hampala wonogiri

Spot mancing keren hampala Wonogiri – Kali Gedong!

hampala Wonogiri

Spot yang bersih dari sampah organik dan non organik membuat aktifitas memancing lebih nyaman dan betah berlama-lama untuk memainkan set tackle. Selain itu dengan ekosistem yang terjaga, populasi ikan pun menjadi sangat baik. Inilah salah satu keunggulan spot mancing hampala Wonogiri di kali Gedong.

Didukung oleh view yang cukup menarik, kondisi sungainya pun tak tercemar oleh limbah-limbah dari pemukiman warga. Hal ini diakui oleh Arif Bintang, seorang castinger yang memiliki pengalaman mancing Hampala di sungai tersebut. Suasana khas pedesaan serta diselimuti oleh pepohonan rindang, menjadi alasan utama angler ini senang casting di kali Gedong. “Diluar itu, ikan-ikan di sungai ini melimpah, apalagi hampala nya cukup gemuk-gemuk mas,” terangnya.

Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)
Spot mancing kali Gedong (dok.pribadi Arif)

Titik spot hampala Wonogiri antara satu dengan yang lainnya pun cukup berdekatan, sehingga lebih nyaman untuk casting landbase. Wajar jika kali Gedong ini, rajin disambangi oleh dirinya. “Aliran airnya bersih, terus ada batu-batu yang berjejer di sepanjang sungai, makin membuat saya bergairah untuk mancing di spot yang oke ini hehehe..,” lanjutnya.

Banyak ikan yang berkembang biak di kali Gedong. Angler bisa leluasa nancang Tawes, Nila, Lele, Gabus,  hingga Baung. Tapi menurut Arif, jika angler dari luar kota tandang ke spot ini, harus pula merasakan tarikan hampala nya. “Salah satu ikan favorit saya nih. Kalau mancing di kali ini, saya usahakan bawa pulang hampala,” ujarnya.

Baca juga artikel: Cara jitu mancing ikan hampala

Ucapannya pun ia buktikan, ketika berhasil strike hampala size besar. Didukung oleh leader 30 lbs, reel baitcasting 8-17 dengan line pe 1,5, ia pun berhasil strike ikan pemangsa di perairan tawar ini beberapa ekor. “Semakin kecil ukuran set tackle akan semakin terasa tarikan ikannya,” kata Arif.

Waktu terbaik mancing hampala di spot ini, umumnya saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, dimana debit air serta arus tidak terlalu kecil dengan tingkat visibilitas yang cukup. “Cuaca gini, bikin hampala jadi agresif karena lebih suka bermain di titik yang tidak terlalu dalam,” Jelasnya. “Biasanya di dekat batu-batu besar, sekitaran pinggiran sungai. Pengalaman saya, waktu itu strike di spot-spot seperti ini,” sambungnya.

Arif Bintang
Arif Bintang

Mancing hampala pada pagi hari serta sore pun, seringkali ia lakukan, dimana hampala banyak yang berkeliaran mencari makanan. “Cuaca yang cocok ketika suhu air di lokasi spot tidak terlalu dingin, sehingga hampala pun cenderung aktif,” ucapnya.

Casting inipun ia barengi dengan umpan yang tokcer, sehingga target mendaratkan hampala pun terealisasi. Ia pun tak sungkan-sungkan untuk mencoba beberapa jenis lure untuk santapan iwak ini. “Kalau untuk casting, hampir semua jenis lure disukai oleh hampala. “Tapi untuk mencari sensasi sambaran, saya lebih sering menggunakan top water lure,” ujarnya. Sementara itu, penggunaan minnow nya, ia  lebih memilih tipe fast sinking 7 sentimeter, untuk kedalaman 0.8-1,5 meter, sehingga bisa meminimalisir luka pada ikan.

IMCS - Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)
IMCS – Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (dok. komunitas)

Lelaki asal Karang Anyar inipun menambahkan, mancing hampala dengan menggunakan umpan spoon sesekali ia gunakan. Action spoon, menjadi pilihannya karena memiliki kemiripan dengan makanan kegemaran hampala yang ada di spot ini. “Salah satu trik memainkan spoon adalah dengan melemparkan ke suatu titik dimana ikan-ikan kecil senang berkumpul. Naah, di titik inilah hampala akan mendekat dan langsung mencaplok umpan yang saya lempar,” jelas anggota Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (IMCS) ini.

Namun, tak sedikit juga rintangan yang ia hadapi, ketika bertandang ke kali Gedong. “Umumnya kan sungai itu punya kontur yang tak beraturan. Tak jauh beda sama kali Gedong, suka sulit memprediksi gerakan hampala,” terangnya. Kondisi spot yang variatif seperti ini, akan menuntut angler untuk lebih jeli dan cerdas dalam menentukan titik lemparan umpannya. “Selain senang bersembunyi di sela-sela bebatuan, ikan ini gesit juga. Karakter-karakter seperti inilah, yang harus saya pahami,” terangnya. Alasan ini ia kemukakan, karena saat awal-awal mancing di kali Gedong, ia sempat kesulitan menjinakan hampala. “Setelah paham lokasi keberadaan hampala, jadi penasaran terus mancing di spot ini,” paparnya lagi.

Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)
Sarangnya hampala ada disini (dok.pribadi Arif)

hampala Wonogiri

Baca jugaartikel:  Logawa: Spot mancing hampala unggulan kawasan Purwokerto

Benar apa kata Arif. Iwak yang satu ini, sering bersembunyi di pojokan tebing, belakang bebatuan yang dilewati arus hingga di palung-palung sungai. Hampala pun, termasuk jenis ikan yang rakus akan makanan, karena hampir semua jenis lure dicomot. “Pernah saya alami, baru saja ngelempar lure, langsung disambar sama hampala. Padahal saya belum sempat nge retrive. Lapar umpan nih ikan,haha..” ungkapnya. Apalagi arus air di kali Gedong ini cukup deras, sehingga angler harus cekatan dalam memainkan tackle. “Kalau arus lagi kencang, yang lebih utama bagaimana membuat hampala terkejut dan merasa terganggu lalu nyaplok umpan di kail saya,” sambungnya.

Konon, di kali Gedong ini masih ada hampala yang berukuran monster yang pernah terlihat oleh warga sekitar saat menyambar ikan. Walaupun, hingga saat ini belum ada pemancing yang berhasil mendaratkannya. “Saya dengar sih seperti itu kata warga disini. Tapi kalau memang benar, saya juga pengen strike predatornya hampala di kali ini, walaupun mungkin sulit, hahaha..” ungkapnya. Namun, yang jelas spot ini menjadi salah satu lokasi mancing favorit ia dan rekan-rekan di komunitasnya. “Tak hanya akhir minggu saja. Saat senggang, walaupun itu hari biasa, saya dan kawan-kawan menyempatkan mancing di kali ini,” lanjutnya.

Kali Gedong terletak di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngutoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi nya pun tak jauh dari jalan raya Wonogiri – Pacitan, sehingga mudah untuk mencapai spot itu. Angler yang berasal dari luar kota bisa menggunakan bis yang menuju ke Pacitan. “Nanti bilang saja, minta turun di jembatan Gedong Ngadirojo,” ujarnya. Banyak tempat makan yang bisa diperoleh angler, saat mancing disini. Sementara untuk penginapan hanya bisa angler temui 2 hingga 3 kilometer dari lokasi mancingnya.

Naah…jika angler kebetulan mampir ke kota ini, jangan lupa mencoba sensasi tarikan hampala di kali Gedong ya.. Informasi detail mengenai spot, langsung saja hubungi rekan kita Arif Bintang via akun Facebook nya, atau ke nomor 0857 4712 6206.

hampala Wonogiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *