Tim relawan KM Hujan Labek 02 serahkan penyelidikan kepada polisi

Tim relawan dari berbagai komunitas mancing di Indonesia yang selama ini bergabung dalam pencarian korban KM Hujan Labek 02 menyerahkan sepenuhnya penyelidikan atas temuan jenazah korban kecelakaan laut yang saat ini sedang diidentifikasi di RSUD Serang kepada pihak kepolisian.

Sesosok jenazah yang mengapung di perairan antara Lampung dan Banten memang ditemukan berbarengan momennya pada saat tim SAR dan relawan mencari para korban hilangnya KM Hujan Labek 02. Untuk mendapatkan keakuratan identitas jenazah tersebut, saat ini sedang dilakukan identifikasi di RSUD Serang. Identifikasi diperlukan untuk menjawab pertanyaan apakah benar jenazah tersebut adalah salah satu dari pemancing atau ABK yang hilang bersama KM Hujan Labek 02.

KM Hujan Labek 02 (KM Hujan Lebat) mengalami musibah saat digunakan melalukan trip mancing para pemancing dari Jakarta, Bekasi, Tangerang dan sekitarnya pada Kamis (13 Agustus 2015) malam. Jumlah orang yang hilang sebanyak 11 orang pemancing dan ABK.

Saat berangkat, KM Hujan Labek 02 membawa 13 orang pemancing dan ABK. Dua ABK, yakni Sarta dan Dede, berhasil diselamatkan beberapa jam kemudian oleh kapal nelayan Carita. Sedangkan korban lain belum diketahui kondisi dan keberadaannya sampai hari ini.

Ciri-ciri jenazah

Salah seorang tim relawan pencari KM Hujan Labek, Amin Maulani, kepada teman-temannya di komunitas mancing Jakarta (JakAngler) pada Selasa (25/8) siang mengatakan proses identifikasi belum selesai dan masih dilanjutkan hari ini mengingat kondisi korban yang sudah tidak lengkap. “Sekalian akan dilakukan otopsi untuk diselidiki penyebab meninggalnya korban. Tim forensik dari kedokteran dan kepolisian masih terus bekerja,” katanya.

Menyinggung soal ciri-ciri korban, dia mengatakan informasi yang diterima tim relawan dan keluarga korban, jenazah yang ditemukan itu mengenakan kaos polo hitam lengan panjang dan ada gambar orang naik kuda kecil di dada samping. “Kalau kemarin diinformasikan ada gambar tato, cuma ditemukan garis-garis. Kemungkinan besar bukan tato. Tim forensik masih terus mendalami,” kata Amin Maulani.

Ditanya mengenai adanya berita di Metro TV yang menyebutkan ada dua korban kecelakaan laut yang ditemukan dan salah satunya dibawa ke Lampung, Amin Maulani membenarkan adanya informasi seperti itu.

“Benar karena info yang kami terima dari sumber kami, atas kedua korban mau diadakan penyelidikan di RSUD Serang. Jadi tim relawan beserta salah satu keluarga korban langsung menuju tempat yang diinformasikan. Setelah di sana, saya mendapat info korban yang ditemukan di Lampung belum sampai di RSID Serang.”

Amin Maulani mengatakan tim relawan langsung melakukan konfirmasi mengenai hal itu ke pihak kepolisian. Aparat yang tergabung dalam tim forensik menginformasikan bahwa semua masih sesuai prosedur dan aturan kepolisian. “Semua bukti sudah diamankan. Mengenai adanya kesimpangsiuran informasi, kita diharapkan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Jadi kami sebagai wakil tim relawan beserta salah satu wakil pihak keluarga korban sepakat menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ini ke pihak kepolisian,” tegas Amin Maulani.

Demikian update informasi mengenai hilangnya KM Hujan Labek 02. Pastikan Anda berlangganan berita spotmancing.com dan mendapatkan pemberitahuan melalui email untuk artikel-artikel terbaru.

Semoga bermanfaat.

Artikel-artikel tentang KM Hujan Labek 02 klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *