Ikan langka berjuluk Si Raja Muara (dok.pribadi)

Ingin menjajal tarikan monster black bass? Sambangi spot mancing Pulau Tello di Nias

Bisa mengunjungi spot mancing terbaik, tentunya menjadi harapan setiap angler. Apalagi jika ikan yang menjadi targetnya sangat langka dan sulit ditemukan, seperti Black Bass. Untuk strike ikan Kakap Hitam ini, angler wajib bertandang ke pulau Tello, yang berlokasi di Nias Selatan.

Panorama pemancingan di pulau yang luas wilayahnya 18 km ini, sangatlah menarik. Lokasi mancing dapat dilakukan di beberapa anak sungai yang arusnya tenang serta bersih. Di sepanjang pinggiran sungai tersebut juga, rimbun dengan hutan bakau yang berumur puluhan tahun. “Suasana hening serta hutan yang memiliki pepohonan yang lebat, membuat kita bersemangat untuk berburu ikan,” ujar Eco Suhendra Lubis, angler asal Medan.

Spot mancing di pulau Tello (dok.pribadi)
Spot mancing di pulau Tello (dok.pribadi)

“tak ada satupun penduduk yang bermukim disepanjang pinggiran sungai yang ada disana,” ucapnya. Kondisi inilah yang membuat ekosistem terjaga, dan angler betah untuk berlama-lama saat memancing.

Beragam jenis ikan yang berkembang biak secara alami di perairan pulau Tello. Iwak yang berukuran besar semacam Tail Bass, Tengar, Kerapu, GT, Todak, hingga Sumpit banyak berkeliaran. “Tapi yang paling dicari dan menjadi idaman para pemancing, tentunya Black Bass,” sebut Eco. Menurutnya, ikan memiliki julukan si Raja Muara ini sangat sulit didapatkan, karena hanya hidup di spot-spot tertentu saja.

Selain itu, ikan yang memiliki sebutan lainnya Bale Raja atau Tembiring ini, lamban dalam hal berkembang biak. Guna menjamin kelestarian ikan langka ini, angler yang berkunjung ke pulau Tello harus menggunakan sistem Catch and Release. “Kalau pemancing strike ikan Black Bass, harus langsung dikembalikan lagi ke air,” ujar pria yang rajin menyambangi pulau ini.

Catch and Release demi kelestarian ikan Black Bass (dok.pribadi)
Catch and Release demi kelestarian ikan Black Bass (dok.pribadi)

Pulau Tello merupakan gugusan kepulauan di Nias Selatan. Pulau ini merupakan Ibukota Kecamatan dari pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Secara administratif, pulau ini masuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Untuk mencapai daratan yang berpenduduk 8000 jiwa ini, bisa menggunakan tiga jalur alternatif, dari kota Padang, Sibolga dan Gunung Sitoli. Tersedia pesawat terbang di seluruh lokasi tersebut, dengan tarif tiket di angka 300 ribuan per sekali perjalanan dan waktu tempuhnya sekira 45 menit. Hanya saja, karena penerbangan menggunakan pesawat perintis, kapasitas penumpang pun dibatasi sebanyak 12 orang saja. Perjalanan angler pun dilanjutkan dengan menggunakan Speed Boat selama 1 jam, hingga akhirnya mendarat di spot Black Bass.

Ikan langka berjuluk Si Raja Muara (dok.pribadi)
Ikan langka berjuluk Si Raja Muara (dok.pribadi)

 

Air tawar menjadi habitatnya (dok.pribadi)
Air tawar menjadi habitatnya (dok.pribadi)

Ketika ingin menciptakan strike ikan yang tergolong dalam kelompok ikan Manggrove Jack ini, joran yang berukuran 55 hingga 68 lbs, dengan panjang antara 150-200 cm efektif digunakan. Hal ini memudahkan angler, saat aktifitas memancing dilakukan, karena di area spot pemancingan pulau Tello, banyak terdapat ranting-ranting pohon bakau yang menjulur hingga ke bawah.

Eco menyarankan, jika ranting pohon bakau ini dekat ke anak sungai, sebaiknya gunakan joran yang pendek. Jika tidak, maka menggunakan rod yang panjang sangat dianjurkan sekali. “Bisa mendukung umpan yang kita lemparkan menjadi jauh,” lanjutnya.

Sementara reel spinning berukuran 4000 hingga 5000, juga cocok dipakai. Namun, ada pula sebagian angler yang menggunakan reel baitcasting dengan ukuran yang tentunya lebih besar. “Agar benang PE bisa banyak masuk ke dalam spool, yang didukung oleh drag dan gear rasio yang bagus, ada baiknya pula kita gunakan PE 4 atau 5 dengan Leader berukuran 50 – 80 lb,” jelas Eco, yang biasa menggunakan teknik casting saat mancing Black Bass.

Memasuki bulan Februari hingga Juni, Saat curah hujan tak lagi tinggi hingga – memasuki musim kemarau, menjadi waktu yang tepat untuk memancing ikan ini.

Berdasarkan pengalaman Eco, ikan predator yang hidup di air payau atau tawar ini selalu aktif mencari mangsa, saat kondisi laut sedang pasang. “Banyak ikan-ikan kecil yang masuk ke dalam aliran sungai, yang akhirnya menjadi santapan Black Bass,” jelasnya.

Keindahan alam saat sunset (dok.pribadi)

Keindahan alam saat sunset (dok.pribadi)

Disarankan untuk membawa perbekalan yang memadai, ketika angler berkunjung ke spot di pulau yang banyak terdapat ikan berjenis predator tersebut. Angler pun bisa memilih dua jenis trip casting di pulau ini. Pertama, menginap semalam di pulau Tello, atau di lokasi spot pemancingan nya.

Ingin mencoba sensasi strike disini? Untuk informasi detil spot mancing di pulau Tello, angler bisa langsung menghubungi Eco Suhendra Lubis via akun Facebook nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *