Gabus hasil strike di spot tambak Raci

Raci, legenda spot mancing predator di Jawa Timur

Wilayah pesisir Jawa Timur yang membentang sepanjang lebih dari 2128 kilometer memang sungguh kaya dengan potensi hayatinya. Tak heran bila area tepi laut yang dilingkupi oleh perairan di pesisir selatan, pesisir timur, dan utara tersebut punya keanekaragaman ikan yang lebih kaya dibanding teritori lain di pulau Jawa. Spot mancing tambak Raci di Kota Pasuruan adalah salah satu buktinya. Gelanggang ini dikenal subur dengan aneka ikan predator, dan kini jadi lokasi sport fishing favorit bagi banyak angler di Jawa Timur.

Spot mancing Raci yang punya luas sekitar 10 km2 tersebut berada di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kotamadya Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Dari pusat Kota Pasuruan, jaraknya hanya sekitar 7 km kearah Kecamatan Bangil. Patokannya adalah areal Pasuruan Industrial (PIR), yang berseberangan dengan desa Raci. Dari jalan raya menuju kawasan tambak hanya berjarak sekitar 500 meter.

Citra satelit menunjukkan areal tambak di desa Raci
Citra satelit menunjukkan areal tambak di desa Raci

 

Tambak Raci
Tambak Raci

Spot mancing yang berlokasi di wilayah yang dulunya adalah kota pelabuhan kuno itu punya keunikan tersendiri. Pasalnya, area yang berdekatan dengan laut dan juga muara tersebut menjadikan tambak-tambak ini punya sumber air berbeda; tawar dan payau. Akibatnya, ikan-ikan predator nya pun jadi bervariasi. Gabus, barramundi, payus, dan kerong-kerong (jenaha) membiak dengan subur.

Tunggul Prakoso, yang di facebook.com menggunakan akun Tan Po Liang, salah satu perintis mancing casting di tambak Raci menuturkan bahwa awalnya angler tidak diperbolehkan memancing di kawasan tersebut dikarenakan pemilik tambak tak ingin ikan nila, udang atau bandeng yang dibudidayakan jadi obyek pancing.

“Setelah dilakukan pendekatan dan dijelaskan bahwa memancing casting hanya menargetkan ikan predator yang memangsa peliharaan mereka, akhirnya diizinkan, bahkan pemilik tambak senang jika castinger memancing di  balong tersebut,” kata Tunggul Prakoso melalui telepun.

Hingga saat ini, Tunggul dan kawan-kawan yang tergabung dalam perkumpulan memancing Mekitik Frog, dipercaya dan memperoleh izin memancing di kawasan tersebut.

Menurutnya, waktu terbaik memancing di tambak Raci adalah pada pertengahan musim hujan dan pertengahan musim kemarau. Yaitu sekitar bulan Maret dan Oktober. “Waktu yang kurang baik yaitu pada awal musim hujan, karena air menjadi asam dan suhunya turun,” tutur lelaki yang mengembangkan produksi  jump frog bermerk Mekitik tersebut.

“Jika waktunya oke, cukup seru mancing di sini. Saya pernah dapat gabus ukuran 4 kilo,” kata Tunggul.

Bahkan menurut salah satu artikel yang mengulas tentang keunggulan spot Raci, seorang angler sempat strike 22 ekor gabus dalam sekali trip.

Dalam kesempatan lainnya, seorang lady angler, Kimbum Kimberly, sukses strike ikan gabus sebanyak 12 ekor dalam sekali trip. Suburnya lokasi ini dengan ikan predator telah menjadikan lokasi ini melegenda di kawasan Jawa Timur.

Tan Po Liang strike ikan payus, erong-erong, dan ikan laosan
Tunggul Prakoso strike ikan payus, erong-erong, dan ikan laosan

 

Hasil strike ikan gabus
Hasil strike ikan gabus di tambak Raci

 

Hasil strike ikan gabus di tambak Raci
Hasil strike ikan gabus di tambak Raci

 

Om Gogon Koplak strike belasan ekor gabus dalam sekali trip
Om Gogon Koplak strike belasan ekor gabus dalam sekali trip

Namun memancing predator di tambak Raci sedikit berbeda dengan daerah lain. Karakter tambak yang banyak ditumbuhi ganggang membuat angler hanya punya satu pilihan lure, yakni jenis top water. “Bisa soft frog, jump frog, atau tipe umpan propeller,” ucap pria asal madiun itu.

“Kami mengembangkan teknik casting yang diberi nama japan style, yaitu teknik casting dengan retrieve sangat pelan dan banyak memainkan ujung joran. Tujuannya agar umpan yang digunakan semirip mungkin gerakannya dengan mangsa asli predator,” tutur Tunggul.

Menurut pemancing senior ini, jika ikan agak malas menyambar, coba untuk melepas skirt atau memotongnya hingga tersisa 1 atau 1,5 cm. Menurutnya, tips ini seringkali efektif untuk menciptakan strike.

Soal joran, Tunggul menyarankan penggunaan rod medium ukuran 180-210 cm, dengan kekuatan 14-17 lbs. Sementara PE cocok dengan ukuran 0,8-2 lbs. “Ini cukup efektif dan pas  untuk spot Raci, karena ukuran tambak yang bervariasi,” katanya.

Buat angler yang punya kerinduan strike ikan-ikan predator seperti gabus – sekaligus kangen tarikan iwak pemangsa laut seperti barramundi, kerong-kerong, laosan, ataupun payus, bisa mencoba mengunjungi tambak Raci. Jika ingin informasi lebih detil, angler bisa menghubungi sahabat pemancing kita, Tunggul Prakoso lewat akun facebook Tan Po Liang seperti dicantumkan di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *