Cara dan umpan mancing ikan mahseer

Anda pernah mendangar nama lempon atau mahseer? Itulah nama ikan buruan banyak pemancing yang akhirnya sangat penasaran dengan cara dan umpan mancing ikan mahseer atau lempon ini.

Ikan lempon ini memang memiliki nama berbeda-beda di berbagai tempat. Nama umum ikan ini adalah semah (Tor spp., syn. Labeobarbus, suku Cyprinidae) yang juga dipakai untuk menamai jenis-jenis Neolissochilus dan Naziritor di India). Semah adalah ikan air tawar yang berasal dari Indo-Australia dan anak benua India.

Nama lain ikan ini adalah kancra (Sunda), tambra (Jawa), sapan (Kalimantan), ihan batak atau curong (bahasa Toba), mahseer atau kelah (Malaysia). Nama “semah” populer dipakai di Sumatra bagian tengah hingga ke selatan.

cara dan umpan mancing ikan mahseer atau lempon
Ilustrasi foto cara dan umpan mancing ikan mahseer atau lempon (michaelrisdianto.blogspot.com)

Ada juga yang menyebutkan referensi lain dengan ikan jurung (Sumatra Utara), kerling (Aceh), pedih (Gayo), gariang (Padang), semah (Palembang),  dewa (Jawa Barat), tor soro (Batak), kancra bodas, kencara (Kuningan Jawa Barat), tambra/tombro (Jawa), kelah, sultan (Malaysia), mahseer (unternasional), dan masih banyak nama-nama lainnya.

Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi. Ikan yang biasa dijumpai dan dikonsumsi di Indonesia dan Malaysia adalah Tor douronesis (semah biasa atau kancra bodas), T. tambra (tambra), T. tambroides (tambra), dan T. soro (kancra). Ikan tambra dan semah dapat mencapai panjang sekitar satu meter, walaupun tangkapan yang dijual biasanya berukuran maksimum 30 cm.

Seperti disebutkan wikipedia.org, ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan dan populasi sangat terancam akibat penangkapan berlebihan. Indikasi yang terlihat adalah semakin jarang terlihat, ukuran tangkapan semakin kecil, dan distribusi menurun. Bahkan telah dilaporkan pula penangkapan di beberapa taman nasional. Pihak berwenang di Indonesia (Balai Benih Ikan lokal), seperti di Jawa Tengah, Padang Pariaman, dan beberapa kabupaten pedalaman Jambi telah mulai mengembangkan teknologi pembiakan menggunakan pemijahan buatan dan paket budidaya.

Selain itu, di Padang Pariaman aturan adat setempat juga ditegakkan dengan pemberlakuan zona larangan, penyangga, dan penangkapan. Penangkapan hanya dilakukan apabila terdapat izin dari kerapatan adat.

Spesies kancra bodas (Tor douronesis) dan kancra (Tor soro) ditemukan hidup di kolam, pesawahan, dan sungai di Jawa Barat. Karena kelangkaannya, orang Sunda menganggap ikan ini suci atau ikan yang dikeramatkan sehingga juga dijuluki sebagai “ikan dewa”; hukum adat setempat melarang orang untuk membunuh atau memakan ikan ini.

Ikan ini dapat ditemukan di kolam pemandian keramat di sekitar Gunung Ceremai; seperti kolam Cibulan, Cigugur, Pasawahan, Linggajati, dan Darmaloka di Kabupaten Kuningan.

Secara spesies, ada peneliti, Sen dan Jayaram, membatasi istilah mahseer untuk anggota genus Tor. Akan tetapi, beberapa spesies dari genus Neolissochilus dan spesies tunggal genus Naziritor juga disebuy mahseer karena sisiknya yang besar dan kemiripan lain.

Cara dan umpan mancing ikan mahseer/ lempon

Habitat ikan mahseer kebanyakan memang di alam liar. Artinya ada yang hidup di air berarus deras ada juga di arus tenang seperti di danau atau rawa.

Jika ikan berada di sungai arus deras, cara mancing ikan mahseer dengan menggunakan timah peberat yang cukup dengan tujuan agar umpan pancing dan seluruh rentangan senar bergeser ke pinggir sungai, artinya, itu sudah melenceng dengan titik spot target pemancingan kita.

Selain timah yang cukup, pemakaian crane swipel sangat penting untuk menjaga agar senar tidak mudah kusut dan umpan pancing tidak mudah lepas karena umpan pancing akan berputar mengikuti pola aliran arus deras. Ikatkan saja crane swipel ini pada jarak sekitar 50 cm dari mata pancing atau tepat 5 cm di depan timah pemberat.

Jika Anda memancing sungai arus deras, disarankan menggunakan joran pancing lebih dari satu. Tujuannya, memaksimalkan peluang dan menghilangkan kebosanan dalam menunggu ikan mahseer memakan umpan. Pakailah joran panjang dan pendek.

Joran panjang digunakan untuk mencapai titik target yang jauh. Gunakan joran pendek untuk memancing bagian sungai yang dekat.

Ciri-ciri aliran sungai yang menjadi kesukaan ikan ini untuk mencari makanan atau yang menjadi persinggahan ikan mahseer adalah gejolak air yang menjadi pertemuan air deras dan air tenang, atau tepat di tengah pusaran air dalam lubuk, mulut lubuk, ekor lubuk atau batu-batuan besar dalam lubuk. Batu-batuan besar dalam lubuk diduga sebagai tempat tinggal sementara bagi jenis ikan ini sebelum hijrah ke hulu sungai.

Umpan mancing ikan mahseer

Umpan mancing ikan mahseer atau lempon sangat variatif. Bisa digunakan jenis umbi-umbian yang direbus, jagung, kulit kelapa sawit, belalang dan ulat dari pembusukan batang aren.

Untuk daerah tertentu, jagung dan kelapa sawit menjadi favorit walaupun dengan memakai umpan jenis umbi-umbian dan jenis ulat dan serangga masih sering dimakan oleh ikan mahseer.

Jagung, kulit kelapa sawit, ulat dari pembusukan batang aren memiliki warna yang mencolok yaitu kuning-oranye yang konon ikan mahseer sangat agresif terhadap warna ini.

Pemakaian kulit kelapa sawit dapat dikukus sebentar atau dapat diiris mentah-mentah disesuaikan dengan besar mata pancing. Irisan ini Anda kaitkan ke mata pancing.

Untuk menjaga agar mata umpan tidak mudah lepas oleh hentakan arus deras air, sebaiknya dibuat ikatan antara irisan ini dengan mata pancing dengan menggunakan benang nilon halus.

Kalau Anda senang memakai umpan jagung, pemasangan dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, jagung direbus sampai matang dan biji jagung diambil dari kelobot dan langsung dikaitkan ke mata pancing. Cara kedua, setelah jagung direbus dan didinginkan, lantas diparut dengan parutan yang halus. Hasil parutan digiling kembali dengan botol untuk menambah daya rekat adonan.

Saat mancing, rutin Anda periksa umpan pancing setiap 0,5 jam untuk jagung parut, 3 jam untuk jagung bulat dan 2 jam untuk kulit kelapa sawit dan ubi-ubian.

Untuk mengundang selera makan ikan mahseer, lakukan kepyuran-kepyuran sedikit umpan secara rutin agar ikan mendekat karena tertarik ada banyak makanan.

Demikian sobat, artikel cara dan umpan mancing ikan mahseer/ lempon ini. Semoga bermanfaat. (Sumber referensi: mancingmedia.blogspot.com)

 

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*