Ruar biasa!!! Komunitas mancing Surakarta bareng-bareng bebersih lingkungan

Untuk kesekian kalinya, komunitas mancing di wilayah eks Karesidenan Surakarta menunjukkan kepedulian sosial mereka terhadap kasrian dan kelestarian lingkungan di mana mereka sering beraktivitas, khususnya dalam menjalankan hobi mancing. Hal ini tercermin dari aktivitas mereka ketika menggelar acara bebersih lingkungan sungai dengan tajuk Save Clean Our Earth for Good Future.

Berikut ini adalah kiriman artikel dari Mbak Nunu Nugraha untuk pembaca spotmancing.com. Mbak Nunu sekaligus mengirimkan foto-foto kegiatan itu.

Yuk, disimak:

Minggu 22 Mei 2016 di spot Kali Mati tepatnya di Desa Ngares Bulukan Sukoharjo, di belakang warung makan Pak Sutar, berkumpul para pemancing dan penduduk sekitar. Bukan untuk acara mancing bareng tetapi kita semua berkumpul untuk membersihkan spot di Kali Mati yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sekali.

Berawal dari rasa peduli dan cinta akan kelestarian alam serta keinginan mempunyai spot yang dekat dengan kita, maka acara membersihkan spot ini bisa terlaksana dan ini dimulai dengan teman angler kita Mas Miftah Brojo yang membuat postingan di wall pribadinya dan gayung pun bersambut.

Ada perwakilan dari group 100 % Nyobok, IMCS, dan warga atau masyarakat sekitar Desa Ngares pun ikut datang membantu membersihkan rumput yang menggunung tebal, enceng gondok, dan tumbuhan kayu apu serta sampah sampah lainnya.

Dengan menggunakan alat seadanya seperti keranjang sepeda mini untuk mengambil tumbuhan kayu apu, bambu yang ujungnya di kasih besi menyerupai garpu, ada juga yang menggunakan jangkar di kasih tali tambang seperti yang digunakan oleh Mas Nur Khalid Yamani perwakilan dari IMCS.

Dari jam 09.00 WIB kita mulai membersihkan semua yang menutupi spot Kali Mati, ada teman angler kita yang berenang ke tengah sambil membawa tali tambang untuk mengaitkan ke gundukan rumput yang tebal dan sebagian ada yang menarik ke tepi supaya bisa di potong menjadi kecil dan supaya bisa diangkat ke permukaan atau ke atas kemudian di kumpulkan di halaman atau kebun salah satu warga setempat.

Kita semua bekerja sama bahu membahu dengan diselingi canda tawa untuk mencairkan suasana.

Mas Iwa Khasiato yang datang bersama Mas Kun Hantyo membawa Jeep berniat untuk menarik gundukan rumput yang menyerupai sebuah pulau itu dengan mobilnya tapi karena tempatnya tidak memungkinkan maka diputuskan ditarik dengan manual saja atau dengan kata lain tenaga manusia.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00 WIB dan Pak Sutar dan keluarganya yang mrmpunyai warung sudah mempersiapkan makan siang untuk kita semua.

Sambil istirahat makan siang kita bercerita banyak hal tentang spot Kali Mati ini, yang konon katanya dulu merupakan salah satu primadona spot mancing yang ada di Karesidenan Surakarta.

Ada bermacam macam ikan yang ada di Kali Mati seperti patin, gabus, nila, wader, gurami dll.

Setelah dirasa cukup istirahatnya kita semua kembali membersihkan enceng gondok dan kayu apu yang masih banyak dan belum bisa kita bersihkan semuanya.

Kita tidak berhenti sampai di sini saja karena tidak mungkin itu semua bisa kita bersihkan dalam 1 atau 2 hari ini, kita punya rencana minggu depan kita akan kembali lagi untuk melakukan hal yang sama yaitu membersihkan spot di Kali Mati ini.

Semoga apa yang kita lakukan ini bisa membantu menjaga kelestarian alam dan ekosistem yang ada di dalamnya. Salam Lestari.

Foto-foto

Mbak dan Mas Nunu Nugraha
Mbak Nunu Nugraha – penulis (kanani) bersama suami tercinta, Mas Nunu Nugraha.

Bagus kan sobat?? Lanjutkan!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *