Pulau Mapur – Kepulauan Riau, destinasi favorit angler Singapore dan Malaysia berburu predator

Keindahan alam bawah lautnya bisa menyihir setiap angler yang ingin memburu ikan dengan beragam ukuran dan jenisnya. Ya, bisa diistilahkan, pulau Mapur layak masuk kedalam kategori spot bintang empat di negeri kita. Bagi pecinta ikan GT, silahkan mencoba sensasinya.

Lokasi tepatnya pulau Mapur, berada di Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Menariknya, spot mancing yang satu ini memiliki posisi sangat dekat dengan negara Singapura. Maka jangan heran, bagi angler yang baru pertama kali mancing di pulau Mapur, akan menyaksikan pemandangan kapal –kapal super tanker yg lalu lalang melewati jalur ini.

Pulau Mapur (galeribintan.blogspot.co.id)
Pulau Mapur (galeribintan.blogspot.co.id)

Andi Lopak, angler asal Tanjung Pinang Kepulauan Riau mengatakan, selain pemandangan sepeti itu, angler pun disajikan dengan panorama pulau-pulau nan indah di ujung perbatasan yang secara umum belum terjamah oleh manusia. “Banyak angler dari Singapura dan Malaysia yang gemar mancing disini. Selain atmosfer nya yang sangat menarik, jenis ikannya pun beragam,” terang pria yang aktif di komunitas Blenkenk Fishing Team ini.

Tenggiri, Kerapu, Kakap Merah, Tongkol, Tuna, Barrakuda, GT,  Lemadang, Layaran, Pari, hingga Marlin sangat mudah ditemui di perairannya. Tak pelak, angler pun akan dimanjakan saat nancang ikan disini. “Inginnya sih, bisa dapat beberapa jenis ikan. Tapi saat bisa strike GT pun, senangnya bukan main,” ucap Andi. Ia pun menambahkan, untuk mancing ikan GT sebaiknya gunakan teknik jigging, sehingga saat melakukan retrieve secara vertikal akan menyerupai gerakan ikan tersebut. “Jangan pakai popping, soalnya sangat susah dan sepertinya spot nya tak cocok,” sarannya.

Untuk menyeimbangkan teknik yang digunakan, peralatan mancing pun haruslah yang proporsional. Apalagi, ikan GT ini memiliki sirip yang kuat, sehingga mampu ‘berlari’ dengan kecepatan tinggi. “Piranti yang biasa saya gunakan adalah kelas 10.000 dengan line pe 6, kelas 6000 dengan line pe 4, hingga reel kelas 4500 dengan line pe 2,5,” jelasnya. Dipadukan dengan umpan metal jig, Andi pun berhasil menghempaskan GT secara sempurna. “Alhamdulillah bang, saya strike GT 15 kilogram,” ujarnya.

Kepulauan Riau merupakan daerah yang rawan akan gelombang tinggi dan arus kuat, terutama saat musim angin utara tiba. Cuaca yang tak bersahabat ini, seringkali berlangsung dari bulan November hingga Februari. Musim angin timur dan barat dapat dikatakan sangat baik buat mancing di spot ini, karena jeda waktu saat air pasang dan air surut itu lambat dan ombak laut sangat tenang, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk nancang ikan GT. “Jangan musim utara kalau kesini, akan percuma, soalnya angin kuat dan ombak pun tinggi,” saran Andi.

Ikan GT berkembang sangat baik di spot ini (dok.pribadi Andi)
Ikan GT berkembang sangat baik di spot ini (dok.pribadi Andi)

Untuk menuju spot mancing di pulau Mapur ini, Angler dapat menggunakan kapal laut ataupun pesawat terbang. Jika menggunakan kapal laut, angler menuju ke pelabuhan Kijang Sribayintan, yang lokasinya berada di Bintan dengan lama perjalanan satu hari. Jika menggunakan pesawat terbang, angler akan mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang. Waktu tempuhnya sekira satu setengah jam. Setelah merapat di pelabuhan ataupun bandara, angler bisa menggunakan mobil sewaan ataupun travel menuju Bintan Lagoi.

Apabila ingin bermalam di kota Tanjung Pinang ataupun wilayah Bintan, angler bisa memilih penginapan yang sesuai keinginan. “Banyak penginapan dan resort – resort, mulai dari yang bertarif terjangkau hingga mahal tersedia,” sebut Andi. Dari tempat penginapan angler bisa langsung menuju spot, menggunakan kapal mancing yang diantaranya dimiliki oleh sebagian pengusaha penginapan.

Andi Lopak sempat menaklukan GT 15 kilogram (dok.pribadi Andi)
Andi Lopak  (dok.pribadi Andi)
Memiliki kecepatan. Salah satu kelebihan ikan ini (dok.pribadi Andi)
Memiliki kecepatan. Salah satu kelebihan ikan ini (dok.pribadi Andi)

Selain itu, di sepanjang wilayah pantai pulau Mapur pun, banyak tersedia penginapan dengan beragam tarif. “Angler tinggal membawa perlengkapan mancing saja. Disamping itu, kita bisa menikmati aneka kuliner khas laut yang terbilang murah meriah,” lanjut pria yang menetap di Tanjung Pinang ini.

Untuk biaya sewa kapal, angler tinggal pilih saja, karena tarifnya bervariasi. Gambarannya, jika angler ingin menyewa kapal kecil yang memuat 3 hingga 4 orang, kocek yang harus dikeluarkan antara 500 hingga 800 ribu rupiah. Disamping itu, tersedia pula kapasitas 4 hingga 6 orang dengan tarif 700 ribu hingga 3,5 juta rupiah.

Oh,iya..jika berkeinginan mancing di pulau Mapur, angler bisa sewa kapal melalui rekan kita ini. Tentunya dengan kondisi dan kapasitas yang sangat mendukung. “Kapalnya bisa muat 12 hingga 15 orang, yang didukung dengan fasilitas seperti tempat tidur, dapur dan toilet,” sebutnya. “Punya orang tua angkatku di Tanjung Berakit, kalau mau mancing disini, kapalnya bisa kita pakai,” lanjutnya.

Wooww..menyenangkan sekali jika angler bisa merasakan mancing di spot yang satu ini ya..Selain memiliki keindahan alam yang menakjubkan, ekosistemnya pun terjaga dan kaya akan beragam jenis ikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai spot ini, silahkan hubungi nara sumber kami, Andi Lopak

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*