Asep Sandi saat strike monster GT di Plawangan Batu Gajah, Nusakambangan

Sarang monster predator; Plawangan Batu Gajah, Nusakambangan

Pamor Samudera Hindia sebagai satu dari sepuluh laut terdalam di dunia sepertinya tak akan habis dibahas. Bagaikan sebuah kota sangat besar yang menjanjikan kehidupan sejahtera pada tiap individunya, demikian juga dengan lautan ini. Gugusan karang yang masif dari palung terdalam hingga bibir pantai, menjadikan perairan  tersebut menyimpan multi bilyun potensi hayati.

Bagi penggemar sport fishing, perairan yang biasa dijuluki Laut Selatan ini adalah surganya mancing. Tak perlu jauh ketengah laut, karakter pantai yang curam  dan terjal oleh karangpun penuh oleh pemangsa air asin. Salah satu spot terbaik menancang landbase yang tak diragukan dengan populasi predator kelas kakapnya adalah spot Plawangan Batu Gajah, Pulau Nusakambangan.

Pulau Nusakambangan
Pulau Nusakambangan

Menurut Asep Sandi – angler asal Tasikmalaya, Jawa Barat, spot Plawangan Batu Gajah merupakan sebutan untuk beberapa area Rock fishing di tempat itu. “Spotnya ada sekitar lima, yaitu Batusarang, Cibayawak, Batu layar, Palawangan, dan Cikebo. Jaraknya masing-masing berdekatan, dan hampir semuanya spot bagus,” Ujar Asep.

Asep Sandi
Asep Sandi dan GT hasil strike tim MMC
Mang Ucu
Mang Ucu
Spot Plawangan Batu Gajah, Nusakambangan
Spot Plawangan Batu Gajah, Nusakambangan

Tim Mancing Mania Ciamis saat strike monster GT
Tim Mancing Mania Ciamis saat strike monster GT
Tim Mancing Mania Ciamis saat strike monster GT
Tim Mancing Mania Ciamis saat strike monster GT
Suasana di rumah Mang Ucu
Suasana di rumah Mang Ucu
Tim Mancing mania Ciamis berpose di Pulau Nusakambangan
Tim Mancing mania Ciamis berpose di Pulau Nusakambangan
Tim Mancing mania Ciamis berpose di Pulau Nusakambangan
Tim Mancing mania Ciamis berpose di Pulau Nusakambangan

Lokasi memancing yang berjarak hanya 10 km dari lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi – Nusakambangan ini, secara administratif berada dalam kawasan Desa Tambak Reja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Namun Asep – demikian Ia biasa dipanggil, menjelaskan bahwa untuk mencapai spot ini yang paling praktis adalah lewat jalur Kali Pucang, Ciamis, Jawa Barat.

“Dari Pusat kota Ciamis, kita dapat menempuh jalur arah Pantai Pangandaran. 20 kilometer sebelum Pangandaran, ada namanya Desa Palatar Agung, Kecamatan Kalipucang. Nah Kita menyeberang pakai perahu dari situ,” kata pria ramah ini menjelaskan. Ditambahlan pula, bahwa biaya untuk menyeberang sekitar Rp. 20.000, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Asep, bersama komunitasnya yakni Mancing Mania Ciamis (MMC) mengaku cukup sering berburu iwak di spot tersebut. Ia menjelaskan bahwa kita tak perlu risau soal akomodasi selama berada di pulau terluar, bagian selatan Indonesia ini. “Disana ada saung kepunyaan Mang Ucu. Kita bisa tidur disana, makan, dan mandi. Biayanya seikhlasnya,” Terang angler yang mulai menekuni sport fishing sejak 2 tahun lalu ini.

“Mang Ucu usianya sekitar 60-an. Dulunya Mang Ucu ini pemancing juga, tapi sudah menetap di Nusakambangan. Orangnya ramah, dan sebaiknya angler yang baru berkunjung minta ditemani mancing sama Mang Ucu, karena dia sudah hafal medan dan spot terbaik,” Tambah Asep.

Menurut Asep, spot Plawangan Batu gajah banyak dihuni GT, kuro, Mangrove Jack, Barramundi, dan ikan-ikan pemangsa lainnya. Karena perairan yang relatif terjaga dari pencemaran dan bom ikan,  iwak-iwak ini terus hadir tanpa mengenal musim. “Kapan saja ikannya banyak, dan saya jamin banyak babonnya sampai 20 kiloan keatas beratnya,” Kata Asep.

Namun memancing di spot ini punya kiat tersendiri. Bagi angler yang punya usaha toko alat-alat pancing ALT di Tasikmalaya tersebut – mengingat perairan berkarang dangkal, yang paling pas adalah menggunakan teknik popping. Untuk itu, Joran popping sepanjang 250 cm ke atas dinilai paling pas digunakan. Reel nya, bisa pakai ukuran 10000-20000, dengan line minimal PE 8 dan leader 200 lbs. Sementara umpannya bisa pilih popper atau stickbait dengan berat antara 80-150 gr.

“Begitu melempar lure, stel drag mati, jangan kasih kendor, karena bahaya kalau kendor, ikannya ngumpet di karang. Kalo kira-kira udah bisa kita kendalikan baru kendorin sedikit dragnya biar rod gak patah. Ini khususnya untuk ikan-ikan babon,” Tutur lelaki penghobi motor sport ini. “Perhatikan juga waktu retrieve, walaupun sudah dekat terus perhatkan, karena sering banget ikan nyamber waktu lure mau diangkat,” Tambahnya.

Namun tentunya beraktifitas dalam kegiatan rock fishing punya resiko yang cukup tinggi. Tidak hanya soal keamanan peralatan yang kita bawa, tapi yang jang jauh lebih utama adalah keselamatan jiwa. “Jangan mancing sendirian, harus ada temannya. Jadi bisa saling membantu dan saling mengawasi. Jangan lupa pakai sepatu boot, knee protector, dan sarung tangan,” Jelas Asep.

Demikian juga soal kondisi cuaca dan gelombang. Seperti kita tahu Samudera Hindia yang disebut sebagai kumpulan air terbesar ketiga di bumi, punya ombak dan gelombang yang tinggi. “Wah kalo lagi ngamuk parah. Bisa sampai 6 meter. Makanya sebelum berangkat perhatikan kondisi gelombang lewat pandangan mata di Kali Pucang, atau pantauan BMKG. Kalau udah mencapai 4 meter mendingan gak usah berangkat,” terang Asep.

Nah, buat angler yang sudah lama  tak merasakan sensasi tarikan predator Laut Selatan ukuran babon, tampaknya lokasi Plawangan Batu gajah layak dicoba. Seperti kata peribahasa tak ada nakhoda lahir dari lautan tenang, maka demikian juga ikan-ikan yang menjadi target dalam sport fishing. monster-monster pemangsa bertenaga beringas hanya ada di lautan ekstrem dan keras. Buat informasi detil silakan menghubungi  Asep Sandi lewat akun facebook seperti tercantum diatas.  Yuk, berangkaaaat!…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *