Ultra light setting, sensasi andrenaline tinggi saat hook up

Memancing ikan predator seberat 3 kilogram keatas dengan menggunakan tackle kelas medium – heavy, pastilah cocok. Karena memang demikianlah peruntukannya. Tenaga ikan pemangsa yang beringas akan mudah dikendalikan jika alat pancing yang digunakan punya kekuatan seimbang.

Namun akhir-akhir ini marak berkembang trend baru, yakni sport fishing menggunakan ultra light (UL) tackle. Penamaan ultra light merujuk pada setting tackle yang keseluruhannya menggunakan piranti yang ringan dan kecil. Targetnya tentu ikan-ikan kecil, namun sensasi luar biasa kuat dirasakan jika ikan monster yang hook up. Dari beberapa artikel yang dirangkum, teknik memancing ini mulai dipopulerkan di Jepang dan berkembang pesat di Eropa beberapa tahun lalu.

Piranti Ultra Light setting Piranti Ultra Light setting
Piranti Ultra Light setting

 

Tukul Waskito strike barramundi
Tukul Waskito strike ikan kuro / senangin

 

Komunitas Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring
Komunitas Indonesia Soft Plastic and Ultra Light Luring

 

Sensasi dirasakan ketika strike ikan cukup besar
Sensasi dirasakan ketika strike ikan cukup besar

 

Strike ikan payus menggunakan ultra light
Strike ikan payus menggunakan ultra light

Tukul Waskito, salah seorang penggiat komunitas yang menaungi para pemancing UL – Indonesia Soft Plastic dan Ultra Light Luring (ISPULL), mengungkapkan bahwa setahun belakangan animo angler untuk mencoba atau bahkan serius menekuni UL fishing cukup tinggi. ISPULL –  komunitas yang terbentuk lewat jejaring facebook itu, kini punya anggota tak kurang daru 3700 orang.

Memancing dengan ultra light tackle boleh dibilang ada di tingkatan advance. Pasalnya, dengan joran yang sangat lentur, juga line dan reel yang kecil, seorang angler diharuskan punya kemampuan ekstra dalam mengendalikan alat pancing sekaligus ikannya, khususnya ketika sudah hook up.

“Adrenaline tinggi rasanya jika strike, apalagi kalau dapat babon,” ujar Tukul.

“Tantangannya adalah bagaimana mendaratkan ikan tanpa membuat line putus, atau joran menjadi patah,” katanya menambahkan.

Setting tackle ultra light punya spesifikasi tersendiri. Idealnya rod punya kekuatan maksimal 6 lbs, dengan panjang minimal 1,8 meter. Sementara untuk reel-nya menggunakan 500-1000. Line bisa menggunakan tipe braided maupun mono dengan kekuatan 6 lbs. Diupayakan, line ini punya diameter 0,08 mm, maksudnya agar tak punya beban lebih saat cast. Untuk leadernya, cocok menggunakan 8-12 lbs jenis fluoro carbon, atau jika ada potensi ikan bergigi tajam seperti baramundi atau barakuda, dapat diantisipasi menggunakan leader berkekuatan 20 lbs. Buat lure-nya pastikan tak lebih berat dari 7 gram.

Memancing dengan UL setting bisa diterapkan dalam berbagai teknik memancing, baik untuk perairan laut atau darat. “ Yang paling mudah mancing di tengah laut, tapi tantangan akan bertambah jika mancing di karang-karang, tambak atau danau yang banyak tumbuhannya,” sahut angler yang mulai memancing sejak kecil tersebut.

“Jangan sampai ikan ngumpet di bawah karang atau tumbuhan, kita harus kendalikan. Di situ asyiknya,” tambah Tukul.

Ingin dapat pengalaman baru sport fishing? Yuk kita jajal Ultra light setting!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*