kisah pemancing tersambar petir

Kisah duka Agus dan Jalul yang tewas tersambar petir di Karangtengah Cilacap

Lagi-lagi kabar duka kita terima. Dua pemancing asal Cilacap tewas akibat tersambar petir. Keduanya adalah warga warga Kesugihan, Cilacap, yang sedang mancing di Perairan Karang Tengah, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada pukul 19.30 WIB, Sabtu 7 Mei, saat mereka sedang pergi memancing bersama beberapa rekan lainnya yang selamat dari musibah amukan petir. 

“Terjadi musibah dua orang pemancing tersambar petir di perairan Karang Tengah, Nusakambangan,” kata Kepala Basarnas Jawa Tengah, Agus Haryono, saat dihubungi wartawan, Semarang, Sabtu (8/5/2016).

Identitas dua pemancing malang itu adalah Agus Sudjatmoko (42) warga Desa Lebeng, Kesugihan Cilacap, dan Jalul Fadhil (21), warga Desa Planjan, Kesugihan, Cilacap.

Menurut Agus Haryono, musibah itu terjadi saat kedua korban bersama rekan-rekanya memancing di Karang Tengah, Nusakambangan. Ketika itu cuaca di wilayah itu sedang tidak bersahabat. Ada guyuran hujan dan sesekali terdengar sambaran petir.

“Pukul 19.30 WIB terjadi petir dan mengenai dua orang korban. Pukul 21.00 WIB, pos menerima laporan perihal permintaan bantuan evakuasi korban,” ujar Agus menambahkan.

Agus menyatakan Sudjatmika dan Fadhil berhasil dievakuasi dari Perairan Karang Tengah pada pukul 22.30 WIB.

Kesaksian rekan korban

Sementara itu seperti dilansir Republika.co.id, berdasarkan keterangan saksi Ngadimin Hadi Suwarsono (47), rekan korban sesama pemancing, peristiwa naas tersebut terjadi saat kedua korban bersama lima rekannya satu desa memancing di perairan sekitar dermaga Karangtengah.

”Pada saat bukan bulan purnama seperti sekarang ini, biasanya banyak ikan yang menepi hingga ke pantai. Selain itu, air laut juga sedang surut sehingga kami bertujuh bersama-sama pergi memancing di dermaga Karangtengah,” katanya.

Seperti biasa, dengan menggunakan perahu mereka pergi ke tambatan perahu yang agak menjorok ke laut. Setelah sampai di tempat itu, mereka kemudian berpencar mencari posisi yang baik untuk memancing ikan.

”Saat itu, Jalul dan Agus duduk berdekatan sambil melemparkan umpan. Sedangkan lainnya, berpencar di tempat yang agak jauh,” ujarnya.

Namun saat sedang asyik memancing, hujan turun dengan deras. Tidak hanya itu, kilatan petir dengan disertai suara menggelegar juga berulang-kali seperti dilontarkan dari langit.

”Sebelum petir menyambar korban, kami semua sebenarnya sepakat untuk menepi dulu mencari tempat berteduh. Namun belum sempat kami semua sampai ke perahu, petir menyambar keras ke arah Agus dan Jalul,” jelasnya.

Saat itu, Ngadimin mengaku dia dan beberapa rekan lainnya juga sempat terpental ketika petir menyambar korban yang lokasinya tidak jauh. ”Saya juga sempat terpental ke air, saat petir itu menyambar,” katanya lagi.

Beberapa saat setelah itu, dengan tergesa-gesa mereka mendekati lokasi Agus dan Jalul. Namun ternyata, kedua korban sudah meninggal dengan kondisi luka bakar.  Mengetahui kondisi kedua rekannya, mereka yang selamat kemudian meminta pertolong warga untuk melakukan evakuasi korban.

”Korban sudah dimakamkan Minggu pagi tadi oleh keluarganya,” kata Ngadimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *