Istilah mancing maniak: Dari nyobok sampai hook up

Ada beberapa istilah yang sering digunakan para mancing maniak atau istilah populer dalam hobi mancing. Beberapa istilah ada yang aselinya adalah bahasa Inggris tetapi ada beberapa istilah lain yang berasal dari bahasa lokal Indonesia.

EH1669NBig Game Fishing Tournament: Turnamen ikan-ikan besar, dilakukan di laut dalam dan biasanya ikan utama yang menjadi sasaran adalah jenis Marlin atau layaran

Backlash: Kusutnya line pada reel akibat salah casting (melempar) bait.

Billfish: Jenis ikan berparuh, termasuk Marlin hitam, Marlin biru, Marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran

Black Marlin indica: Marlin hitam, setuhuk hitam, Makaira

Blue Marlin: Makaira nigricans

Chumming: Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banayak pada satu waktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan andalah, kalau umpan yang baru anda lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah hilang diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak, kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.

Drag: Rem pada ril penggulung

Drifting: Drifting (berhanyut) pada dasarnya adalah “slow trolling”. Drifting membuat kita dapat memancing di area yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak.

Fish Finder/ Depth Sounder: Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berguna untuk menampilkan hasil gambar dasar laut.

Fishing Boat: Kapal untuk memancing

Galatama: Istilah galatama diambil dari sepakbola yang intinya adalah lomba yang memperebutkan juara peringkat. Jadi mancing galatama adalah mancing dengan target menjadi juara dalam pertandingan mancing. Biasanya memperebutkan: juara induk terberat 1, juara induk terberat 2, juara induk terberat 3, dan juara prestasi (total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak di bawa pulang.

Gaplean: mirip seperti kilo gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil pancingan tertentu.

Global Positioning System (GPS): Peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu tempat tertentu. Biasa dipakai pemancing untuk mencari tandes ikan atau lokasi.

Hand line: Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan. Namun tetap pake line dan mata pancing.

Hook: Mata kail

Hook up: Kail menancap di mulut ikan

Jeblug: Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung, setu, kali dll.

Kenur: Benang pancing, berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau braided (berserat banyak)

Kilo gerus: Mancing ini khas jawa barat mulai dari depok, bogor, cianjur, sukabumi sampai subang, garut dan tasik. Sistemnya adalah pemancing di tentukan menurunkan beberapa kilo ikan kedalam kolam baru dilakukan memancing. Ikan dibawa pulang.

Konahead: Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan Marlin atau layaran.

Leader: Senar berkekuatan besar yang disambungkan ke senar utama. la bergunanyamenahangigidanperlawanan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kawat atau monofilamen.

Mancing loban: Teknik khusus untuk mancing nila/mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan nila/mujair babon yg berbetuk cekungan wajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun memakai pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai pengganggu sarang karena ikan nila/mujair sering membersihkan sarang.

Mancing rawe/rawai: Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yg sangat banyak… Biasanya puluhan sampai ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakulkan oleh nelayan.

Neger: Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan dipinggir danau, embung, setu, kali dll.

Ngetrik: Pelampung bergoyang seperti mesin jahit ketika umpan di makan ikan.

Ngotrek: Adalah mencari ikan untuk umpan mancing itu sendiri. Biasanya rangkaian nyotrek itu terdiri dari beberapa matakail kecil yg berderet (renceng). Target ikan selar, tembang, layang, como, kembung, sangir.

Ngoyor: Mancing dengan setengah badan berendam air.

Ngurek: Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing langsung ke dalam lubang yang diperkirakan ada belutnya. Celakanya sering malah dapat ular.

Nyengked: Mancing dengan cara menggaet ikan bisa di badan, di ekor, di sirip atau pin di insang…. Yang jelas mancingnya tidak hook-up.

Nyobok: Sama dengan ngoyor, yakni mancing dengan setengah badan berendam air.

Outrigger: Tiang penghela yang dipasang di Sisi kapal untuk merentangkan senar agar tidak berimpitan.

Rapala: Sejenis merek umpan tiruan yang menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tengiri, atau kuwe. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.

Reel: Ril atau alat penggulung, bisa berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.

Rigging: Rangkaian kail pada umpan.

Rod: Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional seperti dari bambu sampai yang grafit.

Sailfish: Ikan layaran.

Spot: Titik di mana target ikan terlihat atau terdapat.

Strike: Umpan disambar ikan.

Tackle: Peralatan memancing.

Tag & release: menberikan tag pada ikan hasil pancingan sebelum dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan billfish, walaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaan tag pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu terhadap kemusnahan.

Tag: Tag adalah tanda bebentuk seperti pita yang ditancapkan pada ikan yang berisikan data-data mengenai keadaan pada saat ikan ditangkap. Hal ini akan mudahkan untuk mengenali kehidupan ikan, termasuk perpindahan lokasi, penambahan berat, dsb. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus menangani masalah taging untuk billfish adalah The Billfish Foundation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *