Spot Code. Sungai yang membelah kota Yogyakarta (dok.pribadi)

Cari spot mancing hampala di Jogjakarta? jajal Kali Code!

Dibutuhkan kesabaran serta kejelian seorang angler, saat mancing ikan di salah satu spot fresh water ini. Apalagi ikan yang ditancangnya senang berkumpul di perairan yang memiliki arus deras, yang terkadang tak mudah pula untuk ditaklukan. Ya, karakter ikan Hampala yang berkeliaran di sungai Code, memang cukup “licin” dan seringkali membuat penasaran angler.

Spotmancing.com memperoleh kesempatan berbincang dengan Bambang Apriyanto, salah satu angler yang berpengalaman nancang ikan Hampala di sungai ini.

Menurut Apri, panggilan akrabnya, ikan Hampala gemar berkeliaran di sungai-sungai yang cenderung dangkal. Seperti di sungai Code, habitat yang digemari oleh iwak bersisik besar ini. ”Banyak populasi Hampala, yang umumnya berada di sela-sela batu, yang dialiri oleh arus cukup deras,” ujarnya.

Spot Code. Sungai yang membelah kota Yogyakarta (dok.pribadi)
Spot Code. Sungai yang membelah kota Yogyakarta (dok.pribadi)

Sebenarnya, tak hanya Hampala saja yang hidup di sungai ini. Beberapa jenis ikan yang lainnya pun, tumbuh subur dan seringkali menjadi santapan angler. “Karena perairan ini dilewati oleh anak sungai Progo, menjadikan spesies ikannya jadi cukup banyak,” jelas Apri. Ikan Tawes, Wader, Mahseer, Lele Jawa, kating hingga ikan-ikan kolam sejenis Nila serta Mas pun berkembang biak secara alami. “Enak kalau mancing disini, ikannya banyak,” tambahnya.

Namun, menurut Apri, ikan Hampala lah yang seringkali menjadi target para castinger, apalagi  bagi para pemancing yang menetap di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Hal inipun didukung oleh populasi ikan Hampala, dimana pada saat ini, cukup baik dan habitatnya pun terjaga. Ini dapat dibuktikan dengan beragamnya ukuran ikan Hampala yang cukup besar dan layak untuk ditancang angler yang ingin mancing di sungai Code. “Ya…setidaknya, Hampala yang berukuran 20 hingga 50 sentimeter bisa diperoleh angler di sungai ini,” sebutnya.

Selain itu, makanan yang dicari ikan ini sangat melimpah di sungai Code, mulai dari udang hingga ikan-ikan kecil, sehingga perkembangannya cukup pesat. Kondisi inilah yang membuat penasaran pria Yogya tersebut, untuk bisa menaklukan ikan Hampala. “Selama kenal sungai ini, saya sempat beberapa kali strike Hampala yang beratnya mencapai 3 kilogram,” ujar Apri. Walaupun ukuran ikannya tak sebesar ikan-ikan ukuran babon, namun hal ini cukup memberikan kepuasan tersendiri.

“Pada saat ini, sudah lumayan bisa strike ikan seberat itu,” tambahnya. Apri menambahkan, beberapa tahun kebelakang, di sungai ini banyak ikan ikan bergeraham kuat ini yang berukuran besar, namun karena ekosistemnya tak terjaga, berdampak pada minimnya perkembangan ikan. “Sungai Code sempat dirusak oleh para penangkap ikan yang tak bertanggung jawab. Mereka seringkali menggunakan jaring, senapan angin, bahkan strum” sebutnya.

Ya, memang benar apa yang dikatakan Apri. Dulu saat ekosistem masih terjaga, banyak sekali rekor-rekor Hampala yang tercipta di sungai ini. Sangat disayangkan, karena ulah beberapa oknum yang menghalalkan segala cara, perkembangan berbagai macam spesies ikan termasuk Hampala jadi tersendat. “Mudah-mudahan tak ada lagi prilaku negatif semacam itu,” harapnya.

Habitat ikan Hampala cenderung di sungai dangkal (dok.pribadi)
Habitat ikan Hampala cenderung di sungai dangkal (dok.pribadi)

Namun pada saat ini, angler tak perlu khawatir akan kehidupan ikan Hampala di sungai Code, karena perkembangannya sangat positif. Tentunya, ini menjadi berita yang menggembirakan, sehingga, angler bisa kapan saja mancing ikan Hampala di area fresh water tersebut.

” Kita pantau dulu kondisi airnya. Biasanya kalau masuk musim hujan, debit airnya suka tinggi,” saran Apri. Ia pun menambahkan, jika mancing ikan ini selalu menjadi daya tarik tersendiri buat dirinya. “Ikan Hampala mempunyai karakter dan tarikan beringas yang bisa bikin ketagihan,” ucapnya.

Apri saat strike Hampala (dok.pribadi)
Apri saat strike Hampala (dok.pribadi)

Untuk bisa strike ikan ini, Apri menyarankan agar menggunakan piranti casting yang ringan dan tentunya cocok untuk perairan semacam Code ini. “Bisa pakai kelas rod 8 hingga 12 lb atau maksimal 20 lb. panjangnya diangka 2,1 meter atau lebih,” sarannya. Joran tersebut, ia padukan dengan reel kelas 1000 – 3000, line PE 0,5 – 1,5. “Kalau umpannya, saya biasa gunakan beberapa jenis, seperti Top Water, Mini Popper, Stickbait serta Minnow yang kecil ukuran 5-7cm dengan berat 8-15 gram,” ujarnya lagi. Apri juga menambahkan supaya angler  menggunakan kail dengan kekuatan 2x strong atau 3x strong, maklum hampala kerapkali sukses membuat begang atau patah kail abal-abal.

Siapkan piranti dan umpan yang pas (dok.pribadi)
Siapkan piranti dan umpan yang pas (dok.pribadi)

Sungai Code –warga Yogyakarta seringkali menyebutnya kali Code–, merupakan perairan yang membelah kota ini. Aliran sungainya, memiliki hulu di Kabupaten Sleman yang melewati kota gudeg ini, dan bermuara di Kabupaten Bantul. Tepatnya, sungai ini memiliki hulu di utara, atau dibawah lereng gunung Merapi melalui sungai Boyong dan membelah kota Yogyakarta. “Hilir sungai Code berada di selatan kota Jogja dan masuk ke sungai besar Opak yang bermuara langsung ke laut,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, jika sungai Code sangat indentik dengan sungai yang diapit oleh pemukiman padat penduduk. “Lebarnya kurang lebih 10 meter dan panjang dari hulu ke hilir sekira 90 kilometer,” sebut lelaki yang menetap di Sleman ini.

Lokasi spot berada di kampung Code, tepatnya Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Jaraknya kira-kira 7 kilometer dari bandara internasional Adisucipto, dan untuk mempersingkat waktu perjalanan, angler bisa menggunakan taksi menuju wilayah tersebut. Jika menggunakan bis antar kota, angler berhenti di terminal Giwangan, yang berada di sebelah selatan kota ini dan perjalanan dilanjutkan dengan naik  Trans Jogja ataupun bis kota. Terakhir, angler bisa menggunakan kereta api dan turun di stasiun Tugu. Jaraknya hanya beberapa ratus meter saja, sehingga angler bisa berjalan kaki untuk mencapai spot ini. “Karena lokasinya masih berada di perkotaan, jadi tak sulit untuk dijangkau,” ujar Apri.

Selama melakukan aktifitas mancing di sungai ini, angler tak perlu khawatir akan penginapan dan tempat makan. Di sekitar spot ini, angler tak akan kesulitan untuk menemui kedua fasilitas publik tersebut.

Ingin puas casting Hampala di sungai Code? Untuk lebih jelasnya, angler bisa langsung hubungi Apri GT’Holic via akun Facebook nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *