Berburu Mangrove Jack di Spot mancing Meninting – Lombok

Apa yang ada di benak angler, ketika mancing ikan dengan lokasi spot nya yang berada di bawah jembatan layang? Tentunya ini menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menantang. Butuh konsentrasi tinggi untuk dapat menciptakan strike di sungai ini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ari Wisata, salah satu angler asal Lombok yang paham betul akan kondisi perairan di sungai Meninting ini. “Kita biasa sebut spot Metropolis, soalnya posisinya berada di bawah jembatan ramai yang menghubungkan Mataram dan Senggigi,” ujarnya. Disamping itu, mancing ikan Magrove Jack (MJ) menjadi alasan lain dirinya seringkali menyambangi spot ini. “ Kalau lagi musim nya, hanya dalam satu jam saya pernah landed 4 hingga 5 ekor MJ,” sebutnya lagi.

Spot Meninting yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat (dok.pribadi)
Spot Meninting yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat (dok.pribadi)

popper, stickbait, top water lure,spotmancing lure

Sebenarnya tak hanya MJ saja spesies ikan yang hidup di spot Meninting ini. Baby GT, Kerapu, Mujair, Tarpoon dan Blackbass bisa disasar pula oleh peralatan mancing angler. Namun, ketika berkeinginan menciptakan strike dengan beragam jenis ikan, angler pun harus paham dengan pergerakan arus sungainya, yang terkadang deras. “Saat lagi kencang, biasanya susah dapat ikan, soalnya lure ngga bisa sampai ke teritori berkumpulnya ikan,” jelas Ari.

Guna mengantisipasi kejadian tersebut, Ari pun selalu menyesuaikan waktu yang tepat untuk mancing di spot Meninting ini. “Efektifnya, kalau pagi hari sampai jam sembilan saja. Sementara kalau mau mancing sore hari, diusahakan dari pukul tiga hingga lima,” ujarnya. Angler yang aktif di komunitas mancing bernama Kaskus Fishing Community inipun mengatakan, ikan MJ biasanya selalu berkembang biak di bulan Agustus hingga Oktober. “Kira-kira dua bulan sejak kemarau atau saat tidak ada hujan lagi di hulu,” jelasnya lagi.

Ari sempat beberapa kali strike ikan ini (dok.pribadi)
Ari sempat beberapa kali strike ikan ini (dok.pribadi)

Selama mancing di sungai Meninting, ia berulang kali menciptakan strike MJ. Walaupun ikan yang ia peroleh bukan berukuran monster, namun hal tersebut dirasa cukup untuk memberikan kepuasan pada dirinya, saat nancang ikan ini. “Beratnya cuma sekitar dua kilogram saja. Termasuk besar untuk ukuran di Lombok, tapi mungkin sangat kecil untuk pemancing-pemancing yang berada di Kalimantan, hehehe…,” sebutnya sedikit tertawa.

Set tackle yang ia pergunakannya pun, disesuaikan dengan kondisi perairan serta ikan yang banyak berkeliaran di sungai Meninting itu sendiri. Joran 10-20lb fast tapper, reel BC kelas 100-200 atau spinning 1000-3000, line pe 2 serta leader 15-30 lb menjadi ‘senjata’ yang setia menemaninya saat nancang MJ di spot ini.

“Ikan ini kuat dan lincah, jadi harus diimbangi oleh alat pancing yang sepadan,” ujarnya. Sementara, teknik casting dengan lure deep dive minnow, dirasa paling efektif dipakai untuk mematikan pergerakan ikan yang memiliki daging lunak ini. “Kedalaman spot ini mencapai 3 hingga 4 meter, jadi siapkanlah teknik dan umpan yang tepat,” ujarnya lagi.

MJ terkenal agresif dan pantang menyerah (dok.pribadi)
MJ terkenal agresif dan pantang menyerah (dok.pribadi)

Mangrove Jack, biasa disebut MJ, merupakan spesies ikan kakap yang berasal dari Samudera Hindia dan Pasifik Barat. Iwak ini sering ditemukan pada sistem muara yang dipenuhi pohon bakau, meskipun seringkali bermigrasi ke terumbu karang lepas pantai untuk bertelur. Tak hanya itu, di Indonesia, ikan yang dikenal dengan sebutan Kakap Merah Bakau atau ikan Sumasi tersebut bisa pula angler jumpai di pohon-pohon tumbang, tumpukan batu serta wilayah perairan yang banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil, udang serta kepiting.

Beranjak dewasa, ikan yang memiliki duri di punggungnya ini, selalu berpindah ke perairan terbuka hingga mencapai ratusan kilometer dari pantai untuk berkembang biak. Berwarna merah, coklat kehitaman, kekuning-kuningan hingga silver, menjadi ciri khas kulit ataupun sisiknya. Kondisi ini tergantung pula oleh umur dan lingkungannya. Berat MJ,  bisa mencapai 10 kilogram. Namun, umumnya bobot yang sering diperoleh oleh angler berada di kisaran 1 hingga 3 kilogram saja.

Kakap Muara atau Kakap Bakau menjadi sebutan lainnya (dok.pribadi) (2)
Kakap Muara atau Kakap Bakau menjadi sebutan lainnya (dok.pribadi)

Spot mancing di sungai Meninting ini, tepatnya berada di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jaraknya sekitar 70 kilometer dari Lombok Internasional Airport. Untuk menuju lokasi tersebut, angler disarankan untuk sewa mobil yang banyak tersedia di Bandara. Selanjutnya, angler berhenti di sekitar jembatan yang menghubungkan kota Mataram dan Senggigi, dan langsung disambung dengan ojek.  “Spot nya berada tepat di sebelah timur jembatan ini, jaraknya sekitar 10 kilometer,“ ucap pria yang menetap di Mataram itu. Untuk penginapan dan tempat makan, angler bisa dapatkan di pusat kota Kabupaten Lombok Barat. Jadi, untuk segala sesuatunya, bisa angler persiapkan di lokasi tersebut.

Tak sedikit pemancing yang berada di kota Lombok dan sekitarnya gemar menyambangi spot di sungai Meninting ini, karena perairannya banyak dihuni oleh beragam spesies ikan. Tak salah, jika spot ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk nancang ikan.

Waahh..sepertinya menarik untuk mencoba mancing ikan di spot ini. Apalagi bagi angler yang berasal dari luar Nusa Tenggara Barat, tentunya menjadi pengalaman yang menyenangkan ya..

Untuk informasi lebih lanjut, angler bisa langsung menghubungi Ari Wisata via akun Facebook nya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*