“Tak benar KM Hujan Labek 02 mendarat di pulau berpasir putih”

Berita dan isu bermunculan saat pencarian KM Hujan Labek 02 — yang tenggelam pada Kamis 13 Agustus 2015 malam di perairan Pulau Panaitan bersama 11 penumpang dan ABK — masih dilakukan. Ada kabar yang menyebutkan KM Hujan Labek 02 berlabuh di sebuah pulau berpasir putih dan pada saat yang sama ABK yang selamat, Dede dan Sarta, diberitakan menghilang.

Tim relawan pencari KM Hujan Labek 02 memang mengakui adanya kapal sedang merapat di sebuah pulau berpasir putih, yakni Pulau Panaitan, menyusul adanya foto sebuah kapal yang dijepret dengan kamera dari helikopter.

Kabar itu membuat pihak keluarga korban di Jakarta minta tim relawan untuk mengecek kebenarannya. Tim relawan pun menuju Sumur Pandeglang untuk melacak informasi tersebut.

Berbekal foto udara dan informasi awal tersebut, dengan naik helikopter tim relawan pada Kamis (3/9) pagi mendekat dan terbang rendah di tempat tertangkapnya gambar perahu. “Tidak ditemukan lagi kapal tersebut dan hanya bekas-bekas makanan. Jadi heli itu tidak melakukan pendaratan dan hanya terbang rendah, ” kata Amin Maulani yang merevisi berita sebelumnya yang menyebutkan heli sempat mendarat.

Setelah diamati dan dipelajari kembali, memang diketahui dengan mata kepala sendiri bahwa itu hanyalah kapal nelayan yang sedang bersandar di pinggir Pulau Panaitan dan terlihat ada beberapa nelayan sedang makan. “Cuaca saat itu memang kurang bagus. Angin terlalu kuat sampai helikopter yang dipakai tim relawan sangat kesulitan melakukan penyisiran,” jelas Amin Maulani.

Penampakan kapal yang mendarat di sebuah pulau berpasir putih (Foto: Tim Relawan)
Penampakan kapal yang mendarat di sebuah pulau berpasir putih (Foto: Tim Relawan)

“Dengan demikian bisa dipastikan itu memang foto kapal nelayan yang sedang istirahat,” tegas salah seorang tim relawan, Nanda Angler, Kamis (3/9) sore.

Sementara itu, Tim tidak mau berkomentar mengenai berita yang menyebutkan Dede dan Sarta, ABK yang selamat dari musibah KM Hujan Labek 02, menghilang bersamaan dengan munculnya kabar penemuan kapal di pulau berpasir putih tersebut. “Kami tidak akan menanggapi karena informasinya juga tidak jelas sumbernya dari mana,” kata Amin Maulani.

Seperti diketahui KM Hujan Labek 02 (KM Hujan Lebat) mengalami musibah saat digunakan melalukan trip mancing para pemancing dari Jakarta, Bekasi, Tangerang dan sekitarnya pada Kamis (13 Agustus 2015) malam. Jumlah orang yang hilang sebanyak 11 orang pemancing dan ABK.

Saat berangkat, KM Hujan Labek 02 membawa 13 orang pemancing dan ABK. Dua ABK, yakni Sarta dan Dede, berhasil diselamatkan beberapa jam kemudian oleh kapal nelayan Carita. Sedangkan korban lain belum diketahui kondisi dan keberadaannya sampai hari ini.

Demikian update informasi mengenai hilangnya KM Hujan Labek 02. Pastikan Anda berlangganan berita spotmancing.com dan mendapatkan pemberitahuan melalui email untuk artikel-artikel terbaru.

Semoga bermanfaat.

Artikel-artikel tentang KM Hujan Labek 02 klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *