 3/4 oz maka lure nya 1/4 x 28,35 = 7,08 gr dan 3/4 x 28,35 = 21,26 gr sehingga lure yang digunakan berkisar diantara 7-21 gram.

 

6. Setting Drag

Hal terakhir dan yang tidak kalah penting adalah settingan drag pada reel. Kebanyakan angler senior menyarankan settingan drag di angka 30%-40% dari kekuatan senar. Baiklah mari kita jabarkan secara rinci. Seorang angler memilih bermain di kelas light game dengan drag maksimum reel adalah 3,5 kg, rod dengan kelas senar 6-12 lb lure wt 2-10 gr, line menggunakan PE berkekuatan 12 lb, leader 20 lb, lure 7 gram (ini adalah contoh tackle yang balance) maka drag yang digunakan adalah 40% x 12 lb = 4,8 lb atau 2,17 kg kita bulatkan menjadi 2 kg.

Cara setting drag sangat mudah, cukup gunakan timbangan mini digital, lipgrip yang ada fitur timbangan atau dengan drag scale khusus untuk setting drag. Senar diikat pada timbangan, drag reel dikunci mati. Selanjutnya tarik perlahan, saat skala menunjukkan angka 2kg misalnya, kendorkan drag hingga line meluncur secara perlahan. Fungsi settingan drag ini untuk menghindari putusnya senar saat fight dengan ikan target. Karena kekuatan tarikan ikan ketika berada di dalam air akan jauh lebih kuat dibanding berat badannya sendiri. Ikan 1 kg bisa saja memilki tarikan hingga 3 kg. Jadi, saat drag disetting 30-40% dari kekuatan mainline maka ketika berhadapan dengan ikan yang memiliki kekuatan di atas kelas senar yang digunakan maka drag akan perlahan loss sehingga line aman dari putus akibat beban yang terlalu berat. Hal ini juga untuk menghindari reel bekerja terlalu berat sehingga reel tetap awet.

Jika anda pernah melihat video seorang angler pro menggunakan set tackle UL berhasil melandedkan sailfish dengan berat puluhan kg, selain teknik yang mumpuni maka tackle balance salah satu kuncinya. Data-data yang dijabarkan di atas merupakan hasil dari beberapa situs web baik dalam maupun luar negeri, data wawancara dari beberapa angler senior yang pernah menjadi narasumber di spotmancing.com, grup-grup mancing di FB dan tentu saja dari pengalaman angler di lapangan. Cukup merepotkan memang, tapi setelah set tackle yang anda gunakan balance maka disitu akan terasa perbedaan besar jika dibandingkan tackle yang tidak seimbang . Semoga bermanfaat!

foto-foto: lightandsight.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *