Spot mancing terbaik di Jambi ; Pulau Berhala

Spot mancing terbaik di Jambi ; Pulau Berhala

Hingga saat ini, tak sedikit angler yang belum mengetahui spot-spot pemancingan indah yang tersebar di pulau Sumatera. Sejauh yang kami amati, ada begitu banyak lokasi yang layak dikunjungi, dan potensial dengan beragam jenis ikan di perairannya. Salah satunya adalah spot mancing Pulau Berhala, di Provinsi Jambi.

Pulau yang memiliki perairan seluas 2,5 km persegi ini, mempu memanjakan pecinta mancing. Lewat kondisi karang alami, Pulau Berhala dihuni oleh monster-monster predator. Selain itu – layaknya akuarium, kita mudah untuk memandang ikan-ikan yang berkeliaran.

Panorama pulau berhala (4.bp.blogspot.com)
Panorama pulau berhala (4.bp.blogspot.com)

Ade Ismanto, salah seorang angler yang menetap di kota Jambi mengatakan, lebih dari sepuluh spot pemancingan yang tersedia di pulau Berhala ini. Spot Kapal Patah, Serak hingga Kapal Tenggelam menjadi tujuan favorit angler, terutama yang menetap di pulau Sumatera. “Hamparan pasir putih dan gugusan bebatuan yang ada disini, menjadi surganya para pemancing,” ujarnya.

Menurut Ade Ucox, sapaan akrabnya, spot Kapal Tenggelam patut dicoba, terutama yang berasal dari luar pulau Sumatera. Lokasi pemancingan ini memang sangat unik, karena kegiatan menancang ikan, dilakukan di atas kapal yang sebagian badannya karam. Kondisi ini, tentunya meningkatkan adrenalin setiap angler yang senang akan casting ikan, karena di lakukan di spot yang tak lazim. “Kita harus waspada kalau ada badai aja sih. Apalagi ngga ada tempat berlindung,” terang Ketua Jambi Sport Fishing ini.

Spot kapal tenggelam (Dok.JSF)
Spot kapal tenggelam (Dok.JSF)

Namun, kekhawatiran angler akan cepat terobati ketika mencapai lokasi spot yang menyimpan berbagai jenis terumbu karang ini. Puluhan jenis ikan dengan ukuran monster berkeliaran hingga di dasar laut. “Kita bisa mancing ikan Kretang, GT, Cakalang hingga Barracuda,” ucap Ade. Selain itu, beberapa jenis ikan, seperti  Kakap, Tenggiri, Talang-Talang hingga Kerapu pun, mudah dijumpai.

Untuk memaksimalkan kegiatan mancing di air asin ini, ade pun menyarankan agar angler menggunakan peralatan yang memadai. “Biasa kita pakai joran 25-30 lbs, reel ukuran 4000-5000,” sebutnya. Untuk mendukung kinerja kedua alat tersebut, Ade pun memberi saran untuk menggunakan Line ukuran 3-5. “Kalau menurut saya kelengkapan mancing seperti ini, sudah pas ya..,” tambah pria asli Medan ini.

Ade ucok saat strike ikan GT (dok.JSF)
Ade ucok saat strike ikan GT (dok.JSF)

 

Menantang skill dan adrenalin (dok.JSF)
Menantang skill dan adrenalin (dok.JSF)

 

Kebersamaan komunitas jambi sport fishing (dok. JSF)
Kebersamaan komunitas jambi sport fishing (dok. JSF)

Sementara itu, teknik mancing casting, popping ataupun jigging menjadi pilihan setiap angler yang hobi memancing di spot kapal tenggelam ini.

Bulan Januari hingga Mei, menjadi musim terbaik untuk memancing di pulau ini, karena kondisi cuaca sangat mendukung. “Soalnya saat pertengahan hingga menjelang akhir tahun musim pancaroba dah mulai kelihatan bang..,” sebut Ade Ucok.

Pulau yang diambil dari nama Datuk Paduko Berhala, salah satu nama raja Jambi di masa lampau ini, masuk dalam wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pada awal dan akhir tahun, pantai di pulau ini menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Selain itu, pulau Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang indah.

Untuk mencapai pulau Berhala, hanya ada jalur darat yang bisa dilalui oleh angler. Dari kota Jambi angler memulai perjalanan dari terminal Alam Barajo atau Rawasari menuju Nipah Panjang sejauh 150 km, dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Sesampainya di Nipah Panjang, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speed boat dari Sungai Batanghari yang langsung menuju Pulau Berhala, dengan waktu tempuh sekira 45 menit.

Waktu tempuh yang panjang ini, akan tergantikan dengan keindahan alam di pulau Berhala. Angler akan dimanjakan oleh hamparan pasir putih, ombak yang tenang, air laut yang jernih serta batu-batu karang yang tersusun rapih. Di pulau ini disediakan pula tempat berkumpul (meeting point), penginapan serta warung makan. Namun, jika angler ingin lebih menikmati alam sekitar dan menghemat biaya, disarankan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup, serta membawa perlengkapan tidur, seperti Sleeping Bag.

Angler ingin mencoba spot yang unik ini? Langsung saja hubungi Ade Ucox via akun FB nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *