Ikan monster laut pinggiran Jogja masih menjanjikan. Ini spot favorit spotmancing.com…

Banyak pemancing dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang harus pergi ke luar provinsi hanya untuk mengejar ikan-ikan monster alias ikan-ikan gede. Kalaupun masih di perairan Jawa Tengah atau Jogja biasanya mereka harus naik kapal mancing ikan tuna atau kapal besar lainnya untuk menjangkau perairan yang jauh di seberang sana, belasan atau bahkan puluhan mil jauhnya. Padahal ikan-ikan besar masih banyak bertebaran di spot-spot pinggiran. Masalahnya, para angler masih kesulitan menemukan spot impian di mana ikan-ikan besar masih besemayam.

Nah, sebenarnya, sukses strike ikan gede masih bisa banyak kita rasakan di perairan Laut Selatan Jateng dan Jogja. Sukses trip ini di kawasan itu sudah beberapa kali tim spotmancing.com rasakan. Terakhir kali adalah dalam trip dua hari pada tanggal 21 dan 22 Juni 2016 yang saya lakukan bersama Om Heri Skatetrue dan Om Mus Yen.

Pada hari pertama, tim spotmancing.com yang mancing hanya saya bersama Om Heri Skatetrue karena Om Mus Yen mengaku KO setelah menempuh perjalanan dari Bandung bersama Om Heri. Jadilah dia hanya tidur di penginapan.

Trip hari pertama ini kami lakukan mulai sekitar jam 14.00 WIB. “Kita sorean saja Om agar tidak mengganggu puasa,” kata Om Heri. Jadilah trip ini trip ngabuburit…

Om Wahyu Samudra, guide trip yang memesankan kapal dan keperluan mancing model trabasan ini, belakangan mengaku sebenarnya dia pesimistis kalau saya dan Om Heri akan sukses mendapatkan strike ikan yang diharapkan. Sebab, kondisi angin dan gelombang Laut Selatan sedang susah diprediksi. Namun alhamdulillah, hari itu kondisi laut sangat kondusif. Ombak bergelombang dengan tenang, sementara angin hanya berembus sepoi-sepoi yang sangat ideal untuk aktivitas mancing.

Untuk diketahui saja, Om Wahyu yang biasa disapa Yudi, adalah langganan saya untuk mencarikan kapal dan keperluan mancing model trabasan. (Baca selengkapnya mengenai hal itu di artikel Mancing di laut Jogja juga bisa pakai kapal fiber “trabasan”)

Singkat kata, dengan start dimulai dari Pantai Krakal, saya dan Om Heri segera menuju spot-spot di mana saya pernah mendapatkan sukses strike ikan besar. Spot pertama yang saya tuju adalah spot yang biasa disebut Ngumbul. Dinamai Ngumbul karena tempat ini adalah tempat di mana air sungai bawah tanah bermuara di laut dan benar-benar melalui bawah tanah. Tak mengherankan kalau di lokasi ini air tawar menggelegak muncul di tengah laut.

Spot Ngumbul adalah spot favorit di mana di tempat ini sebelumnya, saya pernah strike ikan tengiri dan giant trevelly (GT). Namun sore itu, spun yang saya cast di lokasi ini tidak mendapat sambaran. Akhirnya saya bergerak ke timur ke wilayah perairan Wedi Ombo tepatnya di sebelah timur “mulut” teluk, yang selama ini dikenal dengan nama Bonang.

Awalnya, kami hanya mendapatkan sambaran dua ekor ikan karas (kacangan), kerapu dan baby GT. Namun tak lama kemudian monster yang kami harapkan menyentak keras joran saya. “GT gede,” pikir saya. Nah, setelah bertarung hampir sekitar 30 menit, landed-lah ikan itu. Ya, seekor babon GT berhasil kita angkat.

Foto-foto

Singkat cerita, mama GT adalah strike terakhir trip[ hari pertama. Seandainya kondisi tubuh kami masih fit, bisa saja trip kami teruskan dan saya yakin mama-mama GT lainnta masih menunggu lemparan umpan-umpan kami.

Kami harus mengalah

Trip hari kedua, kapal trabasan yang kami sewa terisi 6 orang, yakni saya, Om Heri, Om Mus Yen, Om Wahyu Samudra (Yudi), tekong kapal dan satu ABK.

Trip hari kedua kami masih menempuh rute trip hari pertama, yakni Ngumbul dan Bonang. Entah karena kami berangkat kepagian atau karena tidak sabaran saja, uncal-uncal spun di Ngumbul tidak mendapatkan sambutan. Maka kami pun bergerak ke timur ke arah Bonang. Bagaimana kondisi Bonang? Ya, landedlah ikan karas 3 ekor disusul naiknya GT sekitar 6-7 kiloan. Ketika kami sedang asyik eksplore spot, ealah datanglah penebar jaring di lokasi itu. Meski jaring yang ditebar adalah jaring apung tetapi sangat mengganggu konsentrasi mancing kami.

Dalam cuaca yang agak mendung, kami pun memutuskan untuk bergerak lagi kembali ke barat, dengan tujuan pulang sambil mencoba uncal-uncal spun lagi di Ngumbul. Nah, di sinilah cerita mulai seru…

Setelah uncal-uncal beberapa kali, saya rasakan joran menyentak pertanda ada sambaran ikan. Lolos. Lempar lagi, retrieve (gulung senar) agak kencang, disambar lagi…lolos. Dan setelah sekali lagi ikan berhasil meloloskan diri, pada uncalan berikutnya… ngek!! Sentakan berat disusul perlawanan kuat ikan saya rasakan. Saya pun mulai mengolah joran dan ril…wow tiba-tiba los… ikan lepas. Segera saya retrieve kencang, spun pun disambar lagi… setelah ngos-ngosan beberapa lama, landed-lah GT sekitar 8 kiloan.

Dan luar biasa cerita berikutnya… sebab berkali-kali spun kami (saya, Om Heri dan Om Mus Yen) disambar ikan berkali-kali dan terus berulang setiap setelah terjadi hook up (ikan terkait) eh lolos, begitu kita retreive kencang, spun disambar lagi…dan berkali-kali hal itu terjadi dan berkali-kali pula kami harus kehilangan spun.. Loh kenapa?

Untuk diketahui saja, lokasi Ngumbul yang hanya sedalam sekitar 10 meter itu dasarannya banyak rintangan, baik berupa tambang-tambang bekas jaring, jaring rusak dan juga tubiran karang. Jadi kalau kita terlena dan terlambat menghajar serta membetot ikan, maka ikan akan segera berlari ke arah rintangan-rintangan itu. Hal terbanyak yang kami rasakan adalah selalu saja ikan itu berusaha meronta dan masuk ke semacam lubang di dasar laut. Di sinilah berkali-kali leader kami putus dan ikan pun meloloskan diri. Tak mengherankan kalau akhirnya di lokasi itu kita hanya berhasil menambah seekor GT hasil strike Om Heri Skatetrue. Sementara Om Mus Yen dan Om Wahyu harus puas dengan putusnya beberapa kali senar atau leader yang mereka pasang.

“Gila… banyak bener ikannya… pokoknya saya mau ke sini lagi,” itulah kata-kata Om Mus Yen yang merupakan cerminan bahwa trip kami sukses, bukan dari banyaknya ikan landed, tetapi justru karena sedemikian banyaknya ikan yang tidak mau di-landed-kan.

Nah, tak usah saya berpanjang kata, jika Anda pengin membuktikan sendiri, silakan kontak-kontak Om Wahyu/ Yudi di nomer HP. 087738216498 dan 081327996105 (juga nomer WA).

Untuk referensi bagaimana cara saya mancing, maka untuk spot-spot dangkal sampai menengah di Laut Selatan saya tetap konsisten dengan cara yang pernah saya tulis pada artikel Cara sukses mancing ikan tengiri, GT, tongkol dan karas dengan spun dan minow.

Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *