Kecelakaan KM Hujan Labek 02 banyak ditulis KM Hujan Lebat

Beberapa media memberitakan kecelakaan kapal yang menimpa 12 angler (pemancing) dan 4 anak buah kapal (ABK) KM Hujan Labek 02, namun dalam berita dan kronologi kecelakaan KM Hujan Labek 02 banyak ditulis KM Hujan Lebat. Sedangkan jumlah korban disebutkan hanya 7 pemancing dan 3 ABK.

Kesalahan itu dikarenakan kesimpangsiuran informasi awal yang mereka terima. Bahkan pada awalnya disebutkan bahwa semua korban berhasil diselematkan KM Jangkar dan KM Camar. (Baca artikel sebelumnya: Kronologi musibah trip SMR KM Hujan Labek dan nama-nama pemancing di dalamnya).

Mengenai kronologi kecelakaan juga simpang siur. Berikut ini adalah penjelasan resmi dari Kadispenal Laksamana Pertama M Zainuddin kepada pers:

  • Pada Hari Kamis (13/08/15) WIB, pukul 14.30 WIB,  tombongan nelayan pemancing menggunakan kapal KM Hujan Lebat (yang benar adalah KM Hujan Labek 02- red) berangkat  dari Sumur, dengan nakhoda Supian. Tujuan memancing adalah ke Panaitan dengan jumlah penumpang 12 orang terdiri dari 7 pemancing + ABK 5 orang (informasi terbaru menyebutkan jumlah pemancing 12 orang dan 5 ABK) menuju laut di daerah Panaitan, tepatnya di daerah Karang Simon untuk mencari ikan.
  • Pukul 24.00 WIB cuaca saat itu kurang bagus, kapal terkena gelombang besar dan mengakibatkan air masuk ke dalam kapal. Penumpang panik dan berkumpul di tengah. Tidak lama kemudian kapal tenggelam. ABK dan pemancing berusaha menyelamatkan diri masing-masing.
  • Beberapa jam kemudian ada nelayan Carita lewat kemudian 2 orang ABK bisa diselamatkan, yakni Sarta dan Dede. Sisanya masih belum diketahui sampai hari ini.
  • Kejadian Laka Laut ini sudah dikoordinasikan dengan TNI AL Lanal Banten, Posal Sumur, Basarnas dan nelayan sekitar. Saat ini sedang dilaksanakan pencarian menggunakan kapal nelayan dari daerah Sumur namun belum diperoleh korban lainnya.
  • Keadaan laut saat ini adalah berangin kencang, gelombang tinggi sehingga menyulitkan para petugas dan nelayan yang melakukan pencarian. Oleh karenanya diperlukan diperlukan kapal besar/KRI yang mampu menjangkau wilayah tersebut dihubungkan dengan keadaan cuaca yang kurang baik.

Artikel-artikel tentang KM Hujan Labek 02 klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *