Tomcat ancam pemancing, ini cara menangkalnya

Serangga kecil beracun bernama tomcat kini menjadi ancaman bagi pemancing. Jenis serangga yang beberapa waktu lalu menghebohkan warga Surabaya karena menyebabkan kulit melepuh ini suka nempel di baju atau celana pemancing dan bisa menyebabkan keracunan dengan akibat kulit melepuh seperti terbakar.

Member grup mancing di facebook, 100% NYOBOK, Om RaVa NoviAn Ramadhan, mengatakan untuk para penghobi mancing nyobok, jika sedang berganti baju hendaknya berhati-hati dan mengecek kondisi pakaian. Jangan sampai memakai baju yang dirambati tomcat. Hewan ini sedang berkeliaran merajalela di sekitar perairan waduk. Om RaVa mengaku telah menjadi korban racun hewan tersebut.

Kumbang tomcat memang berhabitat di daerah di mana para pemancing menjalankan hobi - kawasan lembab berair.
Kumbang tomcat memang berhabitat di daerah di mana para pemancing menjalankan hobi – kawasan lembab berair.

Serangan serangga Tomcat atau kumbang Paederus memang sempat menghebohkan warga Surabaya. Warga apartemen Eastcoast, Kenjeran dan Wonorejo mengalami dermatitis akibat serangan serangga itu. Saat itu bahkan disebutkan bahwa serangga tersebut memiliki racun yang 12 kali lebih beracun dari kobra. Wah!

Menurut pakar serangga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Sutrisno, “Memang ada benarnya itu. Tapi racun serangga ini targetnya berbeda dengan racun kobra.”

Menurut Hari, seperti dikutip kompas.com, racun kobra biasanya langsung menuju ke jaringan saraf sehingga dampaknya bisa fatal. Sementara, racun kumbang Paederus hanya menyerang bagian kulit.

Hari mengimbau masyarakat agar tak terlalu panik sebab racun Tomcat tak menimbulkan kematian. Racun “cuma” akan mengakibatkan kulit gatal, melepuh seperti terkena luka bakar dan mengeluarkan cairan. Kepada warga yang terserang, Hari mengimbau untuk segera mencuci bagian yang diserang dengan air sabun sehingga racun bisa sedikit dinetralisir.

Untuk pengobatan tambahan, pilihannya adalah memakai salep Hydrocortisone 1 persen, atau salep Betametasone dan antibiotik Neomycin Sulfat 3 kali sehari, atau dengan salep Acyclovir 5 persen.

Ciri-ciri tomcat dan racunnya

Serangga tomcat merupakan kelompok serangga pertanian, sebagai predator hama pertanian seperti wereng, dan lain-lain. Dia berhabitat lingkungan tempat yang lembab dan tanaman bersemak seperti padi dan jagung, dan serangga ini tersebut bersifat cosmopolitan, dikenal masyarakat dengan sebutan kumbang roveyang, semut semai atau semut kayap.

Artinya, tempat-tempat di mana para pemancing di alam suka berada, pada dasarnya adalah tempat di mana tomcat sering biasa ditemui. (Baca juga: Teknik mancing nyobok: Asal usul, peralatan, umpan & plus minusnya)

Racun paederin (C25H45O9N) yang ada di badan serangga tomcat kecuali di sayap, memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan Dermatitis Contact Irritant.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mengatakan kulit yang terkena racun paederin (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas.

Setelah 24-48 jam biasanya akan muncul gelembung pada kulit sekitar, berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Lesi pada mata menyebabkan periorbital conjunctivitis atau keratoconjunctivitis dan dikenal dengan Naerobi’s Eye.

Racun paederin (C25H45O9N) yang ada di badan serangga tomcat kecuali di sayap, memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan Dermatitis Contact Irritant
Racun paederin (C25H45O9N) yang ada di badan serangga tomcat kecuali di sayap, memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan Dermatitis Contact Irritant.

“Dermatitis terjadi bila bersentuhan secara langsung dengan serangga ini, atau secara tidak langsung, misalkan melalui handuk, baju atau barang lain yang tercemar racun paederin,” kata Prof.Tjandra.

Pengobatan dermatitis contact irritant, dengan segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini dan pastikan serangga ini tak ada lagi.

Menurutnya, untuk mencegah pertambahan lesi di kulit; kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin seperti kalium permanganat bila sudah timbul lesi seperti luka bakar; bila lesi sudah timbul pecah, dapat diberi cream antibiotik dengan kombinasi steroid ringan; jangan digaruk atau ditaburi bedak agar tidak terjadi infeksi sekunder; beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis.

Prof. Tjandra menjelaskan jika menemukan serangga ini jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan saja serangga ke plastik dengan hati-hati lalu buang ke tempat yang aman.

Diingatkan untuk tidak menggosok kulit dan atau mata bila kontak dengan serangga. Dan jika menemukan serangga ini pasrikan disingkirkan tanpa menyentuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *