Trip Pangalaseang Tim Abugosok FC

Abugosok FC pesta tuna dogtooth di Pangalaseang

Coba angler bayangkan suasana di meja operasi, saat anggota tim medis menyelamatkan pasien kritis. Masing-masing kru medik, berkonsentrasi penuh pada tiap-tiap perannya. Dokter yang satu fokus menangani masalah organ , dokter lainnya full konsentrasi pada masalah anestesi. Sementara asisten dokter sibuk memberi assist.

Nah, sepertinya analogi ini cocok untuk mengibaratkan suasana, saat kesepuluh personel tim Abugosok FC, full fight melawan puluhan tuna dogtooth di perairan Pangalaseang, Kabupaten Donggala-Provinsi Sulawesi Tengah. Bedanya, jika di ruang operasi sarat ketegangan, sedangkan suasana mancing  ini riuh dengan gelak dan canda.

KM Berdikari II
KM Berdikari II
Peta perairan selat Makassar
Peta perairan selat Makassar
Tim Abugosok FC: Fredy Nursalim, Hendri Indra, Anjas Om Black, Heri Skatetrue, Wendy Khan, Taufik Tan, Awang Kurniawan, Hadi Hamzah, Herry Cuaca
Tim Abugosok FC: Fredy Nursalim, Hendri Indra, Anjas Om Black, Heri Skatetrue, Wendy Khan, Taufik Tan, Awang Kurniawan, Hadi Hamzah, Herry Cuaca

Nah, ketika itu kesepuluh angler asal Jakarta dan Bandung tersebut mengerahkan senenap kemampuannya di posisi masing-masing untuk mendaratkan ikan bergigi anjing itu, di geladak kapal yang mereka carter – KM Berdikari 2.

Peristiwa banjir dogtooth ini berlangsung saat malam gulita, tepatnya pada malam pertama – dari agenda 3 malam trip mancing  (23-25 Januari 2016). Menurut Heri Skatetrue – salah seorang personel Abugosok FC, dogtooth yang frenzy tersebut  punya size bervariasi. Mulai dari 7 hingga 25 kilogram, sukses dinaikkan.

“Wah tarikan tuna gigi anjing emang luar biasa. Malam itu saya berhasil landed 4 ekor doggy, dan yang paling berat 17 kilogram. Teman-teman yang lain juga sama sibuknya,” kenang Heri. “Beberapa kali juga hook up babon, tapi leadernya dibabat gigi dogtooth,” tambahnya

Hal senada diungkapkan Herry Cuaca, lewat saluran internet. “Tarikan doggy kuat sekali dan khas,” terang angler yang malam itu sukses mendaratkan 10 ekor dogtooth. “Umpan yang hook up, akan ditarik sampe ke dasar, dan  tanpa henti terus melawan sampai atas,” tambahnya.

Herry Saketrue
Herry Saketrue
Herry Cuaca
Herry Cuaca
Tarikan tuna dogtooth yang khas. metal jig ditarik hingga dasar, dan terus melawan hingga atas
Tarikan tuna dogtooth yang khas. Metal jig ditarik hingga dasar, dan terus melawan hingga atas

Akhirnya pesta doggy malam itu berakhir pukul 3 dinihari, saat air mulai pasang. Semua angler menyunggingkan senyum puas, dan tak lama mereka pun terlelap karena kelelahan yang sangat. Sementara mesin kapal mulai berderu, melanjutkan perjalanan menuju spot berikutnya; Pulau Pasoso. Total perolehan ikan di malam itu adalah sebanyak 3 setengah box ikan. Wuihh…!

Perairan Selat Makassar memang terkenal dengan dogtooth nya yang beringas dan rakus. Tidak hanya untuk pemancing dalam negeri saja, Pangalaseang juga kerap disambangi angler internasional untuk merasakan sensasi doggy.

Khusus untuk Abugosok FC, trip ini terasa lebih spesial, selain karena rindu dengan tarikan si gigi anjing, ekspedisi mancing ini juga sekaligus untuk merayakan ulang tahun Herry Cuaca.

Hadiah kejutan buat Herry cuaca; Kue ulang tahun berbentuk BH
Hadiah kejutan buat Herry cuaca; Kue ulang tahun berbentuk BH
Perayaan ulang tahun di Pulau Pasoso
Perayaan ulang tahun di Pulau Pasoso

Sesuai agenda rutin KM berdikari 2  yang dikomandani Taufik Samson, trip mancing dengan target dogtooth dilakukan selama 4 hari 3 malam. Malam pertama di perairan Pangalaseang, malam kedua di laut Pasoso, dan malam ketiga kembali berburu ikan di Pangalaseang. Sementara siang hari lebih banyak digunakan untuk mancing ringan dan beristirahat, sambil menikmati sajian lezat koki legendaris KM berdikari 2, Kang Jamal.

baju mancing, kaos mancing, kaos mancing mania, tshirt mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania lengan panjang, kaos mancing mania terbaru

Sekitar pukul 7 pagi kapal sudah merapat di Pulau Pasoso. Di daratan yang eksotis karena keindahan pantainya itu, Taufik Samson,telah menyiapkan kambing guling, sebagai menu utama dalam perayaan ulang tahun Herry Cuaca. Di hari itu, di pulau yang biasanya hanya ramai oleh hilir mudik penyu itu,  jadi riuh oleh senda gurau, dan ucapan selamat pada lelaki – yang lahir pada tanggal 6 Januari 1976 itu.

Menjelang sore semua angler kembali ke kapal, dan bersiap untuk kembali fight melawan si rakus doggy. Tapi sayang, tiupan angin kencang melanda seluruh kawasan. Gelombang meninggi, dan suhu air turun ke titik terendah. Akibatnya penghuni laut dalam ogah beraktifitas dan memilih ngendon di balik terumbu di dasar laut.

Kejadian yang sama kembali terulang di malam terakhir di Pangalaseang. Angin besar balik melanda perairan sedalam 100-150 meter itu. Berkali-kali metal jig diluncurkan, namun tak ada tanda-tanda sambaran sama sekali. Akhirnya rombongan memutuskan pulang menuju dermaga Pangalaseang untuk menyudahi ekspedisi ini.

Di siang hari, Tim Abugosok FC kembali menuju Palu, untuk melanjutkan penerbangan menuju Jakarta. Kesepuluh angler ini bersepakat untuk menyerahkan seluruh hasil tangkapan selama memancing pada panti asuhan Walisongo yang terletak di kota Palu.

“Kami  terharu dan bahagia bisa ikut memberi pada anak-anak yatim piatu,” tutur Heri Skatetrue ketika mengenang saat-saat di rumah sosial tersebut. Wah, ide memberi sumbangan berupa ikan ini  patut ditiru, biar mancing jadi berkah dan strike terus, he he…

Abugosok FC menyambangi Panti Asuhan Walisongo, untuk menyerahkan donasi ikan hasil mancing
Abugosok FC menyambangi Panti Asuhan Walisongo, untuk menyerahkan donasi ikan hasil mancing

Secara umum ekspedisi mancing tim Abugosok FC di perairan Selat Makassar boleh dibilang sukses. Kendati di malam kedua dan terakhir dilanda angin kencang, namun hasil strike di malam pertama memberi kesan mendalam pada semua personel angler.

Para personel Abugosok FC berfoto dengan kru KM Berdikari II
Para personel Abugosok FC berfoto dengan kru KM Berdikari II

Pimpinan rombongan – Herry Cuaca, mengaku puas dengan trip Pangalaseang, dan berharap bisa kembali merasakan sensasi dogtooth dalam waktu dekat. “Pasti kita ngulang lagi trip ini, dan harusnya ini jadi agenda tahunan, hehehe…,” ucap ayah dari 3 putra dan putri ini.

Nah, tertarik mencoba full fight seperti para personel Abugosok FC saat melawan beringasnya dogtooth? Segera meluncur ke Pangalaseang, dan rasakan perlawanan si doggy sambil menikmati layanan istimewa KM Berdikari 2. Berangkaaaaat…!!!

tonton video triple strike tuna dogtooth di bawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *