ikan arwana super red

Mau mancing ikan arwana super red ? Sambangi Danau Sentarum!

Mau merasakan tarikan predator monster berukuran besar? Di Indonesia masih ada lho, di perairan tawar alami yang dihuni ikan-ikan berukuran besar. Tak percaya? Silahkan angler berkunjung ke Taman Nasional Danau Sentarum.

Taman Nasional Danau Sentarum atau disingkat dengan TNDS, merupakan danau konservasi terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 146.807 km2. Lokasinya terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di Kecamatan Batang Lapur, Pontianak, Kalimantan Barat.

TNDS ini memiliki ekosistem yang unik, karena danau nya bisa basah dan kering, tergantung pada musim yang berlangsung di wilayah tersebut.

Danau Sentarum (indonesia-tourism.com)
Danau Sentarum (indonesia-tourism.com)

Tak sedikit species ikan yang berjenis predator berkeliaran, sehingga angler akan dimanjakan saat menancang ikan di spot ini. Snakehead, Catfish, hingga Arwana Super Red, tumbuh subur di danau Sentarum, membuat setiap pemancing untuk mencoba merasakan sensasi tarikannya.

baca juga artikel Spot mancing ikan kerandang di Kalimantan Barat

Hery Baron – salah satu angler asal Pontianak, mengatakan bahwa Arwana Super Red – salah satu spesies ikan yang sangat langka di perairan Indonesia ini, selalu menjadi target angler yang datang ke danau Sentarum. Namun, dari sekian banyak angler yg mancing di danau ini, baru satu orang saja yang bisa strike ikan tersebut.

“Namanya Mr. Robert, asal Amerika Serikat yang berhasil nancang Arwana Super Red itu,” sebut Hery. Ia pun melanjutkan, bahwa beliau orang pertama yg beruntung menaikan Arwana Super Red dengan menggunakan teknik casting dengan umpan spoon.

Kabar ini sempat mengejutkan setiap penggila mancing, saat mengetahui banyak tumbuh suburnya ikan berukuran monster, yang akhirnya informasi ini sampai ke telinga pemancing domestik hingga mancanegara.

Angler pun silih berganti berdatangan untuk mencoba peruntungan mencari ikan di danau Sentarum. Tak ayal, spot ini sering di kunjungi oleh angler dari luar negeri. “Pemancing yang berasal dari Italia, Malaysia, Singapura, hingga Inggris dan Amerika Serikat banyak yang berkunjung kesini Om,” ujar Hery.

baca artikel Seruu…! Mancing ikan Wallego Leeri di Jantung Kalimantan

Ia pun sempat memberi saran, jika angler berhasrat mancing di danau Sentarum, sebaiknya melakukan persiapan yang detil dan mempelajari jalur-jalur yang akan dilewatinya, agar perjalanan pun menjadi aman.Danau Sentarum saat kondisi kering (Dok. Hery Baron)

Danau Sentarum saat kondisi kering (Dok. Hery Baron)Mancing di danau Sentarum ini, tak selalu ikan Arwana Super Red saja yang menjadi targetnya.  Banyak pula iwak lain yang berjenis predator bisa didapatkan oleh setiap pemancing, seperti ikan yang berjenis Snake Head. Hery, yang sekali dalam sebulan berkunjung ke danau Sentarum ini, sempat strike ikan Peang, Toman dan Kerandang.

“Sebenarnya, target saya selalu tertuju pada Arwana Super Red, tetapi hingga saat ini saya belum beruntung,” ujarnya. Namun, selama mancing di spot ini, ia berhasil mencapai rekor strike hingga enam puluh delapan kali, dengan berbagai macam jenis ikan. “Terakhir saya sempat strike ikan Emperor Snake Head dan Toman,” sebutnya.

Ikan Emperor Snakehead 1,6 kg (Dok.Hery Baron)
Om Hery saat strike Ikan Giant Toman seberat 4,3 kg (Dok. Hery Baron)

Beragam jenis tackle serta lure, bisa digunakan untuk mancing di danau Sentarum ini. “Spinnerbait, Buzzbait, Minnow, Crank, Popper, Jump hingga Soft Frog, bisa dipakai di danau ini,” sebut Hery. Namun, saat strike ikan Emperor dan Toman, Hery menggunakan satu set  baitcasting dan joran yang berukuran 10 hingga 20 lbs. “Bisa juga pakai PE 1,5 dan 20 lb. tapi kalau mau aman seperti yang saya pakai, ukurannya 45 lb, karena ikan semacam ini tarikannya sadis,” ucapnya.

Ia menyarankan, angler jangan memaksakan untuk menggunakan perlengkapan berjenis metal jig dan popper 100 gram, karena tak cocok dengan perairannya. “Menurut saya kurang pas, kalau pakai yang berjenis itu, karena spesies ikannya hidup di danau” katanya lagi. Sementara itu, teknik Casting, Fly Fishing, Dasaran hingga Trolling bisa digunakan angler saat mancing di danau ini. “Silahkan memilih mana teknik yang kita suka dan menyesuaikan dengan apa yang kita targetkan,” ujar Hery lagi.

Cuaca terbaik untuk mancing di danau ini biasanya menjelang akhir musim hujan, atau saat memasuki awal musim kemarau. Hal ini dikarenakan angler masih bisa menggunakan transportasi air, semacam perahu atau speedboat untuk mempersingkat waktu tempuhnya. “Kalau sudah masuk pertengahan kemarau, perjalanannya makin jauh, karena kita harus mengitari danau dengan menggunakan sepeda motor, sangat melelahkan,” kata Hery.

Om Hery saat strike Ikan Toman seberat 4,3 kg (Dok. Hery Baron)
Ikan Emperor Snakehead 1,6 kg (Dok.Hery Baron)

Untuk menuju ke kawasan danau Sentarum, angler bisa menggunakan tiga jalur berbeda, via Semitau, Jongkong atau Lanjak. Beberapa pilihan transportasi umum pun dapat ditempuh. Dari Pontianak kita dapat memilih bis atau travel dengan rute Pontianak – Semitau, Pontianak – Jongkong, atau Pontianak – Putussibau – Lanjak.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan menggunakan transportasi sungai menuju kawasan danau. Sesampainya di Semitau atau Jongkong, kita dapat memilih transportasi Sungai dengan rute Semitau – Lanjak, Jongkong – Lanjak serta Jongkong – Pulau Majang. Angler tinggal meminta berhenti disekitar desa yang lokasinya berada di sepanjang jalur perjalanan menuju danau ini.

Apabila ingin melakukan perjalanan via jalur udara, angler dapat memilih penerbangan Pontianak – Sintang yang memakan waktu sekira 45 menit, dengan perkiraan biaya 800 hingga 1 juta Rupiah. Perjalanan pun dilanjutkan dengan menggunakan travel menuju Semitau atau Jongkong, yang memakan waktu 4 hingga 6 jam dengan ongkos sekira 200 ribu Rupiah. Untuk sampai di danau, angler harus melalui sungai dengan menggunakan perahu.

Selain itu, angler pun bisa menggunakan jalur udara Pontianak – Putussibau dengan waktu tempuh sekira 1 jam, dengan biaya yang tak jauh berbeda. Angler pun melanjutkan perjalanan darat Putussibau – Lanjak serta disambung dengan menggunakan transportasi umum di Kecamatan Lanjak – Semitau dan berhenti di salah satu desa yang ada.

Di TNDS kita disuguhi pemandangan alam yang mempesona. Dengan keanekaragaman flora dan fauna, sejarah, budaya penduduk lokal membuat TNDS menjadi sebuah lokasi yang sangat layak untuk dikunjungi oleh angler domestik maupun mancanegara. Namun kita jangan berharap akan memperoleh fasilitas lengkap di TNDS, karena hanya terdapat rumah-rumah penduduk tanpa aliran listrik. “Kita akan benar-benar menyatu dengan alam di sekitarnya,” sebut Heri.

Penasaran dengan spot mancing di danau Sentarum? Yuuk..kita trip kesini. Informasi lebih lanjut, angler bisa langsung menghubungi Hery Baron via akun Facebook nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *