Relawan fasilitasi pemeriksaan DNA keluarga korban dari pihak ABK

Upaya tim relawan pencarian KM Hujan Labek 02 untuk memfasilitasi pemeriksaan DNA keluarga korban dari pihak anak buah kapal (ABK) akhirnya terealisasi. Tes DNA itu dilakukan di RSUD Serang, Banten, Jumat (28/8), sesaat sebelum sholat Jumat.

Hal ini sesuai dengan hasil pertemuan antara perwakilan keluarga korban dan tim relawan di rumah Christian PB Halim (President Director Pulau Umang Resort & Spa), kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/8) malam (lihat juga Kasus KM Hujan Labek 02 dibawa ke Kapolda Banten).

Seperti diketahui, KM Hujan Labek 02 mengalami musibah pada Kamis (13/8) malam, saat digunakan melakukan trip mancing ke Sea Mount Reef (SMR) Selat Sunda. Waktu itu kapal membawa 13 orang pemancing dan ABK.

Dua ABK, yakni Sarta (48) dan Dede (37), berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan Carita beberapa jam kemudian. Sedangkan korban lain belum diketahui kondisi dan keberadaannya sampai hari ini. Para pemancing ini berasal dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan sekitarnya.

Dua ABK yang belum ditemukan bernama Mansyur dan Rana, keduanya berasal dari Pandeglang. Demikian pula Sofyan, nahkoda dan sekaligus pemilik kapal, juga belum ditemukan. Keluarga korban dari pihak ABK inilah yang siang tadi menjalani tes DNA.

Sebelumnya, keluarga korban dari angler (pemancing) juga sudah menjalani tes DNA di RSUD Serang. Sejauh ini hanya keluarga Tatang (Semanan, Jakarta) yang belum menjalani tes DNA.

“Kami dari tim relawan akan terus mencoba memfasilitasinya agar pihak forensik dapat secepatnya mengidentifikasi tiga jenazah yang sekarang masih berada di RS Kalianda Lampung,” kata Om Amin Maulani, salah seorang anggota tim relawan pencarian korban KM Hujan Labek 02.

Petugas DVI saat ini sedang bekerja keras untuk memastikan apakah empat jenazah yang ditemukan selama pencarian korban KM Hujan Labek 02 itu memang para pemancing dan ABK. Empat jenazah ditemukan di perairan antara Lampung dan Banten. Tiga jenazah disimpan di RS Kalianda Lampung, satu lagi di RSUD Serang.

Pemeriksaan keluarga korban dari kalangan pemancing terakhir kali dilakukan Rabu (26/8) lalu, yaitu dari keluarga Bram (BSD, Tangsel) dan Marko Zakaria (Cileduk, Tangerang).

Untuk memperlancar proses identifikasi dan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban, aparat kepolisian mendirikan Posko Operasi DVI di RSUD Serang.

Demikian update informasi mengenai musibah hilangnya KM Hujan Labek 02. Pastikan Anda berlangganan berita spotmancing.com dan mendapatkan pemberitahuan melalui email untuk artikel-artikel terbaru.

Semoga bermanfaat.

Artikel-artikel tentang KM Hujan Labek 02 klik di sini.

 

1 Comment

  1. Yang belum dijelaskan dlm berita adalah proses kecelakaan. Lokasi persisnya dimana,apakah sdg mancing atau tidur,apakah ombak datang tiba2 dan tdk sempat pakai pelampung dll.Hal ini perlu utk pembelajaran. Tks

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*