Teknik jigging on micro jig

Teknik Jigging On Micro Jig − Joe Mich tatkala dirinya fight dengan ikan saat menggunakan micro jig. Joran yan digunakan Joe Mich adalah kelas ringan (light tackle) yang biasa digunakan untuk casting atau mancing di kolam. Kenurnya pun kelas kecil dengan PE 2. Mulai strike hingg fight joran langsung melengkung secara parabolic. Hemm fight dengan piranti mancing ringan dengan dan mendapat perlawan ikan besar ternyata sangat seru. Pertarungan itu jelas mengundang perhatian kami semua yang diatas kapal. Hemm top deh.

teknik-jigging

“Mancing pakai micro jig emang asik…, bara.. bara bara, bere.. bere bere,” kata Joe Mich tertawa girang ketika fight. Kami semua tertawa terpingkal-pingkal melihat polah tingkah Joe Mich. Ikan di bawah tidak kunjung naik di atas bahkan cenderung melawan. Selain kesabaran tinggi untuk mancing menggunakan piranti ringan dibutuhkan tehnik tinggi menguasai feeling dan tentunya alat pancing. Pelan namun pasti Joe Mich duel dengan ikan di bawah sana. Usahanya membuahkan hasil dan ikan sudah berada dipermukaan air. “Amberjac…!” teriak Joe Mich ketika melihat ikan dipermukaan air.Joe Mich tatkala dirinya fight dengan ikan saat menggunakan micro jig. Joran yan digunakan Joe Mich adalah kelas ringan (light tackle) yang biasa digunakan untuk casting atau mancing di kolam. Kenurnya pun kelas kecil dengan PE 2. Mulai strike hingg fight joran langsung melengkung secara parabolic. Hemm fight dengan piranti mancing ringan dengan dan mendapat perlawan ikan besar ternyata sangat seru. Pertarungan itu jelas mengundang perhatian kami semua yang diatas kapal. Hemm top deh.

Saat ikan di serok ke atas air, kegirangan jelas terpanjar di muka Joe Mich. Bagaikan striker sepak bola yang berhasil menjebol gawang, Joe Mich pun merayakan “goal celebration” dengan goyangan bara… bara.. bara, bere bere bere hahaha. Wow.. pastinya ajungan jempol Joe Mich yang berhasil menaklukan amberjack dengan micro jig. Perististiwa jelas sekali langka dan jarang terjadi di dunia persilatan mancing memancing. Kalo jigging dengan jig besar dapat amberjack itu lumrah, namun kali ini aneh bin ajaib. Congratulations Bang Joe Mich.

Keberhasilan Joe Mich mancing dengan Micro Jig inilah membuat saya ingin mengulas apa itu micro jig dan bagaimana cara memainkannya. Terus bagaimana memadukan dengan piranti mancing lainnya? Oke akan saya uraikan satu per satu soal micro jig.

Micro jig adalah salah satu umpan buatan yang digunakan dalam casting. Disebut micro jig karena jig yang digunakan ukurannya sangat kecil dibandingkan jig pada umumnya. Micro jig biasanya mempunyai ukuran antara 5 – 8 cm dan berat antara 15 –50 gram. Beberapa pancinger menyebutnya dengan jigcast. Penamaan jigcast karena bendanya berbentuk jig, tetapi menggunakannya dengan cara dilontar atau cast.

Pertimbangan penggunaan lure jenis ini adalah tenaga yang digunakan tidak terlalu besar karena piranti yang digunakan kelas ringan (dekat sekali dengan mancing empang). Dengan peralatan dan teknik yang tepat, sensasi yang didapatkan tidak kalah dibandingkan teknik-teknik mancing yang lain.

Target

Di laut, ikan target berupa ikan predator yang diperkirakan mempunyai berat sekitar 1 – 7 kg. Talang-talang, Kerapu, GT, Tenggiri, Cendro, Kakap Merah, Bandeng Laki, dan sejenisnya adalah target yang dituju. Nah untuk amberjack yang didapat Joe Mich memang hal yang luar biasa.

Spot

Spot biasanya di tempat dimana kedalamannya tidak terlalu dalam (2 – 10 meter). Laut berkarang dengan kedalaman itu, pantai berkarang, dermaga, jermal atau bagan, muara, dan sejenisnya adalah spot yang bagus buat casting dengan umpan micro jig. Lebih bagus bila kondisi air jernih karena karena memperkirakan kapan harus menggulung (retrieve) menjadi lebih mudah.

Spot keruh dan banyak halangan, terutama di dalam air seperti dahan dan ranting sangat tidak dianjurkan. Bila spot banyak halangan di bawah, kemungkinan tersangkut cukup tinggi. Di spot banyak halangan bawah, menggunakan lure di atas air atau top water sangat dianjurkan.

Joran

Joran atau rod yang digunakan adalah joran casting dengan panjang 190 – 210 cm. Bila tidak ada, joran galatama ukuran 180 pun lumayan nyaman dipakai. Upayakan tidak memakai joran lebih pendek daripada itu, kecuali kondisi atap kapal sangat rendah dan tidak mempunyai pilihan kapal lain, ukuran 165 boleh lah, tetapi di bawah itu jangan, karena melontarnya susah.

Action joran paling tidak medium, kalau bisa hard, jangan soft, terutama bagi pancinger yang baru memulai. Kelemahan joran soft terutama pada waktu melempar memerlukan ruang yang lebar. Nah, bagi yang baru memulai, kemungkinan lure nyangkut dipancinger lain (sering terjadi, hati-hati, bahaya) atau tidak tepat sasaran menjadi jauh lebih tinggi.

Kelemahan lain adalah pada waktu fight, bila menggunakan joran soft, lengkungan dan sensasinya sungguh luar biasa, tetapi waktunya menjadi lebih lama. Nah, bila waktunya lama, kemungkinan mocel menjadi sangat tinggi. Carilah joran yang mempunyai kekuatan antara 15 – 20 Lbs dan bisa menahan lure 30 – 40 gram.

Reel

Reel yang digunakan biasanya kelas 2.500 – 4.000, tergantung sasaran dan besar senar PE yang dipakai. Semakin besar kelas reel, semakin besar pula kapasitas senarnya. Ada kecenderungan, semakin profesional pancinger, semakin kecil juga piranti yang dipakai.

Senar & Leader

Senar yang dipakai adalah senar braided atau dikenal dengan istilah PE. Ukuran senar yang paling banyak dipakai adalah PE 1, 1,5, atau 2.

Besarnya leader disesuaikan dengan besar PE. Kondisi ideal, perbandingan antara PE dengan leader adalah 1,5 atau 2. Artinya, Bila menggunakan PE 2 20 lbs, maka leader yang dipakai antara 30 – 60 lbs. Bila memungkinkan, carilah leader fluoro carbon. Kelebihan dari leader jenis ini adalah tidak begitu terlihat di air (invisible under water).

Panjang leader sekitar 1 – 1,5 X panjang reel ke ujung joran, tergantung pada kebiasaan pancinger. Lebih dari 1,5 kali sangat tidak dianjurkan karena kemungkinan besar leader menumpuk di reel sehingga pada waktu dilontarkan, kemungkinan kusut semakin tinggi.