17 – 22 September 2018: Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang dan Arah Angin Laut Indonesia

Berikut ini adalah informasi prakiraan tinggi gelombang serta arah dan kekuatan angin di laut Indonesia tanggal 17 September – 22 September 2018. Laporan yang kami sajikan ini adalah hasil analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang up date tiap pekannya.

Prediksi ini diharapkan bisa menjadi pedoman awal ketika memancing di laut. Pastikan kondisi cuaca lokal pada masing-masing wilayah demi kenyamanan dan keselamatan.

Prakiraan Gelombang tanggal 17 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 17 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 18 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 18 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 19 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 19 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 20 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 20 September 2018

Prakiraan Gelombang tanggal 21 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 21 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 21 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 21 September 2018

Semoga bermanfaat !

11 – 16 September 2018: Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang dan Arah Angin Laut Indonesia

Berikut ini adalah informasi prakiraan tinggi gelombang serta arah dan kekuatan angin di laut Indonesia tanggal 11 – 16 September 2018. Laporan yang kami sajikan ini adalah hasil analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang up date tiap pekannya.

Prediksi ini diharapkan bisa menjadi pedoman awal ketika memancing di laut. Pastikan kondisi cuaca lokal pada masing-masing wilayah demi kenyamanan dan keselamatan.

Prakiraan Gelombang tanggal 11 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 11 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 12 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 12 September 2018

Prakiraan Gelombang tanggal 13 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 13 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 14 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 14 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 15 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 15 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 16 September 2018
Prakiraan Gelombang tanggal 16 September 2018

Semoga bermanfaat !

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan untuk dipancing adalah kunci awal untuk sukses memancing. Baik itu mancing di laut (saltwater) atau di perairan darat (freshwater), pengetahuan tentang keberadaan ikan untuk dipancing sangatlah penting. Dalam artikel ini akan dijelaskan cara mengetahui keberadaan atau tempat di mana banyak terdapat ikan yang akan makan umpan, baik di laut maupun di perairan darat. Lanjutkan membaca Cara mengetahui tempat yang banyak ikan

Simak! Tips Penting Memilih Travel Rod dan Telescopic Rod

Seringkali para angler merasa repot saat harus membawa joran pancing berukuran panjang ketika trip jauh. Bahkan joran middle joint atau  sambung tengah pun dianggap merepotkan saat dibawa berkendara. Belum lagi jika trip mancing ke luar pulau menggunakan kendaraan umum seperti bis dan pesawat. Batas kapasitas panjang barang bawaan menjadi halangan, masuk bagasi malah bikin tidak tenang akibat takut miss handling petugas yang dapat menyebabkan rod patah bahkan hilang.

Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah mengunakan travel rod dan telescopic rod. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih kedua jenis stik pancing tersebut di atas. Untuk itu kali ini spotmancing.com akan membahas satu persatu tentang kelebihan dan kekurangan travel rod dan telescopic rod.

  1. Travel Rod

Joran travel merupakan joran dengan sambungan lebih dari 2. Sehingga memiliki ukuran yang pendek saat sebelum dirakit.  Mulai dari  3 pieces hingga yang paling ekstreme di atas 6 pieces, semakin banyak sambungan maka semakin pendek potongannya.

3 - 6 Pieces Travel Rod
3 – 6 Pieces Travel Rod

Untuk travel rod dengan sambungan 6 piece ke atas biasanya digunakan pada joran-joran fly fishing yang notabene memang lebih panjang dari rod spinning maupun casting.

7 pieces & 8 pieces fly rod
7 pieces & 8 pieces fly rod, Sumber gambar: www.amazon.com

Meskipun jarang, saat ini sudah ada Joran travel  spinning dan BC di atas 6 piece bahkan ada joran varian terbaru 8 piece hybrid atau bisa untuk spinning maupun baitcasting. Kebanyakan stik pancing ini dibekali langsung dengan case atau rod tube untuk memudahkan menenteng selama dalam perjalanan tanpa takut rod tercecer atau rusak.

Hybrid 8 Pieces Travel Rod
Hybrid 8 Pieces Travel Rod, sumber gambar: www.aliexpress.com

Kekurangan dari travel rod yang paling riskan adalah kekuatannya. Semakin banyak sambungan maka semakin besar resiko patah. Seringkali kita dengar dan lihat joran patah di bagian sambungan, hal ini dikarenakan pada sambungan adalah bagian yang  kaku sehingga menjadi titik tumpu beban saat fight. Daerah ini juga membuat action dan kelengkungan  joran menjadi berkurang sehingga sesitifitasnya juga berkurang. Jointed part ini juga rawan terlepas saat diayunkan.

Banyaknya kelemahan pada stik pancing ini membuat angler harus ekstra hati – hati saat menggunakannya. Adapun yang perlu diperhatikan saat memilih travel rod adalah :

  • Travel rod sambung 3 atau sambung 4 adalah yang terbaik
  • Gunakanlah case atau tube berbahan keras seperti PVC
  • Sediakan selalu kain lembut tapi kesat (non- slip)
  • Pasang mulai dari paling bawah sampai paling ujung/tip-top, putar dan kencangkan sesuai arah jarum jam dengan tangan dialas menggunakan kain non-slip
  • Sering-sering diperiksa bagian sambungan apalagi jika menggunakan teknik casting, kencangkan bila longgar.
  • Periksa kelurusan ring guide
  • Bukalah sambungan mulai dari ujung hingga ke bawah/butt, diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan kain non-slip (kebalikan saat memasang)
  • Pilihlah travel rod yang bermerek atau yang sudah terbukti ketangguhannya di lapangan.
  • Jikamenggunakan pesawat sebaiknya masukkan rod ke dalam koper dan atau satukan dengan barang bagasi lainnya. Karena kebanyakan maskapai penerbangan saat ini tidak memperbolehkan joran pancing masuk di kabin.

 

  1. Telescopic Rod

Joran teleskopik merupakan joran dengan bagian sambungan  menyatu dengan yang lainnya sehingga bisa dipanjang dan dipendekkan dengan mudah seperti antena. Sambungan ini terletak di bagian ring guide. Ada 2 varian telescopic rod, yaitu non  wrapping ring guide dan wrapping ring guide.

Teleskopik Non Wrapping Ring Guide
Teleskopik Non Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.drowningworms.com

Teleskopik dengan ring guide berkaki bulat/ non wrapping ring guide memiliki kelemahan mudah terlepas karena hanya mengandalkan lem pada kaki-kakinya. Saat di pendekkan bagian ini saling bersentuhan dengan yang lain dan berfungsi sebagai ganjalan. Jika terlalu keras saat mengemas maka bagian ini akan cepat rusak atau terlepas.

Teleskopik dengan wrapping ring guide adalah joran antena dengan cincin-cincin yang di pasang menggunakan benang khsus dan diperkuat lem epoxy pada kaki ring guide. Mirip seperti  joran pada umunya. Diklaim lebih baik karena bagian sambungan diperkuat dengan lilitan benang serta lem epoxy, begitu juga dengan ring guidenya sehingga tidak mudah terlepas.

Teleskopik Wrapping Ring Guide
Teleskopik Wrapping Ring Guide, sumber gambar: www.amazon.com

Kelemahan dari joran antena tidak jauh berbeda dibanding travel rod. Selain itu, blank bagian sambungan mudah terkikis apalagi jika terlalu kuat menarik saat memanjangkannya. Jika bagian tersebut terkikis, maka stik akan mudah loss hingga terlepas.

Kelemahan lainnya adalah karena letak sambungan berada pada ring guide maka akan sulit ditemukan joran teleskopik sambung 3 atau 4 di pasaran, rata-rata di atas 4 sambungan. Kelebihannya selain mudah dibawa juga lebih praktis saat memanjangkan dan memendekkannya tanpa perlu menyatukan bagian-bagian yang terpisah seperti pada travel rod. Adapun tips-tips dalam memilih stik pancing teleskopik adalah:

  • Pilihlah varian wrapping ring guide
  • Gunakan kain non-slip saat memanjangkan dan memendekkan joran
  • Berhati-hatilah saat memanjangpendekkan joran, usahakan jangan terlalu keras
  • Selalu periksa kelurusan ring guide saat digunakan,bila perlu beri tanda saat sudah lurus untuk memudahkan pemakaian di lain waktu.
  • Pegang menggunakan kedua tangan di dekat sambungan saat memendekkan dengan saling mendorong masuk. Jangan menggunakan satu tangan apalagi dihentakkan ke tanah atau lantai.
  • Gunakan hardcase
  • Sama seperti travelrod, amankan joran bersama barang bagasi lainnya saat menggunakan pesawat terbang.
  • Pilih yang berkualitas bagus

Demikian tips-tips dalam memilih joran teleskopik dan Travel rod. Semoga bisa menjadi panduan dan bemanfaat bagi angler senusantara.

Ingin Mancing Mama Blackbass? Simak nih Tips jitu dari Pemegang Rekor IGFA, Jeremiah Micheal

“I Love Indonesia!,” Itulah kalimat pertama yang terucap oleh Angler pemegang rekor International Game Fishing Association (IGFA) untuk kategori spottail bass terberat ini.

Jeremiah Micheal, dialah pria kelahiran Kuala Lumpur yang telah lama menetap di Sarawak, Malaysia. “Saya tinggal 11 tahun di Sarawak Borneo, dan saya sangat senang tinggal di sana. Camping di pinggiran sungai berarus deras adalah  tempat favorit  saya.” Ungkapnya.

Jeremiah Micheal
Jeremiah Micheal

Sejak kecil sudah hobi memancing. Berawal dari asiknya melihat ikan – ikan berenang di kali, Ia bersama saudaranya mencoba memancing menggunakan umpan hidup. “Kami belajar memancing secara natural, otodidak dan ikan gabus kecil adalah spesies pertama yang saya dapatkan dengan menggunakan umpan cacing serta joran kayu”.ujarnya.

Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu
Bermodalkan reel BC, Jeremiah berpose dengan monster kerapu

Hingga beberapa tahun silam ada seorang sahabat yang memperkenalkan pada teknik casting,   yang membuat Ia jatuh cinta pada teknik memancing satu ini. Sekarang  ia sering travel ke berbagai tempat baik dalam negeri  maupun luar negeri untuk memancing dan mempelajari kearifan lokal.

“Indonesia adalah tempat favorit saya untuk memancing,” Ungkap Om Jeremiah dengan semangat. Baginya masih banyak spot – spot memancing di Indonesia yang belum terjamah. Penduduk yang ramah dan bersahabat serta kemampuannya dalam berbahasa indonesia membuatnya mudah beradaptasi dengan masyarakat  setempat.

“Indonesia kaya akan suku bangsa, tiap tempat yang saya datangi memiliki kearifan lokal yang berbeda satu sama lain dan banyak yang tinggal bersama mirip di Malaysia juga.” Tambahnya.

Engineer di salah satu tambang migas ini selalu memanfaatkan liburannya untuk memancing di Indonesia. Species yang selalu menjadi incaran adalah black bass dan spottail bass.

Black bass atau Somasi Hitam memiliki tenaga yang kuat dan seringkali merontokkan lure dan alat pancing, spottail bass (Bonat) termasuk spesies yang cerdik dan memperhitungkan target saat akan menyambar. Spottail bass yang berukuran besar tidak kalah kuatnya dengan black bass.” Jelas Om jeremiah alasan ia memilih target kedua spesies tersebut.

Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed
Salah Satu Monster Black Bass yang Berhasil Landed

Angler pemegang rekor IGFA ini lebih sering menggunakan teknik casting karena membutuhkan cara serta perhatian khusus. “ Jika target kita adalah somasi hitam dan bonat, dibutuhkan waktu 12 jam dalam sehari dari jam lima pagi sampai jam lima sore untuk cast. Kita juga harus mempelajari bagaimana cara untuk beradaptasi dalam menggunakan tiap lure yang berbeda dengan action yang berbeda pula untuk menarik perhatian target. Saya lebih suka lure – lure top water dengan sensasi meledak saat disambar ikan.”Jelasnya.

Trip Papua
Trip Papua

Dalam waktu 1 tahun Om Jeremiah bisa sampai 5 kali mengunjungi indonesia, dalam rentang waktu selama  1 atau 2 minggu.” Saya pergi ke berbagai tempat sendirian, dan selalu mencoba spot-spot baru untuk mencari ikan – ikan monster sambil menikmati  keindahan alam,”  Ujarnya.

Tak tanggung – tanggung, Hampir seluruh kepulauan besar di Indonesia telah disambanginya. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua telah ia datangi. Dari sekian banyak spot di Indonesia yang pernah didatanginya, kalimantan tetap menjadi  tempat favorit. “berkemah dan menikmati memancing ikan mahseer di Kalimantan adalah pengalaman tak terlupakan.” Ungkap Om Jeremiah.

Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan
Trip Kalimantan bersama Suku Dayak Punan

tentang rekor IGFA yang ia peroleh bukanlah sesuatu yang direncanakan, sungguh mengejutkan. Beliau mengatakan,” Saya sama sekali tidak merencanakannya. Ikan pertama yang saya dapatkan tidak bisa diukur karena melebihi kapasitas timbangan pada boga/skala yang saya bawa. Akhirnya saya membeli boga dengan skala 60lbs  kemudian pergi memancing lagi dan akhirnya landed ikan rekor tersebut. Padahal sebenarnya sempat fight dengan ikan yang lebih besar , namun sayangnya tidak berhasil landed. Itulah serunya memancing, selalu saja ada yang lebih mununggumu di sana. Namun yang terpenting adalah menikmati sensasi memancing itu sendiri.” Ungkap Om Jeremiah.

The Record, 46 lbs Spottail Bass

Ikan dengan berat 46 lbs atau sekitar 20,8 Kg mengantarkannya menjadi pemegang rekor spottail bass terberat ke dua di IGFA . Berlokasi di perairan Sulawesi, menggunakan joran megabass dengan line rating 10-25 lbs, PE dengan kekuatan 80lbs, leader 100 lbs, reel Abu Garcia Toro NaCl dan lure fangbait  120 dr Red ia berhasil memenangkan pertarungan sengit tersebut.

Bagi angler nusantara yang penasaran, Om Jeremiah berbagi  tips-tips dalam memancing spesies dengan nama lain ikan Bonat ini. “Ikan Bonat berukuran besar biasanya berada dalam kumpulan dan pelan dalam merespon umpan. Jadi, jika kamu berhasil landed yang berukuran kecil, lempar saja lure ke arah yang sama dengan menggulung pelan.

Spottail bass yang besar biasanya memeriksa dulu sebelum menyambar karena ikan ini sangat cerdik. Mereka bersarang di belakang arus air yang deras dan berbatu atau dibalik akar-akar pepohonan. Ikan rekor yang saya dapatkan berada di bagian hulu sungai yang lebih kecil alirannya namun deras. Kunci keberhasilan dalam mendapatkan Bonat berukuran monster adalah lempar saja lure terus menerus sampai matahari hampir terbenam, hahaha,” Jelasnya panjang lebar.

Tentu para angler juga ingin tahu, bagaimana sih caranya mengklaim rekor ke IGFA?, Simak tips-tips lanjutan Om Jeremiah  Micheal berikut.”Untuk mengklaim rekor kamu harus menjadi anggota IGFA. Bisa jadi anggota seumur hidup ataupun anggota tahunan. Kita diperbolehkan mengklaim record bersamaan dengan mendaftar sebagai member. Staff di IGFA akan membantu dan mengarahkan kita”. Hal lain yang penting untuk dilakukan adalah:

  1. Kirimkan alat timbangan/skala yang kamu gunakan untuk dikalibrasi di IGFA
  2. Video atau foto saat anda memegang danmenimbang ikan tersebut, penimbangan hanya boleh dikakukan di daratan
  3. Kirimkan juga contoh senar dan leader untuk mereka tes
  4. Isi formulir pendataan dan kirimkan detailnya

” Andaikata bisa, saya ingin sekali menetap di di Sulawesi, sayangnya terhalang pekerjaan.” Ucapnya di aksir sesi wawancara.  Ia juga berpesan “Untuk angler –angler di Indonesia, kalian memiliki potongan surga yang diletakkan di bumi, sadarilah hal itu. Nikmatilah sensasi dalam memancing dan stop setrum, bom ikan, serta racun. I Love Indonesia!”

Nah, bagaimana sahabat angler senusantara? Ayo, semangat! Tunjukkan sebagai tuan rumah kita juga bisa membanggakan Indonesia dengan rekor yang lebih tinggi, hargai dan jagalah keindahan alam yang Tuhan titipkan pada bangsa ini. Seperti kata Om Jeremiah, “Jagalah sungai, bumi pertiwi dan laut maka mereka juga akan menjagamu.”

Rupanya Inilah Benda yang Paling Mencemari Laut di Seluruh Dunia!

Tak pernah terfikir atau terbayangkan sebelumnya, tim peneliti dari San Diego State University (AS) menyatakan bahwa puntung rokok – termasuk filter di dalamnya lebih mengontaminasi lautan dari pada semua benda yang mencemari laut .

Bagian filter rokok atau biasa dikenal dengan puntung, merupakan bagian yang tidak bisa dikonsumsi dan kemudian dibuang begitu saja oleh para perokok. Menurut penelitian, ada sekitar 4,5 triliun puntung rokok dibuang setiap tahunnya. Hingga kini, 38% sampah di lautan yang berhasil dikumpulkan adalah puntung rokok.

Puntung rokok, termasuk filternya, adalah kontaminan atau sampah yang mencemari laut di dunia ketimbang sedotan plastik. Foto: Thomas Jones/Ocean Conservancy via NBCNews.com
Puntung rokok, termasuk filternya, adalah kontaminan atau sampah yang mencemari laut di dunia ketimbang sedotan plastik. Foto: Thomas Jones/Ocean Conservancy via NBCNews.com

Filter rokok terbuat dari plastik yang disebut selulosa asetat.Bahan ini membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk dapat terurai. Filternya yang terlihat seperti kapas sebenarnya terbuat dari plastik selulosa asetat. Tanpa diolah, selulosa asetat prosesnya sangat lambat untuk diurai oleh alam. Membutuhkan sekitar 10 bulan sampai 18 tahun untuk filter tersebut benar-benar terurai.

Filter rokok penuh senyawa berbahaya yang bisa terserap oleh tanah dan air. Filter rokok dapat merusak kehidupan organisme yang tinggal di sekitarnya. Senyawa berbahaya dari puntung dapat masuk ke dalam tubuh air seperti sungai atau danau.

“Jelas sekali, tidak ada manfaat kesehatan dari filter rokok. Filter hanya alat pemasaran, mempermudah orang merokok. Filter rokok ini juga merupakan kontaminan utama, dibanding semua sampah plastik di lautan,” ujar Thomas Novotny, professor kesehatan masyarakat dari San Dieogo State University, seperti dikutip dari mongabay.co.id

 

foto dok NBCnews.com
foto dok NBCnews.com

The Ocean Conservancy, kelompok advokasi lingkungan nirlaba yang telah mensponsori pembersihan pantai sejak 1986 mengatakan, selama 32 tahun puntung rokok telah menjadi satu-satunya barang yang paling banyak dikumpulkan di pantai di seluruh dunia. Total, lebih dari 60 juta yang dikumpulkan selama ini.

Jika digabungkan, jumlah sampah puntung rokok lebih banyak dari sampah pembungkus plastik, wadah, tutup botol, peralatan makan, dan botol.

Rokok mengandung sekitar 4.000 jenis bahan kimia, yang 70 di antaranya bisa mengakibatkan penyakit kanker. Kapas filter rokok disematkan untuk menyaring racun. Saat menjadi puntung, bagian tersebut masih menyisakan racun. Bisa dibayangkan jika puntung rokok terbenam lama di daratan atau lautan. Tanah dan air akan menyerap racun yang tersisa hingga kadarnya tak sehat lagi bagi manusia.

Selamatkan laut kita!

Penelitian oleh Clean Virginia Waterways menyebutkan bahwa hanya cukup dengan satu puntung rokok yang dimasukkan ke dalam dua galon air untuk mematikan spesies krustacea di dalam air.

Bagi fauna baik di darat atau di laut, sampah puntung rokok bagai ranjau yang mereka tak bisa hindari. Bentuknya sering disalahartikan oleh beberapa satwa sebagai makanan dikarenakan warnanya yang mencolok. Beberapa hewan ditemukan memakan puntung yang tidak dapat dicerna secara biologis sehingga mengendap dalam tubuh.

Sumber: mongabay.co.id