Mancing de Belitong : Pahami aturannya, sabet hadiahnya!

Turnamen Mancing de Belitong beberapa minggu lagi digelar. Untuk bisa mengikuti lomba, tentu ada aturan-aturan yang harus disepakati dan dijalankan oleh para peserta. Kaidah atau ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara acara, tentunya harus dipahami oleh setiap angler yang terlibat didalamnya.

spotmancing.com memperoleh kesempatan berbincang dengan Slamet, Ketua Seksi Teknis Turnamen dan Penjurian, turnamen Mancing de Belitong mengenai sistem atau tata tertib yang diberlakukan pada arena akbar tersebut.

Sport Fishing Tournament 2017 'Mancing de Belitong' (dok.panitia)
Sport Fishing Tournament 2017 ‘Mancing de Belitong’ (dok.panitia)

Sekedar mengingatkan kembali, bahwa turnamen ‘Mancing de Belitong’ yang berkategori sport fishing ini, akan dihelat pada tanggal 15 hingga 16 Juli 2017. Lokasi yang ditetapkan panitia penyelenggara, tepatnya di Pantai Teluk Gembira, Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Teluk Gembira (tripadvisor.com)
Teluk Gembira (tripadvisor.com)

Menurutnya, peserta yang mengikuti ajang ini, lebih ditujukan kepada angler berpengalaman yang memang sudah paham akan dunia mancing beserta aturan baku yang dibuat oleh Formasi dan IGFA. Sehingga, piranti dan teknik mancing pun harus sesuai standar yang diberlakukan. “Ya, karena tujuan turnamen sport fishing ini mengundang angler-angler kawakan yang notabene penghobi berat,” ujarnya.

Ia pun menambahkan jika piranti yang digunakan tak boleh sekedarnya saja, karena ajang yang dilaksanakan berskala besar dengan tujuan mengedepankan pada sisi kualitas dan kemampuan setiap angler. “Kalau untuk pemancing tradisional, biasanya kita menggelar even tersendiri,” ucapnya lagi.

Walaupun penggunaan peralatan mancing setiap peserta dibebaskan oleh panitia, baik itu dalam jumlah maupun ukurannya, namun peralatan dan teknik memancingnya, tak boleh melanggar ketentuan yang diatur oleh IGFA. “Karena sebagian besar peserta adalah angler kawakan yang sudah melanglangbuana. mereka pasti paham dengan aturan yang telah ditetapkan oleh organisasi mancing internasional tersebut,” ujarnya lagi.

Perhelatan akbar yang melibatkan 200 pemancing kawakan dengan didukung 40 unit kapal nelayan ini, akan dibagi ke dalam beberapa tim yang terdiri dari 5 (lima) orang pemancing, dimana salah seorang dari tim peserta menjabat sebagai Kapten Tim. Setiap tim peserta menggunakan kapal yang disediakan oleh panitia dan didampingi 1 orang pengamat yang ditunjuk oleh panitia. Tim peserta dan kapalnya merupakan satu kesatuan.

Penggantian anggota tim dan atau kapal yang digunakan hanya dapat dilakukan atas persetujuan para juri. “Nanti dalam turnamen ini, setiap peserta yang telah berada dalam tim, akan disediakan 40 unit homestay milik masyarakat di sekitar lokasi,” jelas Slamet. Ini mengartikan bahwa pemerintah setempat beserta panitia, tak akan main-main dengan ajang sebesar ini. “Kita sangat berharap agar acara ini berjalan sukses, sehingga memberikan dampak positif terhadap Kabupaten Belitung itu sendiri,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, ketika turnamen ini berlangsung, peserta yang berada di lapangan harus mentaati aturan saat nancang ikan di perairan Teluk Gembira tersebut. Dalam rangka menciptakan turnamen yang sportif serta mendukung upaya perlindungan terhadap spesies ikan berparuh, sejenis Marlin, Layaran, Pedang, Napoleon, Pari serta Hiu, panitia akan memberlakukan aturan yang tegas. Artinya, apabila peserta turnamen memperoleh jenis ikan semacam itu, agar langsung dilepas kembali (release) dalam keadaan hidup. Jika ada peserta yang melanggar aturan, pihak panitia tak segan-segan untuk langsung mendepaknya dari ajang ini.

Lokasi turnamen via Citra Satelit (google.com)
Lokasi turnamen via Citra Satelit (google.com)

Lantas, bagaimana antisipasi dari pihak panitia? Menurut Slamet, setiap peserta yang telah menyerahkan hasil pancingannya, harus menyertakan pula video saat proses strike, dimana umpan yang disambar ikan telah menyentuh dasar kapal. “Saat itu, angler yang sedang fight harus menampilkan ID Card serta tak boleh dibantu,” jelasnya. Ia pun menambahkan, sebelum sampai di meja panitia video akan dianalisa oleh tim juri sejak dari proses fighting, teknik mancing yang digunakan, hingga umpan yang dikaitkan pada kailnya. “Jika ada angler yang bertindak curang, dengan menggunakan umpan hidup, kami akan langsung menggugurkan peserta tersebut,” tegasnya.

Selain itu, komunikasi secara intensif pun akan selalu dilakukan oleh panitia dari base turnamen yang tertuju pada kapal-kapal peserta melalui radio dua arah (handy talky), sehingga seluruh kejadian di setiap kapal peserta dapat terekam oleh panitia sebagai bahan untuk klarifikasi hasil tangkapannya. “Panitia juga akan menyiapkan kapal-kapal pengawas yang akan memantau aktifitas setiap kapal para peserta di lapangan,” ujar pria berdarah Jawa ini.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada seluruh peserta untuk mengikuti technical meeting dan acara pembukaan yang waktunya telah ditetapkan pada hari pertama digelarnya turnamen ini. sekaligus, pada saat itu pula, setiap peserta akan di bagikan atribut. “Saat technical meeting, peserta pun akan langsung diberikan kaos, tanda pengenal, dan buku panduan,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, jika peserta yang tidak hadir pada saat technical meeting berlangsung, artinya mereka dianggap telah paham dan setuju terhadap segala kesepakatan atau perubahan peraturan yang telah diambil oleh panitia dengan peserta yang hadir pada waktu itu. “Untuk menghindari kebingungan saat lomba berjalan, peserta harus ada di lokasi acara,” ucapnya lagi.

Pada akhir perlombaan, dewan juri menilai berdasarkan berat ikan yang di timbang yang diperoleh setiap tim. Artinya, setiap peserta harus menyerahkan hasil pancingan ikan yang telah ditancang untuk dicatat dan ditimbang di meja dewan juri, sesuai waktu yang ditetapkan.

Menurut ketentuan turnamen yang diberlakukan oleh panitia, pada tanggal 15 Juli 2017, Pukul 16.15 WIB, peserta harus meyerahkan hasil tangkapannya, dan itu sesuai jam yang terdapat di meja panitia tanpa alasan apapun. Sementara pada hari berikutnya, waktu yang ditetapkan panitia untuk menyerahkan hasil nancangnya, lebih cepat 2 jam dari hari pertama. Sehingga, bagi para peserta agar bisa memanfaatkan waktu se efisien mungkin. “Hari Minggu nya, tepat jam dua seperempat peserta harus menyerahkan ikan yang telah mereka pancing,” ujar Slamet. Jika melewati batas waktu tersebut, tentunya akan berdampak pada hasil negatif dari penilaian dewan juri.

Perlu diketahui, jika spesies ikan yang diperlombakan  di even ini antara lain, ikan Kuwe, Tenggiri, Barracuda, Wahu, Kakap, Lemadang, Kerapu, Amberjack dan Talang – Talang. Selain itu, ikan yang diperhitungkan dalam turnamen ini memiliki berat minimum 3 kilogram,  sesuai dengan spesies yang diperlombakan dan peserta hanya diperbolehkan menyerahkan 3 ekor ikan terberat per hari.

Wajar saja jika aturan yang diberlakukan oleh panitia Mancing de Belitong ini sangat ketat. Karena peserta yang mengikuti turnamen ini, akan diganjar dengan hadiah yang cukup menggiurkan.

Hmmm..sepertinya angler yang berkeinginan kuat untuk ikut ajang ini, agar memperhatikan secara detail, aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh panitia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*