Awas Badai! Peringatan BMKG Cuaca Ekstrim 3 Hari Kedepan…Catat Lokasinya!

Tepat pada hari ini Senin 27 November 2017, pukul 19.00 WIB, BMKG berhasil mendeteksi siklon tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa dengan nama “Cempaka”.

ilustrasi badai – REUTERS/Fernando Castillo

 

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG – Mulyono Rahadi Prabowo, , menyampaikan bahwa adanya Siklon Tropis Cempaka di wilayah Perairan sebelah selatan Jawa Tengah, mengakibatkan perubahan pola cuaca disekitar lintasannya.

Mulyono mengungkapkan terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan oleh adanya siklon tropis Cempaka.

prakiraan cuaca

Dampak tersebut berupa :

1. Potensi Hujan Lebat di Wilayah: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur

2. Potensi Angin Kencang di hingga 30 knot: Wilayah Kep. Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Laut Jawa, Selat Sunda bagian Utara, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Sumbawa, Selat Bali hingga Selat Alas, Selat Lombok bagian Selatan dan Perairan Selatan Bali hingga Pulau Sumba

3. Potensi gelombang Tinggi 2.5 – 6 meter : di Perairan Selatan Jawa Timur , Laut Jawa Bagian Timur, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Jawa Tengah

Selain itu, kata Mulyono, diperkirakan Siklon Tropis Cempaka masih akan bertahan dalam dua hingga tiga hari kedepan.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang dan jalan licin.

“Pulau Jawa juga berpotensi terpengaruh akibat hujan dan angin kencang,” ujar Mulyono, melalui keterangan tertulis, Senin (27/11/2017).

Dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, jelas Mulyono, masyarakat dan kapal-kapal yang melintas dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terutama pemancing dan nelayan tradisional yang beroperasi di perairan selatan Jawa.

“Selain itu, kami himbau pula bagi masyarakat pesisir agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi gelombang pasang dapat terjadi di Perairan selatan Jawa Tengah dan DIY,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*