Jojon Iskandar

Ganasnya perlawanan toman monster danau Gelinggang, di Jantung Borneo

Apa yang terlintas di pikiran para pemancing ketika mendengar kata “Borneo”? Tentu saja selain keindahan alamnya, juga karena potensi perikanan air tawar nya yang masih terjaga.

Di Indonesia sendiri khususnya di dunia freshwater fishing, Kalimantan terkenal akan surganya ikan air tawar seperti ikan predator Toman, Gabus, Kerandang, Lais Tembiring bahkan Tapah yang merupakan spesies ikan yang diburu para angler untuk memuaskan hobi memancingnya.

Di provinsi Kalimantan Tengah – lebih tepatnya di daerah Sukamara, terdapat satu spot memancing yang cukup potensial bernama danau Gelinggang. Danau Gelinggang sendiri merupakan danau alami yang sudah lama menjadi tempat bagi nelayan dan warga sekitar untuk mencari nafkah dengan cara mencari ikan, lalu menjualnya di pasar-pasar tradisional.

Cita satelit danau gelinggang sukamara
Cita satelit danau gelinggang sukamara
Eksotisnya alam liar di Jantung Borneo
Eksotisnya alam liar di Jantung Borneo (foto dok. Transmedia)

Spot yang potensial dan terjaga dari bahaya pemakaian racun dan penyetruman ikan inilah yang menjadi Jackpot bagi para pecinta sportfishing – khususnya penggemar mancing dengan tekhnik casting untuk memburu ikan-ikan predator air tawar seperti Toman.

Keberadaan ikan Toman di danau alami ini masih terbilang cukup banyak dan juga berbobot monster (babon).  Sehingga menjadi salah satu spot favorit bagi para castinger di provinsi Kalimantan Tengah maupun para angler dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, medan dan banyak kota lainnya pernah merasakan sensasi tarikan babon Toman di spot yang terbilang masih alami ini.

Namun bagaimanakah cara kita untuk menuju ke spot tersebut? Spotmancing.com kali ini akan mengulas bagaimana dan moda transportasi apa saja yang bisa para angler nusantara gunakan untuk menuju ke Sukamara Kalimantan Tengah.

Para angler dari Kalimantan Tengah tentunya bisa menjangkau danau Gelinggang dengan moda transportasi darat. Namun jika para angler berasal dari luar Kalimantan Tengah semisal dari pulau jawa, maka moda transportasi udara atau pesawat terbang adalah salah satu pilihan praktis untuk menuju Pangkalan Bun selain moda transportasi kapal laut.

Pesawat dengan rute penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun sekarang sudah banyak beroperasi. Maskapai udara seperti Trigana air, Kalstar dan juga Lion Air sudah melayani penerbangan langsung dari kota-kota besar di pulau jawa seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya, hampir setiap hari melayani penumpang dengan tujuan Bandara Iskandar di Kota Pangkalan Bun.

Sesampainya di Bandara Iskandar para angler tidak perlu khawatir akan sulitnya melanjutkan perjalanan ke Sukamara karena banyak moda transportasi darat seperti travel, taksi dan juga mobil pribadi yang secara khusus disewakan bagi penumpang yang ingin menuju ke beberapa daerah di Kalimantan Tengah dengan tarif kurang lebih Rp 100.000-Rp 200.000.

Pemandangan menuju spot Danau Gelinggang dengan menggunakan perahu
Pemandangan menuju spot Danau Gelinggang dengan menggunakan perahu (foto dok. Transmedia)

Perjalanan dari bandara Iskandar Pangakalan Bun memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan darat. Sesampainya di Sukamara kita sudah bisa memesan perahu-perahu nelayan lokal yang bersedia mengantarkan kita mengeksplorasi Danau Gelinggang dengan waktu tempuh selama lebih kurang 1 jam perjalanan menggunakan perahu bermesin tempel.

Untuk tarif sewa perahunya sendiri sebesar Rp 750.000 ( tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) untuk sehari pemakaian ( 12 jam ) dan perahu bisa diisi oleh 3 orang pemancing yang tentunya didampingi oleh tekong(nelayan) yang sudah paham betul dimana saja titik-titik potensial ikan Toman bersarang di danau Gelinggang tersebut.

Joni Iskandar -seorang angler Asli Sukamara menuturkan jika potensi ikan-ikan predator seperti Toman di danau Gelinggang masih potensial dan size-nya juga terbilang besar sehingga banyak para pemancing dari kota-kota besar datang ke Sukamara untuk membuktikan rasa penasaran mereka akan legenda Toman dananu Gelinggang.

Om Joni Iskandar dengan strike toman monster di Danau Gelinggang
Om Joni Iskandar dengan strike toman monster di Danau Gelinggang

Lebih lanjut Joni Iskandar menambahkan jika debit air danau Gelinggang sedang naik bisa dipastikan ikan Toman sedang ganas-ganasnya dan momen inilah yang selalu ditunggu oleh para castinger pemburu Toman.

 

Pemilihan piranti mancing yang cocok merupakan kunci keberhasilan seorang angler sekaligus menghindari keboncosan saat memancing. Untuk hal yang satu ini, Joni Iskandar tidak segan memberikan beberapa tips pemilihan piranti mancing yang cocok digunakan di Danau Gelinggang untuk menaklukkan sang predator Toman.

Joran tipe spinning maupun baitcasting dengan line test 10-20 lbs dan panjang minimal 180 cm, reel type baitcasting atau spinning (opsional) dan lure tipe Spinner Bait dan Senar PE ukuran 1-3 merupakan komposisi tackle yang balance (seimbang) digunakan di spot danau Gelinggang.

Pemilihan lure tipe Spinner Bait juga dianjurkan karena beberapa titik-titik dimana Toman bersarang memiliki kedalaman air setinggi 3-5 meter sehingga Spinner Bait yang termasuk tipe fast sinking( cepat tenggelam) cukup ideal digunakan untuk mengganggu dan mengusik keberadaan Toman di bawah air.

Bagaimana angler, penasaran dengan legenda monster Toman danau Gelinggang Sukamara? Rajin-rajinlah mengecek situs tiket online, bukan tidak mungkin beberapa maskapai penerbangan memberikan harga promo di waktu yang tidak terduga.

Untuk info silakan menghubungi Om Joni Iskandar lewat akun FB seperti yang sudah dicantumkan di atas. Berangkaaaat…!!!

kaos mancing, kaos mancing mania, kaos mancing mania lengan panjang, kaos shimano, kaos mancing shimano, baju mancing, baju mancing mania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *