Angler berduka… Sungai Bedog tercemar limbah, ribuan ikan mati

Disadari atau tidak seorang angler sejati pastilah merupakan pencinta lingkungan hidup. Hobinya menangkap ikan dengan cara memancing secara alami, tidak dapat diwujudkan jika perairan yang menjadi ekosistem tempat ikan-ikan itu hidup, tercemar limbah.

Itulah yang terjadi di Sungai Bedog-Kapubaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti dikutip dari viva.co.id, sungai yang memiliki hulu di Taman Nasional Gunung Merapi itu kini rusak tercemar limbah pabrik gula dan spiritus-Madukismo. Di tempat itu ribuan ikan mati lemas dan mengambang di sungai yang melintang di dua kecamatan, yakni Pajangan dan Pandak.

Tentu sedih rasanya menyaksikan ribuan ikan mati mengambang secara sia-sia. Seperti efek penggunaan bom ikan, teracuninya air sungai tidak hanya membunuh ikan dewasa, tapi bibit-bibitnya pun ikut mati.

Kepala Perikanan dan Kelautan Pemkab Bantul, Edi Machmud, mengatakan bahwa ikan-ikan yang mati itu diakibatkan oleh terlalu pekatnya kandungan limbah dan terlalu sedikit oksigen yang tersisa. “Tawes, Nila, dan Gurame adalah jenis yang paling banyak mati akibat racun sisa olahan pabrik itu” kata Edi menambahkan.

574ad13131ebb-ikan-mati-yang-ditemukan-di-aliran-sungai-bedog-bantul-yogyakarta_663_382
Ikan-ikan mati. (Foto: viva.co.id)

Namun di antara pernyataan Kepala Perikanan dan Kelautan Pemkab Bantul yang cukup membuat kita prihatin adalah bahwa ternyata pemerintah setempat telah menetapkan sungai ini sebagai tempat pembuangan limbah pabrik Madukismo. Diperkirakan pabrik gula yang berdiri pada tahun 1955 itu membuang rata-rata 200 ribu meter kubik limbah setiap harinya ke aliran air yang bermuara di Sungai Progo itu..

Warga tak tinggal diam. Mereka protes dengan kejadian yang terus berulang ini. Ketua Karangtaruna Dipo Ratna Muda Guwosari, Pajangan Bantul, Masduki, mengatakan pembuatan petisi penolakan limbah cair masuk sungai merupakan akumulasi dan kejengkelan masyarakat. “Selama ini warga tidak berani menyuarakan keluhannya, padahal bertahun-tahun hidupnya sangat dirugikan dengan adanya limbah itu,” ujarnya.

protes-pencemaran-sungai-bedog-370x247
Warga pun protes. (Foto: Harian Jogja)

Para angler yang tergabung dalam komunitas mancing pun bersuara keras memprotes kondisi ini. Seperti tampak lewat tulisan mereka di Facebook beberapa hari lalu. Pemilik akun Mbahne Sidat dari komunitas Mancing Mania Jogyakarta misalnya. Ia merasa prihatin dan menghimbau wakil rakyat segera bertindak atas kondisi memprihatinkan ini. Ada pula pemilik akun Tri Damar asal komunitas BMP-NH (Bolo Mancing Pajangan) NGAYOGYAKARTO HADININGRAT. Ia mengaku sangat sedih, bahwa sungai jernih tempat ia bermain dan memancing semasa kecil dulu kini rusak oleh blothong-sebutan warga setempat unhtuk limbah beracun itu.

Sebagai angler kita semua pasti punya keprihatinan yang sama dengan pemancing dari dua komunitas di Yogyakarta tadi. Kita berharap pemerintah segera bertindak dan menemukan solusi yang bijaksana demi terwujudnya unsur utama kehidupan; yakni air. Tempat di mana ekosistem tumbuh berkembang memberikan manfaatnya bagi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *