Spot mancing joss gandos terbaik di Pacitan…

Anda termasuk mancing maniak? Pernah mencoba mancing di Pacitan Jawa Timur? Kalau belum pernah, ini sedikit cerita tentang mancing di Pacitan, cara mencapai lokasi dan nanti akan disambung dengan cara mancing yang bisa dilakukan di sana.

Hampir semua perairan pantai Jawa bagian selatan adalah rumah ikan yang sangat potensial menjadi spot mancing. Tak terkecuali perairan di wilayah Pacitan.

Karena sedemikian banyaknya spot mancing di Pacitan, maka dalam artikel ini hanya ditulis beberapa spot yang pernah dilakukan Tim Mancing Om Kicau dari Kartasura, termasuk trip yang dilakukan bersama Tim Mancing Mania Trans7 disertai Tim MCC Balekambang Solo.

Tergat ikan dasaran

Di seputaran Teluk Teleng Ria Pacitan, berjarak 10-30 menit perjalanan laut dengan kapal, bertebaran spot-spot mancing dengan berbagai ikan target, entah itu mancing dasaran dengan target ikan dasaran atau ikan demersal, yakni ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau, ataupun mancing dengan cara casting atau popping dengan terget ikan-ikan pelagis yakni ikan yang hidup berkelompok di  dekat permukaan air.

Jika Anda suka mancing ikan dasaran, maka di sana telah menunggu beberapa jenis ikan kerapu, kakap merah dan yang paling gampang dicari dan dipancing adalah ikan ayam-ayam (Abalistes stellaris). Ikan ayam-ayam ini dikenal pula sebagai ikan etong, jebong, atau kambing-kambing. Di Pacitan sana terkenal dengan sebutan ikan pogot.

Ikan Kerapu spot seputaran Pacitan (spotmancing.com)
Ikan Kerapu spot seputaran Pacitan (spotmancing.com)

 

Ikan pogot termasuk ikan laut komsumsi yang sangat populer saat ini yang biasa diolah sebagai ikan bakar di sejumlah restoran khusus ikan. Banyak pemancing menganggap ikan pogot adalah “ikan kampungan” karena menganggap ikan ini tidak enak dikarenakan sisiknya yang tebal dan keras. Tetapi saat ini ikan pogot bisa menjadi alternatif ketika ikan target khusus (tengiri, GT, tongkol atau kerapu dan lain-lain) tidak didapat misalnya.

Ukuran rata-rata ikan pogot di Pacitan, menurut Pak Tukul, salah satu tekong yang biasa mengantar pemancing dari Pelabuhan Teleng Ria, bisa sekitar 1 sampai 2 kg per ekor. Jenis ikan lain yang mirip dan diberi nama sama adalah Abalistes stellatus dan A. filamentosus. “Kalau sekadar mau memenuhi box ikan, silakan saja mancing pogot, asal kuat tangannya saja dia bakal makan terus,” kata Pak Tukul.

Kalau Anda mengincar kerapu atau kakap merah, tersedia pula spotnya. Untuk ikan dasaran, sangat rakus makan umpan ketika malam hari. Meski demikian, di siang hari pun bakal banyak betotan ikan dasaran di sana.

Untuk ikan pelagis, Anda bakal disuguhi rombongan tengiri, giant travelly (GT), tongkol, karas (sejenis cakalang), barakuda dan juga cendro (jolong).

Giant travelly, kerapu, tengiri, tongkol dan lain-lain dari spot mancing di Pacitan (spotmancing.com)
Giant travelly, kerapu, tengiri, tongkol dan lain-lain dari spot mancing di Pacitan (spotmancing.com)

Ikan-ikan pelagis di Pacitan, meski bisa dipancing dengan cara casting dengan spun, bisa pula di-jigging maupun dengan cara popping. Nah, nanti giliran ada cerita cara mancing yang selama ini dilakukan Tim Om Kicau dan terbukti jioss mendapat ikan mulai dari tengiri, kerapu sampai GT. Banyak yang besar-besar Om Bro… ada GT yang sampai 34 kg per ekor, banyak yang 20-an kg per ekor dan banyak sekali yang 10 kg ke bawah.

Untuk rekor kerapu yang pernah terangkat dengan teknik Om Kicau adalah seberat 15 kg. Manteb kan? Nah, pada giliran artikel berikutnya, akan diceritakan tentang mancing dengan umpan timah kucir Om Kicau dan cara mancingnya, yang beda dengan teknik jigging apalagi casting atau popping. Mancing cara Om Kicau adalah teknik mancing ngucir (Silakan saja cek artikel: Spesifikasi umpan kucir dan teknik mancing ngucir ala Om Kicau)

Oke, sekarang kita melangkah ke artikel cara mencari dan menentukan kapal untuk mancing di laut Pacitan, cara mempersiapkan akomodasi dan logistik serta berapa kisaran biayanya. (Bersambung ke artikel: Biaya mancing di Pacitan, pilihan akomodasi dan persiapan logistik).

Semoga sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *