Indonesia Fishing Tackle 2016

Indonesia Fishing Tackle 2016 berakhir

Indonesia Fishing Tackle 2016 berakhir sudah. Lebih dari 3000 orang berkunjung dan berbelanja di pameran industri mancing terbesar di Indonesia tersebut. Lewat tema “Ayo Mancing”, gelaran ini dimaksudkan untuk mengajak orang awam agar turut merasakan keseruan memancing. Itulah pula alasannya mengapa IFTE 2016 dihelat di salah satu mall paling ramai di Jakarta tersebut.

Berbagai komunitas memancing asal Jakarta maupun dari daerah ikut tumplek bersilaturahmi di ajang pameran yang keempatkalinya diadakan tersebut. 100% nyobok, KAMI FC, Sejati, Jak Angler, Garnus, Ladies Angler, dan banyak komunitas lainnya bersatu dalam renyahnya temu dan canda – satu hal langka yang dapat ditemukan dalam keseharian.

Peralatan uji alat pancing
Peralatan uji alat pancing
Stand IFTE 2016
Stand IFTE 2016
Aneka produk PE
Aneka produk PE
Peralatan uji alat pancing
Steven Chow ditodong foto bareng
Peralatan mancing jadul
Lomba Inovasi

 

Alat pancing jadul
Alat pancing jadul

 

spotmancing.com ikut berbagi hadiah
spotmancing.com ikut berbagi hadiah

Banyak hal baru yang dihadirkan di pameran yang diselenggarakan di area Piazza – Mall Gandaria City,  Kebayoran, Jakarta Selatan tersebut. Mulai dari ditempatkannya beragam peralatan uji joran dan PE, hingga hadirnya pelaku usaha mikro kecil menengah seperti Mekitik Lure dari Pauruan Jawa Timur – turut memberikan nilai tambah di ajang yang di helat dari tanggal 15-18 September ini.

Talkshow pun berlangsung hangat. Belasan narasumber didatangkan dari kota Jakarta maupun  daerah, guna memberikan wawasan baru bagi angler secara umum. Maguro Fishing Team misalnya, menghadirkan Aliandi Harisetiawan – asal Jawa Timur, yang memperkenalkan spot rumpon Sendang Biru Malang untuk salt water, dan juga Randhika dan Il Diavolo Rosso asal Purwokerto yang berbagi soal spot hampala.

Ada juga diskusi tentang mancing nyobok, yang dibawakan oleh Nunu Nugraha – asal komunitas 100% Nyobok. Ladies angler tersebut menjabarkan secara detil tentang teknik dan juga program – program yang sudah dilaksanakan oleh komunitas nyobok terbesar yang berpusat di Solo itu. Secara umum, acara yang dipandu oleh Om Black tersebut, dirasakan cukup seru di setiap sesinya.

Di sisi produk, reel elektrik pun jadi sorotan. Barang yang baru diperkenalkan tersebut cukup menarik perhatian pengunjung. Lim Ee Tat – perwakilan Shimano asal Singapore menjabarkan bahwa produk bernama Shimano Beast Master tersebut diciptakan guna memudahkan angler saat strike – khususnya untuk laut dengan kedalaman ratusan hingga ribuan meter.

Selain itu, stand Relix Nusantara juga tak kalah dipadati angler yang ingin berbelanja atau mencoba kekuatan senar. Lewat penjelasan Amin Maulani yang berperan sebagai Ambassadornya, Relix mempromosikan produk unggulannya yaitu senar jenis PE Relix Fantastic, yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan dalam pameran industri pancing di China, sebagai most popular dan best product.

Selama 4 hari penyelenggaraan pameran, panitia tak henti berbagi hadiah. Tiap stand menyumbang produk untuk memeriahkan acara sekaligus berpromosi. spotmancing.com tak ketinggalan turut serta berbagi cendera mata bagi pengunjung yang beruntung. Hadiah grand price berupa Shimano Stella 4000 jatuh pada Sdr. Imam – angler asal kota Depok

Di even ini digelar juga aneka lomba seperti aneka alat pancing jaman dulu, modif keren, dan juga ide kreatif. Lewat ketua dewan juri, yaitu Bapak Achmadi Lungan dari Forcasi, diumumkan keluar sebagai juara pertama adalah Sdr. Geri, untuk kategori alat mancing jadul, Steven Chow, sebagai juara pertama kategori modif keren, dan untuk kategori ide kreatif juga dimenangkan oleh Steven Chow. Secara umum, beberapa lomba ini, hadiahnya diborong oleh Steven Chow dan Tam Po Liang dari Pasuruan.

IFTE 2016  ditutup pada pukul 21.00. Ditandai dengan hadirnya Rivai Susanto – ketua penyelenggara yang memberikan closing speech, kemeriahan pun usai sudah. Wanto, seorang pengunjung asal Kebayoran Lama – Jakarta, cukup mengapreasiasi acara ini. “Yah, saya tidak ngerti mancing. Tapi kalo lihat pameran begini, jadi pengen nyoba mancing juga,” ujar Wanto yang datang bersama anak dan istrinya.

“Mewakili seluruh panitia penyelenggara, kami mengucapkan banyak terimakasih. Tanpa anda semua, pameran tak akan terlaksana,” ujar Rivai Susanto menutup acara, disambut riuhnya tepukan tangan pengunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *