Spot ikan wader (waderan) di Pangalengan Bandung 2

Cara mancing ikan wader

Cara Mancing Ikan Wader − Jika anda saat ini sedang menyukai memancing di sungai dan mengincar ikan wader maka postingan ini sangat cocok bagi anda. Ikan wader termasuk suku Cyprinidae. Berdasarkan jenisnya ternyata ikan wader ada 2 jenis yaitu jenis ikan wader pari dan ikan wader bintik dua.

Untuk membedakan kedua jenis ikan wader tersebut sangat mudah yaitu ikan wader bintik dua tentu saja ada bintiknya sedangkan jenis yang lain tidak ditemukan adanya bintik. Warna ikan wader berwarna Silver. Ikan ini ternyata hampir tersebar di seluruh dunia, jika di Inggris nama ikan wader disana adalah silver rasbora. Mengenai ukuran tubuh ikan wader paling besar sebesar 15 Cm. Dan jika anda mendapatkan yang lebih dari itu maka anda termasuk golongan orang orang yang beruntung.

Menurut Wikipedia yang entah siapa yang menulisnya disebutkan Wader bintik-dua adalah sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Ikan ini menyebar di Indonesia bagian barat (Sumatra, Kalimantan, Jawa,Bali, dan Lombok), Indocina, dan Filipina. Nama-nama daerahnya di antaranya adalahbeunteur (Sd.), wader cakul atau wader pada umumnya (Jw.), puyan (Bjr.), tanah atausepadak (Bengkulu) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai spotted barb atau common barb, ikan wader bintik-dua semula dideskripsi oleh Achille Valenciennes pada 1842 dengan namaBarbus binotatus (Barbus, sungut, merujuk pada sungut-sungut pendek di ujung moncongnya; binotatus, bernoktah dua). Sebelumnya, pada 1823 ikan ini sebetulnya telah dinamai oleh van Hasselt sebagai Barbus maculatus (maculatus = berbintik-bintik), namun dianggap tidak sah karena tidak disertai dengan pemerian. Penempatannya dalam marga seringkali berubah-ubah, sehingga dalam literatur ikan ini acap pula disebut dengan nama-nama lain seperti Systomus binotatus, Capoeta binotata, dan Barbodes binotatus.

Spot ikan wader (waderan) di Pangalengan Bandung 2

Ikan berukuran kecil-sedang, panjang total (dengan ekor) umumnya hingga 100 mm; jarang lebih besar, namun dapat mencapai 170mm. Bersungut empat di ujung moncongnya, dan dengan gurat sisi yang sempurna (tidak terputus) berjumlah 23-27. Sirip dorsal (punggung) dengan 4 duri dan 8 jari-jari lunak; duri yang terakhir bergerigi di belakangnya. Awal sirip dorsal berjarak 4½ sisik dengan gurat sisi. Warna dan bentuk tubuh ikan ini amat berubah-ubah. Kebanyakan berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, atau keperakan, dengan warna yang lebih gelap dibagian punggung berangsur-angsur memucat dan keputihan di sisi dada dan perut. Dua bintik besar biasa terdapat, yakni di pangkal sirip dorsal dan di tengah batang ekor (peduncle). Di samping itu, pada ikan-ikan yang muda sering pula terdapat 1-3 bintik tambahan di tengah badan yang terletak pada sebuah coret samar memanjang di sisi tubuh di belakang tutup insang, dan satu bintik di awal sirip anal. Bintik-bintik ini umumnya akan memudar dan menghilang pada spesimen-spesimen yang besar.

Ekologi Ikan Wader bintik dua

Wader bintik-dua (bawah) bersama dengan lunjar padi (atas)

Di alam, wader bintik-dua ditemukan mulai dari dekat pantai hingga ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Ikan ini sering ditemukan bercampur dengan spesies wader lainnya di parit-parit dangkal yang jernih, sungai kecil di pegunungan, sungai berukuran menengah hingga yang besar, saluran yang mengalir lambat, dan bahkan juga situ dan danau. Wader ini cenderung bersifatomnivora, memakan mulai dari plankton, larva serangga, hingga ke serpih-serpih tumbuhanhijau. Kondisi lingkungan alaminya adalah perairan tropika dengan pH antara 6.0 – 6.5 (agak asam), kesadahan air sekitar 12.0 dGH, dan kisaran suhu antara 24 – 26 °C (75 – 79 °F). Wader bintik-dua memijah diperairan terbuka pada saat menjelang gelap. Setiap kali bertelur, ikan ini menyebarkan antara 200 – 500 butir telur di antara tumbuh-tumbuhan air. Telur-telur ini akan menetas sekitar 48 jam kemudian, dan selama beberapa hari berikutnya burayak (anak ikan) akan berlindung di sela-sela daun tanaman air. Ikan wader dewasa tidak akan segan-segan untuk memangsa telur ataupun burayak dari jenisnya sendiri ( kanibal ).

Cara Memancing Wader :

Nah, setelah deskripsi ikannya, sekarang masuk cara memancingnya. Menurut pengalaman ane, ikan ini cenderung suka di tempat yang berarus, dan tidak terlalu dalam. Dan karena ukurannya yang kecil makan butuh mata kail yang sangat kecil agar bisa ditelan oleh ikan wader. Menurut info yang ane baca, ikan ini memakan umpan dengan menyambarnya, dan hidup bergerombol. Dalam memasang umpan pada Kail sebaiknya tidak usah terlalu besar, pas kan saja pada kailnya. Untuk jenis pakan ikan wader lebih suka menggunakan laron. Ini makanan favorit ikan wader menurut ane.

Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus bahkan besifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya yang ada diperairan. Memancing ikan wader merupakan hal yang cukup menyenangkan karena ikan ini gampang berkembang biak di sungai atau selokan kecil sehingga hampir semua tempat dapat ditemukan jenis ikan wader. Cara memancingnya adalah dengan menggunakan mata pancing yang berukuran kecil sekali. Pakan yang berupa pelet yang sudah direndam di bentuk kecil sebesar butiran nasi dan dipasang pada mata pancing. Pemberian mata pancing dan umpannya yang kecil akan membuat ikan wader akan lebih mudah menyambar pakan tersebut.

Ikan wader termasuk jenis ikan yang menyambar saat memakan umpannya, karenanya dibutuhkan ketepatan dan kecepatan saat menarik joran pancing sebelum umpan terlepas dari mata pancingnya. Rangkaian mata pancingnya pun bisa disusun dengan menggunakan pelampung maupun tidak. Penggunaan pelampung memang ditujukan sebagai indikator saat umpan disambar ikan, semakin cepat anda menarik joran anda, maka semakin kecil kemungkinan ikan lolos. Ikan wader di Indonesia hanya digunakan sebagai ikan konsumsi alias dimakan, namun di negara eropa jenis ikan ini dipelihara sebagai ikan hias karena memiliki warna keperakan yang indah, dan beberapa jenis lain dari wader juga memiliki warna kehijauan sehingga lebih indah saat dipelihara di aquarium. Jenis lain dari ikan wader dapat berwarna merah dan kuning keperakan, namun semua memiliki ciri yang sama yaitu adanya bintik hitam dibagian bawah tubuhnya.